NovelToon NovelToon
The Way Of The Ruler

The Way Of The Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: OmuraRyu

Cerita ini berkisah tentang petualangan seorang pemuda bernama Aryasetya yang bertransmigrasi ke tubuh seorang pangeran bernama Agha Agana.Pangeran itu menerima racun sebelum dinobatkan sebagai Raja, setelah dia memasuki tubuh Agha Agana, dia dinobatkan sebagai seorang Raja di Kerajaan Agrapana.

Dengan berbagai bantuan dari para bawahannya yang terampil, Agha Agana memulai petualangannya. Menemukan berbagai hal baru di dunia yang ia tinggali dan perlahan dia mengerti seberapa luas dunia yang ia tinggali.

Dengan bantuan sistem, Agha Agana
mulai memperkuat kerajaannya dan perlahan dia mulai menapaki jalan penaklukkan. Dimulai dari dunia yang ia tempati kemudian dia menaklukkan berbagai dunia yang memiliki keunikannya masing-masing.

Dan nantinya kerajaan yang ia bangun akan terus ada dan berakhir menjadi Dinasti tanpa akhir.
Ikuti perjalanan Agha yang menapaki langkahnya menjadi seorang penguasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OmuraRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26. Upaya Pembunuhan

Ketika membuka matanya Agha melihat wajah Sakura yang ketakutan sehingga dia bertanya pada sakura. "Ada apa sakura, kenapa kamu terlihat ketakutan?"

" ... "

"Kenapa diam Sakura, tidak usah takut. tenang dan beritahu aku Sakura." Agha yang khawatir akan keadaan sakura, Agha meminta penjelasan dari sakura.

"Hmmm... maaf Yang Mulia, aku melihat bayangan keluar dari tubuh yang mulia ketika anda sedang bermeditasi. Bayangan itu memiliki wujud yang mengerikan, dia memiliki tanduk dan taring yang keluar dari mulutnya. Wajah yang dimiliki wujud itu sangat mengerikan hingga membuatku tak karuan ketika menatapnya," jelas Sakura dengan terbata-bata dikarenakan dia masih mengingat dengan jelas wujud yang keluar dari tubuh Agha.

Sosok yang dibicarakan Sakura mirip dengan bayangan yang ada di tubuh Agha ketika Agha sedang menggunakan teknik Buntala Sahasra Juntrung.

Agha tidak pernah memikirkan wujud bayangan yang ada di dalam dirinya, hingga kejadian ini terjadi. Setelah mendengar sosok itu dan memikirkannya Agha teringat akan perkataan Gajah Mada dimana dia mengatakan asal dari teknik Buntala Sahasra Juntrung.

Mengesampingkan semua hal tentang sosok itu Agha mendekati Sakura dan menenangkan dia. Agha memeluk dan mendekap sakura, dia mengusap rambut sakura untuk menghilangkan kegelisahan yang dimiliki Sakura. Disaat Sakura lebih tenang dia menatap Agha dengan tatapan dingin.

"Saya sudah tenang Yang Mulia, Anda bisa melepaskan saya." Kata -kata yang terdengar dingin muncul dari Sakura disertai gerakan-gerakan untuk keluar dari pelukan Agha.

Agha yang merasakan perubahan nada serta gerakan sakura melepaskan dekapannya dan dia meminta maaf karena telah lancang memeluk sakura.

Suasana canggung muncul diantara mereka berdua setelah Agha melepaskan Sakura dari dekapannya meskipun tatapan sakura terlihat dingin.

Agha menatap mata sakura dengan serius dan berkata "Sakura, aku harap kamu jangan membicarakan sosok itu lagi karena itu adalah salah satu teknik yang aku pelajari."

Sakura menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa dia mengerti apa yang diminta Agha. Namun sakura juga bertanya pada Agha mengapa dia menjelaskan tentang sosok yang merupakan perwujudan dari teknik yang dia pelajari pada diri sakura.

Dengan serius dan tatapan yang fokus ke arah mata sakura Agha mengatakan "Aku menjelaskannya padamu, karena aku menyukaimu."

Dengan mata terbelalak Sakura tidak tahu bagaimana menanggapi perkataan Agha, dia dikejutkan oleh alasan Agha.

Sakura tidak pernah memikirkan bahwa Agha akan menyukai dirinya. Dengan nada yang sangat dingin Sakura merespon perkataan Agha, "Jangan bercanda Yang Mulia, kita berbeda."

Menatap wajah terkejut sakura Agha menyunggingkan bibirnya dan ketika dia mendengar nada dingin bersamaan dengan kata-kata yang mengisyaratkan bahwa dia ditolak oleh sakura, menggetarkan hati Agha.

Masih dengan senyuman lembut Agha membalas perkataan sakura "Tidak, aku tidak bercanda sakura. Aku menyukaimu."

Melihat tatapan Agha yang begitu serius ketika mengatakan dia kata itu membuat Sakura bergetar entah dari mana, hingga ekspresi dingin di wajahnya menurun tidak sedingin sebelumnya.

