Danisha putri, gadis berusia 25 tahun yang harus bekerja seumur hidupnya untuk membayar hutang pada Boss nya atas apa yang dia lakukan, belum lagi dia adalah seorang single parent untuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dulu tiba-tiba dia temukan didepan kost nya waktu anak itu masih bayi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
my Dika 26
"Kenapa liatin saya kayak gitu? Apa ada yang aneh di muka saya?" Tanya Danish penasaran karena sedari tadi Dika menatap nya dengan tatapan yang sudah diartikan
"Enggak ada, mending tidur sekarang, aku udah kelamaan nunggu kamu" ucap Dika yang sekarang sedang berada di ranjang kamar Danish
"Ngapain nungguin saya, kan bisa tidur duluan" jawab Danish tanpa melihat ke arah Dika, dia sedang tidak ingin melihat wajah Dika, dia merasa sangat malu dengan kejadian tadi di kamar kevin
"Kamu lupa, kalau aku tidak bisa tidur kalau tidak memeluk mu?"ucap Dika mengingatkan lagi pada Danish
Danish mengembuskan nafas nya yang terasa berat saat ini
"Sini cepetan" perintah Dika, dia menepuk sisi ranjang disebelahnya
Mau tidak mau Danish melangkahkan kakinya dan merebahkan tubuhnya di samping Dika, tanpa menunggu lama Dika langsung memeluknya, mata Danish membulat sempurna tubuhnya kini terasa kaku untuk bergerak dan lagi-lagi jantungnya terasa ingin meronta keluar
"Kenapa? Aku sudah melihat semua nya tadi, jadi kamu tidak perlu malu lagi" ucap dika saat merasakan tubuh Danish menegang
Wajah cantik Danish kini memerah seperti kepiting rebus, tiba-tiba tubuhnya terasa panas dan gerah
"Mana?" Tanya ambigu Dika
"Apanya?" Danish bingung dengan pertanyaan Dika
"Kamu lupa?"
"Lupa apa sih?"
"Kamu masih 25 tahun tapi udah pelupa" cibir Dika
"Daripada pak Dika udah 33 tahun masih tidur di ketek mami" balas Danish
"Jangan bahas itu, mending sekarang lakukan perintah ku dulu"
"Perintah yang mana sih, mendingan tidur sekarang!" Ucap Danish ketus
Dika merasa kesal dengan Danish dia mengubah posisi berada di atas tubuh Danish, Danis terkejut bukan main saat tiba-tiba Dika mengungkungnya
"Pak Dika, mau ngapain?!" Teriak Danish
"Mau cium kamu" jawab Dika dengan entengnya
"A-apa maksud bapak?!" Tanya Danish gugup
"Kamu ingat bukan kalau kamu harus belajar cara berciuman, jadi sekarang kita mulai belajar nya" jelas Dika
"Tapi...."
Dika sudah lebih dulu melahap bibir Danish dengan lembut, menerobos masuk ke dalamnya dan membelit lidah Danish, Danish masih belum mengerti apa yang baru saja terjadi, dia masih terdiam mematung tanpa membalasnya
"Jika kamu tidak mengikuti permainan ku, aku tidak akan melepaskan mu malam ini" bisik Dika ditelinga Danish
Dika menggigit kecil telinga Danish, hingga tubuh Danish kembali menegang, jantungnya berdegup dengan kencang, wajah nya memerah hingga telinga nya juga ikut memerah
Danish menggigit bibir bawahnya, menahan sensasi yang diberikan dari gigitan kecil ditelinga nya
Dika menelusuri leher jenjang milik Danish, menghirup aroma manis dari tubuh Danish, dan menjilatinya
"Kamu manis banget Nish" ucapnya, suaranya terdengar serak dan menggoda
Danish tersadar dari sensasi menyesatkan yang Dika berikan, dia mendorong tubuh Dika yang berada diatasnya, hingga Dika sedikit menjauh darinya
"Pak Dika, bilang nya kan cuma ciuman, kenapa malah nggigit sama menjilat sih" protes Danish
Dika tersenyum geli dengan ekspresi polos Danish
"Kamu tahu, jika itu tadi adalah bagian dari ciuman, bahkan hubungan s*x juga bagian dari ciuman, apa kamu tidak tahu hal itu?" Goda Dika pada Danish, dia sangat menyukai ekspresi wajah Danish saat merasa malu dan marah-marah, menurut nya itu sangat menggemaskan
