Novel ini merupakan sekuel dari Novel author yang sebelumnya, berjudul Cinta Dalam Diam,
Kelanjutan cerita dari kisah Nabila, putri dari Nuna dan Almarhum Dimas Adiwijaya yang kini menjadi putri kesayangan Dika Pratama, ayah sambung Nabila.
Meskipun Dika merupakan ayah sambung tapi perlakuannya melebihi seorang ayah kandung, wajar saja karena Dika yang membantu Nuna selama dia mengandung Nabila..
Bagaimana kisah selanjutnya? Nabila yang sudah beranjak dewasa? akan kah serumit kisah cinta sang Mama????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Hai hai hai...kakak pembaca yang setia dan budiman, author tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan ya, agar kalian terus mendukung author,
Bagaimana cara mendukungnya? cukup dengan tinggalkan jejak kalian berupa komen, like, rate bintang 5 dan vote sebanyak banyaknya.
Terimakasih.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
"aku menyukaimu Nabila...." ucapan itu terus terngiang ngiang di telinga Nabila, bahkan sampai Bian pulang pun kata kata itu masih setia berkumandang di telinga Nabila.
Akan tetapi, tak semudah itu bagi Nabila, walau tak di pungkiri nya bahwa dia juga punya perasaan yang sama di dalam hatinya, bahkan mungkin Nabila lah yang terlebih dahulu menyukai Bian.
Yang ada dalam benak Nabila saat ini adalah cerita apa yang ada di balik hubungan antara Bian dan Mira? kenapa Bian harus menjalin hubungan dengan Mira jika dari awal tidak menyukainya??
Kenapa juga pake ada telepon segala tadi! kan jadi gagal cerita tuh manusia tanpa pori pori.
"ah.. sudah lah.. mending aku tidur aja!" gumam Nabila seorang diri.
Keesokan harinya, seperti biasa setelah sarapan Nabila akan berangkat ke kampus bersama Papanya dan Mang Ujang.
Kali ini sudah ada dua mobil mewah tengah menanti di depan rumah Nabila.
"Jang, siapa yang parkir di depan rumah?" tanya Dika dengan jengah karena dirinya memang tengah terburu buru.
"sepertinya mereka sedang menunggu Non Nabila Tuan!" sahut Mang Ujang cepat.
"bagaimana kau bisa tahu?" tanya Dika dengan polosnya.
"mereka tidak mungkin parkir di sana jika tidak sedang menunggu seseorang dari rumah ini Tuan! dan yang sedang mereka tunggu pasti lah Non Nabila bukan anda Tuan!" jawab Mang Ujang.
Dika mengangguk anggukan kepalanya seolah mengerti jalan pikiran Mang Ujang yang terkadang lebih jenius daripada dirinya sendiri, sebelum akhirnya melirik sinis ke arah Mang Ujang.
"lalu Nabila dimana?" tanya Dika lagi.
"masih di dalam Tuan! mau saya panggilkan?" tanya Mang Ujang.
"ya sudah sana panggilkan.. bisa telat saya!" jawab Dika sambil melirik jam tangan mahalnya.
Mang Ujang masuk kembali ke dalam rumah untuk memanggil Nabila.
"Non... di panggil Tuan, anda di suruh bergegas!" ucap Mang Ujang.
"haduh.. Mang Ujang sama Papa berangkat duluan deh, nanti Bila naik taksi aja ke kampus!" sahut Nabila sambil mondar mandir kebingungan.
"lho kenapa Non??" tanya Mang Ujang kepo.
"Mamang ini memang ga tau atau pura pura ga tau sih?? itu di depan ada Arga sama Bian, Bila males ketemu sama mereka!" sungut Nabila geram.
"oh jadi begitu.. apa mau saya usir mereka?" kata Mang Ujang berusaha berbuat baik.
"emang Mang Ujang bisa ngusir mereka?" tanya Nabila penasaran.
"InsyaAllah bisa!" sahutnya dengan yakin.
"Jang......" panggil Dika dari luar rumah,
Ujang langsung menghampiri Tuannya dengan setengah berlari.
"iya Tuan..." sahut Mang Ujang sambil tertunduk.
"kok lama sekali? mana Nabila?" tanya Dika yang mulai gusar.
"katanya Non Nabila mau berangkat sendiri Tuan kita di suruh berangkat duluan!" jawab Mang Ujang.
"ya udah.. ayo kita berangkat, saya ada meeting pagi ini!" ajak Dika tanpa penasaran tentang Nabila lagi.
Mang Ujang keluar dari gerbang, namun sebelum melajukan mobilnya, dia berhenti dimana Arga dan Bian tengah menunggu Nabila.
Dika sudah sibuk dengan berkas di tangannya sehingga tidak memperhatikan apa yang sedang dilakukan Ujang bahkan Dika tidak melihat Arga mau pun Bian.
Dari balik jendela, Nabila melihat Mang Ujang sedang menghampiri kedua lelaki tampan tersebut dan mulai berbisik pada mereka, entah apa yang Mang Ujang bisikkan ke telinga mereka sehingga dengan ajaibnya mereka langsung pergi begitu saja.
Mang Ujang bisikin apaan ya? kenapa mereka langsung pergi dengan begitu mudahnya?
