Jangan lupa follow akun dedek, kalian bakal nemuin visual di sana🤗🤗
- Instagram @Tantye005
Dia adalah Avegas. Geng motor yang terdiri 200 anggota dipimpin 6 pria tampan penuh tanggung jawab. Menjadi raja jalanan membuatnya mempunyai banyak musuh.
Persahabatan indah mereka harus di uji karena kehadiran satu perempuan yang tidak sengaja masuk ke kehidupan mereka.
Konflik antara ketua dan wakil, mulai terjadi sebab mencintai orang yang sama, membuat musuh mempunyai peluang untuk menyerang dan mengalahkan mereka.
Apakah Avegas akan hancur karena cinta? Ataukah salah satu dari mereka akan mengalah demi keutuhan persahabatan?
Simak kisahnya hanya di sini👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25
Udara dingin kian menusuk kulit, walau gerimis sudah berhenti beberapa menit yang lalu. Azka mengulum senyum mendengar sesuatu dari perut Salsa, membanting setir kemudi kemudian menepi di depan rumah makan pinggir jalan.
"Gue lapar," ujar Azka melepas seat belt.
Sebenarnya Azka tidak lapar, namun mendengar suara memalukan dari perut Salsa, membuatnya berinisiatif singgah di rumah makan. Ia tahu gadis di sampingnya gensi.
"Nggak mau makan dulu?" tawar Azka kala melihat Salsa bergemin di tempanya.
"Boleh," jawab Salsa. Kebetulan ia sangat lapar belum makan sepulang sekolah, untung Azka lapar jadi ia tidak perlu menahan lapar sampai rumah.
Setelah memesan makanan, Azka ikut duduk berhadapan dengan Salsa. Mereka sengaja memilih tempat yang sedikit jauh dari pengujung lain.
"Nggak papa kan makan di pinggir jalan?"
Takutnya Salsa tidak terbiasa makan di pingir jalan seperti ini, melihat Salsa berasal dari keluarga berada.
"Emang kenapa?" Bukannya menjawab Salsa malah melontarkan pertanyaan.
"Takutnya nggak biasa."
"Gue biasa makan di pinggir jalan seperti ini, selain bisa menghemat uang, juga membantu keuangan para pedagan kaki lima," jawab Salsa.
Ternyata selain cantik gadis di hadapanya juga baik hati, beruntung sakali cowok yang akan mendapatkan hati Salsa.
Selang beberapa menit pesanan mereka datang. Baso, itulah menu makanan mereka. Makan baso malam-malam seperti ini sangatlah nikmat, di tambah udara dingin di luar sana sangat mendukung.
Azka mengantar Salsa pulang setelah mereka makan. Makan malam pertama Azka dengan seorang gadis salain Alana. Ia tidak mengantar Salsa sampai di depan rumah, ia hanya mengantar hingga depan gerbang.
"Makasih Azka," ujar Salsa sembari
melepas seat belt nya, lalu melepas jaket kebanggan Avegas yang masih melekat pada tubuhnya.
"Makasih juga jaketnya." Salsa menyerahkan jaket hitam tersebut.
"Hm."
Azka memandangi pungung Salsa yang kini menghilang di balik pintu, sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Ada apa dengan dirinya, ia begitu khawatir pada gadis berambut sebahu tersebut. Merasa sangat peduli, padahal Salsa hanya kliennya, cukup menjaga keselamatan gadis tersebut tanpa harus memastikannya sudah makan atau belum, sudah cukup memenuhi tugasnya sebagai pengawal bayangan.
Tapi Azka mengingikan lebih dari itu, Azka ingin lebih dekat dengan Salsa, ada persaan nyaman dalam diri ketua Avegas saat berdekatan dengan Salsa.
Di dalam kamar berlatar biru kucing berkumis dengan kantong ajaib tersebut. Seorang gadis melemparkan tubuhnya ke atas ranjang empuk berbulu lembut setelah membersihkan diri dan meminum obatnya. Malam ini ia akan sendiri lagi di rumah, Mama nya belum pulang dari rumah sakit, karena ada keadaan darurat.
Aroma tubuh Azka masih menguar di indera penciumannya, padahal jaket cowok itu sudah ia kembalikan. Ada rasa nyaman yang ia rasakan saat bersama Azka. Mengingat bahwa Azka yang mengantarnya pulang, ia bangun dari tidurnya lalu berjalan ke arah balkon, memastikan apakah cowok itu sudah pergi atau belum.
Salsa kembali masuk kedalam kamarnya lalu meraih benda pipih di atas meja lalu mengirimkan pesan pada seseorang.
Azka Katua Avegas: Kenapa belum pulang? di luar dingin.
Salsa Terget Utama: Belum tidur?
Read
Azka ketua Avegas is calling...
Salsa tak menjawab panggilan Azka dan malah memperhatikan mobil sport merah yang masih setia terparkir di depan rumahnya, padahal hujan mulai deras. Ia tidak ingin Azka sakit karena dirinya,
bagaimanapun cowok itu sudah baik padanya walau dengan cara memaksa.
Azka Ketua Avegas: Angkat!
Azka Ketua Avegas is calling...
Salsa menghembuskan nafas panjang sebelum menjawa panggilan dari Azka.
"Pulang Azka!" perintah Salsa.
"Lo khawatir sama gue?"
"Nggak, gue nggak suka aja, ada mobil parkir di depan rumah gue, ntar Mama gue pulang nggak bisa masuk." Bohong Salsa padahal ia khawatir Azka sakit.
"Besok berangkat bareng gue!" Itu bukan permintaan tapi terdengar seperti perintah
di telinga Salsa.
"Gue bisa berangkat sendiri." Tolak Salsa.
"Baiklah, gue bakal di sini sampai lo mau berangkat bareng, besok."
"Iya."
"Iya apa?"
"Gue berangkat sama lo besok."
"Tidur!"
"Pulang dulu!"
"Gue bakal pulang setelah lampu kamar lo mati!"
Walau matanya belum bisa terpejam,
Salsa terpaksa mematikan lampu kamarnya, lalu mengintip keluar dan ternyata Azka benar-benar pergi setelah ia mematikan lampu kamarnya.
...****************...
Jangan lupa like, komen dan vote. Mampir juga di cerita baru dedek "Kukira Cupu ternyata Suhu"
makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyamu/Good//Heart//Rose/