NovelToon NovelToon
Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body

Status: tamat
Genre:Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:295.9k
Nilai: 5
Nama Author: Reni Juli

Tidak Rela Istri yang sangat dia cintai mati akibat kecelakaan, Darko melakukan sebuah ritual sesat untuk mengembalikan jiwa istrinya tapi dia tidak menduga jika jiwa yang merasuki raga istrinya bukanlah jiwa istrinya melainkan roh lain yang sangat jahat.

Mala petaka mulai terjadi, tingkah laku Mia mulai berubah membuat Darko berada di dalam masalah apalagi ketiga anaknya mulai terancam akibat tingkah istrinya yang brutal. Akankah Darko dapat mengembalikan roh jahat yang bersemayam di tubuh istrinya kembali ke dalam kegelapan dan menyelamatkan ketiga buah hatinya dari teror iblis yang ada di tubuh istrinya dan apakah Darko bisa merelakan kepergian istri yang sangat dia cintai untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lapar Dan Dahaga

Kepergian Darko dan ketiga anaknya menjadi peluang besar bagi iblis yang ada di dalam tubuh Mia. Semalam dia tidak pergi mencari makanan karena kewaspadaan Bitsy yang hendak membongkar kedoknya. Dia harus bergerak sehati-hati mungkin agar Darko tidak tahu dan agar apa yang dikatakan oleh Bitsy terbukti.

Kedua bangkai binatang memang dia yang melempar, dia ingin tahu bagaimana reaksi Darko dan ternyata, Darko hanya menganggap itu hanya ulah serigala yang lapar. Selama dia tidak menakuti Bitsy maka tidak akan ada yang percaya bahkan rasa percaya Darko pada putrinya benar-benar akan sirna namun karena hal itu membuat rasa haus akan darah segar juga daging mentah membuatnya sudah tidak tahan lagi.

Tadinya dia kira Rian akan ditinggalkan. Dia sudah sangat senang namun kewaspadaan Bitsy membuat Rian ikut dibawa serta. Padahal jika anak itu ditinggalkan maka dia akan memakannya terlebih dahulu apalagi tidak ada yang mengganggu. Dia bisa berpura-pura tidak tahu saat Darko mencari. Dia pun bisa berkata Rian hilang di hutan. Di cuaca yang buruk itu, tidak akan ada yang bisa menemukan jejak Rian yang sudah dia makan. Meski Bitsy akan curiga tapi dia yakin Darko tidak akan percaya karena tidak ada bukti tapi sayangnya, Rian dibawa serta dan sekarang, dia harus mencari binatang lagi untuk di makan. Meski tidak suka, tapi harus dia lakukan demi tiga jiwa yang lezat.

Rasa lapar dan dahaga itu menyiksa iblis yang ada di dalam tubuh Mia oleh sebab itu dia memakan apa saja yang bisa dia makan. Dia harus cepat sebelum Darko kembali dan melihat apa yang dia lakukan. Jangan sampai dia terusir sebelum dia mendapatkan ketiga anaknya. Seekor binatang diambil, iblis itu mematahkan lehernya lalu meneguk darahnya dan menghisapnya sampai habis lalu memakan dagingnya. Akhirnya rasa lapar dan dahaganya dapat terobati.

Akibat salju yang turun dengan lebat membuat Darko terlambat mengantar kedua putrinya ke sekolah yang cukup jauh. Jalanan yang tertutup salju membuatnya sedikit mengalami kesulitan tapi pada akhirnya, mereka tiba di sekolah baru di mana Bitsy dan Angela akan bersekolah.

"Ingat, Bitsy. Jangan membicarakan hal yang tidak penting pada siapa pun apalagi perkataanmu yang menyebutkan ada hantu di tubuh Mommy. Tidak akan ada yang percaya dengan perkataanmu karena tidak ada hantu. Apa kau mengerti?" tanya ayahnya. Bagaimanapun dia harus memastikan hal ini agar putrinya tidak sembarangan bicara pada orang-orang yang dia temui dan dia harap Bitsy tidak asal bicara karena dia tidak mau ada orang yang datang ke rumah lalu melihat Mia. Entah sampai sejauh apa penyelidikan kedua polisi itu, dia harus tetap waspada.

