NovelToon NovelToon
Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Karir / Persahabatan / Romansa
Popularitas:55.6k
Nilai: 5
Nama Author: R_picisan03

Bercerita tentang seorang wanita bernama Anita Sheila, seorang gadis yang memiliki sifat cuek terhadap hal yang menurutnya tak penting. Fokus terhadap nilai dan prestasinya semasa sekolah, justru membuatnya tak memiliki teman dan susah bergaul.

Namun pandangan Anita berubah ketika suatu hari ia bertemu Zain Azriel. Zain yang memiliki sifat berkebalikan dengan Anita memberi kisah baru dalam romansa tersebut.

Zain merupakan lelaki yang ceria, suka bermain, nakal dan bahkan dihari pertama sekolah ia bertengkar dengan seniornya, walau sebenarnya ia lelaki jenius dalam mata pelajaran.

Hubungan keduanya terbentuk ketika pertama kali Anita mengunjungi Zain untuk mengantarkan sebuah catatan. Namun saat itu juga Anita melihat sisi berbeda Zain dari rumor yang selama ini ia dengar. Dari situlah pertemanan keduanya dimulai.

Saat ini hubungan mereka semakin dekat, namun keduanya bingung dengan ikatan tersebut karena belum pernah memiliki pengalaman sebelumnya.

bagaiman kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R_picisan03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perilaku Menipu Pikiran

"Wah! Zain? Kau memukul si kutu buku!"

"Cepat minta maaf!"

"Zain cepatlah bersujud memohon ampun!"

"Lagi-lagi Zain? Kasar banget sih kamu main tonjok mulu!"

Semua saling bersaut-sautan melihat tingkah ulah kasar Zain yang berulang kembali. Zain yang mudah tersulut, selalu bertindak sesuka hati tak pernah berfikir akan kekerasan yang ia lakukan.

Baginya mungkin ingin melindungiku, namun yang terjadi semakin menyakitiku. Jika bukan karena perasaan aneh yang kurasakan padanya, mungkin akulah orang pertama yang akan memohon agar Zain menghilang dari muka bumi ini.

"A-anita, maaf aku gak sengaja."

"Lihat? Apa yang kau lakukan padanya, bego! Inilah hasilnya!" cetus Gio.

"Ini semua gara-gara kau rambut pirang jahanam!"

"Kenapa aku? Kau yang nonjok Anita kok aku yang di salahin?" lanjut Gio berpaling wajah terus memprovokasi.

Aku yang tertunduk lemah semakin muak akan tingkah Zain yang berulang, "Zain, mulai sekarang jaga jarakmu 10 meter dariku!"

Meski teramat sakit di bagian wajah dan pusing di kepala karena pukulan Zain, aku bangkit pergi meninggalkan kerumunan saat itu.

"Nita, Anita tunggu bentar," ucap Alea berlari mengejarku.

Tak menghiraukan Alea, masih terus berjalan menjauh dari kerumunan.

"Anita, kamu marah kah dengan mereka? Tunggu bentar, mereka gak sengaja kok," lanjut Alea.

Berbalik arah menatap Alea, "Aku gak marah kok, rasanya aneh banget kalau aku terus-terusan terpengaruh dengan sikap dajjal mereka."

"Wah..."

"Dia itu ya, gak ada bedanya dengan anak manja, sombong dan egois. Tapi ntah kenapa aku gak sanggup jauh darinya?" singkatku.

"Wah, Anita akhirnya kamu sedang curhat samaku. Oh gini, orang bilang nih ya, kita gak bisa segampang itu menyudahi suatu hubungan jika bukan orang penting. Berarti dia itu termasuk salah satu orang yang penting dalam hidupmu," balas Alea begitu senang.

"Kamu berpokir seperti itu? Alea, Zain mendekatiku karena dia takut sendirian. Cuma karena itu, gadak hal lainnya."

"Eh? Kok gitu?"

"Iya, baginya hanya kebetulan aja karena aku ini mudah dia dekati."

Ungkapanku tersebut dalam sekejap merubah ekspresi bahagia Alea menjadi suram.

"Anita, apa kamu gak mempercayai perasaan Zain ke kamu? Siapapun orangnya pasti gak ingin merasakan apa itu kesendirian. Satu-satunya cara bagi mereka dan bagiku yang pernah mengalami kesendirian itu ialah selalu berada di dekat orang yang kita percaya. Bukankah kamu juga merasakan hal sama dengannya?"

