Dean Alexandre, pemuda yang hobi menulis buku cerita anak-anak. Dia selalu tidur di dalam kelas, suatu hari dia tidur lebih lama dari biasanya. Di waktu di mandi tiba-tiba lantai kamar mandinya berguncang dan menjadi miring. Begitu tahu penyebabnya adalah seorang perempuan asing yang muncul di sana mengatakan dia adalah pemuda yang terpilih masuk ke dunia Sky High di mana semua adalah anak-anak super.
Apa yang terjadi?
Ayo, bacalah SKY HIGH SCHOOL.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adhylheid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Dean di Dungeon Tanaman
"Woh hoo!"
Benda bulat besar lucu dengan pipi merona dan memiliki tanduk kecil di dahinya, meluncur dari ayunan dengan gembira. Dia sangat menggemaskan! Dia adalah pangeran buah ungu. Si Blue men. Mengapa dia dikatakan Blue men padahal sama sekali tidak berwarna biru, tetapi dia berwarna purple kebiruan, warna eksotis buah blueberry. Buah ungu gemuk lucu anak dari raja Blueberry di dungeon buah.
"Blue men hati-hati, Nak nanti bokong mu tertusuk duri!" teriak ayahnya mengingatkan anaknya yang sedang bermain bersama kawan-kawannya.
"Aduh!" jeritnya karena bokong Blue men kecil tertusuk duri-duri semak di sisi ayunan. Dia jatuh sembari menangis.
"Ayaaah!"
Pangeran Blue men
Raja buah kedua: Pisang Raja
Sementara itu, dua orang petarung dari ras berbeda baru saja terlempar keluar dari lubang portal. Belum sempat mereka berdiri dari belakang sosok makhluk menggemaskan lainnya dengan tubuh kuning dan memiliki tanduk kecil berwarna hijau yang lucu datang menyerbu dengan kekuatan sihir.
"Dean! Rasakan pembalasanku!" teriak monster berwarna kuning yang lucu. Meskipun dia marah-marah, tetapi gelagat dan dialeknya membuat orang menahan tawa. Dia adalah raja kuning dari bangsa pisang di negeri buah. Sifatnya yang mudah marah dan pendendam karena Dean selalu makan pisang tidak pernah menghabiskan pisang lalu membuang dengan sembarang kulitnya. Ya, Dean memang tidak suka makan buah berwarna kuning. Dia sedikit jijik saja dengan teksturnya yang mirip sesuatu.
"Alexis, hati-hati kepalamu!" teriak istri kecilnya, Chien. Dia melindungi suami palsunya dengan menarik Dean ke dalam pelukannya. Kemudian mereka berguling-guling di tanah.
"Apa-apaan mereka, kenapa penduduk buah di negeri tanaman ini tidak bisa diajak berbicara dengan damai!" gerutunya. Dean pun bangun.
"Bagaimana denganmu Chien, kau tidak apa-apa?" tukas Dean mengusap rambut Chien kecil.
"Hei, kenapa kalian tidak mati!" teriak raja pisang marah. Dia mengeluarkan sihirnya sekali lagi menyerang mereka.
"Rasakan ini!" teriaknya. Kekuatan Raja bertambah berkali-kali lipat. Dia membuat gelembung kuning kehijauan yang besar.
PUFF!! Gelembung kuning kembali menyerang musuhnya, dan meledak di muka Dean.
Dean terperangah sambil berteriak meminta pengampunan raja Pisang. Dia melihat apa yang dilakukan makhluk kuning itu.
Baru saja mereka melakukan teleportasi lagi untuk masuk kembali ke Sky High malah nyasar di dungeon tanaman. Ketika Chien mengajak damai Raja Pisang malah marah-marah dan terus menghalangi mereka pulang. Raja pisang menggagalkan sistem Dean. Setiap lubang portal yang baru dibuat olehnya, dia menutupinya dengan ribuan gelembung-gelembung kuning.
Sihir kuning yang berbahaya. Kalau menempel di wajah seseorang akan berubah menjadi kuning. Raja yang pemarah itu terus menyerang Dean dengan sihir buahnya dan menambah level:
Monster Buah kuning : Pisang Raja.
Energi : level 7
Kekuatan : Gelembung udara upgrade ke tingkat 8
"Apa!?" Kaget Dean melihat musuhnya bertambah kuat.
