SEOLAH SEMUA INI MIMPI!!
YA, INI PASTI HANYA MIMPI!
Aku terbangun dari tidurku dan mendapati bahwa aku sudah berubah status dari gadis biasa menjadi seorang istri pria tua buruk rupa yang lebih pantas kupanggil paman atau bahkan ayah!!
Namun sial!
Nasibku sejak lahir tidak sebaik nasib kedua kakakku yang cantik jelita dan disayang Ayah dan Ibu. Kelahiran ku tidak pernah direncanakan. Katanya saat aku lahir seluruh bisnis keluarga kami hancur berantakan. Padahal bukan kesalahanku, tapi mereka (ayah,ibu, kedua kakak bahkan sampai nenek buyutnya pamanku) menyebut aku sebagai anak pembawa sial.
Selama tujuh belas tahun hidup, aku diasingkan di gubuk tua yang jauh di belakang rumah. Dan hebatnya, saat aku diasingkan, bisnis keluarga kami kembali membaik. Apa mungkin aku benar benar seorang pembawa sial?
Kesialan itu tidak berakhir, hingga aku dipaksa menikahi seorang pria tua yang datang ke rumah untuk melamar. Kenapa aku dipaksa? padahal aku anak kandung mereka juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 Ruby, Siapa Dirimu Sebenarnya?
Setelah bekerja seharian di perusahaan, berlari ke sana kemari bagai mesin, Gama akhirnya kembali ke kediaman pribadinya yang dia pikir akan menjadi tempat beristirahat paling tenang.
Dengan rasa lelah pria itu kembali berharap segera bisa menikmati keheningan malam tanpa tahu ada geng Pulu-pulu super bobrok yang sedang melakukan acara prasmanan di halaman utama kediaman besar yang mirip kuburan itu.
Gama melaju kencang hingga tiba di kediamannya tepat pukul 6 sore. Seharian menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan membuatnya lelah dan ingin segera menikmati sentuhan air dingin yang menyegarkan kulitnya. Namun belum sampai dia di kediaman, dia sudah melihat asap tebal membumbung tinggi ke arah langit.
" Si..sialan, apa yang terjadi !?" Gama terbelalak kaget saat melihat asap tebal keabu-abuan itu membumbung dengan bangga dari kediamannya.
" kenapa tidak seorang pun menghubungiku? apa yang mereka lakukan di rumah?" batin pria itu sembari menginjak pedal gas kuat kuat hingga dia memasuki pekarangan kediamannya. Belum dia sampai ke halaman utama, kedua netranya disuguhi pemandangan api unggun yang sangat besar dengan lingkaran manusia yang sedang menari bersama sama dengan jubah putih.
" Sekte sesat apa lagi ini ya Tuhan!" batin Gama berteriak melihat orang orang membentuk lingkaran, mengenakan penutup kepala putih berdiri sambil bergandengan tangan dan melompat lompat ke sana kemari mengikuti irama musik yang heboh.
Gama terdiam membisu, apakah rumahnya disusupi sekte sesat dan orang+orang di rumahnya disekap?
Dia keluar dari dalam mobil dengan wajah syok, kemudian kakinya melangkah semakin mendekat ke arah lingkaran para manusia itu. Semakin lama semakin jelas dia dengar suara nyanyian dan lihat saja, ada satu tuyul kecil di antara manusia tinggi bertutup kepala putih itu.
" Suara Leroy? " pikir Gama.
dia berlari ke arah kerumunan itu dan...
jreng!!
Dia mendapati geng pulu-pulu dan para pengikutnya sedang menari bersama sambil tertawa di dekat api unggun itu. Mereka memakai penutup kepala agar debu dari kayu yang terbakar tidak mengotori kepala mereka.
" apa yang sedang kalian lakukan!!" pekik Gama, tapi sialnya suaranya tertelan oleh suara dentuman musk koplo yang diputar oleh sang DJ, Robinson!!
Dengan wajah kesal, Gama mendekati pemutar musik dan..
ctak!
Dia menarik kabel speaker pemutar musik itu sampai tiba tiba suara mereka berhenti.
" Apa yang sedang kalian lakukan!" pekik Gama dengan wajah masam.
Semua orang menoleh dengan wajah kaget saat mendapati Gama sudah tiba di kediaman.
" hay paman bertopeng, kita sedang main api unggun sambil memanggang daging, ayo gabung!!" seru Ruby seraya melambaikan tangannya menatap Gama.
Semua orang terdiam, hanya Ruby yang berani mengajak pria itu bicara. Semuanya tahu betapa kejam dan keras kepala pria itu.
Wajah Gama mengatakan bahwa dia sungguh marah saat ini, taman yang dia desain khusus untuk istrinya kini dihancurkan oleh api unggun besar yang membakar dan membuat layu pepohonan serta bunga kesayangan istrinya di sana.
" Gam, santailah, kita sedang berpesta!" ucap Mikael.
"Benar kak, ini menyenangkan!" balas Angel.
Wajah Gama menggelap, dia mengeraskan rahangnya. Tetapi dia masih menahan marahnya karena ada Leroy dan Angel di sana, dia tidak ingn kedua anak polos itu melihatnya marah. Tapi tidak ada pengecualian untuk Ruby yang juga masih seorang anak remaja labil.
" Ide siapa ini?" tanya pria itu dengan nada berat dan juga dingin. dia berusaha meredam amarahnya.
" ini ide.." Robin hendak menjawab tapi ucapannya dipotong oleh Ruby.
" ini ide Ruby paman, bagaimana? menyenangkan bukan!" seru Ruby sambil tersenyum begitu polos.
