NovelToon NovelToon
Yes I'M Acha

Yes I'M Acha

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Nikahmuda / Teen School/College / Crazy Rich/Konglomerat / Murid Genius / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:160.6k
Nilai: 5
Nama Author: jeongsa14

Namanya Acha, sifatnya dominan macam bunglon, begitu mudah berubah. Dia juga sungguh percaya diri dengan apa yang dia bisa dan miliki. Namun sayang, kecantikan wajah tidak menjamin hidupnya bahagia. Sebab terlahir sebagai anak dari keluarga yang berantakan, membuat Acha kehilangan jati dirinya sendiri.

Apalagi saat Acha harus terbangun di raga asing, sialnya... Bukan raga protagonis yang di kelilingi cowok tampan atau pun antagonis yang berakhir mati dengan tragis. Melainkan raga seorang gadis cacat yang tak lain, Adik perempuan sang protagonis pria.

Lantas, bagaimana jadinya, Acha yang serba percaya diri harus memasuki raga asing dengan kehidupan asing pula?

Lebih parahnya, kehidupan asing yang Acha jelajahi adalah dunia novel!! Oh God! Haruskah Acha bersyukur atau malah merutuk?

"Setidaknya, masuk ke raga Selena Gomez gitu atau Ariana Grande. Lah ini? Cewek cacat, figuran pula!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeongsa14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yes I'm Acha

...H E L L O !👋...

...~ H A P P Y R E A D I N G ~...

...***...

Kringggg!

Acha membuka kelopak matanya dengan sempurna lalu menatap lurus kelangit-langit kamarnya dengan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Acha menggigit bibir bawahnya, menahan pekikan yang terus memaksa untuk segera diteriakan.

Dengan pipi memerah, Acha mengambil ponselnya lalu membaca kembali chatan nya kemarin yang membuatnya tak bisa tidur semalaman.

...087****...

| Akun sppu, jgn slh phm.

^^^Hah? |^^^

Sore itu, Acha menggaruk pipi nya yang tak gatal sambil menunggu si pemilik nomor yang sedang mengetik.

| jgn nthnk, ak cm pny km.

^^^Aduh Mas atau Mba nya, |^^^

^^^tolong lah jangan disingkat ^^^

^^^singkat. Acha gak ngerti:( ^^^

^^^Btw, siapa? |^^^

| Arlan

^^^👍 |^^^

...Si ganteng🐊...

^^^Chat nya udh gini doang? |^^^

| Bsk aku jemput

^^^Hah? Gak usah lah. Acha |^^^

^^^berangkat sendiri aja ^^^

| Gak ada penolakan.

^^^Karena dipaksa, jadi yaudah |^^^

| Udah makan?

^^^Belum, hehe |^^^

| Makan sekarang

^^^Gak laper |^^^

| 10 menit lagi, ayam goreng

lengkuas sma nasi nya

dateng

^^^Kok tau makanan kesukaan |^^^

^^^Acha? ^^^

| Apa yg aku gk tau dari

kamu?

^^^Btw, Acha beneran blm laper |^^^

| Keluar, udh sampai didepan.

Makan dulu sayang, aku gk

mau kmu sakit

^^^Please jgn sayang-sayangan |^^^

^^^kita gak ada hubungan apapun ^^^

| Kmu pacar aku.

^^^Apaan banget, nembak gak |^^^

^^^romantis gitu ^^^

| Bsk aku jmpt. Makan dulu

^^^Iya. |^^^

| Good girl

Read.

Acha menahan senyum sambil membayangkan bagaimana wajah tampan Arlan yang beberapa kali dirinya lihat saat bangun tidur. Tapi tak lama, Acha menggeleng kan kepalanya. "Sadar, Cha! Dia udah punya pacar, lo mah cuma mainan dia doang buat dijadiin temen chat."

Tok tok tok...

Kening Acha berkerut pertanda bingung saat suara pintu diketuk terdengar, siapa yang mengetuk pintu kamarnya? Sekalipun, Roy, pasti dia langsung masuk seperti biasanya. Dan juga, belum ada yang dirinya beri tahu tentang apartemen barunya ini.

Tanpa bisa dicegah, bulu kuduk Acha meremang seketika. Bukankah dirinya tinggal dilantai paling atas dan disini tak ada kamar lain selain kamar nya, jangan bilang... Oh god! Itu tidak mungkin kan? Bagaimana bisa hantu mengetuk pintu dipagi hari.

"Santai Acha, mungkin itu pelayan yang nganter sarapan." Monolog nya yang tetap berpikir positif.

Saat tangan nya sudah menyentuh knop pintu, Acha merasa jantung nya semakin berdetak tak karuan seperti hendak loncat saja. Acha mengatur napasnya lalu menekan knop pintu itu, saat pintu sudah terbuka, Acha terdiam terpaku menatap wajah tampan seseorang yang menatapnya tulus.

