Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.
Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "
by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26. KEDATANGAN ABELANO
"Emin kamu ada acara tidak Nanti malam? soalnya saya ingin menghadiri pesta ulang tahun teman saya. Apakah kamu bisa ikut saya ke sana? tanya Paris kepada Emin yang baru tiba di ruang kerjanya.
"Maaf Pak, malam ini saya tidak bisa. Karena saya sudah memiliki janji kepada ibu saya ingin menemuinya malam ini."Sahut Emin dibalas anggukan dari Paris.
Kalau tidak ada lagi yang ingin anda bicarakan Apakah saya sudah bisa pulang saat ini? Emin mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dari Paris. Kalau kamu ingin pulang, kita pulang bareng saja kamu saya antar."Tidak perlu Pak. Saya langsung pulang sendiri saja. Kebetulan Ibu saya sepertinya sudah menunggu." ucap ini kepada Paris.
Paris menganggukkan kepalanya.Lalu mempersilahkan Emin pulang karena kebetulan jam kerja Telah usai. Emin berjalan dengan gontai ia bingung harus memulai dari mana, memberitahu pernikahan Apa yang sebenarnya dijalani Emin dengan Abelano.
"Emin kamu mau kemana? tanya Arumi yang tiba-tiba datang menghampiri Emin
"Ibuku memintaku untuk datang ke rumah. Sepertinya Ibu dan ayahku sangat merindukanku. Dan aku tidak pulang ke rumahmu hari ini. Karena aku ingin bertemu dengan Ibu dan ayahku." sahut Emin Kepada Arumi.
"Tidak apa-apa, lagian kan yang terpenting kedua orang tua kamu." sahut Arumi mencoba untuk memahami kondisi ini saat ini."Apa kamu masih memiliki uang untuk ongko? tanya Arumi yang begitu perhatian kepada Emin. "Kalau untuk ongkos Emin masih punya."Ucap Emin sambil berpamitan kepada Arumi. Kebetulan angkutan umum menuju rumah keluarga Emin tiba di depan kantor tempat Arumi. Dan Emin bekerja.
Emin melambaikan tangannya kepada Arumi. Ketika dirinya sudah berada di dalam angkutan umum. Beberapa menit kemudian Emin, tiba di rumah. Padahal sebelumnya ibu Ernala dan Emin sudah sepakat bertemu di sebuah taman kota. Tetapi entah mengapa Emin juga sangat merindukan suasana rumah sederhana milik keluarganya. Sehingga ia memilih untuk pulang ke rumah kedua orang tuanya.
Tok ...
Tok....
Tok.....
Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga ibu Ernala dan juga Pak Erdana.
"Siapa? teriak Ibu Ernala sembari berjalan ingin membuka pintu.
Ceklek
Satu hentakan, pintu terbuka lebar. Membuat Ibu Ernala terhenyak melihat kehadiran putrinya berada dihadapannya.
"Emin!" pekik Ibu Ernala sembari langsung memeluk putrinya.
"Ibu...., aku sangat merindukanmu. Apakah ibu juga merindukan Emin?" tanya Emin berharap kedua orang tuanya juga sangat merindukannya.
" Ibu dan Ayah kamu sangat merindukan kamu Nak. Kamu dari mana saja? Jika kamu memiliki masalah dengan mertua atau suami kamu, seharusnya kamu berbicara kepada ibu dan ayah. Agar kami tidak terlalu mengkhawatirkanmu." ujar ibu Ernala kepada Emin mendengar suara Pak Erdana menghampiri kedua wanita berbeda generasi itu.
"Emin kau kah itu putriku?" Ucap pak Erdana yang kesehatannya saat ini sedang terganggu.
"Ayah, Bagaimana kabar Ayah saat ini? tanya Emin penuh selidik karena melihat ayahnya tanpak kurusan dari sebelumnya.
"Ayah kurang sehat saat ini. Sudah beberapa hari ayah mengalami demam tinggi.
"Apakah Ayah sudah berobat." tanya Emin penuh selidik Ayah kamu, tidak mau pergi berobat. Karena selalu ingin mencari keberadaanmu untuk saja Ibu berhasil membujuk Arumi. Agar memberikan nomor ponsel baru milikmu.
"Jika ada masalah, Mengapa lari dari masalah? apa Ibu pernah mengajarkanmu seperti itu?" tanya ibu Ernala penuh selidik. Emin merasa bersalah kepada kedua orang tuanya. Ia pun meminta maaf sambil menangis sesungguhkan.
Sejujurnya, ini bukan keinginan Emin Bu. Tetapi karena keadaan yang membuat Emin seperti ini. Emin ingin sekali memberitahu masalah yang ia hadapi dengan Abelano. Dan Emin juga memberitahu kepada Ibu Ernala mengenai kontrak pernikahan yang diberikan oleh Abelano. Setelah pernikahan mereka berlangsung.
