NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:205.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fenti

"Kamu sengaja tidak ikut makan malam saat saya dirumah kamu?" Tanya Arka

"Ketiduran pak" jawab Mentari asal

"Apakah Aldi mengetahui kebohongan mu ini?.. saya sangat tau kalau orang itu bohong atau tidak" ucap Arka membuat Mentari diam tidak berkutik

Kira-kira apa yang terjadi yaa?
.
.
.
Semoga suka😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Arka yang menyaksikan semua itu membuat hatinya panas. Dia kembali dikursinya tanpa mengunci pintu ruangannya .

Arka menghubungi asisten Brian dengan nada kesal

📞"Brian datang di kampus sekarang, saya tunggu" ucap Arka diseberang telfon dengan nada keras yang membuat mentari dan Rionaldo menoleh kearah pintu ruangan Arka

"Ri, aku mau bimbingan tapi pak Arka lagi kumat" dengan nada berbisik kepada Rionaldo

"Aku temanin gak?" Tawar Rionaldo

"Ayo" ucap Mentari senang mendengar tawaran Rionaldo

Mentari mengetuk pintu dan Rionaldo yang memberi salam.

Arka menjawab salam dan menyuruh mereka masuk,

Mentari dan Rionaldo masuk bersama. Arka yang tidak memperhatikan siapa orang yang masuk dengan posisi menyamping yang masih fokus dilayar komputernya

"Ada apa?" Tanya Arka dingin

Mentari menoleh kearah Rionaldo "kamu aja" ucap Mentari tanpa mengeluarkan suara

"Aku?" Tanya Rionaldo dengan menunjuk dirinya dan Mentari mengangguk sembari ia senyum lalu Rionaldo mengangkat jarinya membentuk huruf O

"Maaf pak, menta.." ucap Rionaldo yang dipotong langsung oleh Arka

"Saya lagi sibuk, bisa keluar sekarang" potong Arka yang membuat Mentari langsung mengajak Rionaldo keluar

"Kita keluar saja dari sini" ucap mentari dengan nada kecil

"Maaf pak sudah menganggu" ucap Mentari lagi lalu mereka keluar

Mentari sampai depan ruangan Arka itu berkata dengan kesal dan dia kelepasan mengatakan itu "Ri, aku bisa jadi nenek dikampus ini, kalau gini terus"

Arka mendengar itu, ia merasa lucu dan menahan tawa demi mempertahankan rasa kesalnya pada Mentari. Arka tidak menjawab ucapan Mentari kali ini karena lagi diselimuti perasaan cemburu yang ia tidak sadari.

Arka bertahan diruangan itu sambil menunggu asisten Brian.

Asisten Brian yang mendapat telefon dari bosnya itu langsung kembali mengarahkan mobilnya ke kampus. Asisten Brian turun dari mobil dan menuju ruangan Arka. Ia berpapasan dengan Mentari dan Rionaldo yang dari ruangan bosnya

"Nona" panggil asisten Brian

"Bapak mau keruangan pak Arka?, Pak Arka lagi mengamuk" ucap Mentari kepada asisten Brian

Asisten Brian mendengar ucapan itu langsung melihat Rionaldo sekilas lalu ia bertanya "apa kalian dari ruangannya?"

"Iya tapi diusir" jawab Mentari

Rionaldo melihat tatapan sekilas asisten Brian itu seakan ada sesuatu yang membuat Rionaldo penasaran.

Asisten Brian kembali menatap Rionaldo lagi dan sekarang Rionaldo itu membalas dengan tatapan, ia tidak mau kalah dari asisten Brian

"Ada apa dengan asisten pak Arka ini, menatap ku seakan ada sesuatu hal" batin Rionaldo

Asisten Brian melihat Rionaldo yakin kalau Rionaldo ini menyukai Mentari, insting asisten Brian mengatakan kalau laki-laki didepannya saat ini menyukai wanita yang disukai bosnya

"Laki-laki ini menyukai nona dan pak Arka marah karena nona bersama Rionaldo" batin asisten Brian

Asisten Brian langsung pamit kepada Mentari dan Rionaldo

"Maaf nona, saya harus keruangan Pak Arka" pamit asisten brian

"Iya bapak" jawab Mentari

Mentari dan Rionaldo sekarang menuju kantin dan asisten Brian ke ruangan Arka.

