jasmine seorang gadis yang yatim piatu yang tinggal bersama bibinya harus hidup mandiri dan mencari uang sendiri.
dia merantau pergi ke kota untuk mencari pekerjaan dan bertemu dengan ceo yang dingin dan tampan jasmine bekerja diperusahaannya bernama argantara ditya,lalu mereka saling mencintai.
lalu apakah kekayaan dan status sosial mempengaruhi hubungan mereka?
dan ada orang ketiga,siapakah yang arga pilih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syaeba salshabilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidak perduli
arga berlari sambil menggendong karina yang terlihat pucat karena lambungnya sakit sebelumnya angel dan ariel sudah memperingatinya namun dia sangat keras kepala dan tidak mau mendengarkan ucapan mereka akhirnya terjadi seperti ini.
menendang pintu uks karena keadaan yang darurat,karina terlihat sudah tidak berdaya lagi.dokter sekolah pun menyarankan untuk segera membawa karina di rumah sakit karena ini sudah sangat serius.
Dengan cepat angel pun mengeluarkan mobilnya dari parkiran dan memasukkan karina,arga tidak ikut bersama mereka karena sudah ada temannya yang akan menemaninya di sana,angel pun membawa mobil dengan kecepatan penuh sedangkan ariel menjaga karina di kursi belakang.
"aduh karin,udah di bilangin masih aja keras kepala kan jadi seperti ini...." ucap ariel yang khawatir melihat wajah karina yang sangat pucat.
"sepertinya kita harus memberitahu maminya deh..."kata angel.
"yaudah cepat hubungi mami karina...."
ariel pun mencari ponsel di saku karina lalu memberikannya pada angel yang sedang menyetir.
"kamu tidak lihat aku lagi apa? kamu sendirikan juga bisa menelfon maminya..." kata angel yang kesal pada ariel.
Ariel pun mencari kontak mami karina dan menelfonnya dia menceritakan tentang apa yang terjadi dengan karina secara jelas dan rinci kata maminya dia akan segera menemui mereka di rumah sakit.
setelah sampai angel pun segera memanggil dokter untuk membantu membawa karina,karina pun di rawat dengan sangat baik sepertinya penyakitnya sangat serius sehingga dia masih belum sadar diri.
Setengah jam akhirnya karina membukakan matanya namun yang pertama dia lihat adalah maminya yang sedang menyilangkan kedua tangannya di dada,dengan wajah yang seperti akan marah namun di tahan karena ada teman karina,karina langsung memejamkan matanya lagi berharap maminya tidak melihat dia tadi sudah bangun.
"jangan bersandiwara,cepat buka matamu.."ucap mami yang mengetahui karina sudah bangun,terpaksa dia pun harus bangun kedua teman yang mencemaskannya pun segera menghampiri karina dan menanyakan perasaannya sekarang,melihat itu maminya pun pergi keluar.
"siapa yang memanggilnya?..."tanya karina dengan wajah yang tidak suka.
"maaf karin,kita berdua terpaksa memberitahukan pada mami kamu.emangnya salah ya?"ucap angel yang merasa bersalah.
"pokoknya mulai sekarang apa pun yang terjadi sama aku atau aku mau mati sekalipun kalian jangan pernah memberitahukan kepada mami ku dulu..." karina memperingati mereka.
"kenapa...."ariel yang bertanya langsung di senggol oleh angel dengan sikunya.
"baiklah kami janji tidak akan mengulanginya lagi..."sahut angel sambil membawa ariel pergi keluar dia menyuruh ariel untuk memahami tentang karina pasti ada satu hal yang membuat karina tidak menyukai maminya itu.
Karina mencoba menenangkan diri dan baru terpikir tadi di sekolah austin yang menggendongnya ke uks dia pun jadi tersenyum mengingat ternyata austin juga peduli dengannya.
"kamu sudah pulang...." sambut mami karina dengan nada yang tinggi,karina malas untuk menjawabnya karena nanti ujung-ujungnya pasti akan beradu mulut dan berkelahi dia pun lurus masuk menuju kamar.
