NovelToon NovelToon
Satu Atap Dengan Mertua

Satu Atap Dengan Mertua

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:200.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sebutir Debu

Seatap dengan mertua? Siapa takut!

Begitu pikir Lana ketika Galih–calon suaminya–mengutarakan syarat itu untuk menikah.

Tapi, siapa sangka kehidupannya setelah itu berubah drastis. Ibu mertuanya yang ajaib membuatnya makan hati hampir setiap hari.

Belum lagi ketika ipar mulai turut menggerogoti.

Bisakah Lana berdamai dengan sang mertua dan iparnya? Atau rumah tangganya akan hancur berkat campur tangan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 Menjelang Persalinan

“Aduh, Mas. Mules banget ini,” rintih Lana sambil tubuhnya menggeliat di ranjang.

Saat itu sedang dini hari sekitar jam dua pagi. Sudah seminggu belakangan ini memang Lana kerap kali mengalami kontraksi. Namun, ternyata setelah bergegas ke bidan, rupanya masih hanya kontraksi palsu.

Mendengar rintihan sang istri, Galih gegas terbangun dan menghampiri Lana. Ia tegopoh menanyai bagaimana dan apa yang harus dilakukannya. Tampak air juga mulai merembes di daster hamil yang dikenakan oleh sang istri.

“Sayang, kok ada cairan? Jangan-jangan ketuban kamu udah pecah itu, ya?” tanya Galih panik sementara Lana masih bergulat dengan sakitnya kontraksi yang tak tertahankan, membuatnya tak bisa berkata apa pun untuk menjawab tanya sang suami.

“Bu, ibu!” pekik Galih sambil berlari ke luar kamarnya. Ia mencari kunci mobil untuk segera membawa Lana ke rumah bidan persalinan terdekat.

“Ada apa, Galih? Kamu kok teriak-teriak gitu?” Bu Tutik muncul dari dalam kamarnya dengan rambut masih berantakan.

“Lana sepertinya mau lahiran, Bu. Bantuin Galih bawa tas perlengkapan di kamar, ya. Galih akan gendong Lana ke mobil.” Galih berkata dengan panik.

Raut cemas semakin terukir di wajah pria itu kala ia kembali menghampiri Lana dan istrinya itu semakin menggeliat tak tentu arah dan keringat sudah membanjiri seluruh wajah dan tubuhnya. Bahkan Galih langsung merasakan basah di tangannya yang mengangkat tubuh sang istri. Terlebih saat dilihatnya cairan yang berlinangan di bawah kaki istrinya semakin banyak saja.

“Ya ampun, bukannya HPL nya masih kurang dua minggu lagi, ya?” Bu Tutik malah ribut menghitung tanggal padahal bidan pun sudah sering bilang kalau HPL itu bukanlah tanggal fix, bisa saja kenyataannya nanti maju atau mundur.

Galih tak menjawab karena ia sedang sibuk menelepon Bu Bidan untuk mengabarkan kedatangannya sebentar lagi ke klinik beliau.

“Gimana? Jangan berangkat dulu, nanti malah disuruh pulang lagi sama bidan.Kan ini masih jauh HPLnya. Kayaknya sih itu istri kamu cuma kurang kuat nahan sakit aja itu. Masih kontraksi palsu itu,” saran Bu Tutik ragu.

Mendengar ucapan ibu mertuanya itu, Lana yang kesakitan dan tak berdaya sangat terajam hatinya.

"Sakit mulesnya sungguh tak terkira begini, tapi ibu malah seperti itu ngomongnya. Tidak kuat nahan sakit, katanya? Astaghfirullah, Ibu...." Batin Lana.

Ia ingin berteriak memanggil ibunya sendiri rasanya.

Sambil kesakitan, Lana merutuki kenapa Galih tak menuruti keinginannya yang ingin menanti HPLnya di rumahnya sendiri saja. Setidaknya ibunya akan siap sedia membantunya kala sakit kontraksi mendera. Bukan seperti Bu Tutik yang meskipun dia sudah merintih tak keruan pun, palingan hanya akan diminta tenang dan bersabar menunggu Galih pulang. Ish.

“Nggak, Bu. Ini gawat karena cairannya juga udah merembes banyak. Bidan barusan juga udah nyuruh langsung datang ke sana, kok. Tolong taruh tasnya di mobil, ya, Bu!” pinta Galih lagi. Ia sendiri bergegas membopong istrinya karena Lana merasa tak akan kuat berjalan lagi.