"Entahlah, tapi ini semua bukan urusan kamu Alea. Aku cuma gak ingin merepotkan siapapun untuk masalah sepele seperti ini."

Di balik percakapan kami, genk umbi yang sedang menguping.

"Wah wah, si kutu buku itu ternyata dingin banget ternyata," pekik Rega.

"Seperti es balok (batu) lord?" balas Tama.

"Seperti kepalamu!"

"Iya sih, tapi ini pasti gara-gara ulahmu yang memprovokasi si Zain, Gio!" cetus Dion.

"Ha? Kenapa jadi aku yang disalahin?"

"Ingat ya Gio, kamu tuh baru bergabung dalam genk kita ini, harusnya jangan membuat masalah, cukup lord Rega aja yang jadi masalah walau dis ketua kita," ketus Dion kembali memangku kedua tangan.

"Kok jadi aku? ku gadaikan mau kalian?" sela Rega.

"Ya jangan lord, nanti ibuku nyariin."

"Merasa kehilangan?"

"Iya, habis gak bakal ada yang disuruh beli minyak goreng."

"Ah, apa kita hibur Anita aja lord?" sahut Tama.

"Jangan dulu, waktunya kurang pas. Ntar aja nunggu adzan magrib."

****

Setelah perbincangan singkat dengan Alea, aku meninggalkannya yang masih merenung berfikir hal yang aku sendiri gak ingin menebak isi pikiran Alea.

Ketika lagi mencuci wajah menghilangkan bekas darah yang mengalir tipis di bibir, Gio menghampiriku, "Maaf untuk yang tadi, aku belikan ini, anggap saja permintaan maaf dariku dan aku gak mau terus di salahin karena kejadian tadi."

Gio membelikanku es krim coklat, meski mereka terlihat sama (umbi-umbian) namun Gio masih sedikit waras di banding yang lainnya.

"Tentu saja itu salahmu," kecamku.

"Kasian banget dia, Zain pasti bakal jadi sendirian lagi gara-gara kamu membencinya."

"Lagi?"

"Mau ku kasih tau kenapa kamu gak bisa jauh darinya dan gak sanggup menjauhinya?" lanjut Gio memakan es krim yang ia belikan untukku.

"Jadi kau menguping?"

"Gampang sih karena apa, itu karena harapanmu. Setiap ucapan dan tindakan Zain itu selalu sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Itu sebabnya kamu gak bisa menjauh darinya," jelas Gio melangkah memperpendek jarak.

"Itu hanya perkiraanmu saja."

"Bukan, kamu salah Anita jika kamu menganggap aku sekedar menduga. Justru aku bisa simpulkan dari wajahmu kalau kamu ingin dia selalu memenuhi harapanmu, namun kamu gak mau memenuhi harapannya."

"Apa maksudmu?"

"Tanpa kamu sadari, kamu itu wanita kejam Anita," pekik Gio.

Gio berbalik arah melangkah pergi meninggalkanku sedang aku kembali mengingat semua perkataan yang pernah aku ucap baik ke Zain, Alea atau semua yang pernah aku kenal.

"Apa aku sudah menyakiti mereka?" batinku kemudian berlari mengejar Gio berjalan beriringan dengannya.

"Apa sekarang kamu sudah merasa sendirian setelah mengusir mereka?" ujar Gio berjalan mengelilingi stand festival sekolah.

"Biasa aja, lagian karena aku memang selalu sendirian jadi aku gak merasakan kesepain."

"Bego bener kamu, mana bisa kamu merasa kesepian kalau selalu sendirian, tahu?"

"Begitu ya? Boleh juga kamu," singkatku berhenti melangkah.

"Biar bagaimanapun aku bergaul dan dengan siapapun aku bergaul, itu bukan sebuah patokan jika mereka atau kamu bisa menakar caraku berfikir," jelas Gio juga berhenti melangkah.

"Bang Rio, bang Aldi?" ujarku melihat Rio dan Aldi di depan stand toko es krim dari kejauhan sedang menikmati es krim.

Gio yang juga melihat mereka, langsung menarikku ke sisi kiri masuk dalam ruang kelas terjatuh bersama.

Disisi Rio.

"Heh, lihat siapa?"

