Malam itu Alea terbangun setelah menangis sepanjang hari karena Rey, sang kekasih yang tak datang ke acara pernikahan mereka. Alea berharap semuanya adalah mimpi buruk namun siapa sangka saat ia bangun dan membuka mata, itu lebih dari mimpi buruk
" Aku suamimu!" Begitu terkejutnya Alea dengan pria yang sedang duduk manis menampilkan senyum smirk yang menyebalkan untuk Alea, ia merasa kunang-kunang berputar dikepalanya
Bagaimana bisa presdir baru ditempatnya bekerja kini menjadi suaminya? Apa yang harus Alea lakukan dengan pria yang pernah menjadi cinta satu malamnya itu?
Ikuti kisahnya ➡️
Jangan tinggalkan jejak, like, rate dan vote
Salam hangat Author 🌞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria yang sama
🍃🍃🍃
Menjelang makan siang, wanita itu terbangun dari tidurnya. Rebecca menatap kesekeliling ruangan namun tak menemukan Danish, ia hanya menemukan secarik kertas diatas meja disampingnya
💬Aku pergi makan siang bersama klientku, ingat Rebecca jangan membuat masalah yang akan merugikanmu
Rebecca berdecak kesal, Danish memang tak pernah mau hubungan mereka berdua terekspos media makanya pria itu selalu mewanti-wanti Rebecca agar berhati-hati dalam mengambil sikap. Rebecca segera merapihkan pakaiannya lagi, memakai cd merahnya lagi dan bersiap-siap untuk pergi
Sambil mengambil ponsel dan kacamata hitamnya Rebecca menghubungi Alea untuk makan siang bersama seperti keinginannya
Dan akhirnya mereka janji bertemu disebuah restaurant yang tak jauh dari sana. Rebecca memesan vip room untuk makan siangnya bersama Alea. Wanita itu melambaikan tangannya dengan semangat ketika Alea sampai didepan pintu
" Ternyata wanita ini cantik juga." Gumam Rebecca dalam hati dan bibir yang tersenyum pada Alea
" Silahkan duduk!" perintahnya
Alea hanya mengangguk
" Alea, kau mau makan apa?"
" Samakan saja."
" Tidak, jangan. Kau akan terkejut dengan porsi makanku." Alea tersenyum, ia pikir seorang artis memanglah harus menjaga tubuh dan penampilannya
" Kalau begitu, pasta carbonara saja."
" Carbonara satu dan mushroom salad satu." ucap Rebecca pada pelayan disana
" Alea, kau sudah lama bekerja disana?"
" Cukup lama, sekitar dua tahun." Saut Alea lalu tatapannya tak sengaja tertuju pada leher Rebecca yang dinodai dua titik kecil berwarna merah ungu
" Kenapa?" tanya Rebecca
" Ah tidak." Alea langsung menunduk malu dan Rebecca menyadari itu
" Kenapa Alea? kau tidak pernah melakukannya?"
Alea menggeleng pelan dengan bibir terkatup rapat
" Sungguh? sedewasa ini kau tidak pernah melakukannya?"
" Dulu, saat aku masih muda. Sekarang belum lagi." Saut Alea tampak malu-malu
" Aku pikir kau belum pernah melakukannya." Saut Rebecca dengan tawa kecilnya
" Aku memiliki pacar yang sangat tampan Alea, makanya aku rela melakukan apapun untuknya." ucap Rebecca tanpa mengatakan bahwa pacarnya adalah Danish, seperti pesan pria itu ia harus hati-hati
Alea hanya diam mendengarkan
"Cinta membuat seseorang menjadi bodoh dan selalu menangis." Rebecca tersenyum dengan Alea yang setia menjadi pendengarnya
" Pacarku sangat berbeda dengan pria lain, dia tidak pernah mengajakku pergi berkencan. Dia kasar, tidak romantis dan sering sekali marah. Ketahuilah Alea kencan kami hanya sebatas diranjang."
" Lalu, kenapa kau masih bertahan. Kau cantik, baik, memiliki karir yang bagus. Kenapa tidak mencari seseorang yang bisa membuatmu bahagia?"
