NovelToon NovelToon
KEHORMATAN YANG TERJUAL

KEHORMATAN YANG TERJUAL

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Konflik etika / One Night Stand
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: senja_90

MOHON UNTUK TIDAK LONCAT-LONCAT KETIKA MEMBACA KARENA BERPENGARUH TERHADAP RETENSI!

Demi membiayai pengobatan sang mama, Eleanor (23 tahun) rela menjual keperawanannya pada seorang pria kaya raya bernama Andrew Kingston (30 tahun). Akan tetapi, pengorbanannya sia-sia, mama tercinta meninggal usai menjalani operasi transplantasi jantung.

Hidup sebatang kara membuat Eleanor pergi meninggalkan tanah kelahirannya dengan harapan dapat membuka lembaran hidup baru. Namun, siapa sangka dia dipertemukan kembali dengan Andrew yang tak lain adalah CEO di perusahaan tempatnya bekerja.

Akibat sering bertemu, tumbuh benih cinta di antara keduanya. Namun, akankah cinta itu berlanjut ke pelaminan sedangkan status sosial antara mereka terbentang luas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja_90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman dari Andrew

"Astaga, sudah jam segini. Aku harus cepat sampai penthouse!" Lantas Eleanor mempercepat langkahnya menuju lift yang ada di dekat meja resepsionis. Ia kesampingkan rasa sakit di wajah dan kedua tangannya akibat cengkeraman erat kedua pria jahat yang berniat melecehkannya.

Menekan tombol tertinggi gedung tersebut sambil merapalkan doa semampunya agar tiba di penthouse sebelum Andrew tiba. "Kumohon Tuhan, dengarkanlah doaku."

Ketika pintu lift berdenting dan terbuka, Eleanor bergegas melangkah keluar dan berjalan menyusuri lorong sepi menuju tempat tinggalnya sementara. Kemudian menekan password pintu dan secara otomatis pintu penthouse tersebut tak terkunci lagi.

Menghela napas lega sebab suasana penthouse masih sepi dan dalam keadaan gelap gulita, menunjukan bahwa Andrew belum pulang. "Syukurlah, Tuan Andrew belum sampai. Ah, sebaiknya aku cepat-cepat masuk kamar sebelum pria itu pulang dan memergokiku di sini."

Berjalan perlahan sambil meraba dinding ruangan, mencoba mencari saklar dan berniat menyalakan lampu. Akan tetapi, gerakan Eleanor terhenti tatkala sepasang matanya yang indah menangkap seseorang tengah duduk di sofa dengan kedua tangan dibentangkan di sandaran sofa dan kedua kaki menyilang satu sama lain.

"Dari mana kamu jam segini baru pulang? Apa kamu lupa aturan yang saya berlakukan selama kamu tinggal di Bangkok bersama saya?"

Suara dingin dengan sorot mata tajam berhasil mengintimidasi Eleanor. Walau dalam keadaan temaram, hanya bermodalkan cahaya rembulan di atas langit, tapi buktinya sukses membuat bulu kudu wanita itu berdiri seketika.

"T-Tuan Andrew, Anda ... s-sudah pulang ternyata. Sejak kapan Tuan duduk di sini? K-kenapa ... tidak nyalakan saja lampunya? A-apa ... Tuan tidak merasa gelap?" tanya Eleanor tergagap. Wajah wanita itu terlihat pucat pasi dibasahi oleh keringat dingin sebesar biji jagung. Ia meneguk air liurnya sendiri dengan susah payah.

Alih-alih menjawab pertanyaan, Andrew justru bangkit berdiri dari kursinya kemudian melangkah mendekati wanitanya. Dalam suasana temaram, Eleanor bisa merasakan amarah yang terus membara dalam diri lelaki itu.

'Tuhan, jangan biarkan aku bermasalah dengan pria ini. Aku tidak sanggup bila harus berurusan dengan orang kaya macam dia.' Eleanor meremas telapak tangan guna menyingkirkan rasa gugup yang membelenggunya.

"Siapa lelaki yang mengantarmu pulang? Ada hubungan apa antara dia denganmu? Apa kamu memintanya datang ke Bangkok agar bisa berlibur selama aku sibuk bekerja?" tanya Andrew kini menatap Eleanor dengan tatapan memerah.

Terkejut, bagaimana Andrew bisa tahu jika dirinya baru saja diantar seseorang. Mungkinkah pria itu melihat semua kejadian saat tengah mengunjungi Chatucak Weekend Market. Jika iya, lalu kenapa pria itu tak menolongnya dan justru pemuda asing berwajah Asia-lah yang menolongnya lepas dari tawanan orang jahat.

