NovelToon NovelToon
MAMA MUDA

MAMA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan
Popularitas:186.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rossa Purnama

Nia seorang gadis yang baru lulus sekolah mengalami "kecelakaan" hingga mengakibatkan dia mengandung anak yang tak pernah ia harapkan.

Kekasih yang menodainya tanpa berdosa meninggalkannya tanpa rasa tanggung jawab. Menimbulkan kekecewaan dan frustasi hingga ingin menggugurkan kandungannya.

Namun akhirnya, Nia dipertemukan orang-orang baik yang menyayanginya. Bahkan, seseorang merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rossa Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Malam yang dingin menemani perjalanan Nia menuju rumah. Raka yang mengantar dengan motor maticnya yang ia lajukan dengan kecepatan rendah. Alasannya karena Nia lagi hamil jadi harus sedikit hati-hati, padahal modus biar lama aja berboncengan.

Febi memutuskan untuk kembali bekerja setelah merasa mulai tenang melihat Raka bersedia mengantar Nia.

Tak ada pembicaraan di sepanjang perjalanan. Namun yang pasti, entah apa sebabnya Nia terus menyunggingkan bibir tipisnya. Tiba-tiba motor berhenti di salah satu rumah makan nuansa sunda. Nia bergeming, matanya menyapu sekeliling rumah makan itu, rasa-rasanya tempat ini pernah ia kunjungi sebelumnya.

"Yuk, turun! Makan dulu," ucap Raka mengagetkan Nia.

"Eh, i-iya." Nia lekas turun.

Raka memilih meja lalu memesan makanan, Nia hanya mengekor di belakang.

"Masih ingat 'kan?"

"Oh, iya, pantesan rasanya pernah ke sini."

Tempat makan ini merupakan tempat hari pertama mereka makan berdua saat Raka mengantar Nia pulang sepulang kerja untuk membalas jasa Nia. Makan yang tersaji malam ini dua piring nasi goreng dan minumnya teh botol.

"Entah kebetulan atau apa setiap pesanan yang kamu pesan suka pas sesuai yang aku mau," ujar Nia sambil menyendokan makanannya ke dalam mulut.

"Itu karena kita sehati," jawab Raka santai.

"Ih, jadi nyesel ngomong gitu," ucap Nia ketus.

"Hahaha. Emang kenapa kalo kita sehati?"

"Au ah!"

"Cepet habisin makannya, udah malem. Gak baik ibu hamil masih di luar gini, kalo kata orang tua mah pamali."

Nia menghabiskan makanannya hingga tak bersisa, lalu menyeruput teh botolnya tanpa henti hingga botol kosong.

"Ah, kenyang. Makasih banyak Pak Dokter!"

Raka tersenyum. Gemas melihat tingkah Nia yang tak pernah jaim di depannya, dia bertingkah sesuka hatinya. Kadang Raka berfikir apa mungkin karena Nia tak punya perasaan apa-apa sehingga bertingkah seperti itu?

"Ya udah, yuk sekarang kita pulang," ajak Raka.

Untuk pertama kalinya Raka mengantar Nia hingga ke depan pintu rumah. Ini karena Nia hampir terjatuh saat ia turun dari motor di depan gang. Tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing, maka Raka membopongnya sampai ke rumah. Lampu rumah sekarang sudah kembali terang.

"Makasih Rak, udah sampai sini aja, aku udah baikan, kok," imbuh Nia.

"Yakin kamu baik-baik aja?" tanya Raka ragu.

Nia mengangguk, sejurus kemudian Bu Titin keluar dari rumahnya.

"Neng, udah pulang? Gak ada apa-apa 'kan?" tanya Bu Titin.

"Enggak, kok, Bu. Ini cuma pelipisku berdarah tapi gak parah."

"Makasih ya, Dek, udah anterin Nia pulang," ucap Bu Titin pada Raka.

"Oh, iya sama-sama, Bu. Kalo gitu saya pamit. Kamu jaga kesehatan dan selalu hati-hati, ya, Nia!"

Raka berlalu. Bu Titin membopong Nia ke dalam rumah lalu mendudukannya di kursi.