Dean: Paladin Ras: manusia biasa
Energi : Level maximal
Kekuatan : Level maximal
Dean juga memaksimalkan energi dan kekuatannya sampai level maksimum.
"Kenapa dia bisa berubah jadi lebih kuat, aku harus menghapusnya, di mana pensil cahaya ku?" Dean yang sedang bingung mencari pensil cahayanya. Sementara itu, Chien kecil membantu dengan mengendalikan emosi Raja Pisang.
"Akan ku buat kau jadi jinak, raja yang imut," gumamnya tersenyum. Chien memejamkan matanya, dia masuk ke dalam pikiran raja pisang.
Chien Kecil
Ras: 1/2 elf
energi: level 8
kekuatan: butterfly effect. mengendalikan elemen emosi
Raja Pisang yang bersiap melancarkan serangannya tiba-tiba tidak dapat bergerak. Dia menjadi seperti orang bodoh yang hanya melongo saja karena Chien berhasil masuk ke pikiran Raja Pisang.
"Uwaaaaa! Aku sekarat!" Tiba-tiba mata Raja Pisang berkunang-kunang, dia merasa banyak burung di kepalanya lalu dia tersungkur di bawah kaki mereka dan menyembah.
"Maafkan saya, saya mohon maaf!" teriaknya berkali-kali sambil sujud di kaki Chien dan Dean.
Apa yang terjadi? Mengapa Raja menjadi gila sambil menyembah dirinya. Dean melihat Chien kecil yang memejamkan matanya.
"Kau masuk ke pikiran Raja pisang?" tanya Dean penuh heran. "Bagaimana mungkin kau bisa melakukan itu, Chien?"
Chien membuka matanya. Dia tersenyum manis. "Aku bisa memakai kekuatan dari Keys, kupu pelangi peliharaanku. Keys lah yang masuk ke dalam pikirannya dan membuat kacau.
"Baguslah. Ternyata, si Keys mu itu sudah bisa kau kendalikan," kata Dean tertawa. Dia mengusap pipi Chien. Wajah Chien merona ia berlari menjauhi Dean.
"Kak Alexis!" serunya sambil memegang pipinya. "Kau ternyata mesum!" tuduh Chien kecil yang masih merona.
"Aku mesum?" Dean bingung. Dia menunjuk hidungnya. "Emang apa yang kulakukan padamu?" Dean membantu Raja Pisang yang masih menyembah.
"Hei pak Pisang, tidak usah menyembah terus. Sini, ikut kami. Tunjukkan jalan pulang ke sekolah langit!" kata Dean memerintah Raja pisang. "Kami harus kembali sebelum portal tertutup." Sambung Dean memandangi Raja Pisang. Chien menepuk pundak raja lalu Raja pisang sadar dan menjadi bingung. Dia garuk-garuk kepalanya.
"Apa yang terjadi, kenapa aku di sini. Kalian ini manusia yang masuk di negeri buah ini, ya?" tanya Raja sambil menatap mereka dengan bingung.
"Benar. Kami ini mau pulang ke langit. Kami anak SMU negeri langit yang tersesat," pungkas Dean. Dia menjelaskan secara rinci bagaimana mereka bisa sampai ke sana.
"Wah, kalau begitu saya tidak bisa bantu. Bukan saya yang memimpin negeri buah-buahan. Negeri buah dipimpin oleh raja Blueberry. Si buah eksotis itu," sahut raja Pisang.
"Baiklah, antarkan saja kami ke istana buah untuk bertemu raja Blueberry," kata Dean. Di hatinya dia tertawa geli. Benar-benar berpetualang ke negeri buah. Dari dungeon sejarah, masuk ke dungeon hampa yang penuh penderitaan. Dari sana aku malah tersesat bersama Chien di Dungeon tanaman. Ini sungguh luar biasa.
"Kalian harus bawa hadiah untuk bertemu raja Blueberry. Anaknya suka sekali makan, apa kalian tidak bawa hadiah?" tanya Raja Pisang pada Dean. Mendengar itu kedua makhluk berbeda ras itu hanya menggeleng dengan bingung.
"Hadiah?"
"Iya. Harus ada buah tangan untuk raja Blueberry. Dia akan mengantarkan kalian ke tempat lain untuk membuat lubang portal. Kalian jangan harap bisa bertemu dia kalau tidak ada hadiahnya," jelas Raja Pisang.