"Ar?"

"Hm?" Arlan menyingkirkan anak rambut yang menutup wajah Acha lalu menatap Acha tepat pada manik mata gadis itu.

Acha memejamkan sejenak matanya, menikmati rasa aneh dalam dadanya saat tangan kekar itu mengelus lembut pipinya lalu rahangnya. "Kok bisa masuk? Bukannya pintu utama pake sandi?"

Bukannya menjawab, Arlan malah mendekatkan wajahnya lalu mengecup ujung hidung mancung Acha dan juga dagu gadis itu. Seperti apa yang Athar pernah lakukan beberapa waktu lalu. Arlan tersenyum gemas saat melihat wajah terkejut Acha yang menurutnya sangat lucu.

"Aku gak mau ada sisa kecupan laki-laki lain di diri kamu, karena kamu hanya punya aku." Ucap Arlan yang semakin membuat Acha terpaku dibuatnya.

Dengan lembut, Arlan menarik pinggang Acha lalu memeluk nya dengan begitu erat. Acha yang dipeluk pun hanya diam tanpa membalas karena dirinya masih terlalu terkejut dengan tindakan mendadak Arlan pada dirinya. Dia kira, chat-an semalam hanya candaan semata.

Namun dalam hitungan detik, Acha mendorong dada Arlan agar menjauh dari dirinya. Tatapan yang awalnya menyimpan sedikit kekaguman, kini berubah menjadi tatapan sinis. "Lo udah punya pacar, jadi tolong jangan permainkan perasaan gue."

Satu alis Arlan terangkat mendengarnya, "Pacar aku ya cuma kamu."

"Sejak kapan gue jadi pacar lo? Terus cewek malam itu, siapa? Mau lo bilang cuma temen? Halah! Temen apaan yang saling peluk-peluk gitu bahkan gue liat dia natap lo kayak kucing dikasih ikan," Ucap Acha dengan nada juteknya.

Bibir Arlan berkedut menahan senyum, apa gadisnya sudah mulai mencintai nya? Lihat saja dia, dia seperti sedang cemburu. "Kamu cemburu, hm?"

Mata Acha memelotot dengan wajah memerah salah tingkah, kenapa Arlan bisa berpikir kearah sana? "Gak usah sok tau! Pergi sana, jemput aja cewek lo itu. Peluk sana sampe puas, ci-"

Cup.

Ucapan Acha mendadak terhenti saat Arlan menempelkan bibirnya tepat dibibir mungil gadis itu, Arlan memejamkan matanya lalu mulai menggerakan bibir juga lidahnya. Sedangkan Acha, gadis itu membeku dengan detak jantung menggila. Kenapa Arlan bisa senekat itu? Melakukan hal yang tak dirinya izinkan.

Saat ciuman itu terlepas, Arlan mengusap bibir Acha yang sedikit membengkak. "Kayak gini maksud-"

Plak!

Tamparan itu mengenai tepat pada pipi kiri Arlan, "Dengar! Gue paling benci sama orang yang berani bertindak lebih tanpa izin dari gue! Dan lo menjadi orang yang gue benci!" Tekan Acha.

Mata Arlan terbelalak kaget mendengarnya dengan wajah yang berubah pucat pasi, Arlan menggelengkan kepalanya dengan cepat. "B-bukan gitu, aku gak maksud buat bertindak tanpa izin dari kamu. A-aku kan cuma praktekin apa yang ada dipikiran kamu. Mencium pacar, pacar aku kan kamu."

"Pergi!" Sentaknya seraya menunjuk kearah pintu utama.

Mata Arlan terlihat berkaca-kaca dengan bibir melengkung kebawah, "Maaf. Hiks maafin Arlan, Arlan gak sengaja hiks. Acha boleh hukum Arlan, hiks. Tapi jangan marah sama Arlan, hiks."

Acha mengerjab kan matanya beberapa kali, "Acha? Maksud lo?"

Arlan mengusap air mata nya lalu menjawab, "Nama kamu kan Acha hiks. Iya kan?"

"L-lo tau darimana?"

"Kamu juga Roy," Jawab Arlan jujur.

Gue? Apa iya? Batinnya.

"Lo kenal Roy?" Tanya Acha dengan wajah kagetnya, bahkan Acha melupakan tentang kemarahan nya tadi.

Pemuda tampan dengan wajah memerah karena menangis itu mengangguk, "Kenal. Roy mantan anak buah Ayah dan juga mantan anak didik nya Opa," Jawabnya lagi yang tentu jujur.

"Ayah? Opa? Mereka pasti orang berpengaruh, siapa mereka?" Tanya Acha yang berhasil membuat Arlan melipat bibirnya kedalam.

Sebuah pernyataan tiba-tiba terlintas dikepala Arlan, "Acha udah gak marah sama Arlan. Yeay!"

