NovelToon NovelToon
Akad Tak Terelak

Akad Tak Terelak

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Karena ego yang meninggi, Arsyanendra Bagaspati—seorang top model—bergelar cassanova tidak terima ketika ia mendapatkan penolakan dari seorang gadis bernama Alisha.

Merasa dipermalukan oleh gadis tersebut, Arsya pun menerima tantangan dari temannya untuk menaklukkan Alisha. Demi mempertahankan gelar cassanovanya ia pun dengan licik berusaha memenangkan taruhan.

Sehingga ia dilaporkan ke polisi atas tindakan pelecehan yang ia lakukan. Tidak ingin nama baiknya tercoreng ia pun terpaksa mengambil jalan pintas dengan menawarkan sebuah tanggung jawab berbentuk pernikahan.

Akad pun tak terelak, meski sejujurnya ia sangat membenci wanita yang ia yakini sebagai penghancur karirnya secara perlahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.26 Wedding Festival

Persiapan wedding festival sudah dimulai dari pagi. Malam ini adalah puncaknya. Alisha sangat sibuk membantu Mbak Ratih menyiapkan model yang akan memamerkan gaun pengantin rancangannya. Event ini di ikuti oleh banyak designer. Sebuah kesempatan yang tak ingin Mbak Ratih lewatkan agar design rancangannya makin dikenal masyarakat luas.

"Al, bantu aku handle ini ya. Aku terima telepon dulu," ujar Mbak Ratih yang sedang memasang kancing seorang model agar diambil alih oleh Alisha.

"Iya, Mbak." Dengan sigap Alisha melaksanakan perintah Mbak Ratih. "Maaf, ya, Mbak," ujar Alisha pada seorang model yang sudah mengenakan gaun rancangan dari Mbak Ratih.

Di tempat ini, semua orang sedang sibuk tak terkecuali Alisha. Setelah membantu salah seorang model mengancingkan gaun pengantinnya, kini Alisha berpindah pada model lain yang membutuhkan bantuannya.

"Lihat apa sih, lo?" tanya David ketika Riko berhenti dan fokus pada sesuatu yang tak ia tahu.

Bukannya menjawab, Riko malah menyunggingkan senyum miring. David yang merasa aneh mencoba mencari tahu ke mana arah pandang temannya itu. Ada seorang wanita yang tak asing baginya. Alisha. Istri dari teman seprofesinya.

"Woy, jangan bilang lo lagi merhatiin istrinya Arsya!" David menepuk bahu Riko.

Pria itu menoleh, lantas tersenyum aneh.

"Menurut lo, gimana cewek itu?"

David menatap curiga pada temannya ini. "Maksud, lo?"

"Menurut gue, dia menarik," ujar Riko menjawab pertanyaannya sendiri. Lalu pergi begitu saja meninggalkan David yang masih belum memahami apa yang ada dalam pikiran temannya itu.

"Menarik?" David menggaruk kepalanya yang mendadak terasa gatal. Memikirkan ucapan Riko. "Hei, tunggu!" David pun melangkah cepat untuk menyusul Riko.

Acara fashion show untuk busana pengantin di mulai pukul delapan. Semua model yang akan memperagakan gaun rancangan para designer sudah siap berjejer untuk berlenggak-lenggok di atas catwalk.

Di belakang panggung sembari mengatur modelnya, Mbak Ratih dan Alisha terlihat gugup meski ini bukan peragaan busana pertama yang mereka ikuti.

"Aku gugup banget, Al, menanti respon tamu yang hadir," ujar Mbak Ratih.

"Kita sudah berusaha untuk yang terbaik, Mbak. Insyaallah hasilnya pun akan baik. Serahkan semua pada Yang Kuasa."

Mbak Ratih meraih tangan Alisha. Menggenggam tangan asistennya itu karena merasa hanya Alisha lah sat ini yang mampu membuatnya tenang.

Satu per satu nama designer dipanggil setelah para modelnya menampilkan hasil karya mereka. Kini giliran Mbak Ratih yang dipanggil setelah semua modelnya selesai memperagakan gaun pengantin hasil rancangannya. Sorak sorai tamu hadirin menyambut Mbak Ratih yang langsung diberikan buket bunga oleh salah satu modelnya.