"Makasih, Bu. Gak usah khawatir aku baik-baik aja. Selepas ini aku langsung istirahat."

"Iya sama-sama. Syukur deh kamu baik-baik aja. Oh, iya, tadi pacarnya Neng Nia, ya?"

Nia membulatkan matanya tiba-tiba jantungnya deg-degan ketika mendengar kata 'pacar'. Belum sempat Nia menjawab Bu Titin kembali berujar,

"Ganteng Neng pacarnya. Duh cocok bangetlah sama Neng mah."

"E-eh, bu-bukan, Bu." Nia menjawab dengan terbata-bata.

Bu Titin tersenyum. "Ah, gak perlu dijawab, Neng. Liat wajah Neng yang memerah juga Ibu faham. Mungkin tepatnya belum, ya?"

Nia menutup wajahnya dengan tangan. "Ih, Ibu ...."

"Ya udah, Neng istirahat, ya. Ibu pulang dulu."

"Iya, Bu, terima kasih udah bantu Nia."

"Oh, iya, udah makan, Neng?"

"Udah, Bu, barusan sebelum pulang."

"Oohhh." Bu Titin tersenyum penuh arti berlalu meninggalkan Nia.

Nia mengerutkan kening bergegas menuju kamar membaringkan badannya.

"Kok rasanya seneng banget, ya, udah kepeleset," gumam Nia membayangkan pertemuan tadi dengan Raka.

"Ihhh apa sih!" Tangannya menggasak kasar rambutnya lalu menutup wajahnya dengan bantal.

***

Raka pulang menuju rumahnya. Tampak ibunya sedang menunggunya di ruang tamu.

"Assalaamu'alaikum, Bu, belum tidur?"

"Wa'alaikum salam." Sang ibu menggeleng lalu tersenyum.

"Ibu udah makan?"

"Udah kok barusan."

"Ibu mau ke kamar sekarang?"

"Enggak, ada yang ibu ingin bicarakan dengan kamu."

Raka duduk mendekati ibunya, tangannya menyentuh lembut tangan sang ibu.

"Ada apa, Bu?"

"Udah kamu lamar wanita itu?"

"Balum, Bu."

"Kenapa? Jangan dilama-lamain lagi, ibu juga pengen punya temen di rumah. Bosen berdua aja sama Bi Ijah."

Bi Ijah merupakan asisten rumah tangga di rumah Raka. Raka hanya tinggal berdua dengan ibunya. Setahun yang lalu ayahnya meninggal karena penyakit yang dideritanya.

Sebelumnya ibunya meminta Raka untuk segera menikah dan Raka menceritakan tentang Nia. Namun, dia belum menceritakan semuanya terutama mengenai kehamilan Nia. Ibunya ingin agar Raka segera melamar wanita yang selalu diceritakannya itu, dan membawanya untuk bertemu.

"Raka belum sampai sana, Bu. Nanti ada waktunya Raka membawa wanita itu sama Ibu."

"Jangan lama-lama, ya. Kamu anak ibu satu-satunya, jangan sampai ibu meninggal sebelum punya menantu."

"Jangan bicara seperti itu, Bu. Do'akan saja semoga Raka bisa meminang dia secepatnya. Sekarang Ibu istirahat, ya."

Raka membopong sang ibu lalu mendudukannya di kursi roda, lekas mendorong kursi tersebut menuju kamar ibundanya.

Kini dirinya termenung di dalam kamar. Tangannya menggenggam kotak berwarna merah berisi sebuah cincin. Kotak itu yang selalu dibawanya setiap saat, mencari kesempatan yang pas saat bersama Nia.

***

Bunyi alarm yang nyaring membangunkan Nia dari tidur lelapnya. Perlahan ia buka matanya, melihat jam menunjukkan pukul 04.30. Bergegas menuju kamar mandi lalu menunaikan sholat subuh.

Seperti biasanya setelah sholat, Nia melakukan pekerjaan rumah. Menyiapkan makan untuk sarapan juga untuk makan siang Febi sepulang dari kerjanya.

Tiba-tiba ponselnya berdenting menandakan pesan masuk.

