Pernikahan Keyla dan Edwin yang didasari oleh perjodohan terasa dingin sejak awal. Namun, waktu telah perlahan menumbuhkan benih-benih cinta di hati Edwin. Tepat saat Keyla merasa pernikahan mereka mulai membaik, badai datang dari masa lalu.
Seorang wanita dari masa lalu Edwin, cinta pertamanya, kembali muncul. Kehadirannya yang tak terduga seketika menggoyahkan hati Edwin yang tadinya sudah mulai mencintai Keyla. Edwin, yang masih menyimpan sisa-sisa perasaan, mulai bimbang antara janji pernikahan dan nostalgia.
Di sisi lain, Keyla tengah berjuang meraih impiannya di dunia modeling, sebuah profesi yang tidak disukai dan dianggap tabu oleh Edwin. Keputusan Keyla untuk tetap mengejar karier ini semakin memperkeruh rumah tangga mereka, membuat Edwin merasa tidak dihargai.
Keyla kini berada di ujung tanduk. Ia harus berjuang mempertahankan suaminya dari bayangan masa lalu yang memikat, sambil berusaha membuktikan bahwa pilihannya sebagai seorang model tidak akan menghancurkan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StarMaker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab26
Bali
Keyla menarik nafasnya dalam-dalam menghirup udara segar yang menyejukkan pagi ini, matanya terpesona akan pemandangan yang ada di sekitar villa tempatnya menginap, hamparan sawah nan luas membuat Keyla merasa damai berada di Bali.
Kemarin Keyla tiba di Bali seorang diri, ia sengaja mengambil penerbangan awal dari pada Rahma. Alasannya hanya satu Rahma bersama Alisya dan Keyla malas berada dalam satu pesawat dengan Alisya.
Mengenai Edwin, Keyla masih tidak tahu Edwin berada di mana. Keyla juga tidak ingin menanyakannya bahkan Keyla juga tidak ingin membuka chat dari Edwin. Keyla sengaja karena ia ingin membuat dirinya sedikit tenang agar bisa berpikir jernih untuk kedepannya.
Ting
Satu notifikasi masuk di handphone Keyla, ia melirik sekilas ternyata pesan itu dari Rahma.
Rahma: kamu langsung ke lokasi aja Key.
Keyla: oke
Saat sedang ingin menaruh handphonenya satu notifikasi lagi masuk. Keyla melihat nama si pengirim pesan itu tanpa mau repot-repot untuk membuka pesannya.
Keyla segera bersiap, ia akan pergi ke lokasi tempatnya pemotretan.
•••
Keyla memandang hamparan pantai yang terpampang nyata di depannya ini sangat indah, sungguh menyegarkan mata. Tidak salah jika pantai ini akan di jadikan sebagai tempat pemotretan.
"Gimana perasaan kamu setelah liat kejadian live di depan kamu kemaren," ucap Alisya yang baru saja tiba dan duduk di depan Keyla. Keyla meremas tangannya yang ada di bawah meja. Sial tempo hari ia tertantang dengan omongannya tapi ia malah cemburu melihat itu. Alisya tidak main-main dengan omongannya ia sungguh melakukannya tapi Keyla harus bersikap tenang karena ia tidak mau di tertawakan Alisya.
"Cukup bagus," ucap Keyla menyunggingkan senyuman remeh kepada Alisya.
Alisya menertawakan Keyla yang tempo hari menantangnya. Alisya akan buktikan bahwa ia bisa merebut Edwin dari Keyla lalu menertawakan cewek itu sepuasnya.
"Cukup bagus karena aku bisa liat secara live kelakuan ******!"
Seketika raut wajah Alisya berubah drastis wajahnya memerah tangannya sudah siap mengapung di udara untuk menampar pipi Keyla tapi terhenti karena Rahma datang menghampiri mereka.
"Persiapan udah selesai kalian berdua bisa ganti," ucap Rahma, Keyla mengangguk setelah itu ia melenggang pergi, sedangkan Alisya menatap kepergian Keyla dengan penuh benci. Benci karena Keyla berhasil mengambil Edwin darinya setelah Alisya susah payah untuk membuat Edwin move on dari mantannya.
•••
Saat ini Keyla tengah mengganti pakaiannya. Pakaian yang indah untuk di pandang karena terlalu terbuka, Keyla berdecak kagum melihat dirinya di depan cermin memakai sport bra dan juga hotpants, its oke dia harus profesional bukan? karena ini pekerjaannya dan Keyla harus menanggung resikonya sebagai seorang model.
