Ini adalah kisah dimana seorang pengembala kambing yang tiba-tiba mendapatkan kekuatan dahsyat.
Lei Yu adalah seorang pengembala kambing, dia tiba-tiba mendapatkan kekuatan dahsyat dari petir hitam yang menyambarnya. Lei Yu mengira kekuatannya akan sangat bagus untuk dirinya, namun dengan kekuatan dahsyat yang berada di tubuhnya Lei Yu harus menanggung tugas yang sangat berat, dimulai dari mencari kunci portal sampai-sampai dia tidak sengaja menyinggung bangsa iblis yang akan merenggut orang-orang yang dia sayang.
Cuplikan:
Para serigala yang tadinya mundur maju kembali ke arah Lei Yu, tapi sekarang serigala itu mendekat dengan cara menerkam Lei Yu
"Groarrdd!".
"Habislah sudah, aku akan mati disini......".
Lei Yu berpikir dirinya akan mati tapi takdir berkehendak lain, petir hitam tiba-tiba menyambar ke arah Lei Yu juga ke arah ke 4 serigala.
"Jlegeerrrrrrrerrrrerrr!".
Para kambing berlarian ketakutan, sedangkan Lei Yu dan ke 4 serigala gosong tersambar petir. Bagimana cerita selanjutnya? Yuk simak ceritanya di novel Dewa Petir Kegelapan.
Jangan lupa Like, Komen, favorit, dan vote nya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riffky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tersesat Di Hutan Binatang Iblis II
Hewan aneh itu tidak mendengarkan Lei Yu melainkan dia langsung menyerang ke arah Lei Yu. Lei Yu yang sudah siap melompat ke atas untuk menghindari serangan hewan aneh itu.
"Dasar hewan tak berotak!" Lei Yu menyerang balik menggunakan kapaknya.
Kapak Lei Yu mengenai punggung hewan aneh itu, hewan aneh itu tidak terima dirinya dilukai dia menghentakkan kakinya hingga terjadi goncangan.
Lei Yu hampir ke hilangan keseimbangan nya tapi untungnya dia melompat ke atas lagi dan melemparkan kapaknya ke arah kepala hewan aneh itu
"Makan ini!".
Hewan itu menghindari kapak yang Lei Yu lemparkan.
Lei Yu hendak menyerangnya lagi namun sayangnya dia terkena pukulan oleh hewan itu.
Lei Yu terpental sangat jauh, Lei Yu memuntahkan darah hitam dari mulut nya (Penjelasan kenapa darah Lei Yu hitam ada di chapter 3).
Lei Yu terkejut dengan darah yang keluar dari mulut nya
"Kenapa darah ku hitam?" Gumam Lei Yu.
Lei Yu pun tidak terlalu memikirkan tentang darahnya, Lei Yu menatap hewan itu dengan tatapan tajam.
Lei Yu menyerang kembali hewan aneh itu dengan pukulan yang sudah di lapisi petir hitam.
"Duarrrrrrd" Suara tubrukan pukulan Lei Yu mengenai tubuh hewan itu.
"Groarggrr" Jeritan yang teramat keras terdengar.
"Pukulan Seribu Petir".
Bertubi-tubi pukulan Lei Yu layangkan ke tubuh hewan itu hingga terdengar suara retakan-retakan tulang di tubuh hewan itu.
Hewan itu terpental menubruk pohon-pohon yang berada dibelakang.
Lei Yu tidak sampai disitu dia kembali melesat dan mengalirkan petir hitam ke kakinya.
Lei Yu menendang perut hewan aneh itu dengan sangat keras
"Duakrkk".
Badan hewan itu hancur tanpa sisa dan hanya menyisakan kepala dan kakinya. Darah berhamburan dimana-mana binatang iblis lain yang mencium aroma darah mulai berdatangan.
Lei Yu yang merasakan jika akan ada bahaya yang lebih besar meninggalkan tempat itu.
**
Di tempat lain, tepatnya di kota Huaxia Kekaisaran Tang terlihat Song Yu dan Song Yuan yang tengah berlatih tanding.
"Yuan'er gerakan mu terlalu lambat, jika begini terus kau tidak akan menang di turnamen nanti" Ucap Song Yu sembari mengindari ayunan-ayunan pedang Song Yuan.
Song Yuan tidak mendengarkan Song Yu dia malah mengayunkan pedangnya tanpa arah.
"Hey, Yuan'er kau ini kenapa? Sepertinya kau sedang banyak pikiran".
Song Yuan mulai berhenti mengayunkan pedangnya dan mulai berbicara
"Kak apa Lei Yu akan kembali?".
"Kau tiba-tiba menanyakan Lei Yu apa jangan-jangan kau........." Song Yu tersenyum penuh makna ke arah Song Yuan.
"Kak jangan bercanda!".
"Baiklah-baiklah, memangnya kenapa kau tiba-tiba menanyakan Lei Yu?".
Song Yuan menundukan kepalanya tidak menjawab apa-apa.
"Hahahaha sudah kuduga kau pasti menyukai Lei Yu kan".
