Bak disambar petir di siang bolong. Jantung Andini berdebar lebih cepat mendengar kedua orang tuannya yang saat ini sedang membicarakan tentang perjodohannya. Padahal jelas sekali jika saat ini Andini masih menimbah ilmu di salah satu kampus swasta.
"Ayah, ibu. Aku tidak ingin menikah dengan pria pilihan ibu dan ayah." Tolak Andini memberanikan dirinya untuk menyelah perbincangan orang tuanya. Ia tidak sanggup jika harus menikah di usia yang masih sangat belia. belum lagi, pria yang akan di jodohkan dengannya adalah pria yang paling menyebalkan di kampus. Pria yang memiliki kekuasaan, ketua geng motor, dan juga pria yang sangat-sangat dingin dan kejam.
Kevin Mahendra
-Bagiku semua gadis di kampus ini sama saja. Tidak ada yang istimewa. Pesonaku, ketampananku dan juga kekayaanku, mampu membuatku memiliki siapa pun yang aku inginkan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LS 26
Begitupun dengan Yuda dan Farel, mereka berdua beradu pukulan dengan geng elang, hingga tidak memperhatikan jika ada lawan yang entah sejak kapan memperhatikan mereka.
Dan tiba-tiba saja.
BUKH...
Satu pukulan mendarat di pundak belakang Kevin, pukulan yang di berikan oleh lawan memakai balok besar, sehingga membuar Kevin terjatuh.
"Kevin.." Teriak Yuda dan Farel secara bersamaan, ingin sekali mereka membantu Kevin hanya saja keduanya masih berkelahi sengit dengan Bayu dan Rafa.
"Kamu pikir bisa melawanku? Melawan para geng ku? Hahahaha, kamu salah Kevin." Ejek Raka.
"Bren*gsek." Kata Kevin mencoba untuk bangun, namu langsung mendapatkan tendangan di perut dari Raka.
"Rasakan ini." Kata Raka, sambil terus menendang dam bahkan menginjak-injang tubub Kevin.
Hingga beberapa saat, untung saja Yuda, berhasil mengalahkan Bayu, hingga ia berlati menghampiri Raka dan memberikan tendangan melayang tepat di wajah Raka, sehingga membuat Raka terjatuh.
Lalu Yuda memberikan pukulan demi pukulan ke pria yang memukul Kevin dengan balok.
Saat lawan sudah tumbang. Yuda pun langsung menghampiti Kevin. "Kevin, sadar. Kamu harus tetap kuat." Kata Yuda.
"Andini, dimana Andini." Kevin berusaha untuk berdiri, di bantu oleh Yuda.
Farel pun datang menhampiri setelah berhasil melumpuhkan lawannya.
"Katakan. Dimana Andini." Tanya Kevin dengan menahan rasa sakit terutama di perut akibat tendangan dari Raka.
"Aku tidak tahu."Jawab Raka.
Kini geng Elang berkumpul tepat di hadapan geng Singa.
"Katakan!!" Teriak Kevin lebih kencang
Geng elang tetap diam karena sejujurnya mereka pun tidak tahu di mana keberadaan Kevin.
Kevin yang memang sangat marah, langsung memberikan pukulan demi pukulan kepada pemimpin geng elang yanitu Raka.
"Kevin hentikan!" Kata Yuda sambil menarik tubuh Kevin karena jika terus di biarkan bisa-bisa Raka hanya tinggal nama saja.
"Lepaskan!" Teriak Kevin.
"Kevin stop! Mereka bisa mati" kata Farel yang melihat dengan jelas wajah Raka yang tak berbentuk lagi.
Yuda memberi kode pada Farel agar memengang Kevin. Lalu Yuda duduk berjongkok di hadapan geng Elang.
"Katakan dimana Andini. Jika kalian memberi tahu, maka aku pastikan kalian akan bebas."
"Kami tidak tahu." Jawab Bayu.
"Bohong! Katakan, dimana istriku." Ucap Kevin.
Lalu Rafa berdiri.
"Benar, kami memang tidak tahu dimana Andini."
"Kalau bukan kalian siapa lagi? Hanya kalian musuk geng singa." Ucap Farel.
"Percayalah bukan kami. Kami sama sekali tidak ada hubungannya dengan Andini, istri Kevin."
Kevin terdiam sambil menatap mereka satu persatu. "Lepaskan!" Ucap Kevin pada Farel.
"Kevin, kamu mau kemana?" teriak Farel.
"Aku percaya kalian untuk kali ini,. Tapi jika kalian berbohong, akan aku pastikan kalian hanya tinggal nama saja." Ancam Yuda dengan bersungguh-sungguh. Padahal Yuda di kenal sebagai singa yang baik, tapi untuk kali ini, kekejamannya benar-benar membuktikan jika dia geng anggota singa. "Dan untuk taruhan tadi, itu berlaku. Mulai sekarang, jangan pernah tampakkan batang hidung kalian di hadapan geng singa, karena jika sampai itu terjadi. Maka kalian tahu sendiri apa konsesuensinya." Terang Yuda, lalu meninggalkan geng elang yang sudah babak belur.
"Sekarang kira susul Kevin. Bagaimana pun, Andini harus di temukan, sebelum orang tuanya mencari." Ucap Yuda,.
Kini mereka bertiga menarik gas motor menyusuri jalan menuju rumah Sifa, sahabat Andini yang terakhir kali bersama Andini sebelum Andini menghilang.