Keyla mengambil kain untuk menutupi bagian kakinya setelah itu ia pergi keluar dan di sana sudah ada staff dan photografer, terlihat Alisya dengan pakaian yang sama dengan Keyla sedang melakukan beberapa pose. Alisya yang menyadari kedatangan Keyla menatap sinis seperti akan menguliti tubuh Keyla, mungkin gadis itu akan melakukan suatu hal yang tidak terduga jika dirinya hanya berdua dengan Keyla.
Keyla melepas kain yang menutupi tubuhnya ia harus segera menyelesaikan pemotretannya dengan cepat sehingga ia tidak perlu terlalu lama melihat wajah Alisya yang tampak menyebalkan untuk di lihat.
Tiga jam lamanya pemotretan dan Keyla akui ia sangat lelah saat ini, ingin rasanya ia segera menyentuh kasur dan berbaring di atasnya.
"Key, Saya tunggu di sana kita ngobrol bentar," ucap Rahma menepuk bahu Keyla. Keyla hanya mengangguk ia segera mengikuti langkah Rahma dan duduk di salah satu kursi yang di sediakan oleh staff tidak lama kemudian Alisya datang dan ikut duduk di samping Rahma.
"Saya dapet undangan acara buat kalian berdua," ucap Rahma memberikan dua undangan satu untuk Keyla dan satu untuk Alisya.
Keyla membuka undangan tersebut dahinya mengernyit.
"Oke mungkin kalian bingung kenapa di undang ke anniversary perusahaan dan sementara itu nggak ada hubungannya sama job kalian berdua," ucap Rahma menjelaskan.
"Yang punya acara temen saya dan dia nyuruh saya ngajak model dari angensi dan itu kalian," jelas Rahma.
"Harus ya kak?" tanya Keyla sebenarnya ia malas pergi ke acara seperti itu. Pasti tamu undangannya adalah kolega-kolega pebisnis sukses yang terpandang. Keyla merasa tidak pantas berbaur bersama mereka di tambah lagi Keyla belum pernah pergi ke acara seperti itu. Dulu saat perusahaan ayahnya sedang mengadakan acara Keyla tidak pernah ikut.
"Kenapa kamu ada acara lain?" tanya Rahma.
"Nggak aku cuman tanya doang kak, aku usahain dateng," ucap Keyla mungkin dengan ikut ke acara itu akan menambah pengalamannya.
Rahma mengangguk kemudian menatap Alisya. "Kalau kamu Sya?"
"Karena aku nganggur aku dateng," ujar Alisya membuat Rahma menyunggingkan senyumannya.
"Kak aku mau balik ke villa, pemotretannya udah selesai kan," ucap Keyla ijin untuk pulang.
"Oke kamu boleh pergi, jangan telat nanti malem Saya tunggu di sana," Ujar Rahma.
Keyla segera berdiri dari tempatnya ia beralih menatap Alisya.
"Oh ya Sya tentang perkataan saya tadi pagi, saya harap kamu nggak kesindir," ucap Keyla terkekeh setelah itu ia pergi meninggalkan Alisya yang di penuhi kemarahan.
•••
Keyla saat ini telah tiba di hotel xx tempat pesta di adakan, saat memasuki hotel semua pasang mata seolah takjub oleh penampilan Keyla yang terlihat elegan, balutan dress yang menampakkan jelas paha Keyla seolah menambah kesan dewasa pada dirinya.
Rahma yang kebetulan sedang mengobrol dengan temannya sedikit teralihkan karena melihat kedatangan Keyla.
"Kamu tau cewek yang ada di sana, dia model yang saya bicarakan," ujar Rahma tersenyum senang.
"Saya tertarik," ucapnya.
"Kamu telat dia udah ada yang punya," ujar Rahma terkekeh
Rahma segera menghampiri Keyla.
"Kamu cantik Key, malam ini," ujar Rahma tiba-tiba saja merangkul tangan Keyla.
"Kak Rahma, aku kira siapa," ucap Keyla sedikit terkejut, Rahma tersenyum.
"Ayo saya kenalin kamu sama temen saya" ujar Rahma menarik tangan Keyla dan membawanya ke beberapa teman cewek Rahma.
"Kenalin Bas dia Keyla" ucap Rahma memperkenalkannya kepada temannya.
"Hai saya Bastian" ucap Laki-laki bernama Bastian mencium tangan Keyla, awalnya Keyla sedikit terkejut ia segera menarik tangan dari Bastian.