"Kenapa diam saja! Jawab! Siapa lelaki itu dan ada hubungan apa dia denganmu?" Andrew bertanya dengan nada membentak hingga tubuh Eleanor terhentak ke belakang.

"T-tidak, Tuan. K-kami ... tidak saling mengenal. K-kami ... baru bertemu beberapa jam lalu saat itu dia--"

Andrew berdecih dan tersenyum merendahkan. "Baru saja bertemu, tapi sudah seakrab itu? Hebat juga ya kamu, bisa menggaet lelaki hanya dalam hitungan menit. Sihir apa yang telah kamu berikan kepadanya sampai lelaki itu bertekuk lutut di hadapanmu?"

"Tuan jangan salah sangka dulu, ini tidak seperti yang Anda pikirkan. Saya--"

"Salah sangka? Kamu pikir saya bodoh yang mudah ditipu oleh wanita sialan macam kamu, hah?" Andrew berteriak kencang di depan muka Eleanor.

Kepala Eleanor tertunduk. 'Ya Tuhan, kenapa bisa jadi begini?' tanyanya dalam hati.

Andrew kembali melangkah mendekati Eleanor. Refleks sang wanita mundur seirama langkah kaki pria itu maju ke arahnya hingga tubuh sintal membentur dinding di belakangnya, tak dapat lagi melarikan diri dari cengkeraman Andrew.

Kedua telapak tangan mencengkeram kencang pundak ringkih hingga menimbulkan rasa nyeri.

"Tuan, sakit!" rintih Eleanor, merasakan kuku lelakinya menancap sampai ke lapisan kulitnya yang terdalam.

Bukannya melonggarkan cengkeraman tangan, Andrew justru semakin erat mencengkeram wanitanya. "Kamu sudah melanggar dua aturan yang telah kita sepakati bersama. Pertama, kamu dekat dengan lelaki lain di saat masih terikat kontrak denganku dan yang kedua, kamu tiba di penthouse lebih dari jam yang saya tentukan. Oleh karena itu, kamu harus dihukum demi memberimu efek jera," desis Andrew sambil matanya terus menatap lekat pada Eleanor.

Kepala Eleanor menggeleng, apa yang ia takutnya akhirnya menjadi kenyataan. "Jangan hukum saya, Tuan. Saya benar-benar tidak sengaja. Semua yang terjadi di luar kendali saya, sungguh." Wanita itu berkata dengan suara parau.

"I don't care. Saya tak peduli dengan alasan yang mau disampaikan. Di mata saya kamu bersalah maka harus diberi hukuman." Seringai kejam terukir di sudut bibir Andrew. Pria itu telah memutuskan memberi hukuman kepada Eleanor agar kelak kejadian ini tidak terulang lagi.

"T-tapi--"

"Kya! Tuan, apa yang sedang Anda lakukan. Turunkan saya!" teriak Eleanor saat tubuhnya tiba-tiba melayang di udara. Tangan kekar Andrew menggendong sang wanita seperti tengah memikul karung beras.

"Tutup mulutmu jika tidak mau saya banting tubuhmu ke lantai!" seru Andrew sedikit mengancam, yang mana berhasil membungkam mulut Eleanor. Wanita muda itu langsung menutup mulutnya rapat, tidak boleh bersuara sedikit pun jika tak mau Andrew melakukan sesuatu hal buruk kepadanya.

Andrew membawa partner ranjangnya, berjalan menyusuri lorong-lorong sempit hanya bermodalkan cahaya rembulan dan penerangan dari lampu jalanan yang memantul ke dalam ruangan. Pria itu berhenti di depan pintu kayu sebuah kamar berwarna coklat. Mendorong pintu dengan kakinya kemudian melangkah masuk dan menghempaskan tubuh Eleanor kencang di atas ranjang.

"Aaw!" Eleanor memekik kencang saat tubuhnya memantul di atas kasur.

Dengan cepat Andrew melucuti semua helai kain yang membungkus tubuh kemudian merangkak naik ke ranjang. Ia mengukung tubuh Eleanor hingga tak ada celah di antara mereka.

"Kamu harus saya hukum atas perbuatanmu, El."

Tanpa melakukan pemanasan, Andrew langsung menarik segi tiga mungil hingga sebatas mata kaki lalu menyatukan miliknya dengan milik Eleanor dengan satu kali hentakan.

"Ough!"

Eleanor tersentak saat Andrew melakukan penyatuan tanpa foreplay terlebih dulu bahkan ia semakin dibuat terkejut saat sang lelaki mulai menghentak kencang dan dalam tempo cepat.

