NovelToon NovelToon
Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Fantasi
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: DaoisttjmlCe

Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.

Dengan semakin berkembangnya tenaga uap dan mesin, siapa yang bisa mendekati sosok Master Q? Terselubung dalam kabut dan kegelapan, siapa atau apa kejahatan yang mengintai dan berbisik di telinga kita?

Terbangun dengan serangkaian kebingungan dan misteri, Bagas Pratama mendapati dirinya bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu di dunia yang dipenuhi oleh lautan dan dikuasai oleh mesin uap, bajak laut, meriam, serta Ramuan, Q, dan Anomali.

Ikuti kisah Rostav Zertu dalam menghadapi bahaya dan misteri yang mengincarnya, saat terlibat dengan organisasi-organisasi rahasia yang ada di dunia.

Ini adalah kisah dari "Kapten Mawar Hitam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 - Mengolah Hasil Tangkapan

Rostav menjatuhkan alat pancingnya saat dia melihat bentuk dari ikan itu. Dia terdiam menatap ikan itu selama beberapa saat sebelum akhirnya tubuhnya bergetar tanpa sadar, dan ingin memuntahkan isi perutnya. Perutnya terasa mual melihat bentuk dari ikan itu.

Ikan itu memang memiliki ukuran besar, hanya saja bentuknya membuat siapa pun yang melihatnya menjadi tidak berselera. Wajahnya mirip seperti manusia dengan bagian bibir yang sangat besar, mata melotot dengan pupil besar berwarna hitam, dan juga memiliki sebuah telinga di setiap sisinya, tepat berada di atas insang.

Ikan itu meliuk-liuk seperti cacing yang disiram air garam dan melompat-lompat seperti kelinci yang sedang kabur setelah mencuri sayuran. Setiap melompat, ikan itu mengeluarkan lendir berwarna merah, tenang saja itu bukan darah, hanya saja lendir itu semakin membuat Rostav ingin memuntahkan seluruh isi perutnya.

"Ini... ini jelas-jelas bukan ikan, tapi monster. Walaupun di Bumi ada ikan yang berwajah manusia, tapi ikan ini... sial, wajahnya sangat jelek dan menjijikkan. Aku menjadi kasihan dengannya karena terlahir dengan wajah sejelek ini," tubuhnya bergetar sekali lagi lalu kemudian menyelipkan alat pancing di bawah meriam. Walaupun bentuknya aneh dan menjijikkan, tapi Rostav belum ingin membuangnya, dia ingin mencari informasi terlebih dahulu tentang ikan itu. "Aku harus mencari informasi tentang ikan ini di buku itu, kurasa aku pernah melihatnya."

Rostav segera berlari menuruni tangga dan menuju ke kamarnya. Di dalam, dia menuju sebuah lemari dan memutar bagian tengah gir besar di bagian depan itu, ketika dia memutarnya, gir-gir kecil di bagian samping juga ikut berputar dan hal itu membuat gir besar terbelah menjadi dua, memungkinkan Rostav untuk membuka pintu lemari dengan cara menggesernya.

Kemarin dia membukanya karena penasaran.

Dia mengamati isi dalam lemari yang hanya berisi tumpukan pakaian dan sepatu, lalu dia beralih ke bagian atas, dan mengambil sebuah buku dengan sampul berwarna coklat polos.

Dia meniup sampul buku itu dan menepuknya, membuat debu-debu berterbangan. Setelah menutup lemari, Rostav berjalan ke kursi dan duduk dengan nyaman. Dia meletakkan buku itu di atas meja dan membukanya.

'Buku ini berisi informasi tentang hewan-hewan, buah, dan tanaman. Entah siapa yang membuatnya, tapi aku sangat berterima kasih,' Rostav masih tetap fokus membalikkan halaman untuk mencari informasi tentang ikan yang baru saja dia dapatkan. Untung saja buku ini memiliki sebuah gambar, hal itu memudahkan Rostav untuk mencarinya.