"Keyla," jawab Keyla sedikit tidak nyaman dengan tatapan cowok di dedepannya.
"Saya bisa bantu kamu dapetin dia," bisik Alisya pada Bastian.
"Atas dasar apa saya harus percaya sama kamu" ucap Bastian sama berbisik.
"Kamu pikir saya berani main-main sama kamu, adik seorang pembisnis besar penguasa Bali," ucap Alisya terkekeh.
Bastian menyunggingkan senyumannya.
"Saya tunggu rencana kamu," ucap Bastian, Alisya tersenyum senang.
Acara sudah dimulai terlihat seseorang memakai tuxedo berwarna hitam tengah memegang mix.
"Selamat malam, saya ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan bisnis saya yang telah hadir di acara saya malam ini, mungkin tanpa kalian perusahaan saya tidak akan menjadi besar dan sesukses ini, jadi di mohon untuk kalian menikmati pesta ini," ucapnya langsung mendapat riuh tepuk tangan dari orang-orang.
"Dia Restu kakak saya," ucap Bastian menatap Keyla. Keyla hanya menanggapinya dengan senyuman tidak ikhlas.
Perhatikan Keyla teralihkan pada Rahma karena hp wanita itu berbunyi. Keyla melihat Rahma segera mengangkatnya.
"Hallo kenapa?"
"....."
"Apaa! Saya kesana!!" ucap Rahma terlihat kaget ia segera mengakhiri telephonnya.
"Saya kayaknya nggak bisa tetep disini ada urusan penting yang harus saya selesain dan ini mendesak," ucap Rahma.
"Kalian berdua gak papah saya tinggal," ucap Rahma pada Keyla dan Alisya.
"Ada saya yang jagain mereka," ucap Bastian.
"Sorry banget ya," ucap Rahma merasa tidak enak.
"Gak papah kak pergi aja," kata Alisya.
"Gak papah kak," jawab Keyla.
"Yaudah, Bas entar salamin ke Restu. Saya pergi," ucap Rahma terburu-buru dan segera beranjak dari tempatnya.
"Sorry saya harus kesana," ucap Keyla memilih pergi dari tempatnya. Jika gini Keyla tadi tidak akan menghadiri acara ini.
Keyla tersenyum menatap kepergian Keyla.
"Jadi rencana kamu apa?" tanya Bastian.
Alisya tersenyum penuh arti ia segera membisikkan sesuatu ke pada Bastian. Bastian yang mendengar itu tersenyum puas.
"Boleh juga," ujar Bastian.
"Saya tunggu rencana kamu," ucap Bastian seraya berlalu dari hadapan Alisya yang tersenyum puas.
Bastian menghampiri Keyla.
"Kamu cantik jadi nggak pantes kalau di anggurin," ujar Bastian menyamai langkah Keyla, Keyla melirik Bastian sekilas. Ia benar-benar risih dengan kehadiran cowok itu rasanya Keyla ingin segera pulang.
"Maaf bisa anda pergi dari hadapan saya," ucap Keyla berhenti melangkah dan menatap Bastian.
"Wow sorry tapi sata tidak bisa," ucap Bastian, Keyla menghela nafasnya.
"Tuan ada yang memberikan ini pada anda," ucap pelayan membawa gelas berisi jus.
Bastian menatap pelayan itu tidak suka karena telah lancang mengganggunya.
"Saya tidak haus kau bisa pergi," ucap Bastian dengan nada angkuhnya.
"Ma, maaf tuan saya lancang," ucapnya kemudian membisikkan sesuatu pada telinga Bastian. Bastian tersenyum setelah mendengarnya.
"Kamu bisa pergi," ucap Bastian mengambil gelas minuman itu dan pelayan itu mengangguk.
Bastian menatap sekitarnya, disana ada Alisya yang tersenyum ke arahnya.
"Tanda terimakasih saya karena kamu sudah datang di pesta kakakku," ucap Bastian memberikan jus itu ke pada Keyla.
"Maaf tapi saya tidak haus," jawab Keyla lantas memutar bola matanya malas.
"Setelah kamu minum ini saya bakal pergi," ucap Bastian. Keyla menyipitkan matanya menatap Bastian tangannya terulur mengambil jus itu dan meminumnya tanpa menaruh curiga sedikitpun.
"Udah kan anda bisa pergi," ujar Keyla.
"Ada lagi kamu harus temenin saya ucapin selamat ke pada kakak saya" ucap Bastian dengan senyum licik menghiasi wajah tampannya.