'aku hanya penasaran, bagaimana kamu bisa memiliki seorang anak jika kamu masih sangat polos seperti ini, atau mungkin kamu dulu diperkosa? Ah sial!! Kenapa juga aku harus memikirkan hal seperti itu!!' gerutu Dika dalam hati
"Pak Dika, kalau kamu masih kayak gini, perjanjian kita batal, saya tidak mengizinkan lagi kalau bapak mau tinggal disini, dan malam ini saya mau tidur sama Kevin saja" ucap Danish malas menanggapi Boss nya yang super nyebelin
"Tidak bisa, baiklah sekarang cium aku yang benar, dan aku akan segera tidur" rengek nya
"Baiklah, bisakah kamu, berpindah, biar aku yang berada diatasmu, dan jangan lupa menutup matamu, aku malu" semburat merah menjalari seluruh wajah cantik Danish
Dika menahan diri dengan ekspresi malu yang menggemaskan dari wajah Danish
"Baiklah" Dika merebahkan tubuhnya disamping Danish dan
menutup matanya
Danish mulai mendekatkan wajahnya pada Dika untuk mendaratkan ciumannya disana, perlahan tapi pasti bibirnya sudah menyatu dengan bibir Dika, Danish memejamkan matanya dia mulai melumat lembut dan lidahnya mulai menelusup masuk ke dalam mulut Dika, Dika membuka mulutnya memberikan akses masuk agar Danish lebih leluasa untuk mencumbu nya
Dika menekan tengkuk Danish agar lebih memperdalam ciumannya, dia membalas ciuman Danish dengan penuh gairah yang tercipta karena setiap lumatan dan belitan yang Danish berikan
Dika melepaskan ciumannya, nafasnya tersengal begitu juga dengan Danish, wajahnya memerah, sungguh ini pertama kali baginya untuk melakukan hal seperti itu, jika saja Dika tidak memaksa nya, Danish tidak akan pernah mau untuk melakukannya
"Tidurlah" ucap Dika, dia membantu Danish memposisikan tubuhnya untuk berbaring di sampingnya, kemudian langsung memeluknya
"Jangan bergerak lagi Nish, atau aku bisa jadi orang lain malam ini" bisiknya, kemudian memejamkan matanya untuk menuju dunia mimpi
Danish dengan patuh menurut pada perintah Dika, dia sama sekali tidak berani bergerak, dia mencoba untuk memejamkan matanya menyusul Dika menuju alam mimpi
Pagi nya, Danish terbangun karena mendengar suara ketukan pintu rumahnya, dia dengan lembut menyingkirkan tangan Dika yang melingkar di perutnya
Danish berjalan menuju pintu depan dan membukanya, Danish terkejut saat melihat siapa yang bertamu pagi-pagi sekali
"Bima..." Panggil Danish pada tamu nya
"Hai Nish, apa kabar?" Sapa Bima pada Danish dengan senyuman lebar diwajahnya
Danish menatapnya malas pada Bima, dia sama sekali tidak ingin melihat wajah nya lagi
"Sorry, gue sibuk, jadi please pulang aja!!" Usir Danish dengan kasarnya
"Danish please tunggu sebentar, aku mau ngomong penting sama kamu" pinta Bima
"Maaf tuan Bima sakti Hermawan, saya sedang tidak ingin melihat wajah Anda, maka pergilah, saya sudah menjauh dari anda, jadi jangan coba-coba mendekat pada saya!!!" Danish mendorong pintu masuk rumahnya, namun Bima menahannya, hingga pintu itu kembali terbuka
Bima langsung memeluk Danish dengan eratnya, bahkan Danish yang meronta tidak ditanggapi nya
"Lepas brengs*k!!!!" Teriak Danish, namun Bima tidak mah mendengarkannya
"Tidak akan Nish, aku tidak akan lepasin kamu sampai kapanpun" ucapnya
Bughh!!!
Bima tersungkur mencium tanah yang basah karena hujan semalam, Bima mendongak menatap tajam kearah Dika yang baru saja meninjunya
"Ingat, sekarang dia milikku, jadi, jangan pernah mendekati nya lagi, mengerti!!!" Teriak Dika
----------
Aduuh cowok ganteng bermunculan...😂
Tap jempol kalian 😉