NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Terduga

Jodoh Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Spiritual
Popularitas:121.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri risdi

Kisah seorang santri bernama Zahra Khoirunnisa yang di jodohkan dengan seorang pengusaha muda bernama Arkan yang tak lain adalah teman dari kakak nya.

Di satu sisi Zahra sudah menyukai seseorang dalam hatinya. Di sisi lain Zahra tidak bisa menolak keinginan ayahnya.


"Bagaimana aku bisa menikah dengannya, sedangkan hatiku sudah untuk orang lain"_Zahra

"Aku bukan orang baik, aku pemabuk dan aku juga tidak suka wanita sepertimu" _Arkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri risdi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah paham

Arkan POV

Hari ini aku mulai semangat kembali ke kantor. Jika di tanya kenapa, tentu karena penyemangat ku telah kembali. Zahra ku telah kembali padaku. Awalnya aku sempat frustasi dengan perginya Zahra. Jujur saja aku merasa tak bisa melakukan apapun jika tidak ada Zahra.

Aku tahu sebenarnya Zahra belum bisa melupakan kejadian kemarin. Tapi aku senang karena Zahra berusaha untuk bersikap seperti biasa padaku, dia ingin menjaga hubungan kami.

Seperti biasa Zahra selalu melayani ku. menyiapkan segala keperluan ku. itulah kenapa aku jadi tergantung padanya, aku tidak bisa jika tidak ada Zahra.

Saat ini aku sedang memeriksa beberapa berkas yang terbengkalai karena beberapa hari tidak fokus bekerja. Aku merasa sangat tidak profesional, karena masalah pribadi membuat ku lalai dengan tugas ku yang lain.

Saat sedang serius dengan tumpukan kertas ini tiba tiba Zahra menghubungi ku agar segera pulang. Tidak seperti biasanya padahal ini masih pukul satu siang.

Entah kenapa Zahra menyuruhku pulang sekarang. Sepertinya ada hal penting. Aku sedikit gelisah karena Zahra tidak menjawab pesanku lagi. Segera aku bersiap pulang.

Selama di perjalanan aku tidak bisa tenang. Pikiranku begitu kacau. Apa mungkin terjadi sesuatu dengan Zahra.

Kulajukan mobil dengan kecepatan tinggi, entah kenapa perjalan ini terasa begitu lama.

Sampai di rumah, aku segera masuk mencari Zahra. Rumah sangat sepi, kemana Zahra.

"Sayang, aku pulang,"

Tidak ada jawaban.

Segera aku menuju kamar, sayup-sayup terdengar suara isakan. Apa Zahra sedang menangis? Pikirku.

Ku buka pintu kamar, terlihat Zahra sedang duduk di pinggir ranjang dengan bahu gemetar sepertinya karena isakan.

"Sayang, kamu kenapa?"

Ku hampiri Zahra, aku benar-benar bingung, kenapa Zahra menangis sampai begini, apa yang terjadi, bukan kah masalah kemarin sudah kami selesaikan.

Ku sentuh bahunya. Tapi tak ku duga, dia menepis tanganku kasar.

"Jangan sentuh aku," bentaknya.

Ya Tuhan, apa aku sudah melakukan kesalahan lagi, tapi apa, kenapa Zahra semarah ini padaku. Kulihat matanya sembab, sepertinya sudah lama dia menangis.

Aku benar-benar merasa tidak berguna. Aku tidak bisa membahagiakan istriku, dadaku sesak menyadari akhir-akhir ini selalu membuat Zahra menangis.

"Kamu kenapa sayang?" Tanyaku lembut.

"Sayang? Jangan panggil aku sayang, aku jijik mendengar itu mas," bentaknya padaku.

Aku merasa hancur, sangat hancur. Bagaimana bisa Zahra bicara begitu padaku, dia bahkan tidak bicara apa salahku. Kenapa Zahra jadi sekasar ini.

"Kamu brengsek mas, kamu pembohong,"

Dia memukul mukul dadaku dengan terisak. Aku semakin tidak mengerti kenapa Zahra sehisteris ini Berusaha ku peluk tubuhnya yang mulai melemah, dia memberontak, tapi tentu tenagaku lebih kuat darinya. Akhirnya dia diam dalam pelukanku.

Setelah merasa dia lebih tenang, ku beranikan bertanya padanya.

"Apa yang terjadi sayang?"

Mendengar itu dia berusaha melepaskan diri dari pelukanku, tapi segera aku eratkan agar dia tidak berontak lagi.

"Tanyakan jika ada hal yang mengganjal, jangan seperti ini, emosi tidak menyelesaikan masalah Zahra," ucapku lembut.

"Ceraikan aku," ucapnya dengan bergetar.

Jantungku terasa di tikam ribuan batu, dadaku terasa sesak, aku merasa lemas, bahkan pelukanku pada tubuh Zahra terlepas.

Aku tak bisa menahan air mataku.

Apa Zahra serius, apa aku akan benar benar kehilangannya sekarang, apa dia sudah tidak mencintaiku, rasanya ingin bertanya, tapi suaraku terasa tertahan tak mampu ku keluarkan.

Ku tatap matanya, dia balas menatapku.

Aku berusaha maju satu langkah agar kami lebih dekat. Sungguh kaki ku lemas sampai tak mampu menopang tubuhku sendiri. Aku tersungkur di depan Zahra. Entah kenapa aku terus menangis, seakan tak ada lagi ketegaran dalam diriku. Rasanya tak ada gunanya hidupku jika tidak bersama Zahra.

Ku rasakan dia ikut bersimpuh di depanku.