"Tuan. Aah ... s-sakit. Tolong ... hentikan. I-ini ... sakit sekali." Eleanor terus memohon, meminta Andrew menghentikan percintaan mereka kali ini. Akan tetapi, Andrew tak peduli. Pria itu semakin menghentak pinggulnya dengan cepat.

Tangan Andrew tak tinggal diam, ia merobek paksa bagian atas dress yang dikenakan Eleanor sampai benda berbentuk kacamata terpampang nyata di depannya.

"Oh, shiit! Bagian dadamu semakin montok saja, El. Saya menyukainya." Andrew mengeluarkan dua benda kenyal yang terbungkus kain berwarna merah maroon hingga terlepas dari wadahnya. Ia meremas kencang, membuat sang empunya meringis kesakitan.

Tak sampai disitu saja, Andrew pun melum*t habis bibir ranum Eleanor dengan buas. Memaksa lidahnya masuk agar dapat menyapu seluruh rongga mulut partner ranjangnya itu.

"Rasakan ini! Inilah akibatnya telah melanggar aturan yang kita sepakati bersama," kata Andrew di sela-sela kegiatannya. Ia menggauli Eleanor seperti orang kesurupan, menghentak dalam tempo cepat seakan takut wanita di bawah kungkungannya ini kabur dari hadapannya.

"Sudah saya bilang tidak boleh ada lelaki mana pun menyentuh tubuhmu selain saya, tapi kamu malah melanggarnya. Jadi sekarang rasakan akibatnya."

"Tuan, Anda salah paham. Saya ... aah! Aah!" desah Eleanor. Meskipun bagian inti tubuhnya terasa perih, tapi ia mulai menikmati permainan tuannya itu.

"Rasakan ini! Kamu perempuan jal*ng memang pantas menerimanya." Andrew tertawa terbahak. Suaranya membahana di kamar yang besar dan mewah. Ia semakin bersemangat kala desahan nikmat meluncur dari bibir Eleanor.

Sementara itu, Eleanor hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Andrew kepadanya. Air mata terus bercucuran membasahi pipi. Seluruh tubuh terasa sakit, ada pula luka yang berhasil bersarang di hati akibat perkataan Andrew.

Jal*ng, satu kata asing yang baru saja didengar meluncur dari bibir sang CEO. Sebegitu hina kah ia sampai harus menyandang gelar tersebut?

...***...

1
Sekar Anggraini Indrawati
tp sayang x cerita ini tidak ada kelanjutannya 🤤😇😅😂
Sekar Anggraini Indrawati
thors, ini cerita sdh habis /the end ya ?
Sekar Anggraini Indrawati
author kapan up cerita x, kok. lama sekali ya digantung
Yuyun Arianti
yg bc psti THN nafas hahaha
Hanisah Nisa
lanjut
Sugiharti Rusli
kira" si El nanti kerjanya di mana yah, kek nya di tempat yang berhubungan sama perusahaan keluarga Kingston nih🤔
Sugiharti Rusli
sebetulnya mau kabur ke manapun kalo suatu saat takdirnya harus ketemu yah bisa di mana aja sih,,,
Sugiharti Rusli
untung juga si Andrew sementara percaya kalo mereka ga tahu tentang keberadaan si Eleanor
Hanisah Nisa
lanjut upnya
Hanisah Nisa
lanjut
Sugiharti Rusli
waduh jangan sampai ketahuan nih mereka b-2 uda bantu si El,,,
Sugiharti Rusli
waduh jangan sampai si Yamaguchi jadi korban nih, semoga dia punya kekuatan yang besar tuk menghalau si Andrew dan anak buahnya,,,
Hanisah Nisa
lanjut
Sugiharti Rusli
waduh petualangan baru si El akan segera dimulai nih, sepertinya di negara asal si Andrew kan,,,
Sugiharti Rusli
aduh nanti ketahuan ga nih si Eleanor kabur ke mananya, si Andrew kan punya sumber daya yang besar dan kuasa,,,
Sugiharti Rusli
waduh jangan sampai teman Eleanir dan pacarnya malah nanti jadi korban si Andrew gegara nolong nih,,,
Hanisah Nisa
lanjut
Achie Yasmin
ya ampun miris banget nasib el, andrew emang nga ada hati tega nya mencekik wanita dasar laki2 kejam
Hanisah Nisa
ikut saja...sampai kontraknya...habis.....lepastu....baru Kamu bebas.....Kali....
Sugiharti Rusli
kan kamu uda tahu konsekwensi nya dari awal El, kalo kamu menyalahi kontrak yah pasti si Andrew makin menghina kamu,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!