NovelToon NovelToon
Mantan Jadi Mertua

Mantan Jadi Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Balas Dendam / Mafia / Menantu Pria/matrilokal / Dosen
Popularitas:361.7k
Nilai: 5
Nama Author: IPAK MUNTHE

Terima kasih mantan sudah melahirkan jodoh ku.

Geli-geli sedap, rasa asam, asin, pahit jadi satu.

Apa jadinya jika kamu jatuh hati pada mantan kekasih Mama mu?

"Ingat Vano kau sudah pernah merebut miliki, dan kali ini aku bukan merebut milik mu. Tetapi aku meminta anak mu, wanita yang aku cintai sebagai pendamping hidup ku!" Papar Firman.

Zie terperangah ketika mendengar kenyataan besar.

"Firman mantan kekasih Bunda?"


Bertahan sulit, di tinggalkan pun sakit, kenapa harus mencintai mantan kekasih wanita yang melahirkan nya?

Dan bahkan hubungan nya sudah sampai di atas ranjang.

"Tinggalkan dia Zie!" Titah sang Ayah.

"Anak mu sedang mengandung anak ku!" Tandas Firman.

Degh!

Akankah Zie dan Firman bersatu dalam ikatan pernikahan dan mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.

Lantas bagaimana dengan janji yang pernah Ziva ucapkan saat berpisah dari Firman beberapa tahun lalu?

Akankah Firman menangih janji itu.

Catatan : Yang anti 21+ tolong minggir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Rian tidak ingin lagi menjadi obat nyamuk bakar yang kepanasan karena, gila melihat dua orang yang kadang berdebat, kadang berkelahi, kadang seperti kucing dan anjing hingga ia lebih memilih keluar diam-diam.

"Apanya yang mesum? Kau semakin ke sini semakin kurang ajar!"

Zie bangun dari duduknya dan melompati meja Firman, ia berdiri di hadapan Firman dengan amarah.

"Pak Zie udah enggak tahan, serius!" Zie mengeratkan giginya ingin mencekik leher Firman.

"Enggak tahan apa nya?" Tanya Firman di iringi tawa kecil.

Zie kembali menarik dasi Firman hingga tercekik.

"Kemarin Bapak melecehkan Zie, terus sorenya Bapak bilang masukin-masukin, dan sekarang-"

Belum selesai Zie meluapkan kemarahannya Firman cepat-cepat bertanya, memotong perkataan Zie dengan cepat

"Masukin?"

"Bapak ngomong, kalau begitu nanti saya masukin!" Zie menirukan gaya bicara Firman.

"O, kamu mau di masuki?" Tanya Firman dengan senyum penuh kemenangan.

"Dasar gila!" Zie semakin mencekik Firman.

Firman merasa tercekik karena, Zie dan membuat nya sedikit sulit bernapas.

Sebenarnya tidak sulit untuk melepaskan diri tapi, Firman lebih memilih diam seakan tidak berdaya melawan kekuatan Zie yang tidak seberapa itu

Lihat saja sekarang Zie merasa bangga karena sudah berhasil membuat Firman tercekik.

"Lepas dulu!" pinta Firman.

"Enggak!" Tolak Zie dengan tegas.

"Aku tidak bisa bernapas!"

"Biarkan saja! Biar cepat mati!"

Tangan Firman menarik Zie hingga duduk melingkar di pangkuan nya.

Zie berusaha turun tapi Firman menahan pinggangnya, hingga Zie terus bergerak dan membuat kembaran Firman bangun dari tidurnya.

"Lepas!!!" Seru Zie.

Zie tidak lagi mencekik Firman dengan dasinya berharap dengan begitu Firman akan melepaskan diri nya.

Tapi sayang, harapan Zie hanya angan-angan belaka Firman malah semakin mengeratkan tangannya yang melingkar di pinggang Zie.

"Pak lepasin Zie!"

"Sedikit saja!" Firman dengan cepat menarik tengkuk Zie dan melahap bibir manis bocah ingusan yang mampu membuat nya panas dingin.

"Pak Firman, gila, lepas!" Seru Zie sambil terus bergerak.

