NovelToon NovelToon
Dewa Dunia Kecil

Dewa Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Aplikasi Ajaib / Pusaka Ajaib / Fantasi Isekai
Popularitas:45.4k
Nilai: 5
Nama Author: UdahPernah

Cerita ini menggambarkan situasi dua dunia yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

Suatu hari, Tianzhun tiba-tiba menerima hadiah misterius.

Hadiah tersebut berupa kotak kaca raksasa yang berisi pemandangan miniatur desa zaman kuno di dalamnya.

Ketika Tianzhun membuka kotak tersebut, ia menyadari ada kehidupan di dalamnya.

Dia dapat menyaksikan kehidupan sulit penduduk di sebuah desa, terutama An Zhu dan ibunya, yang sedang berjuang untuk bertahan hidup di tengah kekeringan dan serangan bandit.

Tianzhun yang tidak tahan lagi melihat adegan kejam yang dimainkan, akhirnya memutuskan untuk campur tangan, dan menyelamatkan desa dari serangan bandit tersebut.

Tindakan itu membuat Tianzhun menyadari bahwa dunia di dalam kotak itu, adalah dunia yang benar-benar nyata!

Seiring berjalannya waktu, kehadiran Tianzhun akan merubah dunia kecil itu melalui gadis kecil, An Zhu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UdahPernah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 26 : Terkejut

Setelah mendengar instruksi dari Tianzhun, An Zhu merespons dengan cepat, kemudian berjalan ke arah istri dan anak Zhang Yuan, "Kalian, ikutlah denganku."

Pembantu dan pelayan tidak berani berbicara.

Sementara gadis kecil berusia delapan tahun itu masih takut pada orang asing, dia bahkan tampak gemetar ketakutan serta tidak berani berbicara. Namun, wanita Zhang Yuan lebih berani.

Melihat bahwa An Zhu tampaknya adalah orang yang baik, wanita itu berdiri disampingnya.

Saat mereka berjalan, dia dengan berani bertanya, "Nak, apa yang terjadi di desa wuxiamu? Kenapa kalian memiliki tembok aneh yang sebesar itu? Tembok ini jauh lebih kuat daripada tembok di ibukota."

An Zhu berkata, "Tembok itu adalah anugerah dari surga. Desa kami dilindungi oleh seorang dewa dan memiliki banyak benda suci. Sekarang Anda sudah ada disini, cepat atau lambat Anda akan segera melihatnya."

Wanita itu bingung, "Dilindungi dewa? Benda suci?"

Faktanya, meskipun dia bersedia melakukan perjalanan kesini, dia sebenarnya sangat marah pada suaminya. Sebelumnya, dia mengira bahwa akan bersembunyi di sebuah desa yang tidak jauh dari pusat pemerintahan, tetapi dia tidak menduga bahwa Hao Chuyu membuat mereka melakukan perjalanan selama tiga hari!

Dia melakukan perjalanan lebih dari tiga puluh mil!

Bagi seorang wanita paruh baya dengan tubuh gemuk, ini jelas merupakan siksaan yang luar biasa.

Awalnya dia hampir menyerah, tetapi ketika dia memikirkan kembali pemberontakan, dia mengertakkan gigi dan melanjutkan perjalanan bersama Hao Chuyu.

Sekarang setelah tiba, dia menyadari bahwa ini hanya desa yang sangat kecil. Jika bukan karena benteng yang aneh dan berwarna-warni, dia tidak akan melihat sesuatu yang menarik dari desa ini.

Saat sedang berjalan di sisi An Zhu, tiba-tiba dia menemukan sederet rak berdiri di depan rumah masing-masing warga desa. Rak-rak itu berisi potongan ayam yang ditaburi garam dan dikeringkan...

Awalnya ini bukanlah hal yang aneh, namun jumlahnya begitu banyak, sehingga terlihat sangat tidak wajar. Setiap rumah bahkan melakukan hal yang sama.

Desa ini terlihat seperti rumah produksi ayam kering skala besar!