" Lalu apa kau bahagia bersama pria itu?"
" Pria?" tanya Alea balik
" Pria yang membuatmu menangis." Alea tersenyum kecut lalu menggelengkan kepalanya
" Aku tidak mau membahasnya!"
" Baiklah." Saut Rebecca
" Alea, kau tahu. Sejak aku tinggal disini aku tidak pernah merasa cocok berteman dengan siapapun. Kebanyakan dari mereka menginginkan kepopularitasan saat bersamaku. Tapi yang kulihat kau berbeda."
" Kau bahkan belum mengenalku!"
." Aku tahu kau berbeda, jika kau sama seperti mereka, kau sudah mengundang banyak wartawan saat ini juga."
Alea bahkan tak mengerti, ia jarang menonton televisi bahkan main media sosial, sejujurnya Alea tak mengenali Rebecca sebagai artis jika wanita itu tak mengakui dirinya pada Alea
Keduanya berhenti bicara sesaat ketika pelayan membawa pesanan mereka. Sambil makan keduanya saling mengenal diri masing-masing, Rebecca menceritakan sepak terjangnya didunia modeling dengan dunia percintaannya bersama Danish tanpa memberitahu identitas sang pacar
" Sebenarnya aku sudah menikah."
" Menikah?" Rebecca tampak terkejut
" Ya, sebulan lalu aku sudah menikah."
" Jadi kau menangis hari itu-"
Alea mengangguk
" Dia bekerja?"
" Ya, kami satu perusahaan." saut Alea dengan senyum, ia jadi mengingat Danish yang tadi pagi menccumbuinya
" Aku tidak mengerti Alea, kau sudah menikah-"
" Ceritanya sangat panjang, aku akan menceritakannya lain kali." Rebecca tersenyum menatapi Alea, wanita didepannya ini terlihat sederhana dan tak banyak neko-neko
" Jadi kau bersedia berteman denganku?" tanya Rebecca
" Kenapa tidak!" Keduanya tertawa senang tanpa tahu pria yang terus mereka ceritakan adalah pria yang sama
Satu jam Alea menemani wanita itu makan siang. Kini keduanya berpisah dipersimpangan jalan. Alea kembali ke perusahaan sementara Rebecca dijemput asisten pribadinya disebrang jalan
Sambil bersenandung kecil Alea berjalan melalui tangga darurat agar perutnya tak membuncit setelah makan-makanan yang sedikit berlemak juga kaya akan karbohidrat. Lantai demi lantai Alea pijaki yang mana membuat tubuhnya sedikit berkeringat
Tepat akan membuka pintu menuju lantai dimana ia akan bekerja, Alea dikejutkan dengan sebuah tangan yang menarik pinggang rampingnya. Alea memekik pelan, pelakunya tak lain adalah sang suami
" Darimana saja? aku mencarimu?" Tanyanya dengan tangannya yang bebas mengurung Alea
" Makan siang." Jawab Alea gugup, tatapan kedua mata itu begitu intens menatapnya
" Dimana? aku tidak melihatmu?"
" Di Resto and Park." Danish kian mendekat mengikis jarak, nafas mintnya sampai tercium dimulut Alea
" Bersama siapa?"
" Seorang teman."
" Pria?"
" Wanita." Saut Alea cepat dan mengalihkan pandangannya, ia tak kuasa ditatap seperti itu oleh Danish
Hening
Danish tak mengatakan sepatah katapun, ia hanya menatap Alea, ia merasa senang mengerjai wanita itu, lihatlah Alea jadi salah tingkah, kepalanya tak diam bergerak kekanan dan kiri
Danish mengulurkan jemari mengusap pelipis Alea yang direnungi keringat membuat tatapan Alea beralih padanya. Tatapan keduanya bertemu lagi
" Beri aku nomer ponselmu."