"Kak sudah kubilang jangan bercanda!" Song Yuan menutupi wajahnya yang memerah.
"Kalau begitu cepat katakan kenapa kau tiba-tiba menanyakan Lei Yu".
"Sudahlah lupakan saja!" Ucap Song Yuan sembari melangkah pergi.
"Cih, dasar wanita selalu saja bersikap aneh" Gumam Lei Yu.
**
Di tempat lain tepatnya di sebuah sekte menengah bernama Sekte Bambu Emas di daerah Kekaisaran Tang terlihat Xian Ren, Qing Su dan Qing Guo.
"Ibu, Kak Xian Ren, terima kasih sudah mengantarkan ku" Ucap Qing Guo.
"Aku berjanji akan menjadi pendekar hebat di masa depan nanti".
"Guo'er berlatihlah dengan giat dan jangan lupakan kesehatan mu juga!" Ucap Qing Su sembari memeluk Qing Guo.
"Iya Bu aku akan menjaga kesehatan ku".
"Guo'er kau harus menjadi pendekar hebat seperti Kak Lei Yu" Ucap Xian Ren.
"Tentu saja, aku akan menjadi pendekar yang sangat hebat di masa depan nanti" Ucap Qing Guo dengan percaya dirinya.
"Kalau begitu hati-hati ya Guo'er" Ucap Xian Ren tersenyum lembut.
"Iya".
Setelah mengatakan itu Qing Guo memeluk Qing Su dan Xian Ren lalu melangkah pergi memasuki Sekte Bambu Emas.
***
Kembali lagi ke Lei Yu, sekarang Lei Yu tengah berlari dengan kecepatan tinggi, sementara di belakangnya terdapat ratusan Kera mengejarnya.
"Apa-apaan kera-kera itu, aku hanya mengambil buah merah ini dan mereka mengejar ku sampai sejauh ini" Gumam Lei Yu sembari terus berlari.
Lei Yu menambahkan kecepatan larinya sehingga para kera itu tertinggal jauh, namun terdapat satu kera yang lebih besar dari kera lainnya melesat dengan kecepatan tinggi mengejar Lei Yu.
"Sialan, kenapa kera itu begitu cepat?" Gumam Lei Yu.
Lei Yu menambahkan lagi kecepatan larinya. Sementara kera besar yang mengikuti Lei Yu tersenyum kecil.
"Ilmu meringankan tubuhnya sangat tinggi" Gumam Kera itu.
Kera itu tiba-tiba melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan dalam sekejap sudah berada di hadapan Lei Yu.
Lei Yu yang melihat itu terkejut, Lei Yu menatap kera itu dengan tatapan penuh waspada.
"Hey bocah manusia cepat serahkan buah merah darah yang kau ambil itu!" Ucap Kera itu.
"Apa aku tidak salah dengar? Barusan ku dengar kera ini berbicara" Gumam Lei Yu keheranan.
"Hey bocah kenapa kau malah diam saja? Cepat serahkan buah yang kau pegang itu!".
"Kenapa pula aku harus menyerahkan buah ini, aku memetik nya sendiri di pohon itu".
"Kau bertanya kenapa? Kau bertanya kenapa hah? Kau sudah mencuri buah ku dan sekarang kau bertanya kenapa?" Bentak kera.
"Hey, ayolah, kau mempunyai banyak buah ini di pohon mu tadi dan aku hanya mengambilnya satu".
"Butuh seratus tahun untuk menunggu buah itu tumbuh dan kau dengan mudah nya berkata hanya mengambilnya satu hah?".
"Ayolah tuan kera buah ini sangat penting bagiku jadi apa salahnya kau berbagi sedikit".
"Aku tidak mau tau, kau harus menyerahkan buah itu padaku atau kau akan mati disini".
"Tch, Dasar kau kera pelit! Kalau begitu bunuh saja aku jika kau bisa!" Teriak Lei Yu kemudian menyerang kera itu.
Kera itu hanya diam berdiri sedangkan ratusan kera lainnya menyerang Lei Yu.
"Dasar kau pengecut, kau hanya mengerahkan anak buah mu ya? Atau jangan-jangan kau takut ya?" Ucap Lei Yu tersenyum mengejek.
Ratusan kera itu satu persatu menyerang Lei Yu, mereka mencakar, menggigit, bahkan menyemburkan api dari mulutnya.
"Sialan, kera-kera bodoh ini sangat merepotkan" Ucap Lei Yu sembari terus menghindar.
"Hey! Kera bodoh, kenapa kau hanya diam saja? Apa kau takut?" Teriak Lei Yu berusaha memancing amarah kera itu.
"Percuma saja kau memancing amarah ku, karena itu tidak berguna sama sekali" Ucap kera itu sembari mengupil.
Lei Yu memukul kera-kera yang menyerangnya
"Kera-kera kecil ini memang sangat lemah, tapi jumlahnya ini yang sangat merepotkan" Gumam Lei Yu.
****
TERIMA KASIH SUDAH MENDUKUNG NOVEL INI DARI AWAL, MAAF BANGET YA KALO NOVELNYA MASIH BANYAK KEKURANGAN.