Sebuah kebanggan tersendiri bagi Mbak Ratih bisa ikut dalam event wedding festival ini. Senyum selalu tersungging di bibir wanita berusia hampir empat puluh tahun itu. Menampilkan keramahan dan kebahagiaan di malam ini.

"Lega banget, Al, rasanya," ujar Mbak Ratih begitu kembali ke belakang panggung. Ia memeluk Alisha erat menumpahkan rasa leganya sudah berhasil mengikuti acara ini. Soal hasilnya, ia tak terlalu pusing. Seperti yang Alisha bilang, serahkan saja pada Yang Kuasa.

"Pokoknya kita harus rayakan ini Al. Aku traktir semua karyawan juga model kita. Aku sudah pesan restoran untuk kita makan-makan," ujar Mbak Ratih bahagia.

Para model yang berdiri tak jauh dari mereka ikut mendengar dan bersorak gembira menyambut ajakan makan-makan dari Mbak Ratih.

Alisha hanya mengangguk setuju. Sebab ini memang kebiasaan Mbak Ratih seusai mengikuti sebuah event. Sering kali bosnya itu berbagi kebahagiaan dengan mentraktir semua karyawannya.

"Kamu telepon anak butik suruh langsung ke restoran ya, Al. Nanti kita kumpul di sana."

"Iya, Mbak." Tak menunggu waktu lama, Alisha langsung menghubungi temannya yang sebenarnya ikut meramaikan acara ini dan meminta mereka untuk datang ke restoran yang sudah Mbak Ratih instruksikan. Sedangkan Alisha, ia harus membereskan dulu semua perlengkapan yang kemarin ia bawa untuk acara ini.

"Kalau sudah beres kamu langsung nyusul ya, Al," pesan Mbak Ratih yang berangkat lebih dulu bersama para model.

"Ok, Mbak."

Alisha menata kembali gaun-gaun yang tadi dikenakan para model dan memasukkannya ke dalam koper. Besok ia akan merapikannya lagi di butik. Semua ia lakukan agar mudah membawa semua gaun-gaun tersebut. Semakin lama orang dalam ruangan khusus ini semakin habis. Sebab setelah bersih-bersih dan mengganti baju, mereka langsung menuju restoran seperti apa yang diinstruksikan oleh Mbak Ratih.

Tinggal Alisha dan salah satu pegawai butik bernama Linda yang masih ada di ruangan itu untuk beres-beres.

"Buruan, Al, entar makanannya keburu abis lagi kalau kita telat," ujar Linda memeringatkan.

Alisha hanya tersenyum. "Mana mungkin habis, kan, udah dibooking sama Mbak Ratih, kalau habis entar dimasakin lagi sama chef-nya."

"Ih, kamu kayak nggak tahu aja gimana makannya anak-anak butik. Mereka kalau lihat makanan enak langsung diserbu aja tanpa lihat-lihat temen. Kayak orang nggak pernah makan setahun aja gitu."

Alisha tertawa dengan ucapan Linda yang berlebihan. "Iya, ini juga aku cepet-cepet kok." Seperti kata temennya, Alisha bergegas mengemasi semua barang-barang. Hingga perhatiannya beralih ketika Linda mengeluarkan bunyi yang sangat familiar disertai dengan bau tidak sedap.

"Kamu kentut ya, Lin?"

Linda nyengir. "Sorry, Al. Ini perut bener-bener nggak bisa diajak kerja sama. Aku suruh tahan ternyata nggak bisa."

"Ish ... jorok banget sih, kamu."

"Ya gimana lagi namanya juga keinginan alam." Linda terkekeh.

"Ya udah sana ke toilet, ngapain masih di sini!" usir Alisha.

"Beneran, Al?"

"Ya bener lah, dari pada keluar di sini makin repot kan entar."

Linda kembali terkekeh. "Aku tinggal dulu ya, Al. Sebentar aja kok. Janji deh nggak akan lama. Nanti aku bantuin kamu lagi."

"Ish ... malah banyak omong. Udah sana buruan!"

Linda segera berlari ke toilet. Sesungguhnya ia sudah tidak tahan sedari tadi tapi mengingat harus buru-buru ke restoran ia tahan juga panggilan alam itu.

