Tidak ada kisah Cinta di dunia ini yang seindah kisah novel..
Tidak ada yang tahu.. Seperti apa dan bagaimana proses masa depan kita terjadi..
Namun ada juga beberapa kisah yang serupa dengan kisah di novel..
Karena beberapa kisah novel memang pernah terjadi di dunia nyata..
"Kadang sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan.
Kebencian yang terlalu dalam ini membuatku terjatuh.
Tapi memang begitu kenyataannya laki-laki itu menyebalkan dan aku muak melihat tingkah gilanya itu, dasar laki-laki aneh dia!
Jika bisa saat itu juga aku mematahkan lehernya. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Karena aku...."
_Shica Mahali_
"Jangan dilihat dari luar. Maka kau akan semakin penasaran dengan apa yang ada didalamnya.
Aku menyesal telah menyakiti perasaannya.
Aku tidak mengira kalau ini buah dari kesalahanku.
Maafkan aku, boleh aku mengenalmu lebih jauh lagi?
Tapi aku......"
_Raihan Alfarizi_
PERINGATAN!!!
17+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
".. Hanya ada satu kebahagiaan yang ada di hidup ini, yaitu mencintai dan dicintai.."
_George Sand_
***
Dirumah besar Mahali
"Regar ini salahmu! Kemarin kau memarahinya dan sekarang dia tidak pulang! " kata Ratna.
"Oh ayolah Ratna, mungkin Shica sedang mengerjakan tugas" hibur Ridan.
"Tapi biasanya dia minta izin dulu" gerutu Ratna.
"Regar, cari Shica sampai ketemu" kata Ridan.
"Mungkin saja Shica sedang bersama dengan si Raihan" batin Regar.
Tanpa berpikir lama-lama, Regar segera mendatangi rumah Raihan.
Raihan tengah duduk didepan rumahnya. Terbesit bayangan Shica dikepalanya.
"Shit!! Kenapa aku malah memikirkan gadis yang sama sekali tidak menyukaiku" geram Raihan dalam hati.
Tiba-tiba Raihan terkejut dengan keberadaan Regar didepan rumahnya.
Raihan bangkit dari duduknya.
"Apa yang kau lakukan disini? " geram Raihan.
"Dimana adikku! " bentak Regar.
"Apa?! Kau pikir aku menculiknya?! Bukankah dia adikmu!! " bentak Raihan.
"Jangan macam-macam denganku!! " bentak Regar sambil berjalan menghampiri Raihan.
Regar menarik bagian depan baju Raihan. "Katakan dimana Shica" geram Regar.
"Kalau begitu kau cari sendiri didalam" geram Raihan.
Regar mendengus. "Aku tidak sudi!! " geram Regar. Kemudian berlalu. Regar sudah pergi dari rumahnya.
Raihan tampak berfikir. "Jangan-jangan.. " batin Raihan.
Raihan melajukan motornya dengan cepat . "Lihat apa yang akan kulakukan brengsek!! " batin Raihan.
Sementara itu,
Argaa berusaha membuka kancing baju seragam Shica. Tapi Shica berontak.
Argaa yang habis kesabaran merobek seragam Shica dan kini terlihat tanktop hitam melekat ditubuhnya.
"Hmmm aku suka ukurannya.. Kau seksi sekali" kata Argaa dengan tatapan mesum kemudian merobek tanktop Shica, baru saja 5cm, seseorang meninjunya dan menghajarnya habis-habisan.
Shica terbelalak. Dia segera menutupi tubuhnya dengan seragamnya yang sudah robek.
Shica masih dalam keadaan menangis sesegukan.
Shica mendongkak melihat siapa yang telah menyelamatkannya. Dan ternyata itu Raihan.
Shica semakin sedih dan merasa sesak.
Raihan terlihat begitu marah dengan wajah merah padam dan urat tampak menonjol di dahinya.
Raihan menghajar Argaa habis-habisan. Argaa pun tersungkur ke lantai.
"Beraninya kau melecehkan perempuan.. Apalagi perempuan itu teman sekelasmu.. Bedebah! " geram Raihan.
Raihan menoleh kearah Shica yang terlihat gemetar ketakutan. Raihan yakin saat ini Shica sangat shock.
Dia berjalan menghampiri Shica. Shica menunduk dalam. Dia sangat ketakutan..
Shica Mahali
Rasanya harga diriku hancur saat pria mabuk itu berusaha memperkosaku. Dan parahnya lagi, dia adalah laki-laki yang kusukai.
Orang yang menyelamatkanku menghampiriku, dia menatapku penuh makna.
Raihan..
Dia yang menyelamatkan aku..
Aku takut melihat pandangan tajamnya padaku. Aku ingin berteriak keras.
Dia melepas jaketnya. Pikiranku melayang menuju kearah negatif.