Wanita itu tercengang, banyak pertanyaan muncul di dalam hatinya,

Bukankah masyarakat berada dalam situasi yang sulit? Bukankah para petani memberontak karena tidak punya makanan? 

Lalu bagaimana dengan potongan ayam kering yang tak terhitung jumlahnya disini? 

Terlebih lagi, mereka benar-benar memiliki begitu banyak garam untuk pengawetan.

Dua pelayan Zhang Yuan juga terlihat bodoh, keduanya tercengang saat mata mereka tertuju pada potongan ayam, "Mungkinkah, mungkinkah aku sedang bermimpi?"

An Zhu membawa mereka ke sebuah rumah yang sudah usang, "Anda bisa tinggal disini sementara."

Rumah di depannya memang agak menyedihkan, membuat wanita itu sedikit muak hanya dengan melihatnya. Tapi dia pikir hanya berlindung disini untuk sementara, dan akan kembali ke kota setelah para pemberontak pergi, jadi dia tidak mengatakan apa-apa.

An Zhu mendengar suara Dewa Agung di telinganya, "Tempat ini tidak sebaik ibukota. Sekalipun punya uang, mereka tidak bisa membeli makanan. Beri mereka dua butir beras, sepotong sawi putih, garam, dan beberapa potong ayam, biarkan perut mereka terisi dulu."

An Zhu dengan patuh melaksanakan perintahnya, dia pulang untuk mengambil makanan.

Begitu kembali, An Zhu meletakkan bahan makanan itu di depan istri Zhang Yuan.

Wanita itu seketika terkejut, "Apa, apa ini beras? Tapi kenapa... begitu besar? Dan garam ini juga begitu besar. Masing-masing bahkan tampak seperti sepotong kristal putih."

An Zhu berkata, "Bukankah aku sudah memberitahu Anda? Ada banyak benda suci di desa ini. Beras, ayam, dan garam ini adalah bahan makanan dari surga, yang diberikan oleh dewa kami yang agung."

Wanita itu akhirnya menyadari apa yang An Zhu maksud dengan "benda suci", dia segera menyatukan tangannya dan membungkuk ke langit sebelum menerima makanan tersebut.

Tianzhun tidak memiliki instruksi lain untuk saat ini, jadi An Zhu mengabaikan istri Zhang Yuan, meninggalkan rumahnya, dan menuju gerbang desa.

Wanita itu meminta dua pelayannya untuk membantu membersihkan ruangan dan merapikan tempat tidur, sedangkan dia sendiri tidak melakukan apa-apa.

Dia berjalan keluar rumah bersama putrinya, berkeliling desa sesuka hati.

Seluruh desa dikelilingi oleh tembok raksasa berwarna-warni, yang membuat wanita itu merasa cukup aman.

Potongan-potongan ayam di ruang terbuka di setiap rumah masih terlihat sangat aneh, namun tidak mengejutkannya lagi.

Tak lama kemudian, dia menemukan sebuah kolam besar berisi air yang sangat bersih.

Ini bukan kejutan kecil. Seperti yang dia ketahui, bahwa sekarang sedang terjadi kekeringan yang sangat parah. Kemarau telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, membuat sungai dimana-mana mengering dan tumbuh-tumbuhan mati.

Bagaimana mungkin ada kolam air yang begitu besar di desa ini? 

Wanita itu tampak sulit untuk mempercayainya.

"Bersiaplah……"

"1, 2, 3..."

Penduduk desa berteriak di sekitar gerbang desa di kejauhan.

Ketika Istri Zhang Yuan berbalik, dia melihat beberapa penduduk sedang memperbaiki gerbang yang baru saja diikat.

Meskipun kemarin gerbang itu sudah berdiri, namun itu masih dalam percobaan. Setelah menemukan beberapa kekurangan, penduduk desa saat ini sedang menyempurnakannya.

