Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjauh
Jevandra melihat istrinya yang sibuk dengan iPad pink itu. Entah apa yang di lakukan ya dengan benda tersebut sampai tidak menganggap kehadirannya disana.
Bahkan Jevandra sudah berada di dalam kamar sejak 10 menit lalu, tapi tidak separah katapun yang keluar dari bibir istrinya.
"Aku ingin mandi." kata Jevandra pada akhirnya mengalah.
"Iya." jawab Diara sepatah kata, dan berlalu begitu saja.
Tidak memikirkan apapun lagi, lalu masuk ke dalam kamar mandi dan kembali ke Ipad-nya setelah selesai.
Melihat itu membuat Jevandra marah. Bahkan dia tidak melihat ke arahnya.
"Aku bilang aku ingin mandi!" ucapnya lagi membuat Diara menatap sebentar ke arah suaminya, lalu kembali fokus pada iPad itu.
"Airnya sudah siap." jawabnya lagi.
Merasa di acuhkan Diara membuat Jevandra kesal. Dia berdiri dan menghampiri wanita yang sedang duduk di atas tempat tidur mereka.
"Aku bilang aku ingin mandi!" ulangnya untuk yang ketiga kalinya tepat di depan Diara.
"Ya sudah, airnya sudah siap." jawab Diara kembali memfokuskan pandangannya.
Kesal, marah menjadi satu membuat Jevandra mengambil iPad tersebut dan melemparnya begitu saja hingga berakhir di lantai.
Prak!
"Sudah ku bilang aku ingin mandi!" Diara terkejut, dadanya rasa sesak.
Air matanya sudah berusaha dia tahan sejak tadi akhirnya jatuh juga. Tapi dia tidak berani menatap suaminya. Hanya bisa menunduk, lalu mengambil ponselnya, dan itupun kembali menjadi sasaran kemarahan Jevandra.
"Sebenarnya apa yang kau ingin kan Diara? Aku bicara dengan mu sejak tadi, aku bilang aku ingin mandi! Apa segitu pentingnya benda-benda sialan itu untukmu hingga mengabaikan suamimu hah?" emosinya meledak.
Dia tidak bisa menahan amarahnya lagi, karena Diara mengabaikannya, membiarkannya begitu saja tanpa ingin menatapnya.
"Aku sudah melakukannya, aku sudah menyiapkan air hangatnya, aku juga sudah menyiapkan handuk, sabun, shampoo, sikat gigi dan semuanya. Aku sudah melakukan semuanya, lalu apa lagi? Apa salahku hingga terus di perlakukan begini? Aku juga tidak ingin di lahirkan di dalam dendam seseorang. Aku juga ingin hidup seperti orang lain. Akh juga ingin menikmati hidupku seperti mereka. Aku juga ingin di perlakukan dengan baik seperti Kinan. Aku juga ingin di sayang seperti Kinan. Aku juga ingin di perhatikan seperti Kinan! Aku-" dadanya terlalu sesak, Diara tidak bisa berkata-kata lagi.
Hanya air mata saja yang keluar saat mereka saling menatap satu sama lain.
"Kinan tau semua kesukaan kekasihnya. Kinan tau apa yang di sukai Baskara, lalu aku? Hampir 3 bulan aku menikah, aku bahkan tidak tau makanan apa yang di sukai suamiku. Aku tidak tau apapun tentang suamiku, sementara orang lain tau jika suamiku menyukai roti panggang garlic. Tapi aku, aku hanya orang bodoh yang tidak tau apapun!" ungkapnya pada Jevandra yang mengerti saat Diara mengungkit sarapan pagi mereka tadi.
"Jika ini hanya karena masalah roti panggang garlic itu, kenapa harus diam hah? Seharusnya kau tunjukan padanya jika kau istriku! sedangkan dia hanya masa lalu yang bahkan aku sudah tidak mengingatnya. Aku diam bukan berarti aku masih menyukai seperti pemikiran bodohmu itu. Aku hanya ingin tau seperti apa wanita yang ku nikahi mempertahankan milikinya. Tapi ternyata kau sama sekali tidak melakukan apapun. Kah membiarkan wanita luar mendekati suamimu dan bahkan memegang tangannya. Apa segitu tidak berharganya aku hah?"
"Apa yang bisa ku lakukan jika suamiku saja tidak pernah bicara lebih dari 10 kata padaku. Apa yang bisa ku lakukan? apa setiap kali kamu marah akan menghancurkan barang? Lihat, bahkan satu-satunya barang yang bisa menjadi teman untukku sudah kamu hancurkan. Lalu besok apa lagi? Apa lagi yang akan kamu hancurkan jika marah? mungkin di masa depan kamu akan membunuhku. Ya, jika memang benar bunuh saja sekarang. Aku bahkan tidak ingin hidup lagi!" ucap Diara dengan berani menatap Jevandra yang sejak tadi berusaha menahan amarahnya untuk tidak menyakiti Diara.
Brak!
Pintu kamar hotel di banting nya dengan keras, setelah meninggalkan Diara disana. Jevandra tidak bisa melihat mata itu yang menatapnya dengan penuh rasa putus asa. Jevandra tidak bisa.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