"Bitsy tidak akan asal bicara Daddy, tapi Daddy harus berjanji untuk menjaga Rian dengan baik setelah kembali ke rumah!" pinta Bitsy. Tidak ada yang membuatnya khawatir selain adik yang harus dia tinggalkan.

"Daddy pasti akan menjaga Rian dan Angela, kau pun tidak boleh asal bicara pada orang asing. Jika ada yang bertanya kalian dari mana katakan saja jika kalian hanya pendatang. Apa kalian paham?"

"Paham, Daddy!" jawab Angela dan Bitsy.

"Bagus, sekarang masuk ke dalam. Kalian sudah terlambat dan jangan sampai semakin terlambat. Ingat untuk tidak berbuat nakal selama kalian berada di sekolah sehingga tidak menimbulkan masalah terutama kau, Bitsy!" ayahnya kembali mengingatkan putrinya agar tidak melakukan hal yang tidak perlu.

"Baik, Dad!" jawab kedua putrinya.

"Kakak ke sekolah dulu, Rian jangan dekat-dekat dengan Mommy!" pesan Bitsy seraya mencium pipi adik laki-lakinya.

"Jangan meracuni pikiran adikmu!" bentak ayahnya. Bitsy benar-benar mempengaruhi adik-adiknya agar menjauhi ibunya.

"Bitsy hanya ingin Rian hati-hati saja Dad, jadi Daddy harus menjaga Rian sampai Bitsy pulang."

"Baiklah, baik. Sekarang segera turun dan jaga adikmu baik-baik!" Darko memijit pelipis, pusing dengan tingkah putrinya.

Bitsy memegangi tangan Angela setelah mereka keluar dari mobil. Pakaian Angela pun dirapikan sedikit dan setelah itu Bitsy mengajak adiknya untuk masuk. Darko masih memandangi kedua putrinya sampai seorang guru menyambut mereka berdua. Sekarang saatnya pulang karena Mia sendirian di rumah.

Rian duduk di belakang di kursi bayi sehingga dia aman. Selama di perjalanan, Darko menyalakan radio untuk menghilangkan kebosanan.

"Pa...pa!" Rian memanggilnya.

"Wah, Rian sudah bisa memanggil Daddy," ini pertama kali Rian memanggilnya dan dia sangat senang.

"Mama!" ucap Rian lagi.

"Rian ingin dengan Mommy? Kita memang sudah mau pulang dan bersama dengan Mommy."

"Mama!" ucap Rian lagi sambil menunjuk kursi yang ada di depan.

"Iya, kita akan pulang untuk bertemu dengan Mommy!" Darko tidak mengerti dengan apa yang putranya katakan.

Saat itu, Mia yang baru saja selesai makan, duduk di depan cermin. Tatapan mata tak lepas dari pantulan dirinya di depan cermin tanpa berkedip. Tubuh itu begitu cepat membusuk dan dia perlu darah segar. Luka yang ada di kepala pun sesungguhnya sudah membusuk namun tertutup perban sehingga tidak ada yang tahu.

Arwah kurang ajar itu pun begitu lancang pergi mencari bantuan. Sepertinya dia tidak bisa membuang waktu lagi. Dia harus menjauhkan Darko dan ketiga anaknya. Cuaca buruk sepertinya bisa dia manfaatkan untuk memisahkan mereka nanti. Sebaiknya dia membuat rencana untuk memisahkan Darko dan ketiga anaknya sehingga mereka tinggal bersama dengan dirinya karena pada saat itu, dia bisa menikmati darah dan daging mereka satu persatu.

Suara mobil yang berhenti membuat iblis yang ada di dalam tubuh Mia buru-buru menutup lukanya dengan perbannya. Akhirnya kembali, beruntungnya dia sudah makan. Mia merapikan penampilannya sebelum keluar. Dia menyambut Darko dengan senyuman.