Asisten Brian masuk diruang Arka. Dan Arka melihat Brian masuk langsung bangkit dari duduk dan meraih jaketnya

"Brian kita ke kantin" ucap Arka meninggalkan asisten Brian

Asisten Brian dan Arka menuju kantin begitupun mentari dan Rionaldo menuju kantin.

Mentari dan Rionaldo sampai duluan di kantin langsung pesan makanan, dan Rionaldo semakin perhatian kepada mentari setelah ia jatuh sakit karena kelelahan

"Aku es jeruk ya" pesan Mentari pada Rionaldo

Arka yang baru duduk dikursi tepat belakang Mentari dengan asisten Brian. Arka ingin tau kenapa Mentari senyaman itu pada Rionaldo. Arka dengan memakai kaca mata begitupun dengan asisten Brian memakai topi agar ia tidak mudah dikenali.

Rionaldo datang dengan air minum ditangannya, mentari yang melihat itu langsung protes

"Ri, itu Aqua. Aku mau es jeruk" tolak Mentari

"Kamu baru sembuh, aku gak mau kamu sakit jadi mulai sekarang kamu lebih baik minum air putih saja dulu" ucap Rionaldo yang membuat mentari menekuk wajahnya

Arka panas melihat perhatian Rionaldo terhadap Mentari

"Brian ambilkan saya satu aqua botol" ucap Arka dan Brian langsung pergi mengambilkan air minum dan kembali dengan dua botol aqua

"Brian, kenapa beli dua?" Tanya Arka lagi tanpa melihat muka Brian

Brian tau kekesalan Arka dan suka marah-marah tidak jelas karena cemburu pada Rionaldo

"Untuk saya satu pak.. Bapak suka mentari?" Tanya Brian hati-hati

"Brian.. dia itu calon istri saya" jawab Arka. Ia mengangkat botol air minum tersebut dan meminumnya sampai habis.

Asisten Brian sampai ngeri melihatnya namun melihat ekspresi wajah dan tingkah laku bosnya yang cemburu dan ditambah jawaban yang membuatnya senang

"sepetinya pak Arka akan segera menikah" batin asisten Brian

"Saran saya ya pak, secepatnya nikahin nona.. lihat sendiri kan, Mentari begitu dekat dengan Rionaldo" ujar Brian yang memanas-manasin bosnya itu sambil melihat kearah Mentari

"Iya Brian, maka dari itu saya kesini ingin tau sedekat apa Mentari dan Rionaldo" Arka mulai terpancing

Mentari dan Rionaldo makan dengan santai sesekali mereka ketawa

"Ri, maksud dari cincin ini apa?" Tanya mentari sambil mengunyah makanannya

Rionaldo berhenti makan dan menggeserkan piringnya kesamping "Mentari berapa kali aku harus ulang.. I LOVE YOU"

"Uhuk uhuk uhuk" Mentari batuk

"Ini, minum dulu ya" ucap Rionaldo dengan lembut yang membuat, "gitu aja udah batuk-batuk" sambungnya dengan sedikit menggoda Mentari

"heii.. apaan sih kamu Rio, jangan mengada-ada ya" ujar Mentari sambil menunjuk sahabatnya itu lalu ia minum

Arka menoleh kearah lain, ia tidak sanggup melihat kelembutan Rionaldo kepada Mentari

Mentari selesai minum, ia kembali bertanya "maksud aku Ri, cincin ini untuk apa? Tujuan cincin ini?"

"Mentari.. aku mencintaimu dan aku sangat mencintaimu.. berharap jangan kecewain aku dan ibu ya" ucap Rionaldo dengan tatapan penuh harap

"Ri, jangan terlalu berharap padaku, jangan membuat aku merasa bersalah Ri" Mentari tidak enak dan tidak sanggup melihat wajah Rionaldo

"Mentari, apa kamu gak yakin dengan perasaan aku selama ini?, kenapa aku tidak pacaran dengan perempuan lain karena aku mencintai kamu.. bertahun-tahun berbulan-bulan, berminggu-minggu bahkan tiap hari aku selalu berharap kamu akan peka dengan kehadiranku, tapi lagi-lagi kamu tidak mengerti. Jadi aku ambil keputusan untuk membelikan kamu cincin walaupun ibu membelikan cincin tanpa rencanaku sebelumnya, tapi lagi-lagi kamu tidak paham akan itu.. jadi aku harus bagaimana?, tolong jawab aku" Rionaldo meluahkan semua isi hatinya selama ini

"Kenapa gak datang dirumah?" Tanya Mentari setelah mendengar semua yang Rionaldo ucapkan

"Menunggumu selesai wisudah, agar kamu nanti hanya fokus mengurus aku dan anak-anak kita nanti" ucap Rionaldo dengan senyum bahagia dengan harapan Mentari punya pemikiran yang sama.