"Sorry saya nggak bisa," tolak Keyla ingin beranjak dari tempatnya.
"Terserah kalau gak mau, saya bakal ikutin terus sampai ke penginapan kamu," ucap Bastian mengancam. Keyla menatap Bastian tidak suka ia terlalu risih dengan pria itu.
"Oke saya temenin kamu," ucap Keyla membuat senyuman penuh kemenangan terbit di bibir Bastian.
"Silahkan," ucap Bastian mempersilahkan Keyla untuk memegang tangannya.
"Bisa kan nggak usah pegang tangan," ketus Keyla, Bastian hanya terkekeh.
Keyla berjalan di samping Bastian ada sedikit keganjalan pada tubuhnya ia merasa agak pusing. Keyla menggelengkan kepalanya mungkin ini efek karena kelelahan pikir Keyla.
Keyla menghentikan langkahnya ia memegangi kepalanya yang berdenyut.
"Kamu kenapa?" tanya Bastian memegang lengan Keyla.
"Saya gak papah kamu bisa cepet kan ketemu kakak kamu," ucap Keyla berusaha menahan pusing di kepalanya.
"Tenang aja saya cuman sebentar setelah itu kamu boleh pulang kalau kamu mau," ucap Bastian, Keyla tidak menanggapi ucapannya.
"Congrats kak kamu hebat," ucap Bastian merangkul kakaknya.
"Tanpa bantuanmu, aku nggak bisa kayak gini," ucap Restu.
"Dia,"
"Kenalin dia Keyla teman ku," ucap Bastian, lantas Keyla tersenyum ke arah Restu dan menjabat tangannya.
"Keyla"
"Restu"
Keyla memegangi kepalanya yang semakin berdenyut kencang. Keyla hampir saja terhuyung kebelakang jika tidak ada seseorang yang menangkap tubuhnya. Bastian dan Restu sedikit terkejut saat mendapati Keyla akan terjatuh.
"Anda tidak papa?" tanyanya sopan.
"Maaf," ujar Keyla menatap seseorang yang baru saja menangkapnya seketika Keyla membelalakkan matanya.
"Keyla!"
Keyla membeku di tempat saat dia memanggilnya.
"Maaf pak Edwin sepertinya teman adik saya sedang sakit, Bastian kamu bisa bawa dia," ucap Restu. Bastian tersenyum puas ia menggandeng tangan Keyla sepertinya rencananya akan berjalan lancar.
"Maaf tapi saya ada urusan dengan dia," ucap Edwin menarik tangan Keyla.
"Dia teman saya jadi anda tidak berhak untuk mengajaknya dan sepertinya anda baru kenal," ucap Bastian menatap sinis ke arah Edwin.
Keyla sudah tidak bisa berpikir lagi kepalnya semakin berdenyut kencang keseimbangan tubuhnya sedikit terganggu.
"Dia istri saya," ujar Edwin final.
"Apa!!" kaget Bastian.
"Maaf sepertinya lain kali saya akan bertemu dengan anda lagi," ucap Edwin kepada Restu.
Edwin membawa Keyla pergi dari hadapan Bastian dan juga Restu. Dia membawa Keyla ke luar hotel, Bastian yang melihat itu mengacak rambutnya frustasi ia segera pergi dari hadapan Restu dan mencari Alisya dan akan membuat perhitungan dengan gadis itu.
•••
"Jelasin!" ucap Edwin menatap Keyla, Keyla mencoba menegakkan badannya ia menatap Edwin.
"Seharusnya kamu yang jelasin," ucap Keyla menekan dada Edwin dengan jari telunjuknya tanpa di suruh mata Keyla tiba- tiba memanas.
"Ada hubungan apa kamu sama Alisya," serang Keyla menatap Edwin.
"Kamu salah paham Alisya tidak sengaja melakukan itu," ucap Edwin mulai menjelaskan.
"Dan kamu tidak menolak," ucap Keyla suaranya bergetar menahan tangis.
"Aku cari kamu Key dan kamu malah ada di Bali tanpa sepengetahuan aku!" ucap Edwin tegas.
"Kamu mengalihkan pembicaraan Edwin," ucap Keyla tersenyum getir.
"Kamu suka sama Alisya?" tanya Keyla, Edwin terdiam ia menatap Keyla lekat.
"Maaf,"
Dan saat itu juga air mata Keyla terjun tanpa permisi membasahi pipinya.