"Kaya liat sesuatu tapi menghilang gitu, semacam ada yang merhatiin kita dari kejauhan sih."

"Itu cuma perasaan jahatmu aja kali," pekik Rio.

"Gitu ya? yah syukur lah kalau cuma perasaanku."

Kembali ke sisiku.

"Aw, kenapa mereka ada disini sih!" pekik Gio bergeser dari atas tubuhku.

"Kamu kenal mereka?"

"Adik kakak itu dulunya bersekolah di sekolah elit yang sama denganku dan dia tadi seniorku."

"Maksudmu Aldi?"

"Iya."

"Kamu takut dengan Aldi?"

"Bodoh! Aku gak takut dengan siapapun, cuma trauma aja," pekik Gio.

"Aku yakin, suatu saat nanti harga dirimu pasti akan menghancurkan dirimu."

"Diam, berisik!"

"Gio, menyingkirlah dari pahaku."

Terkejut tangannya masih menyentuh pahaku, Gio sedikit menjauh, "Maaf, tapi biar kamu tau, aku ini gak tertarik sedikitpun denganmu."

Tiba-tiba...

Sreek!!!!! (pintu ruang kelas terbuka).

"Gawat, sembunyi!" pekik Gio menekan tubuhku bersembunyi di bawah meja.

Zain masuk keruang kelas kosong tersebut bersama Chaca langsung kembali menutup pintu. Zain menekan tubuh Chaca ke dinding serta meregang kedua tangan Chaca, sama halnya ketika seorang penjahat ingin mencuri merenggut paksa ciuman sang putri istana atau bahkan kesucian sang putri.

"Za-zain, to-tolong, le-lepaskan," pinta Chaca merintih.

****

Sampai disini dulu ya kak akak Zanit lovers kisahnya, cie othor maksa bener pake panggilan Zanit...wkwkwkw....gak apa apalah ya gais yak yang penting kan di asyikin ya, makasih buat suportnya gais lanjut...

NB : Usahakan membaca ketika jemuran udah terangkat sedetail mungkin ya gais yak.

1
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
siiih anita songong..... ada orang pengin ikut belajar malah ga caya....
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
dasar genk ga ada ahlak bukannya dijagain kue nya mlh dimakan duluan hadeuuuh
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
masa cwe main ketmpt cwo sih zain
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
mungkin tidak semua cwo alea yg. begitu,,
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip pak bozz,, 👍😀
total 2 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
zain overprotektif
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
aq kira zain sama alea tau nya sama anita
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
surat rahasia itu Saudara nya surat kaleng ya thor...... surat ancaman apa surat cinta ya.... 🤔🤔🤔🤔
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓: juz amma dooong 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
ㅤㅤ
waaah zain pecinta kucing,,,,
biasanya berhati lembut dan penyayang 🙄
sebenarnya kenapa zain bisa di cap pembuat onar😑
♋ᴹᴿ᭄ 𝐑𝐞𝐦𝐩𝐢𝐬_𝟎𝟑: lanjuttt....masih banyak alur di depan...ekekekke😂😂😂🙏
total 1 replies
ㅤㅤ
susah debat sama guru🤭
ㅤㅤ
dan mulai saat ini detik ini Anita tak bisa lepas dari zain🤣🤣🤣🤣🤣
ㅤㅤ
kesan pertama yang tak akan pernah terlupakan meski. sudah lewat 15 tahun 🤭
ㅤㅤ
nah zain mau ngapain nih mendadak jinak😁
ㅤㅤ
Astaga😳🙈🤣🤣🤣
hanya karna game nya kalah😤
ㅤㅤ
hmm... kan pasti zain membalas dendam😑
ㅤㅤ
zain kang Tawuran ya 🤔
pasti ada sebab akibat nya tak mungkin mencelakai orang tanpa alasan 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
ㅤㅤ
Bandung tempatku juga 🙄
peristiwa berdarah apa 😧
ㅤㅤ
selamat bercerita ku simak cerita nya🤭
ㅤㅤ: oalah 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
geng umbi songong ya kue alea malah dimakan duluan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
hmm kirain athour nya gak bakalan siuman kelamaan mendaki gunung melewati lembah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip semoga siuman nya berlanjut ya jgn pke jurus menghilang dri konoha, 😄😄
total 2 replies
RINDU ⭕
Ketika hati mulai terbuai cinta
Segala rasa membelenggu jiwa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!