Berawal dari rasa penasaran, hingga berakhir dengan keseriusan. Saat tali cinta semakin kuat, tiba-tiba saja takdir menguji dengan teramat dahsyat.
Zoya dan Dimas, akankah mereka mampu melewati segala rintangan yang ada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.26
Akhirnya hari ini datang juga, hari yang seharusnya menjadi momen paling bahagia di mana seorang wanita dan pria berjanji untuk menjalani pernikahan sekali seumur hidup.
Namun sejak tadi di dalam kamar pengantin, tidak ada wajah kebahagiaan yang terlihat di laut wajah Zoya. sudah pasrah tetapi bukan Hal inilah yang dia inginkan di akhir penantiannya.
Kemarin dia sudah selesai melaksanakan akad nikah dan sekarang dia sudah resmi menjadi istri pria bernama Ilham.
Hari ini adalah hari resepsi pernikahannya. Dia nampak begitu cantik dengan gaun pengantin berwarna peach, namun dipikirannya masih saja dipenuhi dengan nama pria yang telah menghilang dari hidupnya meninggalkan dia pergi ke negeri seberang Malaysia.
Nisa memasuki kamar itu dan langsung duduk di samping Zoya. "Zo, sekarang kamu sudah resmi menjadi istri dari Kak Ilham. semoga saja dengan pernikahan ini kamu bisa melupakan dia ya."
Zoya menoleh dengan lemas. "Tentu saja aku akan berusaha untuk melupakannya. Aku tidak akan berusaha untuk jatuh cinta karena sesungguhnya cintaku telah berakhir dan tidak ada yang tersisa, saat ini hanyalah carakunya lanjutkan hidup."
Melihat Zoya berkaca-kaca membuat Nisa segera mendekat dan langsung memeluk sahabatnya itu. "Jangan bicara seperti itu Aku yakin di dalam diri ka Ilham kamu akan menemukan kebahagiaan lain, kamu tidak boleh terbelenggu di masa lalu yang telah meninggalkan kamu."
Akhirnya tangis Zoya pecah juga. Meski tidak yakin tetapi dia masih berharap kelak hidupnya akan baik-baik saja. Satu hal yang sangat Zoya inginkan adalah, jika kelak takdir kembali mempertemukannya dan Dimas diharap mereka sudah sama-sama bahagia di jalan masing-masing.
Pintu kamar itu kembali terbuka terlihat ibu masuk dengan langkah cepat bersama seorang lainnya. "suami kamu sudah datang Ayo sekarang kita harus ke depan sebentar lagi acara akan dimulai."
Zoya segera menyeka air matanya lalu berdiri dan mengikuti langkah ibu keluar dari kamar pengantinnya. langkah Demi langkah dia tak pagi hingga akhirnya di depan matanya dia melihat seorang pria yang ditakdirkan untuknya.
Pria itu terlihat begitu tampan dengan setelan jas tetapi perasaan Zoya saat ini masih sama meski dia tahu Pria yang menikah dengannya adalah seorang pria yang baik.
"Zoya, ayo," ucap Ilham seraya mengulurkan tangannya. dia hendak mengajak sang istri untuk duduk di singgah sana mereka karena hari ini mereka akan menjadi raja dan ratu sehari.
Sejenak Zoya tertegun hingga akhirnya dia menggerakkan tangannya, meraih uluran tangan Ilham.
Mereka melangkah beriringan menuju pentas dan selama itu pula perasaan Zoya terus dilanda kegundahan karena pada akhirnya bukan tangan Dimas yang dia pegang di hari pernikahannya.
In My Wedding Day, hari ini aku benar-benar menikah. Tapi aku kehilangan dia yang aku harapkan menggenggam tanganku selamanya, terima kasih karena kamu sempat hadir mengisi kekosongan hatiku, akuw harap disana kamu juga sedang bahagia, aku akan terus menyimpan namamu di relung hatiku yang paling dalam, Dimas, batin Zoya.
Hubungan yang dijalani atase dasar cinta, tidak menjamin akan bertahan selamanya. Terpisah karena keadaan adalah salah satu bentuk takdir yang tuhan gariskan.
Hari ini, mungkin hati saya belum benar-benar bisa menerima tetapi kelak mungkin kebahagiaan itu bisa dia rasakan meski tidak dengan, orang yang sama.
End.
lanjut yaaa
semoga kalian semua bahagiaaa yaaa
semoga mereka nantinya akan bahagia bersama
lanjut kak
semangat yaaa