Sebelum membaca cerita ini, di mohon untuk membaca cerita sebelumnya yang berjudul "King's Regrets" agar lebih memudahkan dan memahami alur saat membaca cerita ini. Terima kasih.
Jangan lupa untuk Subs, Like dan meninggalkan jejak kalian di kolom komentar ya 🙏😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xialin12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KRS² #26
Satu minggu kemudian, pesta untuk merayakan kehamilan anak kembar permaisuri Jing di adakan di dalam kerajaan negara Ming.
Banyak para menteri, dan orang-orang penting negara Ming datang ke pesta itu. Begitu juga para raja dari beberapa kerajaan tetangga yang di undang oleh kaisar. Mereka membawa berbagai hadiah untuk kaisar dan permaisuri Jing.
"Mari, kita keluar sekarang, semuanya sudah menunggumu di aula istana." Ucap putra mahkota Zhang pada permaisuri Jing.
"Aku.... aku merasa ini terlalu berlebihan."
"Kenapa, kau terlihat begitu cantik mengenakan pakaian itu."
"Tetapi...."
Putra mahkota Zhang menggenggam tangan permaisuri Jing.
"Itu adalah pakaian yang ibu ratu buat untuk mu, dan itu sangat cantik saat kau mengenakannya."
Permaisuri Jing diam sejenak, lalu mengangguk.
Putra mahkota Zhang menggandeng tangan permaisuri Jing keluar dari kamar mereka, dan berjalan ke aula kerajaan dimana semua orang sudah menunggu kedatangannya.
Dulu di negara Qin, Xia Lian An tidak pernah di perlakukan istimewa seperti itu. Jangankan oleh rakyat, oleh para menteri pun tidak. Karena mereka menganggap Xia Lian An adalah permaisuri yang di abaikan oleh kaisar Shun di dalam istana.
Namun kini semua berbeda. Di kerajaan negara Ming ini bukan hanya rakyat, tetapi kaisar dan ratu pun sangat menghargai dan menghormati permaisuri Jing.
"Yang mulia putra mahkota dan permaisuri Jing tiba!" Ucap kepala pengawal yang berada di depan pintu aula kerajaan.
Semua orang yang berada di dalam aula melihat ke arah pintu.
Putra mahkota Zhang dan permaisuri Jing berjalan masuk ke dalam aula istana. Para menteri, dan yang lainnya menatap putra mahkota dan permaisuri dengan kagum.
Yang satu terlihat begitu tampan dan mempesona, dan yang satu lagi cantik juga sangat anggun.
"Mereka sungguh sangat serasi." Ucap istri salah satu menteri.
"Benar, kita juga beruntung mempunyai permaisuri Jing yang sangat pintar dan membawa keberuntungan bagi negara Ming kita ini." Ucap istri menteri yang lainnya.
Putra mahkota Zhang dan permaisuri Jing berhenti di depan kaisar dan ratu.
"Salam kepada yang mulia ayah kaisar dan ibu ratu, semoga yang mulia panjang umur dan selalu sejahtera." Ucap putra mahkota Zhang seraya memberi hormat dengan permaisuri Jing yang berdiri di sampingnya.
"Berdirilah, hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagi semuanya." Ucap kaisar.
"Terima kasih atas kebaikan yang mulia ayah kaisar."
Putra mahkota Zhang dan permaisuri Jing berjalan ke sisi kanan lalu duduk di kursi yang telah di sediakan disana.
"Hati-hati." Ucap putra mahkota dengan pelan sambil membantu permaisuri Jing duduk.
"Terima kasih."
Tindakan putra mahkota kepada permaisuri, membuat semua orang yang ada di dalam aula terkejut, itu karena perlakuan putra mahkota sangat lembut kepada permaisuri.
Kaisar dan ratu mengangguk seraya tersenyum bahagia melihat apa yang putra mahkota lakukan. Begitu juga dengan Min'er dan Yun Xiao yang melihat itu.
"Yang mulia putra mahkota terlihat sangat mencintai dan menjaga permaisuri Jing, ini membuatku merasa sangat bahagisa dan tenang." Bisik Yun Xiao pada Min'er.
"Kau benar, kakak benar-benar telah memiliki seseorang yang sangat peduli dan melindunginya."
"Iya."
Semua raja yang di undang oleh kaisar melihat perlakuan putra mahkota Zhang terhadap istrinya pun ikut merasa sangat senang, karena mereka bisa melihat bintang utama mereka sangat bahagia dan juga romantis.
"Baiklah, lupakan formalitas sejenak dan mari nikmati pesta atas kehamilan permaisuri Jing." Ucap kaisar seraya mengangkat gelas emasnya.
"Panjang umur yang mulia kaisar!" Ucap semua orang di dalam aula istana sambil ikut mengangkat gelas mereka.
Semua menikmati pesta itu dengan baik, namun sayangnya kaisar Shun tidak bisa melihat kebahagiaan itu, karena kondisi tubuhnya yang tidak baik.
"Yang mulia, terima kasih karena sudah melakukan yang terbaik untuk permaisuri Jing. Saya bersulang mewakili permaisuri Jing." Ucap putra mahkota Zhang yang berdiri menghadap kaisar dan ratu.
