Gimana jadinya kalau seorang agen Intelijen bertemu dengan Bos mafia??
Jni di alami Seorang agen intelijen yang sangat cantik dan juga ahli dalam berbagai hal. Dari menembak , bela diri. Dia hidup sendiri dengan Ayahnya dan kekasihnya yang dulu adalah kakak angkat yaang siring berjalannya waktu akhirnya jadi seorang kekasih juga. Ibunya sudah meninggal saat dia masih sangat kecil. Dan kini dia tinggal di rumah sederhana yang nampak sangat kecil dan sempit.namun di balik rumah kecil tersimpan teknologi yang sangat caanggih di bandingkan dengan rumah besar di luaran sana. Tak hanya cantik dia juga cerdik dan ramah pada semua orang.Kecerdikannya dalam misi membuat dia di tunjuk untuk mencuri sebuah dokumen yang sangat penting di sebuah perusahaan YIN GROUP. Ini kisah awal dia mulai terjerumus dalam dunia yang tak di inginkan.
Tidak jadi mencuri sebuah dokumen. Kini dia semakin terjerumus dalam kehidupan seorang Pemilik Perusahaan yang terkenal sangat sadis. Tapi dia Tak menyakiti gadis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imas Gustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Perasaan
Keesokan harinya sinar matahari sudah nampak jelas di kaca yang menjulang tinggi tanpa selambu menghiasi beningnya kaca di depannya.
Yiwen terbangun dari tidurnya menatap Lian yin masih tertidur pulas. Ia mencuri pandang wajah tampan lian yin saat tertidur sangat lucu. Fikirannya tiba-tiba melayang mengingat kejadian saat Lian yin menyelamatkannya kejadian itu terulang dua kali. Dia rela mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Yiwen.
Entah kenapa dia selalu mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanku. Apa dia tidak perduli dengan nyawanya sendiri. Lagian juga aku bukan siapa-siapa dia. Gumam Yiwen memegang rambut lian yin yang menutup mata bulatnya .
Dia terus memandangi wajah tampan lian yin dari dekat. "Ternyata dia sangat tampan jika melihatnya dari dekat, dan entah kenapa aku selalu tak bisa menolak ajakan kamu untuk bercinta. Tapi entah kenapa tubuhku selalu menikmatinya" ucap Yiwen.
Lian yin yang hanya pura pura tidur tersenyum tipis mendengar ucapan Yiwen. Ia semakin merekuh erat tubuh Yiwen di balik selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.
Pandangan Yiwen terhenti mendengar suara ponsel berbunyi di balik meja kecil samping ranjang. Yiwen meraih ponsel itu sebelum lian yin tersadar dari tidurnya.
Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu dariku gumam lian yin yang masih berpura-pura memejamkan mata bulatnya.
"Feng yin? Ada apa dia menghubungiku. Apa ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Tapi hubungan kita sudah berakhir." batin Yiwen dengan perasaan terpaksa jemarinya mulai menekan tombol menerima panggilan dari Feng yin.
"Ada apa?" tanya Yiwen memulai pembicaraannya lebih dulu.
"Yiwen apa kamu baik-baik saja, kajadian penembakan kemarin, aku tidak bisa menolongmu aku terjebak di sebuah kamar aku melihat semua kejadian itu dari balik kaca. Entah siapa yang mengurungku di sana saat aku berhasil melepaskan diri aku melihatmu sudah tidak ada di sana?" Feng yin terus berbicara tanpa titik koma. Ia terdengar sangat mencemaskan keadaan Yiwen. Perasaannya tak bisa melupakan Yiwen hanya salah paham yang membuat hubungannya berantakan.
"Aku baik baik saja, Lian yin lah yang menyelamatkanku. Sekarang dia terluka?" ucap Yiwen dengan nada datarnya.
Feng yin terdiam seketika mendengar nama Lian yin hatinya terasa di tusuk tusuk ribuan jarum. Ia tak terima harus mendengar kata Lian yin dan Lian yin lagi. Kenapa selalu lian yin dalam setiap kata Yiwen. Apa karena yiwen tinggal bersama dengannya atau mungkin mereka sudah melakukan hal yang membuat ikatan mereka semakin kuat.
