Kisah seorang gadis yang terpaksa menikah karena memenuhi keinginan terakhir dari orang tuanya dengan seorang pemuda yang tidak dia kenal dan tidak dia sukai ya.
Seorang CEO terpaksa menikah dengan seorang gadis SMA karena paksaan dari orang tuanya yang mempunyai hutang balas budi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 26
Keesokan harinya Ema bangun pagi karena Ema harus pergi ke kantor. Ema pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya dan setelah lima belas menit Ema pun telah selesai lalu Ema langsung bersiap .
Setelah siap Ema pun langsung turun kebawah untuk sarapan . Saat Ema sarapan Ema mendapat pesan dari Fikri.
"Selamat pagi bidadari ku ." Isi pesan dari Fikri .
"Selamat pagi ."Jawab pesan Ema.
"Sedangkan apa?."Tanya Fikri .
"Sarapan dan sebentar lagi aku akan berangkat ke kantor . "Jawab Ema .
"Baiklah kalau begitu , hati hati ."Ucap Fikri .
"Iya ."Jawab Ema .
Setelah itu Ema pun melanjutkan sarapannya. Saat Ema sudah menyelesaikan sarapan nya Ema pun langsung pergi karena Panji sudah datang menjemput Ema.
Di dalam perjalanan Ema memeriksa email yang masuk . Hari ini Ema akan menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum semester dan berangkat ke Singapore .
"Nona Ema apa Nona Ema yakin akan pergi ke Singapore ?."Tanya Panji .
"Ya aku yakin . Ada apa ?."Jawab Ema yang bertanya kembali pada Panji.
"Tidak ada apa apa . Hanya saja kalau Nona Ema sudah yakin saya akan menyiapkan semua yang akan nanti Nona butuhkan bahkan untuk tempat tinggal Nona ."Ucap Panji.
"Dan ya mungkin nanti sewaktu waktu Nona harus pulang ke Indonesia saat ada urusan kantor yang tidak bisa di wakilkan ."Sambung Panji .
"Iya kalau untuk itu tidak masalah . Dan kalau memang Pak Panji akan mengurus semuanya maka aku akan sangat berterimakasih pada Pak Panji. "Ucap Ema sambil tersenyum .
"Baiklah kalau begitu Nona Ema jangan khawatir karena saya pasti akan mengurus semuanya dengan baik ."Ucap Ema.
"Terimakasih ."Saut Ema sambil tersenyum .
Ema membuka jendela mobilnya untuk menikmati hembusan angin di pagi hari sambil melihat lalu lalang mobil yang melintas.
Tanpa Ema dasari kalau Jonathan kini tengah melihat ke arah Ema dari dalam mobilnya . Jonathan terus melihat ke arah Ema dan Jonathan pun memutuskan untuk mengikuti mobil Ema .
Panji yang menyadari kalau ada yang mengikuti mobilnya pun langsung menutup jendela belakang .
"Kenapa jendelanya di tutup ?."Tanya Ema.
"Maaf Nona ada yang mengikuti kita ."Jawab Panji .
Ema pun langsung menengok ke belakang dan benar saja di belakang Ema ada sebuah mobil yang mengikuti mobilnya .
"Itu seperti mobil Jonathan." Batin Ema .
"Pak Panji tolong cepat ya Pak , jangan sampai ke susul sama mobil itu ."Ucap Ema pada Panji .
"Baik Nona ."Ucap Panji .
Panji pun menambahkan kecepatan mobilnya dan menyalip di antara kendaraan yang lain .Dan dengan sangat cepat mobil Ema pun sudah jauh dari mobil Jonathan.
"Pak Panji keren banget ."Ucap Ema .
"Terimakasih Nona , ya walau bagaimana pun saya dulu adalah seorang pembalap . meskipun ilegal. "Saut Panji .
"Oh ya ? Wah aku gak nyangka loh Pak."Ucap Ema sambil tertawa .
Ema pun melihat ke belakang kembali untuk memastikan kalau Jonathan benar benar sudah sangat jauh dan tidak mengejar Ema lagi.
"Nona Ema kalau boleh tahu sebenarnya orang tadi itu siapa ?."Tanya Panji.
"Dia Jonathan Pak ."Ucap Ema yang kini bernafas lega kerena sudah tidak melihat mobil Jonathan di belakang mobilnya lagi.
