NovelToon NovelToon
Terjebak Hasrat Gigolo Ibuku

Terjebak Hasrat Gigolo Ibuku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Selingkuh / Teen Angst / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Virzha

Kondisi keluarga yang berantakan, membawa Freya menjadi sosok anak yang berandal.

Freya kerap menghabiskan waktunya di club dan menjerumuskan dirinya kedalam obat-obatan terlarang.

Sean Bagaskara hadir di saat Freya nyaris dilecehkan.

Setelah pertemuan itu, takdir seolah terus mengikat keduanya hingga perasaan cinta tumbuh dihati mereka.

Sayangnya, disaat cinta itu kian menggebu, Freya harus mengetahui kenyataan pahit bahwa Sean adalah seorang gigolo, lebih tepatnya Gigolo ibu tirinya sendiri.

Selanjutnya, apa yang akan dilakukan Freya?

Simak ceritanya hanya disini guys!!!!
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN SUBSCRIBE YA!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Tumbuh.

Kicauan burung terdengar memecah kesunyian pagi. Semilir angin yang begitu sejuk membuat kedua anak manusia yang tengah tertidur saling berpelukan itu terusik. Freya terbangun terlebih dulu dan menatap sekelilingnya yang terlihat sudah terang benderang. Sesaat kemudian ia baru menyadari jika saat ini masih berada didalam dekapan hangat Sean.

"Sean ...," panggil Freya menyentuh pipi pria itu, bermaksud membangunkan.

Semalam, tidak terjadi apapun antara mereka berdua. Freya pikir Sean akan melakukan hal seperti waktu itu, tapi ternyata ia salah. Pasalnya, setelah ciuman penuh hasrat di kolam renang, Sean langsung mengajaknya membersihkan diri lalu tidur.

"Sean ... bangun," panggil Freya menggoyangkan tubuh Sean agar terbangun.

"Eemhhh, ini masih pagi, tidur lagi saja." Sean hanya menyahut dengan gumamam malas, ia juga mengeratkan pelukannya pada Freya membuat wanita itu kaget.

"Ish, Sean, ini sudah siang, ayo cepat bangun," omel Freya mencoba melepaskan dirinya meski tidak berhasil.

Freya tidak menyerah, ia berteriak dan memanggil-manggil nama Sean tapi tidak sedikitpun pria itu bangun dari tidurnya. Membuat Freya kelelahan sendiri dan memilih diam seraya menatap lekat-lekat wajah Sean yang begitu dekat dengannya.

"Kalau kau diam seperti ini 'kan cantik," ucap Sean dengan mata terpejam.

Freya tidak menyahut, ia justru menyentuh alis tebal milik Sean, lalu berpindah ke hidungnya yang begitu mancung sampai ke bibir dan dagunya. Benar-benar pahatan wajah yang begitu sempurna.

Sean sendiri langsung membuka matanya hingga ia bertatapan langsung dengan Freya yang terus menatap dirinya.

"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Sean mengerutkan dahinya.

"Tidak, kau ada di depanku, tentu saja aku menatapmu. Kau sudah bangun, ayo lepaskan aku," sahut Freya menjauhkan dirinya dari Sean.

"Sekarang saja kau sok-sokan mengusirku, apa kau lupa semalam kau terus memelukku? Tanganku sampai pegal," gerutu Sean mengulas senyum mengejek.

"Diam!" bentak Freya melirik pria itu sangat tajam, ia memilih bangkit dan pergi ke dapur. Perutnya sangat lapar sekali dan ingin memakan apapun yang mungkin saja ada di dapur.

Sean hanya memandang punggung Freya dengan seulas senyum di bibirnya. Jika ia bisa mengungkapkan perasaannya, ia ingin mengatakan kalau semalam adalah malam terindah dalam hidupnya. Meskipun tidak bercinta dengan Freya, tapi Sean merasa tidurnya benar-benar nyaman.

