Follow IG: authorratu_dramaa
FB : Ratu Dramaa
Page : Author Ratu_dramaa
🔥🔥🔥
Tujuh tahun yang lalu... Malam dimana menjadi malapetaka untuk seorang gadis yang bernama Audrey Camilla (20 tahun). Seorang gadis lugu dan polos yang terjebak dalam sebuah situasi cukup rumit. Gadis yang masih suci dan sangat menjaga kehormatannya, kini dipaksa sebagai penuntas hasrat dari seorang pria yang sedang mabuk. Aaron Vincent Rich adalah orang yang telah merenggut paksa kehormatan Audrey. Saat malapetaka itu terjadi, kini hidup Audrey hancur dan hampir menyerah saat dia mengetahui bahwa benih yang tertanam di dalam rahimnya, saat ini berkembang menjadi sesosok malaikat kecil yang sangat cantik dan menggemaskan. Apakah Aaron yang terkenal sebagai seorang CEO Arogan, akan mencari tau tentang Audrey? Akankah malaikat kecil yang tak berdosa itu, mampu mempersatukan kedua orangtuanya? Dan apakah Audrey akan memaafkan perbuatan Aaron tujuh tahun yang lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu_dramaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Siasat
Di lain pihak, Aaron yang sedang menjadi perbincangan panas keluarga Wijaya. Saat ini dia masih bisa tersenyum dan membayangkan kedua wanitanya.
Bahkan sejak pertemuan keduanya dengan putri satu-satunya keluarga Wijaya, dia seperti orang gilaa yang sedang dimabuk asmara.
"Ah, mengapa aku tidak bisa melupakan bibir manisnya? Seandainya saja aku melakukannya dengan kesadaran penuh, maka aku akan merasakan bibir manis itu dan sangat menikmatinya." gumam Aaron sambil mengembangkan senyumnya.
Tepat di saat itu juga asisten pribadinya datang, untuk mengatakan bahwa dia harus menghadiri rapat dengan para koleganya.
"Maaf, Tuan! Saya tidak bermaksud lancang untuk masuk ke dalam ruangan Anda. Hanya saja sejak tadi saya sudah beberapa kali mengetuk pintu, Anda....."
Belum selesai Tirta menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Aaron langsung mengibaskan tangannya, sehingga membuat bibir Tirta terkatup rapat.
"Karena suasana hatiku saat ini sedang berbunga, maka kali ini kamu terbebas sanksi dariku. Katakan saja, apa tujuan mu?" ujar Aaron dengan seulas senyum.
Tirta yang mendengar ucapan Bos arogannya, akhirnya bisa bernapas lega. Di dalam hatinya, dia pun merasa bersyukur karena Bosnya seperti sedang merasakan sebuah kebahagiaan, yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
'Syukurlah! Kali ini kamu selamat, Tir! Karena Dewi keberuntungan sedang berpihak kepadamu.' batin Tirta.
"Jadi begini Pak Aaron. Saat ini Saya akan menyampaikan jika jam 3 nanti akan ada rapat direksi dengan Andara Group. Dan besok pagi, Wijaya Group juga mengundang kita untuk melanjutkan rapat yang sempat tertunda sebelumnya di Cafe RAF'W." jelas Tirta.
Aaron yang mendengar undangan dari Wijaya Group, kini langsung mengembangkan senyumnya. Ibarat kata Pucuk dicinta, Ulam pun tiba.
"Baiklah. Saya mengerti. Oh, iya, Tir. Setelah selesai rapat, Saya akan mengajakmu untuk membeli sesuatu. Karena saat ini mungkin hanya kamu yang bisa Saya andalkan." tutur Aaron.
Akhirnya setelah selesai mengatakan tujuannya, Tirta pun langsung pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya. Dan Aaron pun mempersilahkan asisten pribadinya dengan seulas senyum.
***
"Bagaimana, Fai? Apakah si brengseek itu langsung menyetujuinya? Karena aku sangat yakin, dia pasti menantikan hari esok. Apalagi nanti saat dia mengetahui, jika Audrey dan Cimmy ikut dengan kita." cetus Reyhan dengan seringai liciknya.
Ya, memang semua ini hanyalah siasat dan sekaligus jebakan untuk Aaron. Dan Reyhan merasa sedikit puas, karena jebakannya tepat mengenai sasaran utama.
"Kak Rey tenang saja. Si brengseek itu sudah menyetujui undangan rapat yang tertunda. Sehingga kita hanya tinggal mematangkan rencana selanjutnya." jelas Faishal.
"Bagus. Sudah kuduga. Pasti dia sangat berantusias untuk melanjutkan kerjasama ini. Apalagi dia juga sudah mengetahui, jika adik kesayangan kita sudah kembali bersama dengan putri mereka. Ya, meskipun sebenarnya aku sangat enggan untuk menyebut Kimberly sebagai putri mereka, tetapi semua itu adalah fakta bahwa gadis manis itu adalah darah daging pria brengseek itu." cetus Reyhan dengan perasaan yang bergemuruh.
Reyhan yang saat ini sedang menyimpan dendam kepada Aaron. Kini dia semakin berniat untuk melancarkan aksi balas dendam untuk adik perempuannya.
Audrey yang sudah menjadi separuh hidupnya, kini dia pun sudah bertekad untuk memberikan keadilan kepada adik dan keponakannya. Bahkan dia juga rela jika harus kehilangan sosok wanita itu, hanya demi kebahagiaan keponakan kesayangannya.
'Mungkin sudah saatnya aku melepaskannya, dan membiarkan dia menentukan masa depannya. Meskipun semua itu akan terasa sangat berat untukku.' batin Reyhan.