Clara adalah seorang gadis yang memiliki beberapa karakter, sehingga membuat nya mudah bergaul dengan siapa saja, meskipun dia berasal dari keluarga yang berada, tak lantas membuat nya memilih siapa saja yang pantas bergaul dengan nya.
Penasaran maka nya baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Clara
Keesokan paginya,seperti biasa para penghuni kost, telah di sibukkan dengan aktivitas mereka masing masing, ya hari Senin adalah hari yang paling sibuk sedunia begitulah menurut author.
Clara telah siap dengan pakaian nya, sepatu kats putih,celana jeans panjang biru dan kaos oblong yang longgar, kan dia office tidak perlu pakean formal kan, beda dengan desi yang rapi bak gadis kantoran...
*****
saat perjalanan menuju kantor Clara di hentikan oleh sebuah panggilan di ponsel nya..
drrrt...drrt...
"siapa sih tidak tau apa aku lagi di jalan huh" gumam Clara
Lisa ngapain pagi pagi nelfon...batin nya
mengangkat telfon...
"hallo Lis ada apa sih aku lagi di jalan tau?
"astaga.. pagi pagi ke sambet apa neng..
"lagian aku tuh office sekarang jadi harus berangkat pagi sebelum bos datang ngerti tidak, ada perlu apa si Lis tumben pagi pagi nelfon aku jangan bilang kamu masih kangen sama aku
"idih aku normal kali, aku tuh cuma mau kasih tau paman manggil kita ke rumah nanti siang katanya ada yang mau di bicarakan sama kita, dan lagi mobil ku mana??
"ambil sendiri,"
"kok gitu, terus sekarang kamu naik apa dong"
"motornya mang Udin!! dan lagi ya kamu harusnya senang dong kan ada kesempatan ketemu Rendi hehe
"maksud nya apa hah"
"emang semalam tidak terjadi sesuatu??
"sesuatu apa sih Cla, jangan mikir macam macam ya, kamu ngobrol saja terus semoga kamu telat dan dapat hukuman dari bos mu"
tut.. tut..
"sialan di matiin sumpahin aku lagi, aku kan belum selesai ngomong dasar Lisa" gumam Clara
setelah menyimpan ponsel nya Clara melanjutkan perjalanan nya ke kantor Angga..
Dan seperti biasa Clara melakukan pekerjaan nya dengan baik, dan kembali ke pantri kali ini dia tidak membantu pekerjaan buk Lili di lobi, takut nya ada Lampir lain lagi yang mau gampar dia...
Tak lama kemudian Angga datang bersama asisten nya Dodi, tapi bukan pergi ke ruangan nya justru Angga pergi ke pantri..
Dodi pun bingung di buat nya, sampai bengong dan ternganga di tempat nya berdiri..
aku sudah bangun kan!!! (menepuk nepuk pipi nya) ruangan bos kan di sana kenapa dia belok ke pantri astaga aku lupa bos kan bucin hehe mending aku sarapan deh mumpung bos sibuk batin Dodi
******
pantri..
Clara sedang menyeduh kopi capucino nya sambil menyanyikan lagu tapi nada tidak nyambung, dan terdengar aneh pula...
Angga diam diam masuk ke pantri karena melihat Clara ada di sana, namun seketika tawa nya pecah mendengar nyanyian Clara
Buahaha....haha kamu nyanyi apa kebelet sih haha... tawa Angga
Clara menatap nya datar
"ANGGA..itu adalah suara terbaik ku kenapa kamu bilang kebelet sih" protes Clara
"ya memang terbaik!! sebaik nya kamu buat kopi lagi sana yang ini untukku.." kata Angga sambil membawa kopi capucino milik Clara
"hah itu Capucino apa kamu juga minum itu"
"iya mulai sekarang apapun yang kamu suka aku juga suka" berlalu pergi ke ruangan nya
"hee aneh selerah nya berubah lagi hedeh bikin lagi deh, eh berarti pagi ini tidak perlu ke ruangan nya lagi dong kan dia sudah membawa kopinnya sendiri hehe aman...
"siapa bilang ke ruangan saya sekarang" kata Angga yang ternyata balik lagi
"hah dasar bos aneh..." gumam Clara
Clara pun tanpa sadar mengikuti dan membawa kopi nya ke ruangan Angga..
ruangan Angga..
