Penjara cinta yang suaminya ciptakan membuat Firda tak tahan lagi . Ia hidup namun tak bisa hidup dengan bebas seperti manusia pada umumnya . Suaminya itu menyuruhnya melakukan hal hal yang tak ia sukai mulai dari Memakai softlens berwarna biru setiap hari , menghadiri les memasak juga menghadiri les piano .
Bukan hanya itu saja , setiap ia pergi keluar dari rumah .Para bodyguard selalu mengikuti dirinya , ia merasa tak nyaman namun ia berusaha berpikir positif bahwa itu semua suaminya lakukan demi keselamatan nya .
Namun semakin hari ia semakin tak nyaman , ia seperti seorang boneka yang hanya bisa pasrah di mainkan dan di atur oleh orang lain . Kebebasan nya seakan terenggut saat ia menikah dengan suaminya itu . Karena merasa lelah dan muak dengan itu semua akhirnya Firda mulai tak menuruti apa mau suaminya . Ia mulai lupa mengenakan softlens biru yang suaminya suruh pakai setiap hari .
Awal nya ia kira suaminya tak akan marah namun justru ia salah . Suaminya murka dan mengamuk hingga berakibat kekerasan dalam rumah tangga yang ia alami .Hal itu semakin membuat Firda tak kuat lagi menjalankan rumah tangga nya , keinginan nya untuk mengakhiri rumah tangga nya semakin kuat setelah mengetahui fakta bahwa suaminya menikahi dirinya hanya karena ia mirip dengan istri laki aki itu yang sudah meninggal . Hatinya semakin hancur kala mengtahui jika perintah perintah yang suaminya berikan hanya lah agar dia terlihat semakin mirip dengan mendiang istrinya .
Hingga akhirnya wanita itu memilih pergi mulai dari meminta cerai yang suaminya tolak mentah mentah. Hingga memalsukan kematian nya sendiri agar terbebas dengan dari cengkraman sang suami .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 . Tak tega , iba dan perhatian .
Saat tiba di depan rumah nya Farel di kejutkan oleh beberapa pria berbaju hitam yang nampak lalu lalang di sekitar perumahan tempat laki laki itu tinggal .
" Maaf Bu ...mereka siapa ya ?" Tanya Farel pada salah satu tetangga rumah nya yang kebetulan lewat .
" Oh itu , itu orang yang sedang mencari wanita ini . " ucap ibu ibu itu menyerahkan brosur pencarian orang di hadapan Farel .
Farel seketika tertegun melihat itu , orang yang mereka cari adalah Firda . Karena khawatir dengan gadis yang mungkin saat ini sedang ketakutan di dalam rumah ia pun segera berlalu menuju rumah nya .
Di bukanya pintu rumah itu dengan perlahan , pandangan mata Farel menelusuri seluruh penjuru rumah yang nampak sepi dan gelap gulita .
Farel semakin khawatir , ia melangkahkan kaki semakin masuk kedalam rumah nya , sementara Firda wanita itu sudah ketakutan dan bersembunyi di belakang sofa . Rasa takutnya semakin besar ketika mendengar pintu terbuka dan seseorang tengah melangkah masuk kedalam rumah .
" Aku mohon jangan kesini , bantu aku tuhan . Aku mohon jangan biarkan mereka menemukan ku . " lirih Firda menekuk lututnya sendiri seraya menyembunyikan wajah nya .
" Aneh , kenapa rumah sepi di mana Firda . " Batin Farel mulai takut jikalau orang orang yang ia lihat tadi akan menemukan keberadaan Firda .
" Firda ...kamu di mana . Ini aku Farel keluarlah Firda jika kamu masih berada di rumah ini . "
" Dokter Farel . " lirih Firda memastikan jika suara yang ia dengar tadi merupakan suara milik orang yang di kenal nya itu .
" Firda jangan membuatku khawatir , keluarlah ." ucap Farel sedikit mengeraskan volume suaranya . Tak lama setelah itu dadanya langsung di tubruk oleh seseorang .
" Firda . " lirih Farel pelan setelah merasakan seseorang yang tengah memeluknya nya itu menangis terisak hingga membuat bajunya basah .
" Tenang lah , aku sudah pulang . Tenanglah aku tak akan meninggalkan mu lagi . Jangan takut aku akan melindungi mu . " Ucap Farel membalas pelukan itu seraya mengusap Surai hitam milik wanita di pelukan nya . Firda masih menangis di pelukan farel . Rasa takut itu belum juga reda , ia takut ayah nya akan menemukan nya segera mengingat laki laki itu sudah tau di mana lokasinya berada.
" Aku takut mas , kenapa mereka bisa tau aku ada di sini . " ucap wanita itu dengan suara bergetar . Hati Farel terenyuh mendengar nya , ia mengusap punggung Firda perlahan berharap wanita di pelukan nya itu akan tenang dan nyaman.
" Tak apa , mereka gak akan menemukan mu di sini . Kamu tenang ya ,aku pasti melindungi mu kok . Apa pun yang terjadi aku akan tetap melindungi mu . "
Firda semakin mengeratkan pelukannya pada laki laki itu , sementara farel . laki laki itu hanya diam tangan nya masih setia mengusap punggung Firda perlahan .