Rionaldo tidak ingin Mentari setelah menikah dengan malah tambah sibuk dan kewalahan kalau mengurus rumah tangga dan kuliah. jadi ia memutuskan untuk melamar Mentari setelah mereka selesai kuliah.

"lagian aku tidak lama lagi selesai, sama dengan kamu. nanti alu bantu kalau pak Arka mempersulit mu" ujar Rionaldo lagi

Mentari tiba-tiba kepikiran Arka mendengar Rionaldo menyebutkan nama pembimbingnya itu yang sudah melamarnya dan tidak akan lama lagi menggelar proses lamaran.

"Ri, apa kamu yakin menungguku selesai wisudah?" Tanya Mentari dengan tatapan serius

Rionaldo mengangguk sembari ia senyum "iya.. kelamaan ya?" Tanya Rionaldo tanpa curiga sedikit pun dengan pertanyaan Mentari itu

"Gak, tapi maafin aku yaa" ucap Mentari. "Ri, aku kembalikan cincinnya ya nanti kasih cincin ini kepada orang yang pantas mendapatkannya" sambung Mentari dengan menaruh cincin tersebut diatas meja

"Kenapa?" Tanya Rionaldo, "apa ada laki-laki lain?" sambung nya dengan menoleh ditempat lain, Rionaldo tidak sanggup melihat muka Mentari

Mentari hanya menunduk tidak terasa air matanya jatuh, ia tidak sanggup jika ia jujur saat ini pada sahabatnya itu tapi mau tidak mau ia harus lakukan saat ini

Arka yang ada dibelakang Mentari, ia berharap Mentari jujur supaya Rionaldo menjauh dan dia tidak khawatir lagi.

Asisten Brian yakin kalau Mentari tidak akan jujur karena mentari pasti menjaga perasaan sahabatnya. Lagi insting seorang Brian benar

"Bukan" jawab Mentari yang membuat Arka membulatkan matanya

"Haaaa, apa maksud Mentari?" batin Arka

"Terus kenapa cincinnya dibalikkan?" Tanya Rionaldo lagi

"Jari aku gatal pakai cincin.. aku sudah biasa tidak memakai cincin" kilah Mentari

"Dibiasain dong" goda Rionaldo

Mentari melihat Rionaldo yang seketika berubah setelah mendengar jawabannya dari tatapan sendu menjadi teduh

"Hehehe.. dipegang dulu ya.. aku takut nanti hilang" ucap Mentari lagi dengan berbagai alasan

Arka sudah tidak sanggup melihat Rionaldo dan Mentari yang terus seperti itu, ia menelfon ibunya

📞 "Assalamualaikum bu, uruskan pernikahan aku dengan Mentari secepatnya kalau bisa minggu depan akad nikah" ucap Arka diseberang telfon lagi

📞"Wa'alaikumussalam, bukan itu terlalu cepat nak?" tanya ibu Dewi yang masih memotong bawang

📞"Tidak bu, sampaikan kepada papa Hadi ya bu.. assalamualaikum" ucap Arka lalu mematikan sambungan telefon

Asisten Brian mendengar itu hanya mengulum senyum "ternyata bapak orangnya pencemburu"

"Brian saya kembali ke ruangan, urus Mentari bawa diruangan saya" ucap Arka lalu ia pergi

Sedangkan Mentari dan Rionaldo sudah selesai makan, namun mereka masih asyik saja cerita,. Rionaldo yang baik hati membelikan lagi Mentari gelang dengan ukiran huruf "M&R"

"M&R, maksudnya?" Tanya Mentari

"Sahabat" Rionaldo mengerti maksud Mentari

"Oke, gimana kita pulang" ajar Rionaldo

"Oke" jawab mentari lalu ia bangkit dari tempat duduknya

Mentari dan Rionaldo keluar dari kantin bersamaan. Asisten Brian melihat itu ia dengan cepat menghampiri mereka