Robin dan Mikael terbelalak kaget saat mendengar ucapan Ruby. Mereka berdua menatap Ruby dengan wajah tak percaya. Pasalnya ide membuat api unggun ini bukan ide gadis itu!!
" Ohh.. jadi ini idemu?" ucap Gama dengan nada penuh penekanan.
Tanpa tahu ancaman apa yang ada di depannya, Ruby mengangguk dengan wajah tersenyum dan juga tatapan polos nan lugu itu.
Di sisi lain, otak dari ide ini tersenyum menatap mereka dari balkon lantai dua rumah itu, ada Jessica yang berdiri di sana sembari menikmati wine mahal di tangannya.
" heh.. dasar perempuan bodoh!" ucapnya berdecih.
Sebenarnya dia yang memberi usul pada Ruby untuk membuat api unggun, tanpa dia ketahui Robin dan Mikael mendengar pembicaraan mereka.
Siang tadi, Jessica sengaja datang ke rumah itu untuk melihat seperti apa Ruby, tak disangka menurutnya gadis situ adalah seseorang yang sangat mudah dihasut, dia memilih memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat Gama membenci Ruby.
Padahal dia jelas tahu, di dekat halaman itu ada taman kesayangan mendiang istri Gama yang hanya boleh disentuh oleh Gama seorang.
Di bawah sana, Gama menatap Ruby dengan tatapan tajam menusuk.
" Onti.... Leroy takuuutt..." ucap anak itu sambil bersembunyi di balik badan Angel.
Melihat Leroy ketakutan, Gama mengendalikan dirinya yang akan segera meledak seperti tabung gas!!
" hahaha.. ini pasti menyenangkan, kalian lanjutkan saja!" ucapnya yang tiba-tiba tertawa membuat suasana yang tadinya tegang menjadi sedikit cair.
" kau tidak masalah ?" tanya Robin heran.
Gama mengangguk sambil tersenyum manis, sangat manis sampai Ruby tahu itu senyum palsu dari pria munafik bermuka dua.
" Tidak apa, selama adikku Angel dan keponakan paman yang sangat ku sayangi bahagia," ucap Gama.
huhhhh...
Akhirnya mereka menghela nafas lega, Mikael dan RObin berpikir kalau Gama sudah mulai sedikit melunak, bahkan di atas sana, Jessica sampai berdecak kesal karena tak melihat Gama mengamuk.
Ruby menatap Gama dengan tatapan menantang dan Gama menyadari itu.
" Kenapa tatapannya seperti itu, apa maksud remaja sialan ini!?" batin gama.
" Pem. Bo. Hong!" Ruby menggerakkan bibirnya ketika Gama menatapnya.
Degh!
Gama dibuat terkejut dengan gerakan bibir Ruby dan tatapan sinis dari gadis remaja itu, "Cih... lihat saja kau , akan ku buat kau menyesal atas ide bodoh mu ini Ruby!" batin Gama.
Dia memasang senyum palsunya lagi di hadapan mereka semua," Aku sangat lapar, kalian sisakan dagingnya untukku, aku ganti pakaian dulu!" ucap Gama sambil menatap barbeque yang mereka siapkan.
" Baik kak!" seru Angel dengan wajah bahagia demikian Leroy yang sangat senang hari ini.
" Ruby, aku mau ganti pakaian, tolong bantu aku, "ucap Gama.
" Kenapa harus Ruby? paman udah besar, harusnya bisa ganti baju sendiri, masa iya butuh bantuan Ruby yang kecil bagong!" celetuk Ruby dengan bibirnya yang mengerucut.
" Nak ruby, sudah menjadi kewajiban istri membantu suaminya bersiap, itu aturan rumah tangga," ucap bi Mirna menasehati Ruby dengan lembut.
Seketika Ruby paham," ohhh begitu yang Bi Mirna, baiklah Ruby akan bantu, heheh.." balasnya dengan wajah lembut.
" Tapi apa suami juga berkewajiban menjadi pembohong?" ucap Ruby dengan nada lantang, menyindir pria gila itu secara langsung di depan semua orang.
Gama terkejut dengan sikap asli dari gadi remaja itu.
" Ruby apa maksudmu?" tanya robin.
Gadis itu tersenyum lagi," Bukan apa-apa kak, aku hanay meniru seseorang !" ucap Ruby sambil menghampiri Gama dan membantu pria itu membawakan tasnya.
" Ayo, Ruby bantu bersiap!" ucap gadis itu dengan senyuman polos tetapi tatapan matanya pada Gama membuat Gama mengeraskan rahang.
" Apa yang mau kau lakukan paman tua bermuka dua? ingin memanfaatkanku? membunuhku? mengurungku? atau menyiksaku? kau mau melakukan apa hmmm?" tanya Ruby dengan nada sarkas saat dia berjalan di depan Gama.
Gama dibuat tercengang dengan ucapan Ruby yang mengejutkan, bagaimana gadis polos dan terkesan bodoh itu memiliki insting yang sangat kuat?
" Siapa kau sebenarnya? siapa dirimu? dasar perempuan munafik!" ucap gama .
" hmmm.. bukankah permainan ini semakin menarik paman? kau penasaran dengan aku bukan? apa kau tidak penasaran dengan siapa yang memberiku ide melakukan ini semua?" balas Ruby.
"atau kau hanya ingin membalas ku dan memberiku pelajaran? lakukan saja, aku tidak masalah!" ucap Ruby yang lagi lagi membuat mulut Gama tertutup rapat akan balasannya yang sarkas dan begitu tegas.
" Ruby, siapa dirimu sebenarnya?" batin pria itu dengan tanda tanya besar bertengger di kepalanya!