"Cepat masuk, udara sangat dingin!" ucap Mia.

"Salju semakin tebal saja. Sepertinya dua tiga hari lagi sulit untuk pergi ke mana pun!" Darko membersihkan salju yang ada di atas kepalanya.

Dua tiga hari lagi? Mia melihat salju yang turun semakin lebatnya. Dua tiga hari lagi sepertinya salju akan semakin menutupi jalanan sehingga mobil tidak bisa lewat. Diam-Diam seringai menghiasi wajahnya. Sepertinya dia bisa memanfaatkan waktu dua tiga hari itu untuk memisahkan Darko dan ketiga anaknya. Baiklah, dia akan membuat sebuah siasat untuk memisahkan mereka nantinya.

"Bagaimana dengan anak-anak,  apa mereka sudah sampai di sekolah?" tanya Mia.

"Tentu, buatlah sup untuk mereka. Cuaca begitu dingin, kita membutuhkan yang hangat!"

"Baiklah, berikan Rian padaku!" pinta Mia.

"Pa.. pa!" Rian memeluk ayahnya dengan erat karena dia tidak mau bersama dengan ibunya.

"Apa Rian mau tidur?" tanya Mia.

"Jika begitu aku akan menemaninya," ucap Darko.

"Aku akan membuat sup untuk anak-anak!" Mia melangkah pergi untuk membuat sup.

Darko menggeleng, semua gara-gara perkataan Bitsy yang mempengaruhi adiknya. Sekarang Rian pun takut pada ibunya tapi sesungguhnya Rian memang sudah takut tanpa perlu dipengaruhi oleh Bitsy. Mia mengeluarkan daging yang ada di dalam kulkas, seringai menghiasi wajahnya karena dia sedang membayangkan memotong daging salah satu dari anak Darko dan dia sudah tidak sabar melakukannya.

Sup sudah terhidang di atas meja. Mia mencari Darko yang sedang sibuk dengan binatang-binatang ternak mereka. Agar tidak dicurigai dia harus menjadi istri yang sempurna seperti yang Darko inginkan tapi nanti, pria itu pun tak luput menjadi santapan penutupnya yang lezat.

1
Zenna Souw
wow 3 cerita jd 1 madison, Anna bakker, bisty, makin seru aja
Santi Callin
bagus
May Saroh
di bab ini.. keingetan ayah.. alfatehah
May Saroh
galakan yg mau minta tolong, jadi hantu aja galak apa kabarnya semasa dia masih hidup..
May Saroh
Luar biasa
Sylvia Violetta
darko bener2 gila 🤨
Sylvia Violetta
si darko ini memang once pangkat dewa 😡😡😡😡😡
🌷💞$@¥R@💗🐯🔥
selalu suka ceritanya kak reni 💖💖💖💖💖
Sylvia Violetta
darko emang ngga punya otak... klo anaknya mati baru dia akan sadar !!!
Sylvia Violetta
sumpaahhh pengen ngehajar si darko ... ayah biadab !!!
Alexa Juliana
Darko bikin masalah, bermain2 dgn makhluk gaib...
Alexa Juliana
Apakah Mia akan menjadi spt Suketi?
Alexa Juliana
Bitsy saja sdh tau klo ibunya sdh meninggal dan tdk mungkin akan kembali lg, laahh ini bapaknya msh blm menerima klo istrinya sdh meninggal..
Nuvia Tiway
kasuan bitsy
Srieaniez Ñew Srieaniez
legaa akhirnya madisonnn dapat bantuannn,,, semoga dia bisa keluar
Kartini💗💞
seru👍👍👍
Mmh Na Andew
sangat di sayangkan udah tamat ☺️
💕Bernadet Wulandari💕
si darko bego. masa lebih pinter bitsy. orang mati ga bisa hidup lagi. kalo ada apa2 baru nyaho lu darko.
Aniek Syifa
akhirnya madison dpt bntuan jg
Aniek Syifa
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!