"Sial, kau tidak akan lepas lagi jika sudah masuk kedalam hidup ku," gumam Firman dan kembali melahap bibir manis Zie.

Semakin Zie bergerak semakin menantang dirinya, semakin terasa gejolak aneh yang menuntut.

"Ingat kita punya perjanjian?!" kata Firman setelah melepas pagutan nya.

"Iya, tapi Zie mau turun!"

"Tidak bisa sayang, kau tetap di sini," bisik Firman di telinga Zie.

"Dasar gila, ini udah dua kali ya Bapak begini, ini udah kriminal!" Tegas Zie.

Firman tidak perduli ia hanya semakin memeluk Zie dengan erat, menekan wajahnya pada dua gundukan kembar milik Zie dengan erat.

Sampai akhirnya pada puncaknya, Firman mulai merenggangkan tangannya dan Zie mengambil kesempatan untuk turun dari atas pangkuan Firman.

"Dasar aneh, maksa banget mangku anak orang!" Omel Zie.

Tanpa sengaja mata Zie menatap celana Firman yang basah.

"Ahahahhaha, Bapak ngompol ya!" Tebak Zie sambil tertawa menggelegar.

Firman bangun dari duduknya lalu mengetuk kepala Zie setelah itu segera masuk ke dalam ruang pribadi nya.

"Sakit! Bujang lapuk sialan!" Pekik Zie.

Selang beberapa menit kemudian pintu terbuka Zie melihat Oma Aurora yang masuk.

"O, ada Zie," Oma Aurora tersenyum saat melihat calon cucu menantunya ada di ruangan Firman.

Zie membalas senyuman Aurora dan mencium punggung tangan nya.

"Firman di mana?"

Mata Aurora tidak melihat keberadaan cucu kesayangan nya, sehingga menimbulkan tanda tanya.

"Barusan masuk ke situ Oma, Zie juga enggak tahu sih itu apa," Zie menunjukkan arah Firman barusan, ada pintu saat sebuah buku di geser oleh Firman pada rak buku di dekat meja kerja Firman.

"O," Aurora mengangguk mengerti, "itu tempat istirahat, semacam kamar pribadi, kamu tidak pernah masuk ke sana?"

Tanya Aurora penasaran mengenai sejauh apa hubungan antara Zie dan cucunya.

"Enggak Oma."

Aurora menyimpulkan jika Firman dan Zie belum pernah melakukan hal melewati batas.

"Terus kenapa dia masuk?"

"Pak Firman abis ngompol Oma," jawab Zie dengan polosnya.

Bertepatan dengan itu Firman kembali dengan setelah pakaian bersih, mengganti pakaiannya nya barusan.

"Ngompol?" Aurora bingung dan seketika menatap Firman dengan penuh tanya.

Firman tahu pasti ada yang tidak beres, ia yakin pasti Zie sudah mengatakan hal aneh sehingga Aurora menatapnya begitu aneh.

"Firman, apa betul barusan kamu ngompol?"

Akhirnya rasa penasaran Firman terjawab sudah, tapi kini malah berganti menjadi rasa malu dan was-was.

"Iya, barusan Pak Firman ngompol, makanya dia ganti pakaian," jelas Zie lagi dengan polosnya.

Firman mengusap wajahnya, terkadang kepolosan Zie bisa membuat kemenangan untuk dirinya.

Tapi terkadang juga bisa membunuhnya dengan secara tidak langsung.

"Oma enggak percaya?" Zie tidak ingin di anggap berbohong, melihat Aurora diam seketika membuatnya bingung.

"Firman?"

Firman hanya diam tanpa bisa menjawab.

"Kapan kalian akan menikah? Oma rasa semakin kesini semakin tidak beres! Usia mu sudah matang, kau pun sudah mapan, Oma tidak mau tahu dalam waktu dekat ini kalian harus menikah!" Tegas Aurora tanpa ingin dibantah.

Zie ternganga dengan kedua tangannya yang membekap mulutnya, tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aurora.

Menikah?

Zie belum berpikir untuk menikah, kalaupun menikah tidak dengan Firman.

"Zie, berikan alamat kedua orang tua mu, Oma akan menemu mereka dengan segera."

