Blurb :
"Aku rela berkorban demi dirimu, Mas. Bahkan, dengan sukarela memberikan uang gajiku kepadamu. Tapi kenapa, teganya dirimu memberikan semuanya kepada selingkuhanmu!"
Airin benar-benar merasa kecewa atas apa dilakukan oleh Aldi suaminya. Airin merasa di lecehkan dan tidak dihargai.
Hingga Airin berpikir untuk mengakhiri pernikahannya dan berniat untuk balas dendam.
Akankah rencananya berhasil atau ia berubah pikirannya dan menerima Sonia untuk jadi istri kedua suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipihpermatasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.Kembalikan!
"Kembalikan ponselku!" sentak Airin menatap tajam pria itu.
Pria itu pun hanya menatap sinis Airin, kemudian memutarkan matanya dengan malas.
"Apa yang sudah kamu lakukan!" sentak Aldi menatap tajam Airin.
"Aku enggak lakuin apa-apa, kok," bohong Airin.
Aldi pun tertawa tertawa bahak-bahak. Dia pikir Airin tidak tahu apa yang sudah dilakukannya.
"Kamu pikir aku bodoh? Apa yang sudah kamu lakukan tadi!" Aldi merasa tidak terima apa yang sudah dilakukan oleh wanita itu.
Deg. Airin jadi bingung harus apa yang dilakukannya. Padahal dia memotret pria itu secara diam-diam tanpa Aldi melihat dirinya.
Aldi langsung membuka ponsel tersebut. Kebetulan Airin sedang tidak menggunakan kode ponselnya.
"Kamu bilang enggak melakukan apa-apa? Terus, apa gambar ini!" sentak Aldi.
"Menurutku sangat wajar bila dia melakukan itu karena kamu telah mengambil haknya!" timpal Bram menatap Aldi.
Aldi menatap Bram, lalu menatap tidak suka pria itu. "Jangan ikut campur masalahku! Tau apa kamu, hah?"
Aldi mencengkram kerah pria itu dan tidak suka Bram ikut campur urusan pribadinya.
"Tentu saja aku tau karena dia menceritakan semuanya! Jadi laki enggak punya malu ya ngambil rumah milik dia!" Bram menatap Aldi.
Pria itu melepaskan cengkramannya, kemudian menatap Airin. Dia tidak menyangka wanita itu menceritakan semuanya.
"Dasar wanita tukang membuka aib! Lagian itu rumah harus jadi milikku! Kamu lupa ya? Selama ini aku selalu memberikan uang padamu dan kamu harus memberikan timbal balik yaitu rumahmu!" Aldi menatap Airin.
Wanita itu menatap sinis Aldi dan merasa heran kenapa Aldi bisa berkata seperti itu. Padahal itu sudah kewajiban sebagai seoarang suami harus menafkahi seorang istri.
"Dengar ya-"
Perkataan Bram harus terputus saat Airin memberikan kode agar dia diam dan tidak usah meladeninya.
"Aku tau apa yang ingin lakuakan, Airin! Kamu sengaja 'kan memotretku terus kasih ke istriku!" Aldi menatap wanita itu.
"Kalo iya, kenapa, hah?" tanya balik Airin.
"Jadi pria yang benar dong! Jangan selingkuh mulu! Enggak kasihan apa istrimu lagi hamil!" lanjutnya.
"Jangan sok tau, kamu! Aku hapus ini photo!"
Aldi langsung menghampus photo tersebut, kemudian memberikan ponselnya pada Airin.
"Kamu enggak akan bisa menghancurkan rumah tanggaku!"
Aldi segera berlalu dari hadapan Airin dan Brams.
"Arrgh ... sial!" Airin merasa kesal.
"Sabar, ya. Lain kali kamu harus pintar bila mengambil poto," ucap Bram.
"Gila ya, dia bisa tau apa yang udah aku lakuin!" wanita itu benar-benar tidak menyangka.
Sang pelayan pun datang sambil membawakan makanan serta minumannya. Kemudian menaruh di meja tersebut.
"Makasih, Pak," ucap Bram.
"Sama-sama," ucap sang pelayab tersebut.
Pelayan tersebut segera pergi untuk melayani pengunjung lain.
"Sekarang ayolah, makan. Lupakan masalah tadi," ucap Bram.
Airin pun hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab perkataan sang atasan itu. Kini mereka pun sedang menikmati makan siangnya.
#Tiga puluh menit sudah mereka menikmati makan siangnya. Mereka pun harus kembali lagi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Karen udah selesai, ayo, kita pulang," ajak Bram saat sudah selesai membayar makanan tersebut di kasir.
"Oke, Baiklah," kata Airin.
Mereka pun segera pergi dari restoran tersebut dan berjalan menuju parkiran mobil. Pria itu membukakan pintu mobilnya dan Airin langsung masuk ke dalam mobil. Saat semuanya sudah siap, Bram segera menjalankan mobilnya menuju kantor.