Gerbang itu seluruhnya terbuat dari kayu solid dan sangat berat, membuat seorang penduduk tiba-tiba terpeleset dan jatuh. Gerbang kehilangan keseimbangannya, kemudian berderit dan jatuh ke samping, hendak menimpa kepala desa.

"Awaass!"

Penduduk desa berseru dengan keras.

Istri Zhang Yuan dan anak perempuannya sama-sama terkejut.

Pada saat ini, gerbang yang setengah runtuh tiba-tiba berhenti di udara, tanpa jatuh dan tidak mengenai siapapun...

Penduduk desa juga mempertahankan berbagai ekspresi aneh dan tercengang.

Setelah beberapa tarikan napas, semua orang mendengar An Zhu berteriak dengan keras, "Dewa Agung mengulurkan tangan dan meraih gerbang itu. Mengapa kalian masih diam saja? Cepat tahan kembali gerbangnya."

Hao Chuyu berlari dan membantu memegang gerbang tersebut, kemudian beberapa pemuda lainnya juga ikut bergabung.

Semua orang mengangkat kembali gerbang, dengan hati-hati memasangnya ke posisi yang telah ditentukan, mengikatnya dengan tali suci, lalu menghela nafas lega.

Wanita itu melihat pemandangan ini dari kejauhan dengan mata terbelalak, "Astaga, apa yang baru saja terjadi? Apakah benar-benar ada tangan dewa yang menahan gerbang itu?"

Wanita itu sebenarnya adalah orang yang percaya pada Taoisme, dia biasanya pergi ke kuil ketika dia tidak ada pekerjaan, membakar beberapa batang dupa untuk dewa, memberikan sumbangan, dan membuat beberapa harapan kecil. 

Meskipun telah menjadi orang yang taat hampir di sepanjang hidupnya, tapi dia belum pernah melihat kemunculan seorang dewa.

Kali ini, dia akhirnya melihatnya dengan matanya sendiri.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun, wanita itu berlutut di tanah dengan bunyi gedebuk. Juga tanpa memperdulikan lumpur, dia membenturkan dahinya ke tanah, berteriak dengan keras, "Dewa Agung telah muncul, dan para hambanya ditakdirkan untuk bertemu satu sama lain. Saya akan merasa beruntung selama tiga kehidupan, bahkan jika saya mati, saya tidak lagi memiliki penyesalan."

1
🔵SENJA
bagus ini konsep ceritanya dan alurnya juga oke sayang ga up lagi deh 😌😶
Ari Chutez
ini kmn y ga up terus
buzank lapoex
up dong thor
кιму☃
😭Kau menyebalkan Zhu Qinghan
кιму☃
oh Tianzun kau sama sepertiku/Joyful/
кιму☃
Otakku sudah tahu rencanamu Tianzu./Hey/
кιму☃
/Sob/Baru sadar aku, Markonah itu tambahan. kukira emang namanya asli.
кιму☃
Sepertinya aku butuh Dewa Tianzun versi nyata. Tapi wujud Manusia aja. Siapa tahu bisa kasih aku Taehyung/Drool/
кιму☃
cemen banget, gitu aja kabur. Aku juga bakal kabur kok😭. Tapi, situ kan cowok, masak kabur.
кιму☃
Ya jelaslah, itu ulah makluk qoib yang berada di atas sana. ya kali bisa ditemuin disitu/Sneer/
кιму☃
izin ketawa/Sob/, ngakak tapi ngeri juga
fadyla Nurulroro
semangat thor nulisnya aku tunggu up nya
Jana Zyan
belum up juga. ..
thor kapan lanjut nya? udah 1 abad ko ga up up, lagi kangen ama an zhu nih
meilany putri
adakah yg tahu kok author berhenti update
Ari Chutez
si markonah geningan hahaha
Ari Chutez
ketutup dong rumahnya
Teh Telang
kok blm lanjut ya....sdh lama banget lho thor
Jana Zyan
4 x bolak balik, tp belum ada update'n nya.. .
buzank lapoex
apakah msh ada kemungkinan dilanjut...menarik sih sebenernya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!