" Tolong percepat oprasi ku mas ...aku ingin hidup dengan bebas tanpa bayang bayang masa lalu lagi , aku ingin hidup tanpa rasa takut lagi . " Ucap wanita itu menatap Farel dengan mata berkaca kaca. Dasarnya hati Farel yang lembut , ia paling tak tega jika ada wanita yang menangis di hadapan nya .
" Iya ...Hari Minggu ini kamu oprasi . Tenang ya , ayo aku bawa kamu kekamar . "
Farel pun menuntun Firda dengan perlahan menuju kamar nya , saat sampai di sana . Laki laki itu langsung mendudukkan Firda di kasur empuk miliknya .
" Tunggulah di sini aku akan mengambil minum untuk mu . " Ucap Farel hendak berlalu pergi namun tangan nya sudah lebih dulu di raih oleh Firda .
" Jangan tinggalkan aku sendiri mas , aku takut " Farel tertegun mendengar ucapan Firda , laki laki itu harus segera berangkat ke seminar namun sepertinya ia tak bisa meninggalkan Firda dalam kondisi seperti ini .
" Aku hanya mengambil minum sebentar kok di dapur , setelah itu aku kesini lagi. " Ucap Farel mengusap pucuk kepala wanita di hadapannya itu perlahan . Perhatian seperti itu yang terkadang membuat wanita wanita di luar sana baper .
Namun tidak dengan Firda , wanita itu sadar dengan posisinya . Ia hanya seorang pasien yang sedang di tolong dan di berikan tumpangan oleh laki laki di hadapannya . Ia tak boleh baper apa lagi sampai menyuruh laki laki itu untuk tetap berada di sisinya .
Sadar jika dirinya telah salah meminta hal yang tak seharusnya ia minta Firda pun langsung menatap Farel dengan perasaan bersalah nya .
" Maaf mas , aku tak seharusnya meminta mu untuk tinggal . Maafkan aku karena sudah lancang , kamu boleh pergi sekarang aku tak akan mencegah mu . " Ucap Firda tersenyum tipis , ia berusaha menguatkan dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia akan baik baik saja . Ia tak boleh bergantung pada orang lain , ia tak mau menyusahkan orang lain karena masalah nya .
" Tak apa aku paham kok , aku akan tetap berada di sini . Lagi pula aku mana tega meninggalkan mu sendiri dalam kondisi seperti ini , kamu butuh teman di saat saat seperti ini bukan dan aku bersedia menjadi teman mu." Ucap Farel menatap mata sebening kristal milik Firda . Mereka saling berpandangan satu sama lain .
" Plis jangan baper Firda , laki laki ini membantu mu karena dia kasihan padamu . Bukan karena dia memiliki perasaan terhadap mu . Jadi sadar lah di mana posisi mu berada. " Ucap firda dalam hatinya .
" Ahem...Ya sudah aku ambilkan minum ya , pasti kamu haus habis nangis dari tadi . " Ucap Farel di angguki oleh Firda , wanita itu melepaskan tangan Farel yang sedari tadi ia genggam , ia membiarkan laki laki itu berlalu pergi dari hadapan nya untuk sementara .
Farel berjalan menuju lemari pendingin , laki laki itu mengeluarkan satu botol air dari dalam sana dan menuangkan nya kedalam gelas .
Suara hendphone nya yang bergetar dari dalam saku menghentikan aktivitas nya , Farel segera mengambil hendphone itu dan memencet tombol hijau di balik layar .
" Halo pak ..bapak di mana ini saya sudah sampai di tempat seminar bersama dokter Rendra . " Ucap Novi yang masih menunggu kedatangan Farel dengan Perasaan harap harap cemas .
" Berikan telvon nya pada Rendra nov aku mau bicara sebentar . " Ucap Farel bukanya menjawab malah meminta Novi untuk menyerahkan telvon genggam nya pada laki laki di samping nya itu .
" Ada apa rel ?"
" Begini Ndra gue kayak nya gak bisa Dateng ke seminar , bisa gak loe ganti in gue pimpin acara seminar gue ?" Tanya Farel berharap sahabatnya itu dapat menggantikan dirinya .
" Bisa saja sih tapi gue gak punya file yang buat persentasi nih . "
" Tenang saja , gue bakal kirim file itu ke email loe . Loe bawa laptop kan ?"
" Bawa ...kirim segera ya file nya biar gue segera mempelajari nya . " perintah Rendra membuat Farel lega karena laki laki di seberang sana tak menolak permintaan nya .
" Oke nanti aku kirim deh . Terimakasih ya sudah mau membantu ku . " .Ucap Firrel tersenyum tipis , setelah itu iya mematikan sambungan telepon nya yang masih terhubung dengan sahabat nya .
...
...
.
Lanjut besok .. author nya sibuk banget hari ini tapi tetep di sempetin up . jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
tapi seru juga ....
semangat otor.