Setelah empat puluh menit Ema dan Panji pun sampai di kantor . Panji langsung berjalan memutar mobil untuk membukakan pintu Ema.
"Silahkan Nona ."Ucap Panji .
"Terimakasih ." Ucap Ema pada Panji sambil tersenyum .
Ema pun masuk kedalam kantornya bersama dengan Panji . Ema pun di sambut oleh para karyawan karyawannya . Ema langsung naik lift untuk pergi ke ruangannya yang ada di lantai paling atas .
Hari ini akan menjadi hari yang paling menyibukkan untuk Ema karena banyak yang harus Ema kerjakan . Tapi untungnya ada Panji dan juga Dita yang selalu bersedia membantunya kapan saja.
Sedangkan kini di dalam ruangannya Jonathan tengah kesal karena kehilangan jejak mobil Ema , sehingga Jonathan tidak dapat mengikuti kemana Ema pergi dan dengan siapa Ema pergi .
"Sepertinya ada yang aneh dengan Ema . Ema menggunakan mobil yang berbeda dan sepertinya dia pun mempunyai supir , jangan jangan Ema sudah menikah dengan pemuda bernama Fikri itu ."Ucap Jonathan .
"Nggak mungkin aku yakin Ema tidak memiliki perasaan apa pun pada dia dan Ema hanya mencintai ku saja ."Ucap Jonathan kembali.
Jonathan terus menerus memikirkan Ema sampai sampai Jonathan tidak fokus dalam pekerjaannya . Jonathan pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari kantor .
Setelah dua puluh lima menit Jonathan pun sampai di sebuah rumah yang dulu pernah Jonathan tunjukkan pada Ema untuk menjadi tempat tinggalnya bersama dengan Ema dan anak anaknya kelak . Namun semua itu kini hanya mimpi dan itu karena kebodohan Jonathan , Jonathan pun sering merutuki kesalahannya itu .
Jonathan tidur di dalam kamar yang tadinya akan menjadi kamarnya dengan Ema . Di mana di kamar itu lah Jonathan dan Ema akan saling meluapkan perasaan mereka satu sama lainnya.
"Seharusnya sekarang kamu ada di samping ku Ema , berbaring sambil memeluk ku dan kamu pun akan merengek seperti anak kecil saat menginginkan sesuatu dari ku ."Ucap Jonathan sambil mengelus tepat tidur yang kini di tiduri .
Tak terasa hari kini sudah semakin gelap namun Ema masih di kantornya dan masih setia menatap laptopnya dan memeriksa berkas berkasnya .
"Maaf Nona Ema hari kini sudah malam apa tidak sebaiknya Nona pulang saja , bukankah besok Nona sudah akan mulai semester akhirnya ."Ucap Panji.
"Iya tapi ini tinggal sedikit lagi Pak Panji , biarkan aku mengerjakannya dulu . Tapi kalau Pak Panji sudah lelah dan ingin pulang , pulang saja Pak . Aku bisa kok pulang sendiri ."Ucap Ema yang melihat ke arah Panji .
"Saya tidak lelah Nona saya hanya takut kalau yang lelah itu Nona Ema ."Saut Panji.
"Nggak kok aku baik baik saja , jadi Pak Panji tidak perlu khawatir ."Ucap Ema .
"Baiklah kalau begitu ."Ucap Panji .
Ema pun akhirnya melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai . Hingga saat pukul sebelas malam Ema baru saja menyelesaikan pekerjaannya .
"Hahahh akhirnya selesai juga ."Ucap Ema yang kemudian langsung bersandar di kursinya . "Pasti ini yang di rasakan oleh Ayah dulu , maaf kan Ema Ayah karena Ema selalu menyusahkan Ayah dulu . Pasti Ayah pergi karena Ema terlalu menyusahkan Ayah ."Sambung Ema yang kemudian langsung tertidur di kursinya .
Panji yang baru saja dari luar pun langsung masuk kedalam ruangan Ema dan saat Panji masuk ke dalam ruangan Ema , Panji melihat kalau Ema yang tengah tertidur si kursinya .
Panji pun mengambil selimut yang memang ada di ruangan Ema lalu menutupi tubuh Ema dengan selimut . Panji pun membereskan barang barang Ema lalu memasukannya ke dalam tas . Panji membawa tas Ema begitu pula dengan Ema , Panji menggendong dan membawa Ema ke dalam mobil dan mengantarkannya pulang .