Setelah beberapa menit mencari, dia akhirnya menemukan makhluk yang dimaksud, dan mulai membaca informasi yang tertulis di bawah gambar. "Ikan Berwajah Iblis. Hanya bisa ditemukan di Laut Mayat. Makanan utamanya adalah ikan sirip gelap. Ikan ini tidak memiliki racun dan dapat dimakan jika diolah dengan benar, dengan daging yang lembut dan rasa asin alami. Hanya saja dagingnya memiliki bau busuk yang sulit dihilangkan. Walaupun bagian dagingnya tidak beracun, tapi organ dalamnya kebanyakan tidak boleh dimakan karena dapat menyebabkan diare. Bagian kepalanya dapat dimakan, hanya saja memiliki daging yang sangat sedikit, dan kebanyakan hanya berupa tulang.

"Daging ikan berwajah iblis dapat bertahan selama seminggu, dan jika dikeringkan atau diasapi, mampu bertahan hingga dua bulan lamanya jika disimpan di suhu ruang."

Membaca informasi itu membuat Rostav mendapatkan ilmu baru. "Ternyata, ikan dengan wajah semenjijikkan itu dapat dimakan. Tidak kusangka pepatah, 'Jangan menilai buku dari sampulnya' dapat digunakan di dunia ini. Sungguh, jika seseorang sepertiku pertama kali menemukan ikan aneh seperti itu, siapa yang akan berpikir ikan itu aman untuk dimakan? Siapa sangka ikan berwajah iblis itu dapat dimakan. Sungguh tangkapan yang bagus. Aku tidak tahu bagaimana cara mengolahnya dengan benar, tapi aku sudah muak memakan roti keras. Aku akan mencoba untuk mengolahnya menjadi makanan yang layak," Rostav menutup buku itu dengan cukup keras hingga suaranya bergema di dalam ruangan.

Dia pergi ke dek kapal setelah meletakkan buku itu di meja. Di dek kapal, dia merasa lega karena ikan itu tidak menghilang, hanya saja dia masih memberontak.

"Jika aku tidak menyelipkan alat pancing ke bawah meriam, ikan ini pasti sudah hilang bersama dengan alat pancingku," Rostav berjalan hati-hati untuk mengambil alat pancingnya, dan dia menyeret ikan itu menuju bawah dengan cukup kesusahan karena berat dari ikan itu lumayan menguras tenaga, ditambah dengan ikan itu yang semakin memberontak, membuat Rostav semakin kesulitan untuk membawanya ke dapur.

Setelah mengerahkan cukup banyak usaha dan tenaga, dia akhirnya dapat membawa ikan itu ke dapur. Dia mengusap keringat di dahinya yang bercucuran, lalu mendekati ikan berwajah iblis yang kini sudah terlihat lemas. Mungkin dia tidak bisa bertahan lama di daratan. Hal itu malah menguntungkan Rostav, dengan ikan ini yang sudah tidak memberontak, dia bisa melepaskan kail pancing di dalam mulutnya dengan mudah.

Dia meletakkan alat pancing di sudut ruangan, memandanginya sejenak karena merasa kagum dengan kekuatan alat pancing dan benang itu, karena tidak rusak setelah dia menyeret ikan besar ini.

Dia kemudian mengambil pedang dari sarungnya yang dia ikatkan di pinggang, dia menemukannya terpajang di dinding kamarnya, letaknya bisa dibilang berada di bagian bawah pedang yang dia bawa saat ini. Hanya saja dia tidak terlalu memperhatikannya karena bentuk sarung pedangnya bisa dibilang biasa-biasa saja.

Dia mendekati ikan itu, mengangkat pedang dengan kedua tangan, dan mengayunkan ke bawah dengan kekuatan dan kecepatan tinggi, hal itu membuat kepala ikan itu langsung terpisah dari tubuhnya. Darah berwarna merah gelap segera menyembur keluar dan membasahi pakaian Rostav, sebelum akhirnya darah itu menggenang di lantai.

