Saundara kembarnya yang menjadi penguasa di negara lain menemuinya dengan kondisinya yang kini menggunakan kursi roda . Saudaranya terluka parah dan harus melakukan terapi namun di saat bersamaan dia sudah berjanji untuk menikahi kekasihnya.
Stefan datang memberikan kontrak pada saudara kembarnya steven dan menyuruhnya menikahi kekasihnya menggantikan tempatnya sampai dia sembuh. "Kau gila dia kekasihmu?,kenapa aku harus menikahinya"
Kartika gadis cantik ini akhir nya menikah, namun dia merasa suaminya berbeda dari biasanya.
Apakah kartika akan tau yang sebenarnya, apa yang akan terjadi Bagaimana kisah selanjutnya, akankah ada kisah cinta segitiga ,takdir apa yang terjadi pada kisah mereka .
Terus baca dan kalian akan tau akhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Steven tidak tau tapi dia merasa Kartika imut saat sedang sedikit menggembungkan pipinya itu 'Dia menggemaskan' Gumam Steven tanpa sadar.
Kartika ingin kembali ke dapurnya dengan tangannya yang mengambil kembali bekal yang sempat dia taruh di atas meja namun tangan Steven juga menyentuh bekal yang akan di bawa Kartika kembali "Biarkan saja" Ucapan ambigu Steven itu membuat Kartika menatap Steven dan mencoba menelaah apa yang Steven maksud.
Kartika akhirnya mengerti alasan kenapa Suaminya itu sedari tadi berdehem Kartika tanpa sadar dia tertawa kecil merasa lucu dengan sikap tsundere suaminya yang baru dia tau itu.
"Kenapa kau tertawa apa ada yang lucu? " Ucap Steven menatap Kartika serius Kartika dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Hmm mm kau makanlah" Kartika memilih mengalah melepaskan bekal yang ada di tangan-Nya.
"Aku sebenarnya tidak mau, tapi jika kau memaksa" Ucapan Steven yang tak sejalan dengan gerakannya semakin membuat Kartika tidak bisa tersenyum karena sikap kekanak-kanakan suaminya itu yang dulu juga ada namun lebih ke sikap manja terhadapnya.
"Baiklah aku yang memaksa apakah mau di suapi juga" Ledek Kartika yang tidak tahan melihat Steven yang begitu menggemaskan bagi Kartika.
"Kau ini memang suka memaksa hmm tentu" Jawab Steven dengan wajah datar benar-benar membuat Kartika semakin tidak mengerti sampai di mana sifat tsundere suaminya itu.
"Tidak mau wleee" Ucap Kartika yang segera ingin melangkahkan kakinya pergi, Steven yang baru melihat sikap tenang dan kekanak-kanakan Kartika di depannya entah mengapa membuat hatinya menjadi tenang dan ada perasaan aneh senang yang tidak bisa di jelaskan.
Steven menangkap tangan Kartika dan tanpa sengaja menarik terlalu kuat hingga membuat Kartika terjatuh di atas pangkuan Steven, sejenak waktu seakan terhenti membuat mereka terdiam sejenak saling tatap sampai kedua mata mereka benar-benar saling bertemu membuat Kartika sadar dan merasa sangat malu dan ingin berdiri dari pangkuan Steven.
Ada perasaan ingin menahan Kartika agar lebih lama di pangkuannya namun Steven mengurungkan niatnya dan hanya bisa melihat Kartika berdiri.
"Ka.. kau makanlah " Ucap Kartika yang segera menuju dapur dia berjalan dan segera membelakangi Steven segera mengambil gelas dan berjongkok wajahnya memerah sempurna dan terasa panas "Ada apa ini kenapa wajahku sangat panas" Kartika segera meminum air di gelasnya.
Sedangkan Steven menatap tangannya yang bergerak sendiri menarik Kartika tadi "Sepertinya ada yang salah dengan ku" Ucap Steven dalam hatinya namun perasaan senangnya tak bertahan lama saat dia sadar siapa Kartika sebenarnya.
****
Ravi tengah mengemudikan mobilnya perlahan-lahan mencari rumah tempatnya janjian bertemu.
Ravi tanpa sengaja melewati rumah itu dan malah pergi ke tempat Kartika bekerja Ravi tanpa sadar menghentikan mobilnya untuk menelepon, Ravi melihat lihat ke arah taman kanak-kanak itu.
Namun tiba-tiba pintu kacanya di ketuk oleh seseorang Ravi pun membuka kaca mobilnya. "Permisi tuan apakah anda ada perlu di sini? " Ucap seorang wanita yang sangat ramah.
"Ah aku sebenarnya tersesat apakah kau tau alamat rumah ini? " Tanya Ravi yang tidak jadi menelpon dan memperlihatkan alamat rumah yang akan dia datangi itu.
"Ah tuan harus putar balik ini harusnya berada di blok elit di sebelah sana" Ucap sopan wanita itu membuat Ravi mengingat Kartika.
