Karya pertama kontrak 🌻 FipitFitria 🌻.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FipitFitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. NASIB
Roa terkejut melihat Faheel di pangkuan seorang perempuan, ia langsung terdiam menatapnya.
"Mmm,,🥰, kucing ini sangat imut sekali" Ucap Aasira menatap manis kucing itu.
...[ Ah,, tidak, jika sampai aku berubah kembali di depan Sira, ini akan menjadi masalah besar tidak bisa ]...
Gumam Faheel dalam hatinya, lalu Faheel langsung meloncat dari pangkuan Aasira dan berlari melewati Roa.
"Pus,, pus,, sini" Teriak Roa memanggil Faheel, lalu Faheel melirik Roa dan dengan cepat Roa memangku nya.
"Setiap aku berkata, makanya dengerin dulu sampai selesai, main pergi aja, gini kan jadinya" Bisik Roa pada Faheel, Aasira langsung berlari menghampiri Roa.
"Alhamdulillah, akhirnya kucing imut itu dapat lagi, [ Sambil berlari menghampiri Roa ], kucing ini punya kakak? kucing nya lucu banget" Tanya Aasira menyerengkan kepalanya dan mengusap kepalanya Faheel.
"I,,iya, ini kucing saya, saya baru beli, makanya sering berkeliaran terus, maaf ya sudah mengganggu mu tadi" Ucap Roa berbohong pada Aasira.
"Tidak apa kak, aku suka dengan kucing kakak, dia sangat imut, bulunya sangat lembut, aku juga suka dengan matanya yang biru" Ucap Aasira tersenyum sambil menatap kucing tersebut, Faheel menatap mata Aasira yang sangat membulat cantik.
"Meongg,, Roa bawa aku Pergi dari sini, cepat,," Ucap Faheel yang hanya terdengar oleh Roa saja.
"Hmm,, maaf ya de, kakak harus pulang dulu"
"Ooh iya kak silahkan, jaga baik-baik ya kak kucingnya, nanti berkeliaran lagi, sayang kan kucingnya pasti mahal" Ucap Aasira biasa kembali dan tersenyum.
"Iya makasih dek" Ucap Roa, lalu langsung pergi dari tempat itu, Aasira masih tersenyum melihat Faheel yang menatap Sira dari setiap langkahnya.
"Dadah,, " Ucap Aasira sambil melambaikan tangannya pada Faheel, lalu Faheel langsung membuang mukanya.
"Kucing itu sangat imut sekali, aku ingin mempunyai nya" Gumam Aasira cemberut.
Kringgg,,🔔
Suara bell itu mengagetkan Aasira yang terdiam cemberut itu, dengan cepat raut wajahnya berubah dan Aasira langsung bergegas masuk kelasnya.
Aasira sudah duduk di kursinya, dan Bu guru Tasya memulai belajarnya, sedangkan Faheel belum masuk, Aasira yang masih tidak menyadarinya hanya terdiam dan berfokus pada alat tulisnya.
"Bentar, sepertinya ada yang kurang!!" Ucap Bu guru Tasya, Aasira langsung bengong menatap Bu guru Tasya, lalu melirik-lirik yang lainnya, Aasira masih belum ngeh dengan Faheel yang belum ada.
Aasira sudah terbiasa duduk sendiri, jadi Aasira tidak ingat kalo Faheel duduk bersamanya.
"Aasira,, Faheel kemana!! kenapa dia belum masuk??" Tanya Bu Tasya, Aasira baru menyadarinya ketika mendengar ucapan Bu Tasya, ia melirik bangku kosong di dekatnya.
"Gak tahu Bu,, Tadi ada kok, mungkin lagi di WC kali" Ucap Aasira dengan wajah datar tidak menau, lalu siswa dan siswi lainnya ikut melirik-lirik ke arah kursi kosong itu.
"Kemana dia, bukannya tadi ada!! kemana dia??" Gumam Aasira melirik kursi di sisinya.
...
"Meongg,, Roa turunkan aku" Ucap Faheel pada Roa yang masih menggendongnya, lalu Roa segera menurunkan Faheel.
"Kenapa kau tidak menghentikan ku tadi, untung saja Aasira tidak melihatku saat berubah, kenapa kau tidak memberi tahuku kalau siang hari juga akan berubah!?" Ucap Faheel sedikit kesal.
"Tadi aku ingin memberi tahumu, tapi kau malah pergi saja, aku sudah bilang dengarkan dulu sampai aku selesai bicara, tapi kau malah ngeyel"
"Oke oke,, aku minta maaf, ya sudah coba jelaskan kembali padaku, SEMUANYA,," Ucap Faheel membuat Roa sedikit terkejut.
