NovelToon NovelToon
I'M A Billionaire

I'M A Billionaire

Status: tamat
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Identitas Tersembunyi / Kebangkitan pecundang / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:425.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Maciba

Aksara Kaisar hidup di desa kecil sebagai masyarakat biasa sejak lima tahun yang lalu karena suatu alasan. Dia menikahi seorang kembang desa, Ajeng seorang wanita cantik dan berhati lembut, bekerja sebagai perawat.

Sejak menikah hidupnya tidak pernah tenang, masalah selalu datang silih berganti. Aksa kerap mendapat perlakuan buruk dari keluarga istrinya, direndahkan, dihina bahkan tidak dihargai semua orang adalah makanan sehari-hari. Sebab pekerjaan Aksa tidak sebanding dengan Ajeng. Mertua menganggap Aksa hanya menjadi benalu dan bukan sosok suami idaman.

Sampai suatu hari Aksa diusir karena terjebak dalam rencana licik mertuanya.
Tidak ada seorang pun yang menolong Aksa, termasuk istrinya.

Tanpa diduga Aksara Kaisar adalah sang pewaris yang hilang. Dengan kekayaan dan kecerdasan yang dimiliki, Aksa mampu membalik keadaan. Hingga mereka yang merendahkannya bungkam dan bertekuk lutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maciba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 Tanpa Ilmu

Pertama kali coffee shop buka setelah renovasi, antusias pelanggan cukup baik di hari pertama dan kedua. Danang yakin usahanya akan kembali maju dan berjaya, ya minimal sama seperti sediakala.

“Baru dua hari pengunjungnya ramai, memang pintar kamu ini Danang.” Bangganya pada diri sendiri, berdiri gagah di rooftop, memandang rendah seberang jalan . “Kamu sekarang masih ramai. Besok dan seterusnya ku jamin bangkrut.” Licik Danang, upayanya tidak sia-sia membayar mahal mata-mata. Dia juga bisa menerapkan semua ide Well Coffee di Coffee Shop miliknya.

Danang berada di atas angin, sebentar lagi mimpinya tercapai. Lihat saja di bawah, antrian pengunjung memasuki coffee shop. Ditambah dua mesin kopi canggih, semakin menambah kepercayaan diri seorang Danang.

“Keberuntungan keluargaku memang bagus, sebentar Rayana dan Aji menikah, aku bisa kerja sama dengan besan.” Angan-angan Danang begitu kuat, menjadi orang yang paling dihormati di komplek perumahannya. “Untung menantu benalu itu pergi, memang dia pembawa sial.” Danang menyulut sebatang rokok yang terjepit diantara jari.

Danang benar-benar bahagia, hari-hari yang dilaluinya penuh uang dan uang. Mendapatkan barista baru memang tidak mudah, apalagi yang berpengalaman dan bersedia menerima upah rendah satu sampai tiga bulan.

Ayah dari Rahajeng mulai tergoda untuk bersantai di rumah, tidak lagi rutin mengunjungi coffee shop. Bahkan satu minggu yang lalu Danang dan istri pergi berlibur ke Bali, tanpa melakukan pengawasan dan hanya mempercayakan pengelolaan kopi pada karyawan.

Memang sebagai pemilik seharusnya hanya menikmati keuntungan, benar kan? Ya benar Danang tidak salah, tapi usahanya masih muda, sangat rawan goyah atau jatuh diterpa angin persaingan.

Tanpa sepengetahuan Danang satu orang kepercayaannya membawa kabur mesin kopi, mereka tidak puas menerima gaji kecil dengan beban kerja cukup berat. Lagi-lagi Danang mengulang kesalahan yang sama, barista merangkap sebagai marketing. Dia tidak belajar dari kejadian tempo lalu.

Akhirnya coffee shop itu hanya berjalan kurang dari dua bulan, tidak bisa bertahan lama. Biji kopi selalu datang terlambat, kualitas menurun karena Danang membeli dari pemasok lain. Pelanggan kecewa dan meninggalkan kedai kopi Danang.

