Halo chinggu yaa,,,,
Ini novel pertama yang aku bikin waktu gabut
jadi maklumin aja ya ☺️
🍷🍷🍷🍷
Gavin Arnold Rodriguez adalah lelaki berusia 27 tahun yang bisa dikatakan sempurna tapi sebelum suatu kejadian yang menyebabkannya menjadi orang cacat
Annora Ardelia adalah wanita berusia 19 tahun yang mempunyai sifat lembut, dan juga baik hati.
Suatu hari Nora didesak diantar dua pilihan apakah merelakan panti asuhan yang selama ini dianggap rumah olehnya atau menikah dengan Gavin si pria lumpuh.
Akankah Nora memilih menikah dengan pria lumpuh ? Apakah Nora dapat bertahan dalam pernikahan tersebut ? Mampukah Nora membantu Gavin untuk sembuh ? Dan apakah mereka berdua dapat bertahan dalam bahtera rumah tangga tersebut ?
Yuk ikuti kisah Gavin & Annora ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hilangnya Gavin
🍰 HAPPY READING 🍰
"Nona Kathryn kenapa dia ada disini juga... Ya Tuhan perasaan ku makin tidak enak..." Batin Annora berbicara setelah melihat kehadiran Kathryn di pesta
"Baby...baby...heii..." Annora tersadar dari lamunannya, karena mendengar panggilan Gavin "Ya-iya kenapa hubby ?" Tanya Annora dengan gugup
"Are you okey honey...?" Tanya Gavin yang melihat kearah Annora dengan khawatir dan menggenggam tangan kecil itu
"Hmm...aku baik-baik saja" Jawab Annora dengan senyum terpaksa
"Emm...hubby aku ingin ke toilet" Kata Annora "Pergilah...Minho akan mengantarmu, Minho jaga Annora" Gavin memerintah asisten Minho
"Baik Tuan...!" Asisten Minho mengiyakan
"Hubby aku bisa sendiri..." Annora menolak ditemani oleh asisten Minho "Menurutlah sayang...kamu tidak kenal siapapun disini, jadi hanya untuk berjaga-jaga" Kata Gavin dengan sedikit tegas
"Ba-baiklah...aku akan segera kembali" Annora pamit pergi kemar mandi dengan asisten Minho yang selalu dibelakangnya
"Saya akan menunggu diluar Nona" Kata asisten Minho setelah mereka sampai didepan kamar mandi "Hmm...baiklah" Annora segera masuk kedalam kamar mandi untuk menuntaskan hajat kecilnya
Setelah selesai Annora menuju wastafel dengan kaca yang sangat besar itu "Aku tidak menyangka Gavin akan membawamu ke acara ini..." Annora kaget mendengar suara itu langsung menolehkan kepalanya "Nona Kathryn..." Annora lirih
"Kenapa kau kaget melihatku...." Kathryn dengan angkuhnya "Apa yang kau mau Nona Kathryn...Kenapa kau selalu mengusik ku..." Tanya Annora dengan muka yang menahan amarahnya
"Hahaha....kau sangat lucu Annora, aku pernah meminta Gavin dengan cara baik-baik kepadamu...tapi kau tidak menyetujuinya...jadi aku akan mendapatkan Gavin kembali dengan cara ku sendiri..." Kata Kathryn
"Bye... dan jangan lupakan bahwa kau adalah wanita yang Gavin nikahi untuk membuat ku cemburu..." Kathryn yang akan meninggal kamar mandi
"Apakah kau punya bukti bahwa Gavin menikahi ku hanya untuk membuatmu kembali padanya ....!" Annora bertanya, karena dari kemarin pertanyaan ini selalu ada dikepalanya
"Hhmm...aku akan mengirimkan buktinya padamu ... Dan kau bisa menilainya sendiri ..." Kathryn pergi setelah mengatakan hal itu
"Hahh...." Annora langsung menangkap wajahnya dan menarik nafas dalam untuk menenangkan dirinya, setelah dirinya merasa cukup baik Annora langsung keluar dari kamar mandi
"Asisten Minho..." Panggil Annora menandakan dia sudah selesai "Mari Nona..." Minho mempersilakan agar Annora berjalan terlebih dahulu dengan dia dibelakangnya
Saat sampai ditempat duduk mereka Annora maupun asisten Minho tidak melihat Gavin
"Asisten Minho dimana Gavin ...." Tanya Annora dengan muka paniknya
"Tenanglah Nona...mungkin saja Tuan sedang berbicara dengan rekan bisnisnya" Asisten Minho menenangkan "Saya akan mencari Tuan, sebaiknya anda tetap disini Nona" Minho langsung meninggalkan Annora untuk mencari Gavin
"Permisi Tuan Alan..." Panggil Minho pada sang pemilik acara "Ahh..iya asisten Minho ada yang bisa ku bantu ?" Tanya Alan ramah
"Apakah anda melihat Tuan Gavin Tuan..." Tanya Minho dengan wajah seriusnya "Tuan Gavin ..? Bukannya tadi anda duduk bersama dengannya..." Jawab tuan Alan membuat asisten Minho tidak puas dengan jawaban itu
"Ya anda benar Tuan... tadi saya menemani Nona Annora ke kamar mandi tapi setelah kami balik ketempat duduk, saya tidak melihat Tuan Gavin.... Apakah anda bisa membantu saya Tuan Alan ?" Jelas Minho dengan meminta pertolongan pada Alan, karena ini adalah acara Alan tentu saja Alan mempunyai akses yang kuat
"Tentu saja... Aku akan mengerahkan orang ku...dan akan menghubungi mu saat Tuan Gavin ditemukan" Jawab Tuan Alan membuat asisten Minho sedikit lega
"Baik terimakasih tuan" Asisten Minho berjalan menuju kearah Annora yang sedari tadi menunggu nya
"Nona... Tuan bilang anda sebaiknya pulang terlebih dahulu, karena Tuan sedang ada urusan dengan rekan bisnisnya" Kata asisten Minho berbohong agar Annora tidak terlalu cemas
"Tapi kemana Gavin... Kenapa dia tidak bilang sendiri saja..." Tanya Annora karena tidak biasanya Gavin seperti ini
"Sekarang Tuan sedang diruang sebelah untuk membicarakan tentang proyeknya..mari Nona.." Asisten Minho dengan kebohongannya
Mau tidak mau Annora harus mengikuti Asisten Minho untuk pulang terlebih dahulu walaupun didalam hatinya dia sangat ingin melihat kondisi Gavin dan memastikannya baik-baik saja.