Dia mendekatiku. Aku terpundur. Ya hanya itu yang bisa aku lakukan. Tenagaku habis terkuras saat melawan Argaa.
Ternyata Raihan menutupi tubuhku dengan jaketnya.
Entah kenapa aku begitu rapuh dan refleks memeluknya dengan erat. Entah kenapa aku merasa aman bersamanya.
Mata kelamnya yang indah selalu menyejukkan hatiku.
"Sudahlah" katanya yang tak lain adalah Raihan. Kurasakan tangan besarnya yang hangat membelai rambutku dengan lembut.
"Aku takut.. Aku takut.. " tangisku..
Raihan Alfarizi
Aku mendobrak pintu kamar sialan yang menjadi penghalang kokoh kamar itu.
Teriakan keras Shica membuatku panik setengah mati.
Bagaimana jika si cebol itu benar-benar mendapatkan Shica?
Apa yang akan kukatakan pada Tuan Mahali nantinya?
Saat aku memasuki kamar si cebol itu, aku terkejut melihat gadis yang kucintai tengah di perkosanya
Rasanya dadaku sesak melihat pemandangan itu. Shica menangis berusaha lepas dari cengkraman maut predator brengsek itu.
Refleks tanganku meraih bahu Argaa dan menghajarnya dengan seluruh kekuatanku.
Setelah kuyakin manusia hina yang sedang mabuk itu lemah, aku menghampiri Shica ku.
Dia terlihat ketakutan melihatku. Aku melihat tubuh indahnya yang menggoda. Dia hanya mengenakan rok pendek abu-abunya dan tanktop hitam yang sudah agak koyak memperlihatkan sedikit belahan dadanya.
Rasanya sesak sekali..
Aku tidak tahan..
Aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri..
Wajar saja jika Argaa menginginkannya. Aku pun terangsang berat melihatnya.
Rasanya bagian lain dari diriku ingin dipuaskan saat itu juga. Karena rasanya tegang sekali.
Aku bukanlah pria yang pernah melakukannya. Hanya saja aku merasa aura kelelakianku kini muncul dan itu wajar karena ini masa pubertasku.
Kulepas jaketku untuk menghilangkan rasa gerah yang diakibatkan rangsangan ini.
Kulihat mata hazelnya memancarkan ketakutan yang mendalam melihatku melepaskan jaketku.
Manik hazelnya membuatku semakin tergoda..
Aku mendekat ingin mendapat nikmat yang didambakan semua pria didunia ini.
Tapi setelah melihat ketakutan itu, rasanya aku tidak tega memaksanya.
Aku juga belum siap untuk menjadi seorang pendosa besar..
Ku pakaikan jaketku ke tubuhnya.
Aku terkejut karena dia memelukku dengan eratnya.
"Sudahlah" kataku menenangkannya. Kurasa tubuhnya gemetar ketakutan didalam dekapanku.
"Aku takut.. Aku takut.. " tangis Shica..
Aku mengeratkan pelukanku.
"Jangan lepaskan aku.. Jangan biarkan aku.. Jangan tinggalkan aku.. Kumohon.. " tangis Shica.
"Aku mencintaimu.. Aku tidak akan melepaskan ataupun membiarkanmu.. Shica " kataku.
Kurasakan pelukan Shica semakin erat.
Jangan banyak bergerak sayang..
Kau membuatnya semakin gila..
"Don't leave me.. I'm afraid.. " tangis Shica.
Aku mengeratkan pelukanku untuk menenangkannya.
"Kita harus pergi " kataku sambil membenarkan jaketku di tubuhnya.
Aku membantunya bangkit dan keluar dari kamar si Argaa lewat pintu yang sudah rusak karena ku dobrak.
Kami menuruni tangga dan yang kami dapatkan adalah tatapan dari semua orang yang sedang dugem di lantai bawah.
Namun kami tidak menghiraukan tatapan mereka.
Tadi sebelum aku memasuki kamar Argaa, aku sempat berteriak dan bertanya pada mereka yang disana seperti orang gila.
Namun aku tidak peduli yang kupikirkan saat itu hanyalah Shica.
"Kamu tahu aku disini? " tanya Shica.
"Tadi kulihat sepulang sekolah kamu sama Argaa" jawabku.
By
_Ucu Irna Marhamah_
Sicha sebenar tidak pernah mencintai reynaldi, dengan jelas dia menunjukkan dia masih mencintai pria lain didepan suaminya, hak reynaldi tidak dia berikan tapi saat reynaldi mengambil paksa sicha berkoar sebagai korban, tapi pada satu jadi istri raihan dia senang hati beri hak raihan selalu bermeraan dengan raihan
Sicha tidak layan untuk reynaldi seharusnya reynaldi bisa dapat wanita yang lebih menghargainya