"Jangan berpura-pura sedih," ucapnya.

Seketika ku tatap dia. Apa dia bilang "pura-pura" dia bilang ini pura-pura. Aku semakin sakit menyadari dia tak bisa melihat ketulusanku.

"Beri mas alasan kenapa kamu ingin bercerai,"

"Buat apa di pertahankan kalau mas masih mencintai orang lain,"

"Kita sudah pernah membahas ini Zahra, kenapa kamu ungkit lagi,"

Kemudian dia memperlihatkan sebuah foto di hp nya.

Sungguh aku terkejut, dari mana dia dapatkan foto itu. Jadi ini alasan dia semakin marah.

"Mau kah kamu mendengarkan mas dulu?"

"Kebohongan apalagi yang akan mas ucapkan"

"Mas tidak akan memaksa kamu percaya, tapi beri mas kesempatan menjelaskan, mas berhak bicara kan?"

"Baik,"

"Itu foto lama, foto yang di ambil beberapa tahun lalu saat mas dan Reina masih hubungan,"

"Apa buktinya,"

Segera aku bangkit mengambil hp ku. Kemudian duduk di pinggir ranjang.

"Kemarilah!" Ku tepuk ranjang di sebelahku agar dia duduk, Zahra menurut.

Ku sebuah aplikasi sosial media. Sudah lama sekali aku tidak membukanya. Ku cari sebuah nama "ReinaRey". Ku rasakan Zahra menatapku tajam.

"Jangan marah dulu." Ucapku menenangkan.

Ku lihat koleksi fotonya, dan ku temukan yang aku cari. Foto ku dan Reina yang dia kirim pada Zahra. Ku llihat tanggal postingannya.

"Lihat sayang, ini sudah di posting 5 tahun yang lalu, saat itu aku masih berpacaran dengan dia."

"Kamu percaya kan?"

Ku lihat dia menunduk. Ku raih dagunya, membuatnya menatap ke arahku. Matanya sudah berair. Dia menangis lagi.

"Maaf mas." ucap Zahra sambil menangis.

Ku hapus air matanya.

"Tak apa sayang, mas ngerti." ku peluk erat tubuhnya.

"Jangan nangis terus." ku usap punggung nya sembari memberikan kecupan di pelipis nya.

Ku dekati wajahnya. Perlahan, ku kecup keningnya. Dia memejamkan mata, seakan menginganku melakukan lebih. Tentu saja aku paham. Karna masalah akhir akhir ini, sudah lama kami tidak menunaikan nya. Aku sudah sanga rindu.

"Aku tak ingin melakukannya." Ucap ku membuat dia membuka mata. Jujur saja aku ingin menggodanya.

"Kenapa?" Jawabnya menunduk, ya ampun aku tidak tega.

Ku tangkup wajahnya, "aku tak ingin melakukannya jika istriku tak meminta,"

Ku lihat pipinya memerah. Sudah lama aku tal melihatnya.

"Ayo bilang" ucapku.

"Bilang apa" tanya Zahra

"Aku mau melakukan nya denganmu"

"Yah keduluan" godanya dengan senyuman

"Ish kau menggodaku yaa"

Dia tertawa, ah aku kalah lagi.

Melihat Zahra tertawa seperti ini membuat ku tak bisa menahan senyumku.

Ku peluk dia erat. Rasanya tak sanggup jika tak bisa melihat tawanya lagi.

"Jangan tinggalkan aku dan jangan meminta sesuatu yang tidak mungkin aku lakukan" bisikku.

Kemudian kami menikmati waktu bersama, melakukan hal yang sudah lama tak kami lakukan. Memberikan kepuasan satu sama lain.

Ini lah salah satu yang aku rindu. Zahra adalah candu ku.

#Nah loh cuma salah paham ternyata, yang sabar ya Zahra😁😁

Jangan lupa dukung terus Arkan dan Zahra ya temen temen.

1
Kim
apakah diam" Ustadz Rama menyukai Zahra
Aris Sunarto
ditunggu lanjutannya..😇
Aris Sunarto
lanjutanny..ada..?
Aris Sunarto
lanjutan ada dak
Nurlela
mana lanjutannya
Nurlela
lanjut nya doong mn nie
Nurlela
lanjut doong
Nurlela
kira"siapa ya yg manggil"zahra
Rinjani
upppp kok lamaaa
Wakgoes Encuzse
pasti sepupunya nya temannya zahra tu siapa namanya lupa
Aulia Caem
lanjut
Al Vi a
dunia nyata sangat jauh dari dunia novel😂
Al Vi a
ntah lah Thor.. hatiku sangat rapuh klo tentang penghianatan.. tp nyatanya Arkan tidak berkhianat.. hanya saja dia tidak tegas dalam menyikapi wanita itu..😭
Al Vi a
bahkan ustadz.. prilaku mu jauh lebih buruk dari perilaku Arkan sebelum menikah.. menyandang gelar ustadz.. namun prilakunya jauh untuk di katakan pantas sebagai seorang ustadz😏
Al Vi a
ustadz kyknya
Al Vi a
dalam sebuah hubungan KOMUNIKASI itu sangat penting
Al Vi a
Allah SWT.. akan memberikan apa yg kita butuhkan.. bukan apa yg kita inginkan..
Al Vi a
karena yg terlihat buruk belum tentu buruk juga dalem nya
Al Vi a
hhhmm karena sesungguhnya RENCANA ALLAH Jauh lebih indah dari apa yg kita inginkan..
Al Vi a
pilihan yg membingungkan memang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!