"Pulanglah dengan supir Nona...saya akan disini menemani Tuan" Kata asisten Minho setelah mereka sampai luar, sebelumnya asisten Minho sudah menelepon supir mansion untuk menjemput Annora
"Baiklah...bilang pada suamiku agar cepat pulang..." Annora masuk kedalam mobil, setelah dilihatnya mobil Annora menjauh Asisten Minho kembali masuk kedalam acara
Asisten Minho langsung menuju keruang operator untuk melihat rekaman CCTV, "Bisakah anda memutar bagian ballroom diadakannya acara..." Kata Minho kepada petugas yang berjaga
"Baik... sebentar tuan..." Jawab sang penjaga menuruti, karena dia tau siapa yang berada dihadapannya adalah salah satu orang yang berpegaruh dikota besar ini.
"Ini tuan rekaman yang anda inginkan ...." Sang penjaga memperlihatkan rekaman CCTV "Tolong mundurkan 30 menit ..." Kata asisten Minho
"Baik tuan..." Rekaman CCTV diputar 30 menit keberlakang, "Kenapa rekaman ini seperti dipotong... Gerakannya sangat tidak beraturan dan ini adalah saat Nona sudah dari kamar mandi... Tapi tidak ada rekaman Tuan pergi dari kursi itu..." Batin Minho menatap ada yang janggal dari hilangnya Gavin
"Halo Mark kerahkan bawahan mu untuk mencari keberadaan Tuan Gavin sekarang ..." Minho menelepon tangan kiri Gavin yang memang memegang kendali atas sistem perusahaan dan ahli dalam bidang IT
"Apakah terjadi sesuatu....!!?" Tanya Mark disebrang telpon "Tuan Gavin tiba-tiba saja menghilang dari pesta... Cepat lacak keberadaan Tuan Gavin .... Firasat tidak enak ..." Jelas asisten Minho pada Mark
"Baiklah aku akan mencarinya ...." Mark memutuskan telpon sebelah pihak, lalu dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk datang ke lokasi hilangnya Gavin dan sebagian lagi melacaknya dari jauh
__________________________________________
Annora sudah sampai mansion dengan selamat, tapi tetap saja dia khawatir dengan suaminya
"Tenang Annora suamimu aman ... Lagi pula ada asisten Minho menemaninya... Sebaiknya aku berganti baju saja" Annora menenangkan dirinya dan berjalan menuju wardrobe untuk mengganti bajunya
Setelah selesai mengganti baju Annora duduk diatas kasur dan mengambil ponselnya yang berada diatas nakas sebelah kasur "Siapa yang mengirim pesan ..." Tanya Annora melihat ada pesan masuk
"Datanglah ke hotel Waldorf Astoria kamar 303 jika kau ingin melihat kebenarannya... Dan datanglah sendiri tanpa orang lain ..." Isi pesan misterius itu
"Siap ini ...." Gumam Annora, tapi didalam hati kecilnya mengatakan bahwa ini ada hubungannya dengan suaminya tanpa menunggu waktu lagi
Akhirnya Annora bergegas pergi seperti yang dikatakan dalam pesan bahwa dia akan pergi sendiri tanpa ditemani siapa pun, Annora memakai mantel tebal mulai keluar dari kamar, kondisi mansion sudah sangat gelap dan sepi, Annora mengambil kunci mobil Audi rs6 yang memang berada disisi Garasi untuk menyimpan semua kunci mobil punya Gavin
Annora mulai masuk kedalam mobil dan mulai menjalankan mobil tersebut menuju arah gerbang yang didepan
Tin tin
Annora membunyikan klakson agar sang penjaga membukakan pagar, tanpa bertanya penjaga membukakan pagar karena dia kira itu adalah salah satu sopir yang diminta asisten Minho untuk menjemputnya.
Annora mulai menjalankan mobilnya menuju hotel yang dituju "Tuhan .... Bantulah hambamu ini selaku dan lindungilah suamiku dimana pun dia berada ..." Doa Annora dalam hati dengan perasaan yang tidak menentu
🍂🍂🍂
Halo semuanya....👋🏻
Aku mau ngucapin Terimakasih banyak yang sudah membaca kisah Gavin Annora sampai sekarang ini ... 🙏🏻😚🌈✨
Jangan lupa selalu dukung kisah Gavin Annora dengan cara like dan komen ya 😉❤️
lajut kk semanat 45💪💪💪
semangat 45💪💪💪
lanjut kk semangat 45💪💪💪
semangat 45💪💪💪
semangat 45💪💪