Kini tinggal Alisha seorang diri di ruangan tersebut. Ia terus melanjutkan tugasnya sendiri bahkan harus melanjutkan tugas Linda yang terpotong karena mules.

"Kok cepet banget, apa mulesnya bisa dipending?" seloroh Alisha ketika mendengar suara langkah kaki mendekat. Ia segera menoleh dengan senyum menertawakan Linda.

Namun, senyumnya langsung pudar saat melihat seseorang yang tengah berdiri menatapnya.

"Maaf, ada perlu apa ya?" tanya Alisha.

Pria itu justru mengukir senyum aneh di bibirnya.

Melihat gelagat tak baik itu, Alisha menilik dari balik tubuh pria itu dan melihat jika pintu ruangan sudah tertutup. Di sinilah Alisha mulai diserang kepanikan. Rasa takut dan juga gemetar tubuhnya muncul secara bersamaan.

Otaknya menolak semua bayangan negatif tentang apa yang akan terjadi. Tapi tetap saja pikiran buruk itu datang menghantui.

Langkah Alisha semakin mundur ketika pria itu melangkah maju.

"Mau apa kamu?" tanya Alisha dengan bibir bergetar.

Bukannya menjawab, pria itu justru semakin menampilkan raut menakutkan bagi Alisha. Ia terus berjalan maju. Memangkas jarak di antara dirinya dan Alisha.

1
Eka Novia
Gk mau nikah tpi merusak ank org oon sinting
annin: Emang, Kak. Butuh diruqyah si Arsya ini.
total 1 replies
Sona Muchsin
lemah...tindas terus oleh suaminya....ujung" nih cerita suami insaf
Lin
Judul sama alur ceritanya sesuai
jenny
rada ga suka sama si salwa ..terlalu memaksa
Nenie Chusniyah
luar biasa
Zahraputri Putri
tp ya bukan begitu juga fatih kmu lgsg pergi meninggalkan acaranya kalau kmu gentle harusnya panggil sekalian Arsya suruh lgsg nikah dihadapan mu dn kmu bisa menyerahkan alisha PD Arsya dengan baik baik,kalau gini kn km kyk GK gentle main ningalin calon istrimu dihadapan banyak orang sama aja kmu mempermalukannya..
SLina
devon kemana?
SLina
sampe ke doa org di kepoin 🤣
Siti Nurbaidah
mantap👍💕💖👌
Asri Yunianti
𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚒𝚛 𝚔𝚊𝚔 𝚝𝚑𝚘𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚖𝚊² 𝙽𝚊𝚒𝚖𝚊 𝚍𝚒 𝚋𝚞𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊 𝚢𝚊...
R: HAI, KAK! JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITAKU YA
total 2 replies
idah
👍👍👍👍👍
✨️ɛ.
monmaap, gue ngakak ama komen bawah gue.. 🤣
enerjik sekali ya mbaknya..
R: HAI, KAK! JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITAKU YA
total 5 replies
✨️ɛ.
makanya Mas Fatih, kalo calonmu mo cerita soal masa lalunya ya dipersilakan sajalah.. gausah sok²an gak peduli soal masa lalu.. ujung²nya kepo juga khaann..
✨️ɛ.
lah kan udah dikasi tau kalo calonmu itu blom cinta ama situ..
situ kan yg maksa..
✨️ɛ.
*babysitter
✨️ɛ.
bentar, bentar.. ini si Fatih beneran gatau kalo mereka mantan suami istri? kan berita ttg mereka viral pada masanya..
✨️ɛ.: yasih, thor.. emang ada orang kek gitu, tau beritanya tapi gak terlalu peduli detail kejadiannya..
saya kadang gitu soalnya.. 🤭
total 2 replies
✨️ɛ.
untung ketemu novelnya udah tamat.. kalo blom tamat gue stop baca sampe sini..
✨️ɛ.
kamu sendiri kan, Sha yg memilih menerima pinangan Arsya en mencabut laporan kepolisiannya? kamu udah diberi pilihan, konsisten dgn pilihan tsb.. jgn menyalahi takdir..
✨️ɛ.
ya Allah, Mama Sarah.. 😢
✨️ɛ.
gila si Arsya! gak ada pendirian banget malah ngejanjiin nikahin si cinta luna.. 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!