Clara masih berdiri di depan meja Angga dengan memegang kopinya menatap Angga heran..
"kenapa kamu berdiri disitu duduk di sofa sana",perintah Angga
"baik bos..
"Clara kita cuma berdua yaa di sini.." berjalan ke arah sofa dan duduk di samping Clara
"iya iya, cuma aku mau saja panggil bos Leboh enak hehe..
"enak!! enakan panggil sayang... hem" goda Angga sambil menaik turunkan kening nya
"apa'an emang masalah pertungan kamu sudah beres hah"
"huuft, aku bingung sama mama, jelas jelas papa tidak setuju Anggi juga sangat tidak menyukai Jasmin tapi mama masih kekeh mau ngejodohin aku,"
"Angga kamu pernah bilang mama kamu orang yang ramah dan tidak membedakan status seseorang, karna diapun bukan termasuk orang berada apa bener itu"
"ya memang benar aku kan sudah pernah cerita sama kamu"
"lalu bukan kah aneh kalu mama kamu berubah, sebaik nya kamu mencari tau dulu apa penyebab nya jangan menyalahkan mama mu saja, aku akan menunggu sampai masalah mi selesai"
"so sweet kaya nya aku tidak salh pilih calon istri deh"
"idih kapan aku bilang mau jadi istri kamu"
"lah barusan.. kan"
"aku kan bilang mau nunggu kamu, kita liat lagi kan apa selanjut nya"
"akh.. jadi aku belum lulus tes..
"haiih, Angga.. Angga.. kamu serius banget sih santai dikit napa, ngebet banget, oh ya aku juga mau bilang siang ini aku boleh pulang cepat yaa, soalnya Lisa sepertinya butuh bantuan aku boleh ya"
"boleh tapi ada syarat nya"
"hah syarat.. apa..? tanya Clara malas
pasti syarat ngaco nih batin Clara
"hemm cium aku dulu" kata Angga memonyongkan bibir nya
tuh kan dasar Angga batin Clara lagi
"tidak mau"
"ya sudah kamu tidak izinkan pulang cepat"
"APA.. oke tapi jangan di bibir di pipi saja oke"
"hemm, Angga berpikir timbul lah pikiran jahil Angga," oke setuju
Angga memberikan pipi nya mendekat Clara pun sedang bersiap mencium pipi Angga namun (pasti sudah tau rencana author kan) tiba tiba Angga menoleh dan Cup mata Clara membelalak dengan segara menjauhi wajah nya namun jangan sebut namanya Angga kalau tidak akan melewati kesempatan emas kan.. Angga dengan sigap menahan tengkuk Clara dengan sebelah tangan nya dan sebelah tangan nya lagi memegang wajah Clara bukan hanya mencium nya namun juga ******* bibir lembut Clara yang beraroma Capucino, Clara masih membelalakkan mata nya tak percaya dengan apa yang di lakukan Angga..
"tutup matamu.. karna sejak hari ini kamu milikku, aku tidak akan melepaskan mu lagi" kata Angga dan melanjutkan ciuman nya..
Clara melakukan apa yang dikatakan angga dan ikut menikmati ciuman Angga perlahan membuka mulut nya, dan kedua tangan nya yang mulai terarah ke tengkuk Angga.
Cekleek...
"Bos kita ada meeting har__-__
Dodi segera membalikkan tubuhnya dan segera keluar dari ruangan Angga..
ya Tuhan aku jamin kali ini bonus ku tidak tertolong ah Dodi Dodi kenapa tidak mengetuk pintu dulu dasar batin Dodi
Segera Clara melepaskan ciuman nya dan berdiri..
"jadi aku dapat izin kan" kata Clara tanpa melihat wajah Angga
Angga tersenyum dan meraba bibir nya yang masih terasa ciuman Clara di sana
"oke pergi lah dan jangan sampai main mata di sana ya sayang" bisik Angga
Clara berlari keluar dari ruangan Angga..
Ckleeek..
"pagi Clara",sapa Dodi dengan senyum jahil
"awas kamu dasar Dodo" kata Clara
"astaga nasibku sunggu buruk, bagaimana jika mereka menikah, apa aku akan ganti nama karena mereka" gumam Dodi
"DODI.." teriak Angga dari dalam ruangan
"Mati aku.. semoga saja bonus tidak di potong Amiin!!
