NovelToon NovelToon
Garis Dua Buat Presdir

Garis Dua Buat Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Poligami / Duda / Tamat
Popularitas:758.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

Bijak-bijak memilih bacaan! Karena ini banyak cerita panas serta adegan yang tak terduga.

Nama aku Marsya Aulia, aku hanya anak dari keluarga yang kurang mampu. Ibu aku sedang sakit kanker paru-paru stadium akhir.

Suatu hari ibuku jatuh sakit dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan jika sebaiknya ibuku harus melakukan operasi pengangkatan kanker.

Aku tidak punya biaya sama sekali, hingga aku berjumpa dengan seorang wanita yang amat sangat cantik. Ia memberi sebuah bon pembayaran rumah sakit beserta uang.

Aku yang lagi bingung dengan senang hati menerima pemberian wanita tersebut.
Namun aku pikir dia ikhlas membantu, ternyata semua ada timbal baliknya.

Inilah kisah ku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telepon dari siapakah itu?

Part 26

_____

Tuan Agung membawa Tarjok masuk ke dalam kamarnya. Baru sampai depan pintu kamar Tarjok muntah. “Uwek! Uwek." Tarjok menyeka kasar bagian bibir bawah yang basah. "Tuan saya muntah, tuan tidak marah?”

Tuan Agung tersenyum paksa, menatap Tarjok yang setengah sadar. “Tidak. Saya tidak akan marah. Tapi saya akan membunuh kamu sekarang, mari cepat kita masuk ke dalam kamar agar saya bisa langsung eksekusi kamu.” Tandas tuan Agung menggeret Tarjok dan membaringkannya di atas ranjang.

Tarjok menepis tangan tuan Agung yang sedang membuka kancing baju kemeja Tarjok yang kotor, akibat terkena muntahannya sendiri. “Tuan kenapa membuka baju saya, saya tidak selera dengan lelaki yang sudah tua seperti tuan dan saya masih mulus belum ternodai sama sekali tuan.”

“Jika besok kamu sudah sadar. Ingatlah perkataan aku ini, aku tidak suka batang bambu. Aku cuman suka coklat manis.” Sahut tuan Agung sambil menggantikan baju Tarjok. Setelah selesai memakai baju bersih ke Tarjok yang masih setengah sadar akibat mabuk. Tuan Agung berdiri di samping ranjang Tarjok.

Tuan Agung berbalik badan meninggalkan kamar Tarjok. "Baru minum sedikit sudah teler." Gumam tuan Agung. Tuan Agung berjalan meninggalkan kamar Tarjok sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya. Tuan Agung terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Setelah masuk ke dalam kamar, tuan Agung membuka lemari dan mengambil baju tidur piyama miliknya, tuan Agung melirik ke kanan dan ke kiri kamar yang terlihat begitu sunyi.

...“Saat malam mulai gelap, bintang yang indah mulai menampakkan sinarnya dan angin malam yang berhembus menyapa setiap inchi dari kulitku saat itu aku merasa senang karena kamu masih berada di dekatku....

...Tapi sekarang semuanya berubah, jika malam telah datang dan bintang mulai menampakkan dirinya aku sangat merasa kesepian dan iri dengan gelapnya malam yang di temani bintang kecil di atas langit.”...

Tuan Agung membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Tuan Agung menatap langit-langit kamar yang begitu indah dengan lampu hias yang tergantung dengan desain yang sangat mewah.

Beft!

Beft!

Suara ponsel tuan Agung berdering.

Tuan Agung melihat layar ponsel yang sedang menyala, jempol kanan langsung menekan tombol hijau.

📲 Halo.” Sahut tuan Agung.

Tuan Agung terdiam, dahinya mengerut mendengarkan panggilan telepon. Saat mendengar kabar dari penelepon tanpa nama, tuan Agung spontan duduk dengan kedua mata yang membesar. “Apa. Apa yang kalian katakan itu benar.”

Setelah itu tuan Agung menutup teleponnya, ia duduk sambil membuka ponselnya dan langsung memesan tiket pesawat buat penerbangan besok pagi. Setelah memesan tiket pesawat tuan Agung meletakkan ponselnya dan merebahkan tubuhnya dengan wajah yang tersenyum kemudian ia memejamkan kedua matanya.

Siapa yang menelepon tuan Agung dan kenapa tuan Agung tiba-tiba membeli tiket pesawat?

.

.

.

Tepat pukul 05:00 pagi dini hari tuan Agung terlihat tampak semangat. Ia mengambil koper dan menyusun beberapa baju, entah kabar apa yang membuat tuan Agung bisa gembira seperti itu.

Setelah menyusun pakaiannya ke dalam koper, tuan Agung bergegas keluar kamar.

Tap!

Tap!

Tap!

Tuan Agung menuruni anak tangga dan berjalan melewati ruang tamu dengan wajah yang seperti orang yang jatuh cinta.

“Tuan mau kemana sepagi ini?” Tanya pembantu dari ruang tamu.

“Saya mau pergi ke kota Singapura, bi. Tolong siapkan saya sarapan dan teh hangat.” Tuan Agung berjalan menuju ruang makan.