Mulut Acha terbuka lebar dengan mata mengerjab, "Kata siapa? Gue masih marah ya sama lo karena lo udah lancang!" Ucap Acha yang kembali ke nada jutek nya.

Wajah Arlan kembali berubah lesu dibuatnya, "Yah. Terus Arlan harus apa biar Acha gak marah lagi?"

"Pergi dari hadapan gue sekarang juga."

Raut yang awalnya lesu berubah datar seketika, "Apa lo emang gak pernah bisa buka hati lo buat gue? Setidaknya biarkan gue berjuang," Ucapnya dengan nada dingin.

Acha terlihat menatap bingung pada perubahan Arlan, "Lo punya berapa kepribadian?"

"Gue? Jelas satu. Tapi semuanya bisa berubah sesuai keadaan," Ucap Arlan seraya menyeringai tipis.

"Keadaan?" Tanya Acha.

"Ya, keadaan... Seperti sekarang," Arlan menjeda ucapan nya seraya mendorong Acha agar masuk kedalam kamar lalu dirinya keluar, tidak lupa dirinya menutup pintu kamar Acha.

Dorr!

"Lancang! Siapa yang mengizinkan kalian untuk masuk kedaerah saya?!" Tanya Arlan dengan nada dinginnya juga pandangan nya yang berkilat tajam.

Seseorang berpakaian hitam dengan luka tembak diperutnya itu langsung meminum sebuah pil yang ada disaku bajunya. Mulut pria itu berbusa dan dalam hitungan detik, nyawanya melayang. Melihat itu, Arlan mengepalkan tangannya kuat.

"Siapa dalang dibalik ini semua?"

Dengan perasaan marah, Arlan mengambil ponselnya dan segera menghubungi tangan kanan sekaligus sekretaris nya. "Jo, perketat keamanan apartemen dan cari tau siapa dalang dibalik penyerangan kali ini."

"Penyerangan? Tapi anda tak apakan, Tuan muda? Tidak ad-"

"Jangan banyak tanya, Jo! Cepat perketat keamanan apartemen, jangan sampai gadisku terluka kalau dia terluka, kalian semua akan tau akibatnya!"

"Maafkan atas kelancangan saya, Tuan muda. Perintah dari anda akan segera saya laksanakan."

"Bagus."

Tutt.

Arlan memutuskan sepihak panggilan lalu menyuruh bodyguard pribadinya untuk membersihkan semua kejadian hari ini. Mood bagusnya tadi mendadak padam dan digantikan dengan raut khawatir, takut gadisnya yang akan menjadi target musuhnya.

Inilah yang Arlan takuti saat dirinya mulai mencintai seorang gadis. Dirinya tak akan pernah bisa melepaskan apa yang sudah dirinya klaim sebagai miliknya walau musuhnya terus merencanakan rencana jahat untuk memusnahkan apa yang menjadi kelemahan nya.

"Mungkin setelah ini, kau bisa mencap ku sebagai lelaki possessive juga agresif. Karena tak ada lagi yang bisa aku lakukan demi bisa mengikat mu dengan terus dekat bersama ku. Keselamatan mu yang utama," Gumamnya.

"Dan maaf jika karena ku, kehidupan mu terasa penuh ancaman. Aku mau kau baik-baik saja, tapi aku tak bisa melepaskan mu."

...***...

1
Ulii anaa
yg gw bingungin yg jdi pcrny si acha ini sape ege elah
Ṣ̌ĈŌ
mantap thorr semangat
Ṣ̌ĈŌ
nah gini kan jd enak baca ny
Ṣ̌ĈŌ
ouh mundeng²
maaf td khilaf ngatain achaa a g tolol/Hey/
Ṣ̌ĈŌ
achaa ny a g tolol gimn gitu/Speechless/
XcA
tambah pusing sama alurnya 😭ini sebenernya mau buat gmn endingnya? kasian juga sama acha kalo arlan suka sma alisya🥲
XcA: Btw semangat thor up nya 👍
total 3 replies
kisagaaa
maaf ya kak aku end smpe sini,,bingung sm ceritanya /Pray/
Nur Arzha
yimak aja...... /Frown/
Nur Arzha
𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝 𝚔𝚊𝚔 𝚑𝚖𝚖
Nur Arzha
/Slight/
dewi ayu 12
semangat cha, kamu bisa
Dhevandra Alfariano_03
the best
Dhevandra Alfariano_03
mulai keluarin bawang deh
Dhevandra Alfariano_03
Arlan cogan,macho,kejam tanpa ampun tapi hati hello kitty 😂😂
Dhevandra Alfariano_03
sumpah ceritanya bagus lucu moga bukan diawal aja konfliknya yg ringan" aja thor
Mimien
semangat thor
Kania Rahman
hadeuh 🤦,, 💪💪👍👍
Mimien
semangat Thor. kami menunggu upnya
Arya Aya
🤣
Sel Lah
enak banget baca judul ini seru,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!