"Nona" panggil Brian

Mentari langsung menoleh dan diikuti oleh Rionaldo yang bingung

"Nona, siapa nona?" Tanya Rionaldo bingung. Ia baru menyadari kalau Brian selama ini memanggil Mentari dengan sebutan nona

"Aku" jawab Mentari.. "ada apa bapak Brian?" Sambungnya, setelah Brian sudah berada didepannya dan Rionaldo

"Maaf nona, nona diminta pak Arka bimbingan sekarang" bohong Brian karena ada Rionaldo

"Bimbingan.. ini sudah sore bapak" ujar mentari lagi.. "Pak Arka ada-ada saja" sambungnya dengan kesal

"Saya hanya sampaikan sesuai perintah nona" ucap Brian lagi dengan sopan

"Pak Arka aneh.." ucap Mentari lagi.."astaghfirullah, ya udah" sambungnya

Rionaldo mendengar Mentari mengiyakan, ia langsung melarangnya

"Mentari, ini sudah sore.. besok saja bimbingannya nanti aku temanin" Rionaldo menawarkan diri dan menatap Brian yang seperti biasa pakai topi dan kacamata hitam, "sampaikan kepada Pak Arka kalau hari ini Mentari tidak bisa bimbingan berhubung hari sudah sore dan Mentari harus banyak istirahat" sambungnya lagi

"Maaf, saya hanya menjalankan perintah" jawab Brian

Mentari langsung mengajak Brian, tapi sebelumnya memberi tahu dulu Rionaldo

"Ri, aku memang ada urusan dengan pak Arka sore ini.. aku harus pergi dengan bapak Brian.. assalamualaikum" ucapnya pada Rionaldo lalu ia pergi dan diikuti oleh Brian

Mentari baru beberapa langkah dengan Brian meninggalkan Rionaldo, Rionaldo malah lari mengejar mereka, ia tidak puas dengan jawaban Mentari itu

"Urusan apa?" Tanya Rionaldo lagi sambil memegang pergelangan tangan Mentari.. "aku antar ya, saya takut kalau pak Arka memarahimu lagi"

...**SEMOGA SUKA ❤️...

...MENTARI SELALU MENUNGGU TEMAN-TEMAN UNTUK MAMPIR 😁🌹...

.......

.......

...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA TEMAN-TEMAN...

...👇...

...KOMEN, LIKE DAN VOTE...

...TERIMA KASIH 🙏**...

1
KArmila Siregar
ceritanya tlpnan trus apa ngak ada idelain
Nenie desu
kayaknya enak itu durian
Nenie desu
mampir lagi mentari lugu
Nenie desu
dua 🌹untuk kakak
Nenie desu
bintang lima buat kakak ☺
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq kak "Rasa yang terpendam"
Nenie desu
semangat terus ceritanya bagus 👍
Nenie desu
semangat thor
Han
jadi kepikiran, kalau mentari tau yang bayarin itu arka gimana ya? 😂
Fenti: hahahaha, kesal kayaknya
total 1 replies
Han
eh eh eh apa ini pak arka ????
Fenti: suka aneh emang arka🤭
total 1 replies
Han
Mentari Terimakasih udah nyampein isi hati anak semester akhir 🙌🏻🙌🏻
Fenti: kata Mentari "sama-sama😊"
total 1 replies
Han
Santai dong pak
Fenti: itu hanya ala-ala saja, dalam hati senang😅
total 1 replies
Han
Ngakak brutal perang dunia ke 3 nggak tuh 😂😂
Fenti: soalnya yang dihadapi rada aneh orangnya😂😂
total 1 replies
Han
Mentari proposal di coret itu hal wajar kok 👍
Han
Rio ngajak ribut ya.. harusnya pas mentari mau masak tadi bilang kalau masih kenyang 😂😂
Han
Tahan Aldi itu adik kamu 😂
Fenti: hahaha... Mentari emang bedah
total 1 replies
Han
Iya juga ya buat apa jadi asisten dosen di kampus sendiri 😂 tapi curiga dia dosen pembimbing Mentari deh ...
Fenti: iya, dia pembimbing Mentari nanti🤭
total 1 replies
Han
Wih hari pertama udah langsung merencanakan strategi 👍 apa nggak makin maju tuh perusahaan 😂
Han
Lah karyawannya malah ngejulid 😂
Fenti: biasa kak liat cowok ganteng😂😂🤭
total 1 replies
Han
Perhatian amat neng 😊😊
Fenti: hahaha, lagi hadapi orang sakit 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!