“Kenapa bisa seperti ini lagi?” geramnya membanting buku laporan keuangan yang dicatat manual oleh seorang pegawai merangkap sebagai pelayan.

Danang belum sanggup membayar tenaga keuangan, sebab mereka semua harus lulusan sarjana, tidak berkenan di gaji kurang dari upah minimum.

“Rugi aku, mesin hilang. Biji kopi basah dan busuk. Dasar supplier murahan, ku cari kau ya. Dasar penipu, bilangnya kualitas terbaik, tapi jelek begini.” Menendang kemasan biji kopi, hingga berhamburan. Danang semakin menarik napas panjang mendapati cara penyimpanan yang salah, lihat saja beberapa kemasan sobek sehingga biji kopi teroksidasi dan memiliki umur singkat.

“Mau aku apakan biji kopi semua ini? Tidak bisa dibiarkan.” Teriaknya memunguti biji kopi dengan perasaan kesal.

Tentu saja percuma menjadi peniru yang baik, jika tidak memiliki ilmu untuk merubah konsep orang lain menjadi sangat luar biasa di tangan, hingga penerapannya tidak maksimal. Danang benar-benar menjiplak Well Coffee bahkan jenis minuman pun sama, tapi dia lupa akan kualitas barang.  Terlalu mengandalkan konsep, gunakan modal sedikit untuk meraup untung besar.

Usahanya pun selalu ditinggal, tidak ada tenaga pengawas di coffee shop.. Membuat para pegawai hanya sebatas kerja tanpa peduli akan omset yang diterima.

Ayah dua orang putri itu pulang lebih awal dari biasanya, membawa banyak biji kopi di dalam mobil. Danang bingung mencari pinjaman dana segar kemana lagi, kini harta bendanya hanya mobil dan rumah.

Namun sertifikat rumah masih di bank, belum lunas. Menjual mobil, harga tidak seberapa, terlintas dalam otak liciknya untuk minta bantuan calon besan.

“Iya Aji, calon menantuku pasti bisa bantu, 500 juta mungkin cukup untuk pemulihan coffee shop.” Danang tersenyum mengingat masih ada tambang emas dalam genggamannya. Tapi sayang nomor telepon Aji tidak lagi aktif, sementara Danang tidak bisa menunggu .

Danang yang tiba di rumah segera membuka pagar, mendadak sekelompok ibu-ibu datang, yang jelas semua teman-teman arisan sosialita Maya.

“Silahkan masuk bu.” Ucap Danang ramah, ia pikir istrinya mengadakan perjamuan khusus di rumah.

Di luar dugaan suara nyaring seorang wanita menghina Maya.

‘Bu Maya penipu, sudah dua bulan arisan berliannya belum di bayar, saya rugi Bu. Sekarang bayar sisanya’

‘Kalau sudah tidak sanggup, jangan maksa bu. Dua tas belum lunas, semua anggota menagih saya. Memang tidak ada perhiasan atau benda yang bisa dijual? Bayar hutang Bu Maya’

‘Gaya selangit, kantong kosong, sesuai perjanjian di awal ya bu, semua hutang ibu berbunga.’

“Jangan Ibu-ibu saya janji dicicil setiap bulan. Tolong jangan tambah beban bunga.” Isak tangis Maya, memang satu minggu ini bersembunyi dalam rumah. Ketakutan berlebihan pada semua tunggakan arisan.

‘Saya juga pinjam dari Bank Bu, enak saja mau gratisan.’

“Ada apa ini Bu?” tanya Danang begitu polos, dia sama sekali tidak tahu masalah Maya, ternyata istrinya tengah terlilit arisan barang mewah.

Para ibu ketua kelompok menagih pada Danang yang baru saja masuk rumah, bukannya mendapat uang pelunasan, ketiga wanita seumuran Maya malah di usir dari dalam rumah.

‘Dasar budget pas-pasan jiwa sosialita, mereka itu pura-pura kaya padahal gembel’

Rayana yang baru saja datang termangu di pekarangan rumah, hatinya sakit mendengar keluarga tersayang mendapat kata-kata buruk dari tetangga.