"Ah begitu kalau begitu terimakasih atas informasinya, saya pamit" Ucap Ravi yang tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya.
Wanita yang seperti nya lebih tua dari Ravi itu berjalan menjauh dari mobil Ravi namun tiba-tiba dia berhenti dan menoleh namun mobil Ravi telah berjalan pergi "Ah dia laki-laki yang ramah harusnya aku bertanya siapa namanya " Ucap wanita itu.
Ravi sudah sampai di kompleks yang di tunjukan wanita itu Ravi baru menyadari meskipun rumahnya berdekatan namun semua tipe rumah yang ada di sana cukup mewah Ravi menghentikan mobilnya di depan rumah yang ingin dia beli di sana juga terlihat sudah ada seorang laki-laki yang menunggu.
Ravi keluar dari mobilnya dan sedikit berlari kecil menghampiri laki-laki itu "Ah maafkan saya, saya sedikit terlambat" Ucap Ravi yang membuat laki-laki setengah baya itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak masalah nak" Ucap laki-laki paruh baya itu.
"Sebenarnya saya tadi tersesat jadi melewatkan rumah ini" Ucap Ravi memberikan alasan.
"Hahaha ucapan ku mengingatkan ku pada anak muda yang baru saja pindah di sebelah rumah ini" Ucap laki-laki tua itu.
"Benarkah " Ravi ikut tertawa.
"Kalau begitu kita bisa mulai berkeliling" Ucap laki-laki paruh baya itu dengan berjalan terlebih dulu membuka pintu.
Ravi terkesan saat pertama kali masuk disain interior nya sangat elegan pas dengan selera tuannya "Ini benar-benar rumah yang bagus bos saya pasti akan menyukainya Ucap Ravi"
"Tentu saja, kau beruntung nak rumah ini di disain oleh wanita yang sangat cantik dan lembut seperti dirinya rumah ini juga sangat mempesona" Ucap laki-laki tua itu.
"Tapi kenapa tuan menjualnya? " Tanya Ravi yang merasa aneh dia tentu ingin memastikan apa rumah ini adalah tempat orang meninggal dengan tidak wajar atau tidak karena Ravi sedikit khawatir dengan bau bau mistis.
"Apakah kau berfikir di sini ada orang yang pernah di bunuh atau bunuh diri" Ucap kakek itu yang membaca jelas ekspresi Ravi.
"Lalu jika tidak kenapa? " Tanya Ravi.
"Anak dan cucuku memintaku untuk tinggal bersama mereka di luar negeri aku mencoba mencari pemilik baru yang tepat untuk rumah secantik ini" Ucap kakek itu.
Ucapan kakek itu membuat Ravi mengerti kenapa rumah yang begitu bagus tak kunjung terjual ternyata bukan pembeli yang memilih rumahnya tapi sang pemilik rumah yang memilih calon pembelinya.
Ravi semakin terpesona setelah berkeliling rumah itu meski tidak terlalu besar namun kesan nyaman benar-benar di rasakan Ravi di dalam rumah itu "Rumah ini benar-benar indah" Ucap Ravi.
"Benar, tapi kau bilang rumah ini akan di tempati bos mu sepertinya aku harus bertemu dengan bos mu itu seperti yang aku bilang aku tidak ingin membiarkan rumah ini jatuh ke tangan orang yang tidak tepat dia harus berjodoh dengan rumah ini" Ucap laki-laki paruh baya itu yang terlihat sekali sangat menyayangi rumah ini.
"Masalah itu aku harus bicara terlebih dulu dengan bos ku"
"Jika dia tidak bersedia bertemu aku juga tidak akan bersedia menjual rumahnya" Ucap laki-laki paruh baya itu.
Ravi merasa rumah itu sangat cocok dengan bosnya namun dia juga tidak tau apakah bosnya mau atau tidak datang " Sebentar tuan saya akan menelpon nya" Ucap Ravi mengambil ponsel dalam sakunya.
lanjutlah thor
Ngk mauuu aku ngk terimaaa.. lanjutinnn pokoknya buat Kartika idup walau di pulau lainnn... yg pting idupppp
Kyak Ayana yg ketemu lagi dan bawa ank nya bt jumpa ayahnya....
goo lakun kan yg sama bt Kartika kembali pada Stevan dan biar clear ending bahagiaaa... okk Thorrrr
nihhh permintaan rederrmu yg paling SETIA😀... tahun ke 5 aku selalu setia bt muu adek kece.. gogogo lanjuttttt semangatttt othorr yuniarrrr✊🏻♥️
Goo kejar. dia STEV.. jgn biarkan Kartika dalam kekecewaan yg mendalam
dan kau stef.. sekarang km bisa melihat sendiri kan akibat ulah mu...
plis jangan meninggal dong lanjut thor 😭😭
Sekarang apa pun yg km bilang hanya kejujuran tp.luka itu kecewa itu,kepercayaan yg Kartika berikan,janji yg Kartika pegang sekarang hancurrr... dan ituh karena ide bodohhhh mu steff... 🙄
Kau harus paham itu stev