“Halah, manjanya! Dipapah aja kan bisa itu?” komentar Bu Tutik pedas. Padahal Galih saja tidak keberatan. Kenapa pula ibunya yang banyak komentar.

Sepanjang jalan Galih tak berhenti menguatkan Lana dengan dengungan doa dan istighfar. Ia meninggalkan Bu Tutik karena katanya beliau mau siap-siap dulu, ganti baju dan sebagainya. Biarlah nanti beliau berangkat sendiri kalau mau menemani kelahiran cucunya. Toh, rumah bidan tidak jauh dari rumah mereka.

Jalanan masih gelap dan ketika sampai di rumah Bu Bidan, beliau sudah siap dengan segala peralatannya di ruang bersalin. Rupanya di rsana juga sudah ada seorang pasien yang menunggu persalinan. Sang bidan sudah ditemani oleh satu orang asisten perawat.

Mereka langsung menangani Lana karena dia sudah mengalami pecah ketuban.

“Wah, sudah banyak yang keluar ini cairannya, Mbak. Kita periksa dulu, ya,” ucap Bu Bidan lalu sibuk di bagian bawah tubuh Lana, di daerah jalan lahir.

“Udah pembukaan dua. Ayo, Mbak terus atur napas. Ambil napas dalam-dalam lalu keluarkan secara teratur, ya. Nanti kalau datang kontraksi lagi, silakan pegangan yang kuat aja, gak usah mengejan dulu sebelum saya perintahkan, ya.” Bu Bidan berpesan.

Ia kemudian menghampiri pasien yang seorang lagi di ruangan sebelah. Tampaknya pasien yang sebelah belum terlihat tanda-tanda pembukaan tapi dia tidak mau pulang karena takut kalau di rumah kesakitan lagi.

“Mau makan dulu, Lana?” tawar Galih yang membawa roti di tas perlengkapan mereka. Memang dipersiapkan roti dan minuman juga karena konon katanya menjelang persalinan sang ibu harus kuat tenaga dan tidak sedang lapar.

Lana menggeleng. Mana bisa ia makan ketika rasa sakit begitu merajamnya seperti itu. Kesakitan yang abru pertama kali dirasainya seumur hidup itu sungguh luar biasa. Setiap kali datang masa kontraksi, rasanya seluruh sel-sel di dalam tubuhnya dipelintir hingga rasanya sakit sungguh tak terperi.

Galih menemani istrinya, duduk di tepi ranjang dan menjadi sasaran tangan Lana yang gemas menahan sakit hingga tanpa sadar memelintir dan mencakar habis lengannya.

Pria itu bahkan sampai lupa merasakan sakit akibat cakaran Lana karena sangat tak tega melihat rintihan istrinya serta geliatan tubuhnya yang tampak begitu sangat tersiksa. Dalam hati ia terus bersholawat untuk meminta keselamatan sang istri dan juga bayi mereka.

Tak berapa lama, Bu Asih yang tadi ditelepon oleh Galih pun sudah sampai bersama ayah Lana. Bu Asih menyebelahi Lana, mengelus puncak kepala anaknya, mendengungkan shalawat serta rapalan doa sebisanya. Galih tak beranjak dari sana. Ia tak mau meninggalkan istrinya karena meskipun tak tega menyaksikan derita sang istri, ia akan lebih tak tega lagi kalau memilih menunggu di luardan tidak tahu bagaimana kondisi belahan jiwanya itu.

“Ibu kamu mana, Galih?”

“Masih di rumah, Bu. Tadi kami tinggal karena belum siap-siap, sedangkan saya buru-buru, kasihan Lana,” jawab Galih.

“Ya Allah kasihannya. Kalau gitu biar dijemput sama Bapak, ya? Kamu tolong kabarin,” usul beliau seraya keluar untuk meminta tolong ayah Lana.

“Bu, Bapak mau ke situ nyusul ibu, ya? Udah siap kan?” tanya Galih saat ia menelepon ibunya.

“Kamu aja yang nyusul lah, Galih. Ibu sungkan sama besan,” jawab Bu Tutik di seberang.

“Aduh, nggak bisa, Bu. Itu Bapak udah berangkat ke sana.Galih tutup dulu, ya, Bu. Lana udah tinggal dikit lagi ini udah pembukaan delapan.” Galih mengabarkan kemudian menutup teleponnya.