Mereka bertatap-tatapan cukup lama hingga Sakura batuk dan mengalihkan perhatian Agha. Meninggalkan Agha yang termenung sendirian di ruang itu, Sakura pergi keluar untuk mengubah perasaan yang dia rasakan saat ini.

Sakura melihat-lihat bangunan yang ada di suku T'halcha, setiap bangunan disini memiliki bentuk yang hampir sama namun memiliki keunikan tersendiri seperti ada yang memiliki bentuk duri atau bentuk-bentuk yang tidak biasa hingga membuat Sakura heran.

Sakura pergi ke salah satu bangunan yang menarik perhatiannya karena terdapat sebuah pahatan kayu berbentuk seperti buku, berjalan ke arah bangunan itu Sakura tak lupa untuk menengok-nengok sekelilingnya sembari mencari informasi yang berguna.

Memasuki bangunan itu dia disambut dengan hiruk pikuk Goblin yang membawa buku beserta berbagai peralatan.

Sakura tidak menyapa para Goblin yang berlalu-lalang, dia pergi ke salah satu meja yang ada disana dan sakura bergegas untuk mengambil salah satu buku yang tertata di sebuah lemari.

Disaat sakura membuka buku yang dia ambil, seorang Hob-goblin wanita mendatanginya dan menatap Sakura dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

Sakura tidak menggubris sosok Hob-goblin itu dan dia mencoba untuk fokus melihat buku yang dia pegang kemudian membacanya.

Ketika sakura hendak membaca buku itu dia lupa bahwa dia tidak mengetahui tentang bahasa goblin.

Sakura menutup buku yang telah dia buka yang berisi bahasa Goblin karena dia tidak bisa membacanya, Sakura memutuskan untuk meninggalkan tempat baca ini dan pergi mengamati keadaan di suku T'halcha.

Agha yang telah merenungkan situasi dimana dia menyatakan perasaannya pada Sakura, akhirnya kembali pulih dan mencoba untuk bermeditasi sebelum pergi menemui T'halcha Morikan.

Tak berselang lama Agha menyudahi meditasinya dan memakan makanan yang telah disediakan sakura sedari tadi, hari telah gelap dan Agha memutuskan untuk keluar.

Meskipun suku ini berada di dalam hutan namun tidak mengalami kegelapan dikarenakan hasil penelitian para sarjana goblin, serta mekanik Gnome yang berhasil menciptakan sebuah alat yang mampu menyinari gelapnya malam dengan bahan batu kristal yang mereka tambang.

Melihat suasana yang terang benderang menimbulkan minat pada Agha agar kerajaan dan wilayah yang dikuasainya bersinar seperti disini ketika malam tiba, "Lampu kristal ini benar-benar temuan yang menarik selain pemanas air, dan barang ini mereka produksi sendiri. Federasi Hyob union seperti sebuah harta karun, aku harus mendapatkannya," pikir Agha disaat melihat lampu kristal yang bersinar.

Di malam hari para prajurit suku T'halcha berpatroli. Setiap unit Goblin terdiri dari satu atau dua Hob-goblin sebagai pemimpin dan sepuluh sampai lima belas Goblin biasa.

Agha mengamati unit yang berpatroli dan dia cukup terkesan dengan peralatan yang mereka kenakan. Baju besi yang terlihat tangguh dan ringan sangat cocok dikenakan pada infateri yang menggunakan pedang atau swordsmen, setelah dimodifikasi ukurannya.

Agha yang sedang mengamati para prajurit dikejutkan oleh serangan menyelinap dari balik badannya. Tusukan benda tajam hampir mengenai punggung Agha, namun Agha mampu merasakan rasa dingin baja pada senjata itu terlebih dahulu sehingga dia melompat kedepan untuk menghindari tusukan itu.

Melihat sekeliling yang tidak ada orang selain prajurit yang berpatroli, Agha menjadi waspada dan bergumam.

"Sialan siapa ini? aku masih bisa merasakan dinginnya baja itu."

Dengan kewaspadaan tinggi Agha menengok-nengok sekitar untuk mencari tahu posisi penyerang yang ingin membunuhnya, namun dia tidak bisa menemukan penyerang itu.

Agha memutuskan untuk meninggalkan tempat ini dan kembali ke kediamaannya mencoba untuk menjebak penyerang itu, namun sampai dia tiba di kediamannya, dia tidak mendapatkan serangan lagi sehingga dia menjadi bingung.

"Apa penyerang itu tahu bahwa aku menjebaknya? Atau dia tidak menyerang kembali karena tidak berhasil pada percobaan tadi? Aku tidak tahu yang mana yang benar namun aku kira mereka akan menyerangku lagi besok. Aku harus mempersiapkannya."

Memasuki kediamannya Agha melihat Sakura yang tengah tertidur pulas, menatap wajahnya yang anggun nan mempesona menghilangkan kekhawatiran yang ada pada hatinya.