Rostav awalnya merasa sedikit jijik, tapi ini adalah usaha untuk mendapatkan makanan yang lebih baik. Tidak ada sesuatu yang instan di dunia ini, bahkan di Bumi produk dengan kata "instan", harus melalui beberapa tahapan agar dapat digunakan. Ini mengingatkan bahwa hukum alam semesta tak kenal instan. Embun tak jatuh sebelum malam sempurna, padi tak menguning tanpa musim berganti. Itu menunjukkan bahwa tidak peduli di dunia mana, seseorang harus berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, tidak ada yang benar-benar instan di dunia ini.

Rostav kemudian melanjutkan dengan membelah perutnya, karena ikan ini tidak memiliki sisik, dia tidak perlu repot-repot untuk membersihkannya. Setelah perutnya terbelah, beberapa organ dalam langsung menyembur keluar, seperti usus, lambung, hati, dan limpa. Dia mengambilnya menggunakan tangan dan membuangnya di tempat sampah yang ukurannya bisa dibilang cukup besar. Setelah membersihkan semua bagian dalam dan membuang organ dalamnya, Rostav melanjutkan dengan memotong-motong daging ikan itu menjadi beberapa bagian agar nanti lebih mudah saat diolah, tidak lupa memisahkannya dengan tulang ikan itu.

Setelah semua daging terpotong dengan ukuran yang pas, dia mencuci semuanya di wastafel di samping meja hingga benar-benar bersih, dan meletakkan semuanya di atas meja.

Dia kemudian menyalakan sebuah kompor yang menggunakan sistem pemanas uap untuk menghasilkan api, dengan cara memutar dua gir di bagian depan kompor.

Tapi, Rostav tidak menyalakannya hingga mengeluarkan api, dia menghentikannya saat uap panas menyembur keluar dari dalam kompor, uap panas itu segera memasuki sebuah corong kuningan, mengeluarkan asapnya ke luar. Juga, kompor itu memiliki beberapa tusuk besi di bagian ujungnya.

"Aku tidak ingin daging ikan ini cepat membusuk, aku akan mengasapinya sampai benar-benar kering. Dengan itu aku tidak perlu memancing terlalu sering," Rostav menusuk daging ikan itu dengan cukup mudah ke tongkat besi, dan setelah semua dagingnya habis, dia mengangkat pengait yang terhubung langsung dengan kompor, menguncinya, dan meletakkan tongkat besi di pengait itu.

"Dengan stok daging sebanyak ini, mungkin aku akan kenyang makan daging selama lima hingga tujuh hari," memikirkan bagaimana dia menikmati daging ikan ini membuat Rostav semangat. Dia memandangi daging ikan yang sedang diasapi itu, dan dia tahu itu akan memerlukan waktu yang cukup lama, jadi dia memutuskan untuk membersihkan dapur.

Dia mengangkat potongan kepala ke tepi dan mengumpulkan tulang sisa, lalu membuangnya ke tempat sampah. Dilanjutkan dengan membuang potongan kepala ikan ke tempat sampah. Dia mengangkat tempat sampah itu hingga ke dek, lalu membuangnya ke laut, dan kembali ke dapur untuk meletakkan tempat sampah.

"Aku menggunakan pengasapan panas dengan suhu sekitar tujuh puluh sampai seratus derajat, mungkin memerlukan waktu hingga empat jam hingga dagingnya matang," Rostav bergumam saat dia memandangi daging ikan itu. Alasan dia menggunakan pengasapan panas adalah agar dia bisa langsung memakannya tanpa harus memasaknya lebih dulu. Karena jujur saja, Rostav bukanlah tipe orang yang pandai memasak, dia selama ini memasak ikan tangkapannya di Bumi dengan melihat tutorial di internet.

1
anggita
klo bisa novelnya dipromosikan Thor, biar dikenal pembaca NT.
anggita: ga pa" ijin promo aja. ditempat kami bebas. banyak kok teman" author yg promo dsini.
total 2 replies
anggita
ikut dukung like👍 iklan☝aja, moga novelnya lancar👌.
Blueria: semangat gann🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!