"Apa ini? Tidak mungkin 'kan aku jatuh cinta dengan gadis bar-bar itu?" ucap Sean menggelengkan kepalanya seraya menyugar rambutnya, benar-benar dibuat bingung oleh perasannya pada Freya.

******

Di dapur, Freya duduk didepan kulkas. Ia melihat ada kue yang masih utuh dan memakannya sangat lahap. Ia juga mengambil buah, susu dan apapun makanan yang bisa dimakannya. Tubuhnya mulai gemetaran dan gelisah, pertanda jika efek obatnya mulai bekerja kembali.

"Oh shitttt! Apa dia tidak bisa berhenti sebentar saja? Tubuhku benar-benar tidak nyaman rasanya," kata Freya menggaruk tangan dan lehernya yang mendadak gatal, kulitnya juga kemerah-merahan karena sakit mulai datang.

"Apa aku minta Sean untuk membelikan obatnya? Tapi, pria itu tidak akan mau." Freya berbicara sendiri, memikirkan hal apa yang bisa dilakukannya saat ini agar bisa mendapatkan obatnya lagi.

Freya mencoba mengalihkan rasa sakitnya dengan makan berbagai makanan di kulkas. Akan tetapi cara itu tidak begitu efektif, ia akhirnya mengambil ponselnya dan bersamaan itu ada sebuah telepon masuk dari sahabatnya Nanda.

"Halo Nanda?"

"Halo Frey, lu dimana? Nggak ngampus?" tanya Nanda di seberang sana.

"Enggak, lu ke kampus ya hari ini? Gue minta tolong dong, beliin gue barang sama Panjul. Kemarin gue belum sempet ngomong sama dia," ujar Freya bergerak gelisah di dapur rumah Sean, sesekali ia menggenggam tangannya sendiri saat dirasa rasa sakit itu begitu kuat.

"Frey, gue itu nggak ada duit. Semalam bokap lu nyariin elu ke rumah, lu nggak pulang? Lu dimana sekarang?" Nanda mencerca sahabatnya itu dengan berbagai pertanyaan, terlihat sekali wanita itu sedang cemas.

"Gue lagi di rumah temen gue, atau kalau nggak, lu suruh Panjul deh kesini. Nanti gue kirim alamatnya," perintah Freya.

"Temen yang mana lagi? Bukannya lu nggak punya temen?" Mengabaikan perintah dari Freya, Nanda justru bertanya hal lain.

"Oh shittt, Nanda please, gue nggak ada waktu bukan jelasin hal basic kayak gini. Kalau lu temen gue, pokoknya lu harus bawa Panjul kesini, gue kirim alamatnya," ujar Freya langsung memutuskan panggilan itu secara sepihak.

Freya mencoba menenangkan dirinya, ia mencari makanan apalagi yang sekiranya bisa dimakan, tetapi hanya ada telur dan bahan-bahan mentah lainnya yang tidak bisa diolah oleh Freya.

"Freya, sedang apa kau disini?" Terdengar teguran dari Sean membuat Freya langsung menoleh.

"Aku sangat lapar," sahut Freya datar saja, ia memperhatikan penampilan Sean yang sudah sangat rapi itu. Mau kemana dia? pikir Freya.

"Aku sudah memesan makanan, mungkin sebentar lagi datang," ujar Sean memberitahu.

"Ya." Freya kembali menyahut dengan singkat membuat perhatian Sean teralihkan.

Sean memperhatikan Freya yang bergerak gelisah, wanita itu mengotak-atik ponselnya dengan tangan yang gemetaran. Wajah Freya juga terlihat begitu pucat. Sekali melihat saja Sean tahu jika wanita itu sedang sakaw.

"Aku akan pergi ke rumah orang tuaku, apa kau mau ikut?" ujar Sean secara tiba-tiba.

"Ha? Ke rumah orang tuamu?" Freya terkejut tentunya, ia menatap pria itu dengan tatapan bingungnya.