Dengan perasaan yang tenang Agha tidak beristirahat atau tidur melainkan dia bermeditasi kembali. Karena dia tidak bisa berlatih fisik dengan tekniknya maka Agha memutuskan berlatih meditasi untuk menyeimbangkan serta memperbesar bola energi ki didalam dirinya.

Bola energi ki didalam diri Agha berputar dengan cepat dan membesar secara perlahan-lahan.

Pusaran pada bola energi ki semakin tidak terkontrol, dari meditasi untuk memperbesar bola energi ki Agha menggantinya menjadi menyeimbangkan. Dia lakukan itu berulang kali hingga bentuk bola energi ki menjadi sempurna dan tenang ketika berputar.

Setiap waktu senggang yang Agha miliki, dia selalu menyempatkan untuk meditasi sehingga kemampuan yang dia miliki mampu berkembang dengan cepat meskipun saat ini belum stabil.

Di tengah-tengah Agha bermeditasi muncul sosok yang digambarkan Gajah Mada dan Sakura di benaknya.

Sosok itu seperti mengatakan sesuatu namun Agha tidak mampu mendengarnya. Ketika Agha memfokuskan dirinya untuk mendengar perkataan yang dikatakan sosok itu, tiba-tiba sosok itu menghilang entah kemana, lenyap begitu saja.

Agha menyudahi meditasi hari ini dan memutuskan untuk tidur meskipun timbul pertanyaan besar di benaknya mengenai kata-kata sosok bayangan itu.

..--..

"Sialan... meskipun aku menggunakan teknik ini tetap saja tidak bisa membunuhnya. Graaaah.... dia benar-benar beruntung hari ini." Bayangan besar yang memegang pisau merasa kesal karena gagal melaksanakan misi yang dia miliki.

Nafas yang tidak beraturan dari dirinya menandakan bahwa dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk menggunakan teknik yang dia gunakan.

"Hari ini aku gagal melenyapkannya, namun lihat saja... aku akan menghapusmu dari tanah ini... dasar pedagang sialan...." Kekesalan yang dia rasakan mulai dilampiaskan pada perkataannya dan sosok itu pergi meninggalkan tempat dimana banyak prajurit berpatroli.

Dia pergi menuju belakang rumah yang terlihat mewah untuk sebuah suku. Dia menemui Hob-goblin yang menunggunya.

Masih merasa kesal karena gagal melaksanakan tugas, dia meminta maaf pada Hob-goblin yang menunggunya di tempat itu" Maaf Tuan Muda, saya gagal melaksanakan tugas."

"Huh... gagal.. aku pikir kamu mampu melakukan tugas sepele seperti ini." Dengan sombong Hob-goblin itu menimpali permintaan sosok yang ada didepannya.

"Dia terlalu waspada Tuan Muda, sampai-sampai seranganku gagal mengenainya. Namun aku akan membalasnya besok. Aku harap Tuan Muda mengijinkannya."

"Terlalu waspada, baiklah... ini yang terakhir kali. Mort'un jangan sampai gagal seperti ini lagi atau...."

"Ya, Tuan Muda. Nyawaku yang menjadi taruhannya"

"Bagus... kamu tahu konsekuensinya," ujar Hob-goblin itu yang pergi meninggalkan Mort'un dan masuk ke dalam rumah itu.

1
Raysonic Lans™
perang muluu thorrr...
kurang piknik nehhh authornya..
Raysonic Lans™
abis duel lemes.. abis duel lemes kok abis duel lemes lemes MC nya.. wkwkwk
Raysonic Lans™
perang terus.. kurang percintaan agak garing Thor..
kIkI
Biasa
Edi Porwanto
mantap berat...berasa banget adegannya
~H∆LUsinN∆SI~
kenapa gk up lagi thor
seven cloud
Luar biasa
⑅♥⑅🌻jessicaC⑅🐺⃝
wkwk pengulangan kata gajah mada 2 X wkwk
Ridwan Sutarso
setahu saya untuk menebas itu laiknya pakai pedang, golok, parangdsb, kalau tombak untuk menusuk, menggebuk, menjangkau musuh yang jauh, jadi ambigu bro
Harman LokeST
yang tidak setia bunuh
John Singgih
diam-diam kesal kepada manusia yang menjadi tamunya
John Singgih
ilmu yang meminta tumbal darah
John Singgih
goblin yang bisa berbahasa bahasa manusia
John Singgih
kesempatan terakhir untuk sang oembunuh
John Singgih
akankah ketemu dengan ana yang mencoba membunuhnya ?
John Singgih
dihajar karena senbarangan
John Singgih
kesepakatan yang berbahaya
John Singgih
ketika sang raja tidak menerima penyerahan sang jendral dan memberinya tugas lain
John Singgih
akhirnya punya kesempatan untuk melakukan pemanggilan lagi
John Singgih
ternyata laist masih takut mati juga ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!