Selma adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dia berkerja di sebuah perusahaan swasta yg hampir bangkrut..
Dengan gaji pas-pasan dia berusaha mencukupi kebutuhan sekolah dan hari-hari mereka.. Tapi di kantor sudah tersebar surat edaran bahwa akan ada pengurangan karyawan,dia harap itu bukan dirinya. Karna jika itu dia,maka dia tidak tau harus bekerja apa lagi,di kota sebesar ini mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yg mudah. Apalagi mengingat statusnya seorang janda yg memilikki dasar pendidikan yg rendah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audwibill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Identitas Baru
Tiba-tiba Azirah beranjak dari tempat duduk.. Sambil menyandang tas nya ia berkata..
"Ibu... Paman... Kami akan berangkat segera"
"Baiklah, hati-hati dan selamat belajar yaa" jawab Andreas dengan antusias..
"Pergilah,dan jangan membuat masalah" Kata Selma memperingati anak-anaknya..
"Baik bu" lalu mereka pergi meninggalkan Selma dan Andreas berdua dimeja makan itu..
Suasana menjadi canggung kembali,tetapi tidak ada yang berani beranjak dari tempat duduk masing-masing. Keduanya nampak seolah sedang menikmati makanan dihadapan mereka..
Andreas memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana..
"Siang ini,akan ada yang datang,ia seorang wanita,kukira jarak kalian tidak jauh berbeda" Kata Andreas dan terputus karena ia mengunyah sesuatu..
"Siapa?"
"Ia yang akan menemanimu berbelanja keperluanmu dan anak-anak. Aku tidak bisa menemanimu karena ada rapat siang ini dan itu penting" setelah mengucapkan kalimatnya kedua orang itu kembali terdiam..
"Pakailah ini?" Sambung Andreas sambil menyodorkan sebuah kartu kredit kepada Selma..
"Untuk apa ini?"
"Gunakanlah untuk berbelanja nanti, limitnya tak terbatas kau bisa beli apapun"
"Maksudmu apa?"
Keduanya kembali bertengkar hanya untuk masalah kecil ini..
"Maksudmu apa memberiku ini? Apakah sepicik itu penilaianmu padaku? Apakah harus seperti ini Andreas?"
"Kau berlebihan,aku hanya memberimu kartu kredit untuk kau gunakan membeli keperluanmu. Apakah itu salah?"
Nada keduanya kembali mengeras hingga semua pegawai dirumah memperhatikan mereka tetapi seperti pura-pura tidak tau.. Andreas yang menyadari itu memberi perintah langsung kepada Bi Minna..
"Bi... Tinggalkan kami berdua"
Tanpa menjawab,Bi Minna segera keluar diikuti semua pegawai rumah..
"Jika untuk menemui ibumu dan keluargamu,apakah aku harus menjadi Cinderella dulu baru kau akan puas?" Nada Selma sedikit merendah tetapi suasana tetap saja menegangkan..
"Aku tidak ingin berdebat denganmu,lakukan apa yang kusuruh,ini untuk kebaikan semua" Nada Andreas menjadi acuh yang membuat Selma kembali tersulut emosi..
"Apa kau sekarang sedang memberiku perintah?"
"Apapun itu katamu terserah,aku hanya ingin kau mengambil itu,dan belilah barang yang mewah dan elegan untuk di pakai nanti malam"
"Apakah harus kau merendahkanku sejauh ini?"
"Aku tidak ingin merendahkan siapapun? Aku hanya ingin kau lebih dihargai. Itu saja..."
"Aku..dihargai... Kaulah yang mendapatkan pujian itu bukan aku... Aku..." Belum lagi sempat Selma menyelesaikan kata-katanya Andreas sudah menyela dengan nada yang sangat tinggi...
"Selmaaa... Sadarkah kau,kau itu siapa sekarang? Apakah aku harus mengingatkanmu kembali? Kau sekarang bukanlah Selma yang hanya seorang pegawai.. kau adalah istriku.. Andreas Lu.. semua tentangmu akan menjadi contoh dan pandangan banyak orang.. Sekarang kau sudah berubah... Pakaianmu,dirimu dan juga gerakanmu akan menjadi pusat perhatian. Pahamilah ini dan tolong ikuti saja.. okee"
Selma tersadar dengan kata-kata Andreas. Iapun tidak bisa berkata banyak lagi..
Andreas pergi tanpa menyelesaikan sarapannya dan tanpa menoleh kearah Selma lagi. Keluar berjalan menuju pintu dan segera memasuki mobil yang sudah disediakan..
Selma berbalik meninggalkan meja makan segera kembali kekamarnya. Sesampainya di kamar Selma hanya berdiri di sudut kamar dan memandangi keadaan sekitar rumah. Ia memejamkan mata sambil menikmati udara pagi ini. Sebenarnya adalah ia ingin melupakan sejenak masalah yang ada antara dia dan Andreas.. Ia tidak menyangka bahwa masalah akan menjadi serumit ini.. Ini hanya antara mereka.. Belum lagi keluarganya.. Selma menghembuskan nafas sekuatnya.. Membuatnya mengeluarkan suara menderuh....