‘Oh ini anak kesayangannya pulang. Buah jatuh tidak jauh dari pohon’

Salah satu dari mereka memperhatikan penampilan Rayana begitu modis bak aktris terkenal padahal seorang dokter umum.

“Jaga mulut kalian, masuk rumah orang hanya untuk menghina, itu namanya kekerasan verbal. Bisa dilaporkan sebagai tindak kejahatan.” Rayana terpancing emosi, darahnya mendidih, seumur hidup belum pernah menerima hinaan dan perbuatan tidak menyenangkan.

‘Bapak kamu yang buka pagar, salah kami? Dasar kamu Rayana, sama penjilatnya dengan Maya.’

Wanita cantik itu berusaha melawan, tapi tumbuh kecilnya kalah dari ketiga wanta bertubuh subur, sampai terjatuh di atas kerasnya lantai.

“Aww sakit, kalian lihat nanti kalau aku sudah menikah dengan Aji. Ku habisi kalian satu per satu.” Ancam Rayana mengacungkan satu jarinya.

‘Biar saja Bu dia mimpi, ayo kita pergi. Rumah ini auranya buruk’

Setelah perusuh pergi, Rayana menutup pagar rumah dan menguncinya. Ia tidak menyangka, kenapa semua berbalik menyerang mereka dan merusak tas miliknya yang baru saja lunas satu bulan lalu. Gadis cantik berambut panjang dan bergelombang menangis, memeluk tas brandednya , berjongkok di depan pintu utama.

“Tas ku rusak, dasar ibu-ibu tidak tahu tata krama.” Keterkejutan Rayana belum selesai, sebab dari dalam mendengar sesuatu terbanting keras ke atas lantai, disertai suara telapak tangan yang memukul kulit.

TBC

***

terima kasih kaka atas dukungannya 🙏 tetap sehat ya bulan puasa pertengahan nih mudah tumbang

hari ini up dua ya

😁😁

 

 

1
Anonim
Author setan….
Choky Ritonga
cerita sampah 😁
nacl di Goodnovel: waduh sampah apaan nih kak?
total 1 replies
Omah Tien
sm kaka nya aja
Omah Tien
semoga kembar ya
Omah Tien
ada duet abang sayang g ad duet abang melayang
Omah Tien
heran ounya ibu mata duetan
Omah Tien
saya suka suami g suka main cewe syg istri
Omah Tien
harus nya tehas sebagai suami jg mau di tindas
Omah Tien
saya sukajg cerita kaya gini cuma jg pjg bisa bosen apa lg sampairatusan
Ayu
smg catlin berjodoh sm elang ya thor
Ayu
thor.. knp ajeng panggil suami nya aksa2 trs. tk de kah panggilan syg buat suami nya. panggil nm nya aja kyk nya keg sopan deh.
Ayu
Alhamdullillah elang bkn penghianat tapi cm pura2 aja. tapi kshn elang jdi terluka. smg slmt ya elang
Ayu
elang.. btl kah kamu berkhianat. smg cm sandiwara mu sj ya. kashn aksa
Ayu
si elang kan shbt jg asisten pribadi aska. smpai ht klau smpai berkhianat. smg cm sandiwara aja supaya dpt menjebak andreas ya thor
Syamsu Rizal
Luar biasa
nacl di Goodnovel: makasih Kak
total 1 replies
Edy Sulaiman
,T B C apa sih thor,!?..
Edy Sulaiman
satu kata utk mc kita" BENGAK alias BODOH' bin OON...
Edy Sulaiman
gk dibongkar tuh aksa atas klakuan mertuo lu yg mnjebak sama perempuan malam dan gmana klarifikasi lho sama Ajeng..
Edy Sulaiman
kok gini ceritanya thor gak dirubah tuh alur ceritanya, sungguh terlalu...
Edy Sulaiman
tuh kan aksa kalau yu lemah terus istri mu aja mintak cerai, .....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!