" Aku tidak mengingatnya, nanti saja." Saut Alea terbata, Danish tersenyum karena itu
" Apa yang membuatmu gugup hmm?" Tanya Danish, jemarinya turun kebawah pada dagu Alea, mencubitnya pelan. Danish mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya pada Alea membuat kedua mata itu langsung tertutup rapat
" Aku belum melakukan apapun Alea." Bisik Danish ditelinga Alea. Alea sungguh malu saat ini, perlahan ia membuka kedua matanya
Cuuup
Bibir Danish mendarat sempurna dibibir Alea hingga tubuh itu menegang. Bibir Danish tersenyum dengan tatapan lurus memandangi wajah Alea dari dekat
" Pak aku-" Alea malu, bibir mereka hanya berjarak beberapa centi saja bahkan hidung mereka saling bersentuhan
" Aku sudah terlam-" Danish membungkam bibir itu hingga ucapan Alea terhenti. Tangannya kian merekat merengkuh pinggang ramping Alea. Tangan yang lain menangkup pipi kanan Alea. Ia mencium bibir merah chery itu dengan gerakan lembut, menghanyutkan Alea. Wanita itu berhenti meronta, tubuhnya melemah seperti es batu yang mencair bila dipanasi
Kepala Danish mulai tak diam, memiring kekanan dan kiri. Bibirnya ganas melahap bibir Alea, wanita itu hanya bisa berpegangan pada kemeja putih Danish, mencengkramnya kuat. Alea bisa merasakan dada yang kokoh dibalik kemeja itu
Bibir Alea terasa kebas, sudah terlalu lama Danish tak kunjung melepaskan ciumannya. Stok oksigen diparu Alea pun terasa menipis
" Uhhhmm." Alea melenguh dalam ciuman itu ketika jemari Danish yang dipipi itu turun ke dada, merremassnya begitu kuat
Tiba-tiba kedua mata Alea membulat. Kedua telinganya mendengar suara langkah sepatu menaiki tangga dan mencoba mendekat padanya dan Danish. Alea mendorong Danish dengan sekuat tenaganya
" Ada orang." Ucapnya tersengal-sengal. Danish yang menyadari itu segera menarik Alea ketempat tersembunyi yang tidak bisa dijangkau orang. Setibanya disana Danish kembali melancarkan aksinya, ia merengkuh pinggang itu lagi dan melanjutkan permainan bibirnya pada bibir Alea hingga kedua bibir yang terus beradu itu mengeluarkan suara decapan mesum yang kencang
Hampir lima menit bibir keduanya saling bertaut. Dengan nafas saling terengah keduanya saling menatap ditempat yang gelap, Alea hanya bisa melihat sorot mata Danish yang tajam, menerkam ingin memangsanya. Alea meneguk ludahnya kasar ketika kedua jemari besar itu meraba-raba bagian dada Alea. Selanjutnya membuka kancing kemeja Alea satu persatu
" Uuhhmm." Alea mencoba menahan suara ketika bibir itu mendarat di belahan dadanya yang menyembul, Alea bisa merasakan benda hangat dan kenyal itu, menghisap kulitnya
" Apa kita akan melakukannya disini?" Tanya Alea membuat Danish yang sedang asyik-asyiknya itu mengangkat wajah
" Tidak Alea, siang ini aku masih banyak pekerjaan." Saut Danish parau lalu membenamkan lagi wajahnya didada Alea, wanita itu menggigit bibir bawahnya dengan kencang, tubuhnya terasa dialiri listrik sejuta volt jika Danish terus menerus menghisap buah dadanya
Cup
Terakhir pria itu memberi kecupan lembutnya disana hingga mengeluarkan suara. Meskipun tak melihat hasil karyanya namun Danish merasa bangga siang ini
" Selamat bekerja sayang." Bisik Danish lalu meninggalkan Alea yang masih terpaku dengan panggilan manis pria itu padanya
-
-
bener2 lho. nasib perempuan dibuat rendah banget di novel. hanya dijadikan istri yg tersakiti. capedeee
terinspirasi ikan terbang banget blm lagi penuh dgn pelakor. seakan masalah rumahtangga selalu peremuan terobsesi.
Aku mampir
Salam kenal 💐❤️