[Selamat pagi, Nia. Hari ini libur 'kan? Ada waktu luang?]

Pesan itu datang dari seorang pria yang mengantarnya semalam.

[Siang ini aku mengajar les anak-anak. Mungkin sore nanti aku luang]

Pesan dikirim. Tak perlu menunggu lama pesan balasan masuk.

[Aku boleh liat kamu ngajarin anak-anak?]

[Datang aja! Les mulainya sekitar jam 9an]

[Oke!]

Sebelum jam 9 Nia memutuskan untuk berjalan santai berkeliling kontrakan. Usia kehamilan yang mulai bertambah mengharuskannya untuk sering jalan-jalan pagi. Kini para tetangga mulai mengenalnya dengan baik, sangat sering mereka menyapa dan menawari singgah jika Nia melewati rumah mereka. Ini karena sikap ramah Nia juga perannya yang membantu anak-anak mereka belajar menjadikan Nia cukup dihormati.

Sekitar 30 menit sebelum les dimulai Nia kembali ke rumah, sebagian anak-anak sudah berkumpul. Beberapa diantaranya ditemani orangtua mereka, termasuk Feri, salah satu anak yang paling disukai Nia.

Ibunya terlihat masih muda, mungkin seumuran Febi. Sebelum memulai kelas, Nia berbincang ringan dengannya, hingga tak disadari Raka sudah ada di antara mereka.

*******

Terima kasih untuk para pembaca setia. Jujur, author mulai bingung ngasih judul perbab. Ada yang mau usul judul yang past untuk bab ini?🤔

1
Bubur Ketan
🥺🥺🥺
cinbar
Waah inspirasi nyata
Mala Mala Sdj
koq tiap masak gk prnh pake daging2an sih ayam kek sapi kek ikan kek...kan ibu hamil perlu tuh thor 😅🙏
Mala Mala Sdj
800 sbulan murah bgtt..kost kamar aja sm harganya :)
crt bagus tulisan dn tata bahas bagus 👍
Atmani Ani
anak siapa ya si feri
vi
Thor , jadi kapan up lagi Thor????
Niea Susanti
kalau yg ini masih lanjut gk kak.. bagus lo kok gk dilanjut.. ditungguin lo kk
Luluk Erna Faqih
klu yang ini masih ad kelnjutannya gk kak😁
Elinda Safitri
visual nya dong thor
Elinda Safitri
manggilnya raka dong thor ..jngn rak ..udh kaya rak piring
Elinda Safitri
dokter raka apa udh tau kalau nia sedang hamil
Elinda Safitri
tetangga tentu pada baik dn ramah ..karena blm tau kalau hamil diluar nikah ..
Cha_Cha: Setelah tau pun juga baik dan ramah kok.
total 2 replies
Cha_Cha
Kaak... kapan up? aku menunggu!!!
babylaaa
kapan up kak?
Cha_Cha
Lanjut, Thor! Semangaattt!
Cha_Cha: Ok kak😊😊😊
total 4 replies
Chalista Ensa
Kapan up lagii kak???
IG:samudra_lee_19: Cara gabung ke gc saya sekarang silakan buka novel KONTRAK PERNIKAHAN (end) bab terakhir ya. Ada info cara bergabung karena sekarang sudah banyak para penikung. Ini adalah salah satu solusi pencegahan kami. Kami melakukan ini supaya lebih hati-hati dalam menerima tamu.

Untuk sementara kami tolak ya, mohon maaf sebesar-besarnya. Silahkan masuk lagi ya sesuai pengumuman nya. Harap memaklumi keputusan kami bersama. 🙏🙏🙏

Kami tunggu kedatangan nya kembali😊.
total 1 replies
Wina Nurwenda
lanjuttt thorrr
Fatma Wati
nangis Thor
Bella Anggel
Lanjut Up Lagi Setiap Hari Sampai TAMAT Makin Penasaran Selanjutnya Ceritanya Bagus Dan Menarik Semangat Nulisnya Tetap Setia Dukung Karyanya Dan Menunggu Up Lagi Thorr 🙏🙏🙏💪
Mia Alfiya
kapan up lagi kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!