Mendengar apa yang dikatakan oleh putrinya, ibu Ernala dan Pak Erdana begitu terkejut. Karena sebelumnya Nyonya Agatha, Tuan Basten dan Abelano tidak memberitahu hal seperti yang diberitahu oleh Emin kepada kedua orang tuanya.
Saat Emin dan kedua orang tuanya sedang menikmati kebersamaan mereka dan menikmati makan malam Saat itu. Tiba-tiba suara deruan mobil masuk ke halaman rumah sederhana milik keluarga Pak Erdana. yang mana suara mobil itu sudah dikenali oleh mereka.
Emin hendak pergi dari rumah milik Ibu Ernala. Tentunya dari pintu belakang agar Abelano tidak melihat keberadaannya di sana. tetapi Ibu Ernala menahan Emin dan meminta kepada Emin untuk tetap stay di sana.
Jangan kemana-mana. Selesaikan masalah kamu dengan Abelano. Jika kamu harus bercerai dengan Abelano, ibu tidak akan marah kepadamu. Kamu yang menjalani hidup. Bukan ibu dan juga Ayah. Dan Lagian pernikahan itu tanpa Ibu ketahui sebelumnya.
Tetapi karena untuk menyelamatkan reputasi keluarga besar Basten, Sehingga Ibu tak terpaksa merestui hubungan kalian saat itu. Karena ibu sangat mengetahui siapa sosok Abelano. Ia tidak akan bisa mencintaimu karena ekonomi keluarga kita tidak sepadan dengan mereka.
Tetapi karena kebaikan Tuan Basten dan nyonya Agatha kepada keluarga kita, membuat Ibu dan Ayah kamu terutang Budi kepada mereka. Sehingga ibu dan ayah tidak tau melakukan apa-apa saat itu." ucap Ibu Ernala.
Berharap Emin paham apa yang ada di dalam pikiran ibu Ernala dan Pak Erdana. Emin memilih untuk pura-pura tidak mengetahui kedatangan Abelano. Ia terus menyantap menu makanan yang ada di hadapannya. sementara Ibu Ernala membuka pintu setelah Abelano mengetuk pintu rumah sederhana milik mereka.
"Ibu, ucap Abelano dengan lembut dan ramah. baru kali itu, ibu Ernala melihat sisi kelembutan dari Abelano. "Ada apa Nak Abelano datang malam-malam kesini? sepertinya ada sesuatu yang penting sehingga anak Abelano datang ke sini." ucap Ibu Ernala penuh selidik. Ia menghela nafas berat.
Sejujurnya Ia ingin memberitahu kejadian terjadi di kantor yang dimiliki Paris. Tetapi ia enggan memberitahunya. Kemudian Abelano pun memberitahu kalau dirinya melihat Emin disebuah pesta lelang yang diselenggarakan di salah satu Hotel ternama di kota ini. Dan saat itu, Emin bersama pengusaha kaya raya di bidang properti yaitu Paris Company.
Ibu Ernala mengangguk. lalu Pak Erdana datang menghampiri ibu Ernala dan juga Abelano. Sementara Emin tetap duduk di ruang makan ruang makan Yang sangat sederhana. Tetapi begitu banyak memori di sana.
"Nak Abelano seharusnya tidak perlu mencari keberadaan putri kami Emin.
"Kenapa Ayah mengatakan seperti itu? Tanya Abelano penasaran, Apa maksud dan tujuan pa Erdana mengatakan agar Abelano tidak mencari keberadaan Emin lagi.
Kontrak pernikahan 30 hari yang sudah Anda suruh ditandatangani oleh Emin, sudah berakhir. Itu berarti pernikahan tuan Abelano dengan putri saya sudah benar-benar berakhir. "Ucap Pak Erdana mencoba untuk melihat apa yang akan dilakukan. Ketika Pak Erdana meminta Abelano untuk tidak mencari keberadaan Emin lagi.
Tidak, Saya tidak ingin berpisah dengan Emin dan kami belum bercerai dimata hukum dan agama. Abelano tidak pernah mengatakan talak kepada Emin. Itu berarti saya belum bercerai kepada Emin. Pak Erdana mengembangkan senyumnya menatap pria yang ada di hadapannya, dengan Tatapan yang sulit diartikan.
"Bagaimana mungkin Tuan Abelano mengatakan belum mengucapkan talak kepada putri saya. Sementara jelas-jelas di surat kontrak pernikahan 30 hari itu, Anda akan bercerai dengan Putri Saya Emin. Jika usia pernikahan kalian menginjak 30 hari. Hal itulah yang dilakukan putri saya. Sehingga Putri saya keluar rumah utama keluarga Basten, setelah 30 hari usia pernikahan kalian." ucap Erdana mencoba memberikan pengertian kepada Abelano.
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