Pembantunya hanya tersenyum dan berjalan menuju dapur. “Sepertinya tuan punya pacar baru makanya wajahnya terlihat senang .”

Sarapan dan teh sudah siap. Pembantu berjalan mendekati meja dan menyajikan sarapan serta teh hangat buat tuan Agung. “Ini tuan minuman dan sarapan buat tuan.”

“Bibi tolong panggilkan Tarjok, suruh dia segera mandi dan antarkan saya ke bandara.” Ucap tuan Agung sambil menyeruput teh hangat.

“Tidak perlu bi, saya sudah bangun dan tolong buatkan saya sarapan juga bi.” Sambung Tarjok tiba-tiba datang dengan gaya yang sok keren berjalan menuju meja makan.

Tuan Agung yang kala itu sedang menikmati santap sarapannya hanya melirik sedikit, menatap kedatangan Tarjok yang duduk di sampingnya. “Apa kamu tidak bisa membuatkan sarapan sendiri Tarjok. Bibi sudah tua apa kamu tidak kasihan, bibi hanya boleh melayani saya. Jika kamu kepingin di layani juga, kamu harus mencari coklat manis (Istri) buat melayani kamu.”

Tarjok memutar arah badannya. Tarjok berdiri, tangan kanan di letakkan di depan dada. “Sangat menusuk.” Tarjok berjalan menuju dapur.

“Tarjok kamu sudah berumur 25 tahun, apa kamu tidak ingin menikah. Apa kamu ingin membuat tubuh kamu berlumut baru kamu mau menikah, kalau tidak mau menikah sebaiknya cari pacar dulu.” Ucap pembantu sambil mengaduk teh buat Tarjok.

Tarjok memegang dadanya dengan wajah yang di tekuk. “Aduh bibi. Perkataan itu menancap di kepala dan seluruh tubuhku yang rapuh ini.”

Pembantu mendorong tubuh Tarjok pelan, bibir tersenyum manis. Bibi pembantu memberikan teh dan sarapan hangat. “Hahaaha. Ini sarapan buat kamu, bibi mau pergi ke pasar dulu.”

Tuan Agung berdiri di depan pintu masuk dapur sambil menggelengkan kepalanya melihat Tarjok yang makan sendirian di meja dapur. "Tarjok. Apa kamu tidak merasa kesepian? Jika kamu merasa kesepian cari wanita yang bisa mengisi kekosongan di dalam hati kamu. Contohlah saya yang masih muda sudah..."

Tarjok meletakkan makannya kemudian menenggak habis minumannya, ia berjalan ke arah tuan Agung. “Yang masih muda sudah memiliki 2 istri." Sambung Tarjok. Tarjok melirik sedikit ke wajah tuan Agung yang terpaku. "Baik. Saya akan mengencani wanita yang memakai baju bunny girls kemarin malam atau wanita yang lainnya.” Tarjok berjalan terus melewati tuan Agung dan mengehentikan langkahnya di depan teras tuan Agung.

Mendengar perkataan Tarjok, tuan Agung hanya diam sambil menggelengkan kepalanya. Tuan Agung berjalan keluar dengan membawa koper yang berisikan baju-baju miliknya.

Tuan Agung berdiri di samping pintu mobil yang sudah menyala dan pintunya sudah terbuka lebar. “Tarjok saya mau pergi selama 7 hari, tapi itu tidak pasti bisa saja saya pulang lebih awal atau bisa saja saya pulang lewat dari 7 hari. Saya mempercayakan bisnis saya ke kamu. Jika ada yang mengkuatirkan dan mencurigakan tolong secepatnya kabari saya, untuk bisnis pembangunan kita tunda dulu karena saya masih belum bisa menemukan ide yang bagus.”

Tarjok hanya berdiri di samping mobil sambil memandang tuan Agung. “Baik tuan. Memang sebagusnya pembangunan itu di tunda dulu karena keuangan kita belum stabil dan nama tuan masih buruk di mata masyarakat.” Ucap Tarjok memberi sedikit penjelasan.

"Hem." Tuan Agung masuk ke dalam mobil.

...Di Bandara...

...☺️☺️...

Tarjok dan tuan Agung sudah sampai di parkiran bandara. Tarjok mengeluarkan koper milik tuan Agung dari bagasi. “Tuan, sebenarnya mau kemana dan kenapa tuan berpakaian seperti anak lajang seperti ini.” Tanya Tarjok yang penasaran mau kemana tuan Agung dan kenapa tidak memberi penjelasan terlebih dahulu sebelum pergi.

Tuan Agung mengambil koper miliknya yang di pegang oleh Tarjok. “Aku memang masih lajang, walau pun aku sudah berpengalaman tapi aura yang aku pancarkan sungguh menggairahkan bukan.” Canda tuan Agung.

Tarjok berbalik badan dengan wajah yang masam ia berkata pelan. “Aduh. Lelaki bekas ini sungguh sangat kepedean. Tapi memang benar tuan ini sangat tampan. Saya sebagai seorang lajang saja kalah.” Gumam Tarjok pelan

“Kamu membicarakan saya.” Tuan Agung meletakkan tangan kanan di bahu Tarjok dari belakang.