Feng yin segera mamatikan ponselnya dan melempar keras ke tembok. Kini hatinya sangat terluka harus mendengar nama itu lagi dari mulut Yiwen.
----0o0----
Lian yin masih tertidur pulas di sampingnya dengan tangan merekuh tubuh mungil Yiwen membuat. Dia tak bisa beranjak dari rajang. Dadanya terasa sangat sesak menahan beratnya tangan kekar lian yin.
Yiwen mengangkat perlahan tangan Lian yin namun rengkuhannya semakin kuat. Lian yin menarik tubuh Yiwen ke dalam dekapannya erat hingga ia bisa merasakan napas berat Lian yin yang mulai menciumi lehernya.
"Lian yin hentikan" Yiwen meronta ronta napasnya sangat berat dekapan Lian yin sangat kuat hingga ia merasa di cekik tak bisa bernapas lagi.
Desiran napas Lian yin menghembus dari leher ke dagu menuju bibirnya. Dengan lihai Lian yin memainkan bibir mungil Yiwen. Kini ia tak bertindak kasar membuat Yiwen terdiam hatinya seolah menerima apa yang di lakukan Lian yin padanya.
Desahan rintihan terdengar ke telinga Lian yin." mulai hari ini kamu harus menemaniku saat aku menginginkanmu, jangan pernah berpikir untuk lari" Lian yin melepas dekapannya beranjak berdiri. Sinar matahari yang menembus masuk di balik jendela kaca membuat pemandangan indah tubuh bidang Lian yin yang membuat mata Yiwen berbinar menatap kagum. Tubuh itu seakan yang membuatnya menjadi gila. Jemari-jemari tangan kotormya selalu membuatnya mendesah.
Namun pemandangan itu tak berlangsung lama Lian yin segera memakai kemejanya yang tergantung. Ia bergegas pergi dari kamar Yiwen tanpa sepatah kata ataupun menatapnya.
Yiwen masih terdiam di ranjang dengan balutan selimut tebal di tubuhnya. Ia menutup tubuhnya dengan selimut berjalan menuju kaca menatap detail tubuhnya yang penuh dengan bekas Kiss Mark memenuhi tubuh dan lehernya. Apa yang aku lakukan semalaman bersamanya. Apa kamu sudah gila Yiwen. Gumam Yiwen memukul kepalanya berkali kali.
Ia tak menyangka apa yang dia lakukan semalam bersama Lian yin. Kejadian itu terngiang di otaknya. Entah kenapa tubuhnya menerima sinyal itu dari Lian yin kehangatan tubuh Lian yin tak bisa untuk menolaknya.
Yiwen sangat menikmati itu Seolah semalam bukan dirinya yang sebenarnya.
"Itu gila benar benar gila" teriak Yiwen suara ketuk pintu terdengar jelas membuat ia kebingungan.
Bukannya ingin membuka pintu ia malah bergegas sembunyi, tak mau menampakan dirinya yang masih berbalut selimut dengan berbagai bekas merah. Ia berlari terbirit birit menyincing selimut tebal panjangnya yang menghalangi langkah kakinya berlari menuju kamar mandi.
"Yiwen apa kamu di dalam??" teriak Mei berjalan mengendap endap masuk ke dalam.
"Yiwen ini aku Mei"
"Iya, aku masih mandi kamu tunggu saja di luar bentar lagi aku keluar" teriak Yiwen dari dalam kamar mandi. Ia berjalan mondar mandir kebingungan. Gimana kalau Mei tahu hubunganku dengan Lian yin pasti dia akan curiga padaku gumam Yiwen. Menggigit jemari lentiknya berjalan mondar-mandir dengan pikiran entah kemana.
"Baiklah aku pergi, aku tunggu kamu di kamarku. Nanti ada sesuatu yang mau aku bicarakan denganmu" Mei berjalan pergi dari kamar Yiwen tanpa menunggu jawaban lama Yiwen di dalam kamar mandi.
Bersambung
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERI LIKE DAN COMENT YA ❤❤ DAN DUKUNG TERUS AUTOR😍😍
JIKA ADA KRITIKAN ATAU MASUKAN DARI KALIAN MOHON TULIS DI KOLOM KEMENTAR.
TERIMA KASIH🙏🙏
chris wu
yang yang
my idol 😍😍😍
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/