NovelToon NovelToon
Sang Rahim Bayaran

Sang Rahim Bayaran

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:159.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wind Rahma

Naima menjual rahimnya untuk mendapat sejumlah uang demi mengobati sang ibu yang sedang terbaring sakit.

Lalu siapa pria yang membeli rahimnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Opor Ayam

Pagi harinya, Zico tidak menemukan Naima di tempat tidur. Wanita itu sudah tidak ada padahal waktu masih pagi sekali.

Harum semerbak masakan yang menusuk hidung membuatnya berpikir mungkin Naima sudah bangun dan sedang memasak di dapur.

"Jam segini dia sudah di dapur dan sedang masak. Dia bangun jam berapa?"

Zico melirik jam di ponselnya, waktu baru saja menunjukkan jam lima pagi dan Naima sudah memasak?

Zico bergegas bangun dan menyusul Naima ke dapur. Harum masakan itu seolah tidak asing di indra penciuman nya.

"Sepagi ini sudah masak?"

Pertanyaan Zico membuat Naima menoleh. Wanita itu mengulas senyum kecil di sertai anggukan.

"Iya, aku sudah terbiasa bangun subuh."

Jawaban Naima mengingatkannya jika wanita itu berasal dari desa. Mungkin memang seperti itu rutinitas nya.

Perhatian Zico teralih pada panci yang Naima gunakan untuk memasak.

"Masak apa?" tanya pria itu kemudian, seperti tidak asing dengan aroma masakannya.

"Opor ayam," jawab Naima.

Iris mata Zico seketika melebar. Masakan pertama kali yang akan Naima hidangkan untuknya merupakan menu makanan kesukaannya. Apa ada yang memberi tahu Naima apa ini hanya sebuah kebetulan?

"Kau tahu ini masakan kesukaan ku?"

"Oh yah? Bahkan aku baru tahu."

"Sungguh?"

"Ya. Apa aku pernah bertanya apa masakan kesukaanmu?"

Zico menggeleng. "Tidak."

"Berarti ini hanya kebetulan." jawab Naima lalu kembali mengaduk opor ayam nya.

Zico tertegun. Apa ini hanya kebetulan atau memang ... Zico langsung menepis pemikirannya. Mungkin ini memang hanya sebuah kebetulan seperti yang di katakan oleh Naima barusan.

Setelah matang, Naima menghidangkan opor ayam tersebut di atas meja makan. Zico sudah duduk di sana dan sudah tidak sabar untuk segera mencicipi masakan buatan Naima. Apakah akan seenak buatan Aylin atau justru sebaliknya. Tapi baginya, masakan Aylin tiada tanding, bahkan restoran berbintang sekali pun.

"Ini sudah cukup?" tanya Naima begitu mengambilkan nasi ke piring Zico.

Pria itu mengangguk. "Iya, cukup."

Naima lekas mengambilkan opor ayamnya.

"Cukup, cukup." kata Zico.

Naima pun tidak lagi mengambilkan untuk Zico, kini ia mengambil nasi dan opor ayam untuk dirinya.

Sebelum memulai sarapan dengan opor ayam tersebut, mereka memulainya dengan do'a. Setelah itu barulah Zico menyendok makannya dan satu suapan berhasil lolos ke dalam mulutnya.

Begitu masuk mulut, Zico spontan menatap ke arah Naima. Tidak bisa di pungkiri, ternyata opor ayam buatan Naima sangat enak. Namun ia tidak bisa membandingkan dengan opor ayam buatan Aylin. Sebab keduanya sama-sama enak.

"Bagaimana, enak?" tanya Naima memastikan dan mendapat anggukan dari Zico.

Seulas senyum kecil terbit dari bibir Naima, meski ia tidak mengharapkan apapun di balik hal itu.

"Syukurlah kalau begitu. Nanti kalau mau tambah, biar aku bantu ambilkan lagi."

Zico kembali mengangguk, sebab ia sibuk mengunyah makan. Naima senang melihat Zico makan nya lahap. Dan ia juga sangat bersyukur lantaran mual dan muntah yang beberapa hari ke belakang kerap kali datang sekarang sudah tidak lagi ia rasakan.

"Mau nambah?" tawar Naima begitu melihat piring suaminya sudah hampir kosong.

"Iya, tapi sedikit saja." jawab Zico.

Dengan senang hati Naima mengambilkan nasi dan opor ayam nya lagi ke dalam piring tersebut.

"Terima kasih," ucap Zico.

"Iya, sama-sama."

Zico lekas menyendok lagi makan nya. Melihat Zico makan dengan lahap saja sudah membuatnya ikut kenyang.

_Bersambung_

1
Suartati Hasibuan
keren nih kayaknya ceritanya
sandi Gelau
tk mslh itu ank zico..lmbt laun pun zico ttp sma Alyin
Wiek Soen
nanti mampir Thor
tina_sa
kejam sekali sitya ini,bisa bisanya dy berbicara seperti itu dg temanya.
tina_sa
wah sekali tembak langsung tepat sasaran si zico,keren.
tina_sa
ternyata suhu si arsa q kira cupu😁
tina_sa
menariiiik.,
tina_sa
gercep juga si zico,semangat
tina_sa
baru mampir thor,untuk pertama baca novelnya 😊
Wind Rahma: Happy Reading ❣️
total 1 replies
Maya Sari Niken
nanti gimana perut makin besar kan keliatan
Ana Susana
👍
Wiek Soen
akhirnya bahagia juga
Wiek Soen
ternyata Arsa toh
Wiek Soen
akhirnya sama2 terluka
Wiek Soen
kok tambah nyesek Thor
Wiek Soen
sampai kebawa ceritanya aq thor
Wiek Soen
semangat Naima
Wiek Soen
Zico tanggung jawab betul
Wiek Soen
pertama perut yg di kenyangkan
Wiek Soen
pingin ketawa juga pingin menangis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!