"Ya, kau tidak ada kerjaan 'kan? Hari ini adikku ulang tahun, aku ingin memberikan kejutan. Bagaimana? Apa kau mau membantuku memilihkan kado untuk adikku?" ucap Sean lagi, ia ingat jika orang sedang sakaw seperti Freya harus dialihkan dengan hal-hal positif dan juga bisa membuat orang itu lelah. Mungkin dengan mengajak Freya pergi bisa membuat wanita itu lupa akan obatnya.

"Kau tidak salah mengajakku?" Freya menunjuk dirinya sendiri dengan pandangan tak yakin.

"Ya, apa kau keberatan?" sahut Sean cuek saja.

"Bukan seperti itu, kau tahu keadaanku saat ini. Bagaimana kalau Adikmu-"

"Adikku masih berusia delapan tahun. Dia tidak akan melakukan hal yang ada di pikiranmu, sepertinya dia juga akan suka jika bertemu denganmu," tukas Sean memutus ucapan Freya yang belum sempat terlontar.

"Oh, baiklah kalau begitu. Aku akan pergi membersihkan diriku sebentar," ujar Freya akhirnya menyetujui, karena menurutnya tidak ada salahnya ikut dengan Sean daripada ia dibuat gila karena tidak mendapatkan obatnya.

"Aku menunggumu disini, jangan lama-lama!" teriak Sean mengingatkan dari bawah tangga.

"Iya iya bawel," sahut Freya begitu kesal, padahal ia belum melakukan apapun, tapi Sean justru sudah mengatakan jangan lama-lama, sungguh mengesalkan.

Sean tersenyum tipis, ia berharap cara yang dilakukannya ini akan berhasil. Meskipun hanya bersifat sementara, setidaknya satu hari yang berharga akan dilewati Freya dengan tidak mengkonsumsi obatnya.

Happy Reading.

TBC.

1
Dini Mulyati
mantap banget cerita nya.....
Dini Mulyati
keren jalan cerita nya.....ditunggu karya karya selanjut nya
Shyfa Andira Rahmi
👍👍👍
Shyfa Andira Rahmi
ternyata...oh ternyata
Shyfa Andira Rahmi
hilang Andriana tumbuh si Rya🤦🤦
Shyfa Andira Rahmi
udah macam Tuhan aja kamu....semaunya ngambil nyawa orang🤬
kaya dirinya paling benar aja...
Shyfa Andira Rahmi
dulu kamu looo yg suka ceroboh🫣🫣
Shyfa Andira Rahmi
lahh emang bener kan, bukannya kamu juga sudah melihatnya ketika di kapal pesiar....dasar ANEH
Shyfa Andira Rahmi
semoga setelah ini lo lngsung IMPOTEN Se🤣🤣🤣 n cuman sama Freya aja lo BERDIRI
Shyfa Andira Rahmi
🤢🤢🤢🤮
Shyfa Andira Rahmi
ngga takut kena pnyakitkah si Sean ini...kayanya ngga pernah pke pengaman ishh ngeri x bayanginnya 😬😬😬
Shyfa Andira Rahmi
lahhh ngga jdi mkan kah...bukannya lapar bnget🤔🤔
Alit Safitri
Sean ganteng bngt thor
Ainie
lanjutan ceritanya mana
anak zaen
Ig: @putriaayu_98: anak Zaen siapa kak
total 1 replies
Ning Konveksi Cikarang
Luar biasa
Umi Nurhasanah
Kecewa
Ig: @putriaayu_98: ra ngurus
total 1 replies
Umi Nurhasanah
Buruk
Rafly Rafly: cinta manusia yg nggak tau kapasitas diri ..🤣🤣🤣
total 1 replies
Rina Bahtiar
rada g seguju kalo balikan lg
Jamasrul James
sean bner² pinter membuat prasaan freya klepeq²😁
Bunda
Typo thor ,kok jadi kyara
Ig: @putriaayu_98: ah iya bundaaa, makasih udah diingetin 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!