Karina menutup kuat pintu kemudian melepar tasnya di lantai dia sangat kesal dengan ibunya yang tidak perhatian terhadapnya padahal tadi dia sedang sakit malah di marah tidak ada perhatian sama sekali lalu karina pun mengeluarkan sebatang rokok lalu menghisapnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hari ini karina datang awal ke sekolah demi bisa berjumpa dengan austin secepatnya dan mengucapkan terima kasih,karina menunggu austin masuk ke dalam kelas.sering kali dia melihat ke arah pintu menunggu kedatangan austin.
"haa itu dia sudah datang..."ucap karina dengan bahagia.
Austin si manusia cuek tetap berjalan lurus tanpa melihat kiri kanan apalagi melihat karina yang senyum padanya,senyum karina pun menghilang dia menghampiri meja austin.
"ada apa lagi....?"tanya austin yang melihat karina menghampirinya.
"aku mau berterima kasih karena kemarin kamu sudah menolongku..."
"iya sama-sama,kalau sudah kembali sana ke mejamu.jangan ganggu aku...." jawab austin dengan ketus karina yang di usir oleh austin pun pergi kembali ke mejanya dia melihat austin lalu mematahkan pensil yang di pegangnya.
Austin mau pergi ke perpustakaan karina pun mengikutinya dengan diam-diam,dia mengintip austin dari celah buku yanh tertata rapi karina pun mengambil satu buku untuk duduk di dekat meja austin.
Saat melihat austin hpnya pun berdering menganggunya angel menelfonnya untuk segera join di tempat biasa namun dia menolak.
"ishh mengganggu saja..." kata karina menggerutu lalu melihat ke arah austin tapi dia sudah tidak ada di sana lagi.
karina pun mencari austin di seluruh ruangan perpustakaan tangannya tiba-tiba di tarik oleh seseorang.
"austinn...." karina kaget austin menguncinya di tembok pojokan,jantungnya berdetak kencang karena jarak mereka yang sangat dekat.
"kenapa kamu mengikuti ku?" tanya austin padanya,karina sudah tertangkap basah dan tidak bisa menjawab.
"kamu kira karena kemarin menolongmu bertanda kalau aku menyukaimu ya?"
karina masih saja diam tidak bisa menjawab.
"haha kamu jangan kepedean aku tidak mungkin suka sama cewek seperti mu,jadi mulai sekarang tolong jangan mengganguku lagi...." ucap austin dengan sangat pedas dia pun meninggalkan karina yang terpaku seorang diri karena perkataannya,karina pun merasa sedih dan duduk di lantai.
Apakah salah jika mencintai seorang yang kita sukai?
Apakah karina tidak pantas untuk di miliki?
berbagai pertanyaan yang muncul dalam otaknya karena merasa dirinya tidak pantas,mungkin perkataan austin memanglah benar.
angel melihat karina berjalan dengan sedih dan murung lalu menghampirinya.
"karina kamu kenapa? dari mana saja sih?" tanya angel.
namun karina malah menangis,angel dan ariel pun bingung karena tidak tahu apa-apa.
"heh jangan menangis dong,bagaimana kalau kita bolos pergi ke karaokean saja..." tawar ariel mereka pun setuju dan langsung bolos sekolah.
Mereka menyanyikan lagu-lagu yang memberi semangat hidup kembali,ariel ternyata membawa beberapa botol bir yang dia curi dari kamar ayahnya mereka pun berteriak gembira melihat botol itu dan mabuk-mabukkan.
Angel berusaha menahan diri untuk tidak mabuk dia hanya minum sedikit saja karena dia akan menyetir nanti biar saja mereka berdua yang mabuk.
Karina dan ariel sudah pingsan karena minum terlalu banyak,angel pun menggaruk kepalanya memikirkan cara bagaimana membawa mereka masuk ke dalam mobil.
"aduh...kalian sadar dong guys" kata angel menepuk pipi mereka berdua.
Angel pun terpaksa memapah ariel terlebih dahulu untuk masuk ke dalam mobil,saat kembali untuk memapah karina tapi dia sudah tidak ada di sana.
"pergi ke mana tuh anak...."angel pun mencari karina ke toilet tapi tidak ada lalu dia menelfonnya tapi hpnya tidak aktif.