"Iya bos.." memasuki ruangan..
Angga menatap horor pada Dodi, Dodi hanya bisa menelan ludah nya dengan susah payah.
"sepenting apa meeting nya sampai membuat mu berani mengganggu ku hah" tanya Angga dengan wajah datar
oh Tuhan tolong hamba mu ini batin nya
"JAWAB" bentak Angga
"eh jawab bos jawab jawab..." terkejut Dodi
"DODI, kamu bisa bikin aku jantungan kalau kamu latah seperti itu.."kata Angga sambil mengusap usap dadanya
heng.. yang kaget kan aku yang bentak kan dia harus nya yang jantungan kan aku haiiss aturan bos, bos tak pernah salah jika salah maka kembali ke
peraturan pertama bos selalu benar nasib nasib batin Dodi
"ma.. maaf bos"
"cepat katakan ada meeting jam berapa"
"kita ada meeting dengan perusahaan DC bos jam 3 sore ini di restoran Mak Nyus bos"
"hah restoran apa itu kok aku baru dengar"
"iya bos restoran itu baru buka 2 tahun yang lalu, (mendekatkan wajah nya kepada Angga) sepertinya pemilik nya seorang gadis mis-te-rius bos (dengan suara agak pelan)
"kenapa kamu bisik bisik,"
"nama nya juga misterius bos"
"tidak perlu bisik bisik juga kita kan di kantor Dodo"
"Dodi bos"
"TUNGGU..
"Astaga jantung ku" gumam Dodi
"apa bos"
"kamu, menggangguku pagi ini karna rapat yang akan di adakan jam 3 sore hah,"
"ma.. maaf bos" astaga aku tak tertolong kabiur saja... Dodi segera keluar dari ruangan Angga secepat kilat
siuuut..
"DODIIIII" teriak Angga geram..
Di pantri..
Clara masih terbayang bayang kejadian barusan dan tak percaya bahwa dia terhanyut dengan ciuman Angga..
"apa yang aku lakukan, akh... bodoh bodoh kenapa kamu bodoh sekali Clara, apa kamu juga sudah tidak waaras seperti Bos mu itu akh..
Clara tak henti hentinya merutuki dirinya..
beberapa menit kemudian akhirnya dia tenang juga..
Clara tenang sekarang dan sudah menerima semua yang terjadi ya mau di bilang apa kan sudah terlanjur terjadi..
*****
Siang hari...
Sesuai perjanjian nya dengan Lisa Clara pergi ke rumah orang tua nya menggunakan motor Matik mang Udin, tadi nya Lisa ingin menjemput nya namun dia pun lupa bahwa mobilnya masih berada di kostan Clara Lisa memutuskan menggunakan taksi ke rumah Clara..
Rumah Handoko..
Clara sampai lebih dulu.. Dira yang mengetahui putri nya akan datang telah menunggu di teras rumah nya, dan menyambut putri nya dengan senyum bahagianya..
"sayang.. mama kangen sama kamu..." memeluk Clara
"Clara juga kangen ma sama Mama
Lisa pun sampai di halaman rumah Clara..
"ekhem.. tante Lisa tidak di peluk..
"iya sini keponakan tante yang cantik" memeluk Lisa
"sudah ayo kita masuk papa sudah menunggu di dalam"
"oh ya tante paman baik baik saja kan" tanya Lisa
"baik, kenapa emang"
"tidak sih Lisa kira paman sakit makanya manggil Lisa ke sini"
"memang nya nanti ada yang sakit di rumah ini baru kamu mau ke rumah tante hah"
"tidak tante, ish Cla bantuin kenapa sih"
"tidak mau!! bleew.." ejek Clara berlari meninggalkan Lisa
"Clara awas yaa.. Clara tunggu!! kejar Lisa
"ya Tuhan mereka itu gadis dewasa kenapa masih seperti anak bocah hah" kata Dira menggelengken kepala nya sambil tersenyum
"uhuk uhuk.. (suara batuk Hankdoko yang di buat buat)
Clara dan Lisa pun berhenti bercanda, hanya menunduk dan saling senggol seperti bocah nakal yang siap di beri hukuman..