Putra mahkota Zhang lalu meneguk segelas kecil arak yang ada di kedua tangannya, dan menghabiskannya dalam satu tegukan.
"Saya tidak pernah melihat putra mahkota begitu mencintai orang lain selain yang mulia ratu, kecuali hari ini. Dan saya ikut berbahagia atas kehamilan permaisuri Jing." Ucap salah satu raja dari negara tetangga yang datang di pesta itu.
"Terima kasih yang mulia, saya memang tidak pernah tertarik dengan wanita lain, selain pada permaisuri Jing yang telah membuat saya sangat ingin melindungi dan memiliknya." Ucap putra mahkota Zhang.
Semua orang mengangguk, mereka memang tahu selama ini tidak pernah ada berita mengenai putra mahkota bersama dengan seorang wanita manapun, kecuali wanita itu tanpa malu membuat cerita palsu.
Pesta itu terus berlanjut dengan meriah hingga hampir tengah malam.
Permaisuri Jing kembali dari pesta itu lebih awal, karena putra mahkota Zhang tidak ingin terjadi sesuatu pada kesehatan istri tercintanya itu.
"Yang mulia, hamba merasa sangat bahagia sekali." Ucap Xiao Wei pada permaisuri ketika mereka sudah di dalam kamar.
"Bahagia kenapa Xiao Wei."
"Yang mulia bisa melihatnya sendiri, semua orang begitu menghargai dan menghormati yang mulia di dalam aula tadi, hamba bahkan tidak pernah melihatnya saat yang mulia masih menjadi seorang permaisuri di negara Qin dulu."
"Xiao Wei, semuanya sudah berubah. Kita sudah melalui banyak hal, dan disini kita hidup dengan begitu baik tanpa harus memikirkan siasat untuk menghadapi para selir, dan pelayan yang tidak menyukai kita."
"Yang mulia benar."
"Kehidupan itu akan terus berjalan, dan kehidupan kita yang sangat menyakitkan telah kita lewati, dan saat ini kita menikmati hasil dari rasa sabar dan juga bertahan dalam hidup."
"Yang mulia, terima kasih karena yang mulia tetap bertahan dan tidak menyerah saat itu."
Permaisuri Jing mengangguk, dia menatap pelayan setianya yang begitu menyayangi dirinya. Dan mungkin dia tidak akan pernhmah bertemu dengan orang seperti Xiao Wei dimanapun.
"Xiao Wei, tolong ambilkan kotak yang berada di dalam lemari ku." Ucap permaisuri Jing.
"Baik yang mulia."
Xiao Wei lalu berjalan ke arah lemari, dan mengambil kotak yang ada di dalam lemari seperti yang permaisuri katakan.
"Ini yang mulia." Xiao Wei memberikan kotak itu pada permaisuri Jing.
Permaisuri membuka kotak itu, lalu mengambil sebuah gelang giok yang terbuat dari giok terbaik.
Dengan pelan permaisuri Jing memakaikan gelang itu pada tangan Xiao Wei, dan itu membuat Xiao Wei sangat terkejut.
Bruuk!
"Yang mulia, hamba mohon jangan usir hamba dari sisi yang mulia." Xiao Wei bersujud di depan permaisuri Jing.
Permaisuri Jing langsung terkejut melihat Xiao Wei bersujud di depannya.
"Apa yang kau lakukan, berdirilah Xiao Wei." Permaisuri Jing membantu Xiao Wei berdiri.
"Yang mulia, hamba tidak ingin pergi dari sisi yang mulia, mohon jangan usir hamba."
Xiao Wei yang berfikir bahwa permaisuri akan mengusirnya terus memohon.
Di zaman kerajaan itu, memberikan sebuah benda dengan bahan giok bisa menandakan bahwa orang itu tidam lagi mengingkan pelayannya. Namun ada juga yang menyerahkan kontram kerja pelayan, dan yang lainnya.
Karena itu begitu permaisuri Jing memberikan Xiao Wei gelang giok, Xiao Wei langsung berfikir jika dia akan di usir oleh permaisuri Jing.
"Apa yang kau katakan Xiao Wei, aku tidak akn pernah mengusirmu. Aku sangat membutuhkanmu di sampingku Xiao Wei."
"Tetapi, kenapa yang mulia memberikan gelang giok ini pada hamba?"
"Aku memberikan gelang ini sebagai tanda terima kasih, karena kamu sudah banyak membantuku dan selalu berada di sampingku."
"Yang mulia."
"Aku tidak akan pernah mengusirmu, Xiao Wei. Kau bukan hanya pelayan setiaku, tapi kau adalah seorang teman yang selalu menemaniku. Jadi bagaimana bisa aku mengusirmu."
"Terima kasih yang mulia."
Permaisuri Jing mengangguk, dia lalu memeluk Xiao Wei yang membuat Xiao Wei kembali menangis, karena permaisuri Jing begitu baik memperlakukan dirinya.
Putra mahkota Zhang yang berada di luar kamar, diam. Dia membiarkan dua wanita itu saling mengeluarkan semua perasaan mereka berdua.
"Permaisuri ku, kau sungguh wanita yang sangat baik hati dan juga hebat. Kau layak memiliki orang-orang yang baik di sisimu, seperti Xiao Wei."
😭😭😭