Chien tersenyum, "Aku ada usul."
"Apa usulmu, Chien?"
"Gimana kalau ku buat lumpuh pikiran raja Blueberry seperti raja kuning ini, bagus bukan usulku?"
Mendengar itu, Dean geleng-geleng kepala. "Jangan-jangan sebentar lagi kau akan menghipnotis aku juga sampai jadi bodoh," kesalnya. "Aku yang akan memberikan raja itu hadiah."
"Aku kan bisa gambar. Ayo, akan ku tunjukkan kemampuanku saat aku masih di bumi," kata Dean. Dia menarik tangan Chien. Sebelumnya mereka berpamitan dengan raja Pisang.
"Hei, Pisang! Lupakanlah kesalahanku yang dulu karena memang aku tidak suka makan buah pisang. Jadi, kamu harus kembali ke buku ceritaku, ya!" Dean pun membuka buku cerita anak-anak yang kosong itu lalu dengan kekuatan magic dia mengirim kembali raja pisang masuk ke dalam bukunya.
"Nah, beres!" gumamnya tersenyum.
"Bagaimana dengan kak Ellene, apakah dia juga sudah ada di buku mu?" tanya Chien ingin tahu.
"Hahhh...!" Dean menghela nafasnya. Dia menggeleng. "Belum. Dia kan sudah ku lenyapkan dalam artian dia telah terhapus dari buku ini..."
"Wah, kau sungguh kejam, Dean. Tahu begitu, mengapa kita harus mati-matian mencarinya sampai ke dungeon ini?" Chien mulai merasa kesal. Dia sebenarnya tidak suka Dean menyembunyikan sesuatu darinya. Dia pikir Dean memiliki segudang teka-teki yang belum dia ungkapkan. Itu hanya sebagian dari teka-teki yang ada.
"Yah, kalau kamu mau tahu segalanya, kamu harus tertidur. Tutup matamu dan aku akan mengirimkan dirimu ke bumi, tempatku dulu, tapi aku tidak jamin kamu akan sampai di sana dengan baik. Gimana, kau setuju masuk ke dimensi bumi?" tanya Dean sambil menahan tawanya.
"Nggak ah. Aku sudah capek karena harus berhadapan dengan monster di Dungeon Hampa. Aku kan belum jadi prajurit langit mana mungkin harus berpetualang terlalu jauh. Ayo, kita cari hadiah apa yang cocok dengan raja Blueberry," ajak Chien mengakhiri pembicaraannya dengan Dean. Mereka pun melesat dengan cepat meninggalkan tempat itu.
"Tunggu!" Dean tiba-tiba menarik Chien.
"Kenapa kau berhenti?"
"Aku lupa. Aku kan polisi di dunia hampa, aku ingin memakai mobil jet ku agar kita tak perlu buang-buang energi ke sana," kata Dean. Dia dengan bangga memamerkan sebuah droid mini yang meledak di udara. Nampak di depan mereka sebuah kendaraan milenia. Kendaraan tahun 2030. Mobil jet warna putih yang berkesan elegan dan canggih itu membuat mata Chien terbelalak melihatnya.
"Benda apa ini?" tanyanya dengan kaget.
"Ini namanya J-Espo Gold. Mobil yang dirancang khusus untuk kita dengan teknologi mutakhir bumi tahun 2030. Mobil ini sudah bisa dijualbelikan, tapi karena sekarang belum dipasarkan jadi aku meminjamnya." Dean menjelaskan sembari tangannya menekan tombol remote. Mobil J-Espo Gold pun terbuka kedua pintunya ke atas. Chien masih ternganga.
"Wah hebat! Benda ini bisa bergerak sendiri," serunya.
J-Espo Gold
"Ayo berangkat!" seru Dean sembari menyeret Chien yang masih terbengong-bengong. Mobil canggih itu menutup sendiri pintunya, kemudian mulai terangkat sedikit lalu ...
WUUSSSS!!
Mereka tidak perlu memakai portal untuk menghemat energi. J-Espo Gold akan mengantar mereka sampai ke istana buah di kerajaan Blueberry.
Namun, mereka tidak tahu bahaya apa yang akan dihadapi ketika masuk ke perbatasan kerajaan milik raja Blue men. Para monster buah sudah bersiap menyambut mereka.