Handoko tersenyum akhirnya bisa melihat putri dan keponakan seperti beberapa tahun lalu yang sering bermain di ruangan ini
"sudah puas kalian bermain, apa kalian tidak malu kalian itu sudah dewasa gadis lagi masih berlari larian kaya bocah" tegur Handoko
"papa sudah cukup ya bercanda nya, bukan nya papa mau ngomong serius" sambung Dira
Clara dan Lisa saling memandang lalu menatap Handoko
Handoko hanya tertawa.. ha ha ha...
"sudah ayo duduk papa mau ngomong serius sama kalian berdua terutama kamu Clara "kata Handoko
"memang nya kita sudah baikan ya pa"
"uhuk uhuk...Handoko terbatuk karna terkejut dengan pertanyaan Clara, Dira segera memberi air minum kepada suaminya,"papa tidak apa kan pa" tanya Dira, lalu menoleh ke arah Clara" Clara sudah cukup! kamu tu ya, kalau papa mu kena serangan jantung gimana"
"mama!! mama nyumpahin papa ya"
"tidak pa kan cuma__-__ hehe
"baiklah kita baikan" kata Clara
"paman bukannya paman yang kaya bocah ya" kata Lisa
"APA,
"oke oke paman sabar nanti bisa jantungan beneran loh pamam hehe"
"haiih anak sama ponakan sama saja,
cepat duduk"
"iya pa, iya paman jawab Clara dan Lisa
"masalah apa sih pa" tanya Clara
"iya paman terus kenapa Lisa juga di bawa bawa"
"yaa karna ada hubunganya dengan kalian"
"HAH KOK BISA" kaget mereka berdua
"ya Ampun kalian itu bisa kan tidak teriak hampir saja minuman ini jatuh," kata Dira yang datang membawa nampan berisi 4 gelas just
"maaf ma, lagian kok mama yang bawa sih kan ada bi Lastri"
"mama lagi pengen saja, sudah lanjutkan mama mau dengar masalah apa sih"
"oh iya Lanjut pa"
"hem ini tentang Gadis tadi malam di hotel yang bertengkar dengan kalian"
"APA, bertengkar tadi malam kok bisa" kaget Dira
"mama kok ikutan teriak sih kuping papa sakit tau"
"maaf namanya juga kaget, lanjut"
"maksud papa Jasmin"
"iya, dia adalah putri Harun Wijaya, orang ini terkenal licik dan Culas di kalangan bisnis makanya papa tidak pernah tertarik kerja sama dengan dia, tapi sepertinya dia berusaha mendekati perusahaan DIRGA tempat mu bekerja sekarang...
"hemm jadi begitu aku mengerti sekarang,"
"maksud kamu apa Cla" tanya Lisa
"itu loh Jasmin itu dijodohkan dengan Angga atas keinginan mama nya, dan seluruh anggota keluarga nya tak ada yang setuju kecuali mamanya Angga kalau tidak salah namanya Saras..
"tentu saja, sebagai pengusaha Agung pasti sangat tau tentang kinerja Harun, tapi kenapa mereka bisa tertipu..
"tidak pa, seperti nya papa nya Angga tidak menyetujui perjodohan itu tapi entah kenapa papanya tidak bisa bertindak atau mungkin taku t sama istri nya"
"kamu bisa saja, atau mama Agung sangat menyayangi Saras bukan nya takut"
"apa mama kenal sama orang tuanya Angga"
"ya tidak bisa di bilang kenal dekat sih tapi kenal lah dulu mama satu sekolah dengan Saras dan kebetulan semua alumni waktu itu dapat undangan pernikahan nya, termasuk mama lah
"oh gitu, berarti mama kenal dong dengan mama nya Jasmin"
"heng.. memang nya mama Jasmin siapa" tanya Dira heran
Lisa menepok jidat nya" Cla kamu tuh ya mana tante tau lah hedeh"
"eh iya juga ya, papa tau tidak nama istri tuan Harun..
"hem kalau tidak salah namanya Wiwid kayak nya sih"
"tunggu Wiwid, mama kayak nya tidak asing dengan nama itu,(berpikir sejenak)
hay hay jangan lupa ya like vote and komen bantu author napa jangan cuma di baca doang😂😂
aku padamu thor
salam "Dady danzel."