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Di kampus, lagi lagi Nabila harus bertemu dengan Kevin,
"hai Nabila..." sapa Kevin dengan senyum termanisnya.
"hai juga Vin!" sahut Nabila seadanya.
Nabila ngeloyor begitu saja memasuki ruang kuliahnya, tanpa menghiraukan Kevin yang masih ingin mengajaknya ngobrol, selain Nabila enggan ngobrol dengan Kevin, Nabila juga tidak ingin Sarah tambah membencinya karena terlalu dekat dengan Kevin.
Kevin tidak menyerah begitu saja, dia tetap mengekori Nabila.
"Bil.. tunggu!! kamu kenapa sih? kok kesannya kaya menghindar gitu dari aku?" protes Kevin berusaha menghentikan langkah Nabila.
Nabila menghentikan langkah kakinya dan memutar badan berbalik menatap ke arah Kevin,
"Vin... bisa ga sih sehari aja ga usah gangguin aku?" ucap Nabila yang mulai sedikit geram dan emosi.
"aku ganggu?? aku cuma pengen deket sama kamu Bil!" sahut Kevin.
"gara gara kamu deketin aku, sahabatku jadi musuhin aku tau!!" ucap Nabila.
"apa hubungannya sama sahabat kamu itu?" tanya Kevin gusar.
"sahabatku suka sama kamu dan dia cemburu karena kamu deket sama aku!!? ujung ujungnya malah aku yang di musuhin!" jelas Nabila dengan nada kesal.
"itu kan masalah dia!! apa peduli ku! perasaan kan ga bisa di paksain!" sahut Kevin membela diri.
"nah itu lah yang ingin aku katakan padamu! perasaan tidak bisa di paksakan!" ucap Nabila membalikkan kata kata Kevin untuk Kevin sendiri.
Kevin diam tak berkutik mendapat jawaban seperti itu dari Nabila.
"Bil.. apa kamu menyukai orang lain?" tanya Kevin setelah lama diam.
"iya!" sahut Nabila dengan cepat dan jelas.
Kevin kembali membelalakkan mata karena mendengar jawaban dari Nabila.
"siapa Bil?" tanya Kevin semakin kepo.
"apa pentingnya buat kamu Vin? cukup aku aja yang tahu kali!" sungut Nabila.
Nabila berlalu pergi meninggalkan Kevin yang masih terpaku di tempatnya berdiri.
"Bil...Bila...!" panggil Kevin ketika Nabila berjalan menjauhinya namun Nabila tidak menghiraukannya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Pulang kuliah, Arga kembali menjemput Nabila di kampus, Bian pun datang untuk menjemput Nabila namun dia kalah cepat dengan Arga,
Ketika Bian datang, Nabila sudah hendak masuk ke dalam mobil, Nabila melirik Bian sekilas lalu segera masuk ke dalam mobil Arga.
Arga menatap sinis ke arah Bian dan tersenyum penuh kemenangan.
Bian merasa kecewa dengan sikap Nabila, dia segera meninggalkan area kampus dengan cepat.
"kau ada hubungan apa dengan Bian?" tanya Arga ketika sudah sama sama di dalam mobil.
"hanya kenal!" sahut Nabila singkat.
"benar kah?" tanya Arga lagi karena tidak puas dengan jawaban Nabila.
"iya!" sahut Nabila dengan malasnya.
"bagaimana bisa kalian saling kenal?" tanya Arga penuh selidik.
"oh Tuhan!! kau kepo sekali sih!" protes Nabila.
"aku hanya ingin tahu!" sahut Arga dengan jaim.
"ingin tahu sama kepo apa bedanya???" ujar Nabila sambil menahan senyumnya.
"ya.. em... beda lah!! anggap saja seperti itu!" jawab Arga yang mulai salah tingkah.
"haha..haha....!" Nabila akhirnya tertawa terbahak bahak, sikap Arga menurutnya sangat lucu dan kekanakan.
"kenapa kau malah tertawa? bagian mana yang lucu?" ujar Arga yang mulai gusar.
"haha.. kau yang lucu!" sahut Nabila yang belum berhenti tertawa.
"kau pikir aku sedang melawak!" sungut Arga.
"haha.. entahlah!" jawab Nabila.
"aku serius Bil!! sebaiknya kau jangan berhubungan dengan Bian lagi!" kata Arga serius.
"kenapa?" tanya Nabila yang seketika menghentikan tawanya melihat mimik wajah Arga yang berubah serius.
"pokoknya kau jauhi dia!" ujar Arga lagi, kali ini penuh dengan penekanan.
"tidak ada alasan bagiku untuk menjauhinya!" sahut Nabila.
"dia itu laki laki brengsek!" sungut Arga.
"kau mengenalnya?" tanya Nabila.
".........." Arga hanya diam tak menjawab pertanyaan Nabila.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
tinggal lanjut di cerita yang lain
makasih Thor untuk karya nya, sangat menghibur.
ditunggu karya selanjutnya, semangat selalu othor ku💪💪❤️❤️
tp kalau aq pikir2 dlu 😁😁😁😁😁😁😁
seharusnya foto Han sedang marah..kok itu senyum..bikin pangling aja😄😄😄