“Tuan hati-hati di jalan ya? Saya pamit pergi dulu.” Tarjok mengalihkan pembicaraan dengan berlari pergi meninggalkan tuan Agung di ruang tunggu bandara.

.

.

.

...Di Bandara kota Singapura....

...💃...

Surya Handoko yang sedang menunggu di dalam mobil tak jauh dari tempat parkir bandara, tak sengaja melihat tuan Agung sedang berjalan sambil memegang ponsel seperti sedang berbicara dengan seseorang. Surya mengucek kedua matanya, memperjelas kembali pandangan nya. “Itu bukannya mantan suami Wardani. Kenapa dia bisa berada di kota ini.”

Surya yang penasaran turun dari mobil.Alis kanan menaik, bibir tersenyum manis seperti sedang memikirkan sesuatu. Surya mengambil ponsel dari saku kemeja miliknya, kedua tangan mengarahkan ponsel miliknya seperti hendak memotret tuan Agung yang sedang berdiri di pinggiran bandara.

“Sayang.” Terdengar suara seorang wanita yang memanggil Surya dari belakang.

Surya terkejut dan segera memasukkan ponsel ke dalam saku kemeja miliknya. “Kamu sangat cantik, kita mau langsung ke Apartemen aku atau kita mau makan dulu.” Ucap Surya yang sebenarnya merasa kuatir jika aksi kotornya di ketahui wanita tersebut.

Wanita tersebut menyandarkan tubuhnya di dada kekar milik Surya. “Aku capek jadi kita langsung ke Apartemen kamu saja.” Sahut wanita tersebut manja.

Surya dan wanita yang memakai baju dinas penerbangan masuk ke dalam mobil Surya. Sepanjang perjalanan Surya hanya melamun dan berfikir.

'Gara-gara wanita ini, aku kehilangan jejak Agung. Jika tadi aku bisa memotretnya, foto itu akan menjadi lahan buat aku mendapatkan uang yang banyak dari dirinya.' Batin Surya mempunyai rencana buruk untuk tuan Agung.

Melihat Surya yang diam dan fokus berkendara, tangan wanita itu mulai bekerja mengelus lembut paha Surya sambil tersenyum penuh arti. “Kamu sedang memikirkan apa.”

Surya terkejut menepis tangan wanita tersebut. “Apa yang kamu lakukan kita lagi di jalan.” Bentak Surya.

Wanita tersebut cemberut, kedua tangan di letak di depan dada yang memiliki 2 gunung besar. "Habisnya kamu diam saja. Apa kamu tidak merindukan aku lagi."

Surya memalingkan wajahnya. "Jijik."Ucapnya pelan. Surya kembali memalingkan wajahnya berusaha senyum manis yang palsu. Tangan kiri memegang dagu wanita tersebut. " Rindu. Aku sangat rindu kamu. Kita langsung ke Apartemen 'kan?"

Wanita tersebut mengangguk.

...Bersambung......

1
Herta Siahaan
sudah suami istri masih jg pake panggilan tuan Agung ya
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
pemikiran yg silap.. 🤭🤭.. kata2 ni sy tak setuju, klau hanya dia seorg yg jdi bahan fitnah mungkin dia boleh relakn dgn berdiam diri.. tpi ada Marsha isteri kedua yg jdi bahan fitnah jg.. kejam kalau Marsha yg jdi mangsa 😅😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
wanita Naif🤔
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Agal kurang faham sikit watak Marsha.. 😅😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
suami isteri memang serasi sma2 tukang selingkuh😂😂😂yg paling penting dua2 ngak rasa jijik😂😂😂
Mama lilik Lilik
nama ibunya aneh surtek,kenapa gak di kasih nama Surti aja biar baca nya enak,agak janggal aja dengernya/Grin/
Surati
bagus
Maya Ratnasari
maafkan saya kalo agak sotoy thor, setahu saya di dunia nyata, kalo kanker paru udah stadium akhir itu udah ngga direkomendasikan untuk dioperasi, karena sudah sulit untuk dilakukan tindakan tsb. paling kemoterapi dan radioterapi.
Praised94
jeder..... 10.000 Hektare...melebihi rumah sultan andara
sari. trg: Iya, karya pertama. Jadi maklum halunya terlalu tinggi /Facepalm/
total 1 replies
Jastiah Tia
terimalah awal dr kehancuran rumahtanggamu nyonya wardani,smga kamu kuat menhadapi majligai rumahtanggamu
Yolla
cerita yg bagus dn simple
Bis Tawo
👍
Faizan Akram
kenapa yang jadi perusak rumah tangga nya taehyung
Mugitras Hima Islam
inget ibuku... sakit kanker paru paru tapi sekarang sudah tiada 😭😭
Mifta
smg marsyah lebih tegas lagi biar tidak di tindas oleh org laen
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Sekar Arum
mangil suami nxa jgn tuan dong
Nayaka
kurang sreg sama nama tokohnya
Denry_Den Den
Semangat terus
Siti Mas Ulah Ulah
dua 2nya,otakx pd g bener,g suami g istri podo ae,🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!