Oh Tidak.

Zie meneguk saliva dengan berat, bahkan air liurnya sendiri saat ini terasa pahit.

"Oma, Zie akan menikah tapi enggak sekarang, Zie harus lulus kuliah dulu," Zie mulai mencari alasan yang tepat, takut jika malah Aurora akan menikahkan dirinya dengan Firman.

"Kuliah tetap di lanjut meski kamu dan Firman menikah dalam waktu dekat, bahkan semua biaya kuliah pun akan ditanggung oleh Firman, mungkin kamu mau lanjut kuliah S2 atau S3 tidak ada masalah, Firman mampu membiayai nya."

Sial.

Masalahnya saat ini bukan kuliah tetapi, Zie tidak mencintai Firman sedikit pun.

Lantas bagaimana cara menjelaskan nya pada Aurora.

"Firman, secepat mungkin kamu harus melamar Zie, yang gentle jadi laki-laki, temui orang tuanya dulu, jabat tangan Ayahnya baru di unboxing!"

Aurora menyindir Firman, tentu saja ia tahu mengenai Firman yang mengompol barusan di katakan oleh Zie.

"Oma," Zie tidak tahu lagi harus beralasan apa seakan semua jalan sudah buntu.

"Oma tidak usah mikir aneh-aneh!"

"Alah, kamu pikir Oma polos?! Ingat, nikahi dulu baru di icip-icip ya! Hargai kedua orang tuanya!" Setelah mengatakan itu Aurora langsung pergi.

"Pak?" Zie menatap Firman dengan bingung.

'Mungkin jika orang tua Zie bukan Zivanya dan Vano semua akan lebih mudah, tapi ini tidak segampang itu Oma,' batin Firman.

Otaknya tengah berpikir agar kedua orang tua Zie memberikan restu, meskipun akan cukup sulit bahkan Firman sendiri pun tidak yakin.

"Pak, Zie enggak mau jadi istri Bapak!!" Seru Zie.

'Aku tidak meminta persaetujuan mu, yang aku tahu kau harus jadi milik ku,' batin Firman dengan wajah datar menatap Zie.

1
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
hellooooo
Triya Abdullah
sudah baca 2x..masih belum up thor. niat bikin cerita gk sie thor
ririnyulistiana
waahhh.... bener2 digantung nih,, sama kak author. kpan nih dilanjutnya 🤔🤔🤔
Fitriyanti Siregar
Luar biasa
Yantisejati
paling belum di apa2in,itu modusnya pak firman
Yantisejati
aduh zie,pak firman panas dingin lho
Yantisejati
zie2 bar2 🤣🤣🤣
Ntwr Tania
kok ndak ada lanjutannya y thor crita ini
Wati Frindiyadi
ngegantungggg.....semoga author di kasih sehat dan inspirasi buat lanjutin novel ini
Wati Frindiyadi
ceritanya tamat apa belom ya ini ??
Yani
Ngak ada kelanjutannya
Lavender twins
ya ampun thor
cerita nya seru banget
tp koq gag ada kelanjutannnya ya???
tolong la thor lanjut lagi cerita nya
pleeaseee 🙏🙏🙏
aq memohon ya thor....
penasaran banget soalnya
gmn zie selanjutnya dan gmn alma juga 😭😭😭😭
Lavender twins
mana oma" gesreknya
dan mana aran dan arman
Alya Yuni
Ak bls bca suka membuli orng aku pling bnci cukp ya tdi ingat gk pembulian e taunya ada
Liana Hermawan
ini blm di update lagi ya,kapan di update nya
Tiar 185
ini ko ga ad lnjutan nya sih udh lama bgt ak tunggu tunggu dlnjut nya
ig : linakrl2802
iniii kelanjutan nya dimana ya Thor
violet
menurutku lebih kasian zie, dia nggak tau apa-apa, Krn cinta sepihak dr firman jadi terjebak, membuat kecewa keluarga bahkan hrs menikah dgn orang yg tdk dicintainya.
Tha Ardiansyah
hello thorr.... kemana kah dirimu
Titik Subekti
lama banget up nya thor
kangen lanjutanya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!