Dan benar saja, ketika Pak Ilham baru datang bersama Bu Tutik, Lana sedang berteriak yang paling keras dari sebelumnya, lantas disusul oleh suara tangisan bayi yang menjerit kuat. Hal mana langsung membuat lega suasana tegang yang sebelumnya menyelimuti semua orang dalam ruangan tersebut.

1
Zachary
Luar biasa
Lili Aprilia
cepet banget end nya thorrrr.....bagus loh karyanya author
Lili Aprilia
emang ada sihhh mertua yang kayak buk Tutik ini, dan ipar seperti Ely ini bahkan lebih parah.....sabar aja ya Lana bila perlu gak usah balik lagi dehh kerumah buk tutik
Lili Aprilia
duhhh buk Tutik mulai merasakan sakit akibat perbuatannya sendiri
Mmk Ayudiathaharah
hem, mertua sejatinya adalah ibu kita juga mau sama anknya anny harus mau sama ibunya itu 1 paket and saudara saudaranya the gank. tapi aq mau ikuti alurnya pasti ada penyelesaiannya ayo sebutir debu yo wes aq ngikut😊
Eka Widya
seharusnya di beri judul"keajaiban sang mertua"kak😃😃🙏
fa _azzahra
duh salah pencet masa bintang 3 sii...ngapunten.gara2 bu tutik si
fa _azzahra
pasti tontonanya sinetron ikan terbang
fa _azzahra
sebenarnya agak gmana gt ya kalo ngomongin masalah makanan perihal orang pelit.dibicarain malu2 in ga dibicarain kok ya gatel
fa _azzahra
dimana2 ada orang kek gitu mba,realita di masyarakat.tp pasti kalian setuju kalau orang pelit itu biasanya 'nggragas sama milik orang lain😁😁
fa _azzahra: uwwo..😁😁
total 2 replies
Sri Lestari
Alhamdulillah ikut seneng kalau bumer sudah sadar 🤗
Sri Lestari
ikut gemesss 😅😅
Sebutir Debu: 🤣 komentar terunik 😁😁😁
total 1 replies
Bahari Sandra Puspita
karyamu selalu mengandung pelajaran yang berharga thor..
walaupun baca novel yang satu ini banyak gemesnya liat tingkah laku Bu Tutik, tapi berakhir bahagia..
jadinya lega banget gitu😁
tetap semangat berkarya ya thor..
semangat ngerampungin semua novel yg belum tamat.. 💪🏻
Sebutir Debu: Siap kak. Terimakasih sudah berkenan mampir di karya ku
total 1 replies
Maz Andy'ne Yulixah
baca non stop malam beberapa bab karena ngantuk tidur,,lanjut pagi smpai mau sore akhir nya selesai jga karena penasaran ending nya smpai masak saja smbil baca kak thor😄😄
Maz Andy'ne Yulixah: Naudzubilahminjalik jangan smpai to kak,nak neru2 bu tutik,nek contoh seng sae mawon😊
total 4 replies
Maz Andy'ne Yulixah
Alhmdulilah semoga kalian selalu rukun dan bahagia selalu😊
Maz Andy'ne Yulixah
Alhamdulilah akhir nya bu tutik bisa sadar dan sedikit2 bisa sembuh😇
Maz Andy'ne Yulixah
Nanti ely silau dijupuk duit te🙄
Maz Andy'ne Yulixah
Jangan2 itu tanda2 ya bu tutik,itu teguran dari ALLAH kalau hidup tu gaks sendiri masih saling membutuhkan bu harus bertetangga,dan uang gak dibawa mati jga bu,,apalagi jangan suka adu domba dan memfitnah hidup udah tua bukan nya banyak2 beribadah malah banyak nambah dosa,,duh padahal cuma novel tapi sangat2 menguras eamosi bener ya kak thor🤣🤣
Maz Andy'ne Yulixah
ely2 gak kasihan suami nya udah kerja lembur masih ngojek lembur sampai malam,itulah ely hidup gak bisa bersyukur apa2 harus kayak orang2,mbok hidup itu seadanya saja nek gak mampu yowes🙄🙄
Maz Andy'ne Yulixah
Hidup itu sewajar nya saja mba elly,orang gak mampu ko sok2 an biar kayak orang2 biar terlihat kaya tapi utang banyak,,wes podo ae nyata katah kak thor😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!