"Oke deh, dengarkan ini, waktuku tidak lama, dengarkan dengan jeli, Kutukan itu akan muncul lagi jika sudah jam 12:00 siang, dan akan berubah kembali ketika sudah 2 jam mendatang, selain itu, jika malam tiba pukul 18:00 kau harus bersiap-siap di rumah mu, karena pada saat jam 18:00 kau akan berubah kembali, sampai pagi pukul 06:00, ingat!! jangan sampai lupa" Ucap Roa menjelaskan semuanya, lalu Faheel hanya berdehem.
"Hmm,, oke baiklah, berapa lama lagi aku akan berubah!!" Ucap Faheel, Roa langsung mengeluarkan kekuatan dari tangannya, melihat jam pukul 01:42.
"Astaga, aku harus segera pulang, aku sudah janji hanya ingin berkunjung saja ke sini,, maafkan aku Faheel aku harus pergi sekarang" Ucap Roa langsung berlari ke sebuah kebun.
"Roa,, lalu bagaimana dengan ku!!" Teriak Faheel yang masih menjadi kucing itu, dia kebingungan harus pergi kemana, tidak mungkin dia harus pergi kembali ke sekolahnya, apalagi pergi kerumahnya pasti oni Rahel akan mengusirnya.
"Bagaimana ini, tidak mungkin aku kembali ke sekolah dengan keadaan seperti ini!!, dan tidak mungkin juga aku harus pulang ke rumah dengan seperti ini, mama pasti akan mengusirku" Gumam Faheel sedih.
Krukkk,, Krukkk,,💢
Suara perut Faheel berbunyi, ia merasa kelaparan, sedangkan ia tidak bisa untuk pergi ke rumahnya, ia lebih memilih untuk mencari makan seperti kucing lainnya.
Faheel menempuh jalan ke rumah-rumah warga untuk meminta makan, tapi warga memperlakukan Faheel seperti apa yang pernah Faheel lakukan waktu itu pada kucing-kucing lainnya.
Ada yang memukulinya dengan tongkat, ada juga yang menyiramnya dengan air, ada juga yang menendangnya, sungguh sangat kesihan sekali nasib kucing Faheel ini.
...•••...
...Segala apapun yang kita lakukan pasti ada balasannya, Hati-hatilah, jika kita memperlakukan hewan dengan baik, pasti hewan itu juga akan memperlakukan kita sama padanya, begitupun pada sesama spesies, segala sesuatu pasti akan baik jika semuanya baik untuknya. FipitFitria....
...•••...
"Ternyata seperti ini rasanya,, berarti aku sangat jahat sekali pada hewan, mungkin semua kutukan ini untuk menyadarkan ku bahwa hewan juga patut di sayang dan tidak boleh di amuk masa seperti penjahat, Hanya meminta sisa makanan saja sampai di pukuli, sampai di siram juga, benar-benar sangat menyedihkan hidupku" Gumam Faheel sedih meratapi nasibnya yang kini dia seekor kucing.
di pesisi jalan Faheel terus mencari sisa-sisa makanan yang bisa mengganjal perutnya, ketika dirinya sampai di tong sampah bak, ia menemukan sepotong roti yang masih bagus, dan masih bisa untuk di makan.
Ketika Faheel ingin memakannya tiba-tiba tubuhnya merasa menggigil dan langsung berubah menjadi manusia kembali.
Tringg,,✨
Aasira pulang dari sekolahnya ia melihat Faheel yang terjongkok di depan tong sampah.
"Ooh,, ternyata kau di sini,, kenapa kau tidak ke sekolah kembali, kami semua dan Bu guru Tasya mencari mu, ngapain kau di situ menghadapi tong sampah!!" Ucap Aasira sudah di dekat Faheel dengan melihat Faheel yang masih dengan posisi kucingnya, lalu Aasira melirik di depan Faheel ada setengah roti.
"Sampai segitunya kau ingin makan, hingga roti yang sudah di buang di tong sampah saja kau akan memakannya,, hahah,," Tawa Sira menertawai Faheel yang masih dengan posisi nya, dengan sigap Faheel berdiri dan membersihkan bajunya.
"Seenaknya saja kalau ngomong, mana ada aku memakan roti basi itu" Ucap Faheel mengelak.
"Haha,, sudah jangan mengelak, sudah kelihatan jika kau sedang kelaparan, tidak mungkin bajumu bisa kotor seperti itu, jika tidak mengacak-acak tong sampah itu" Aasira tidak henti menertawai Faheel, dan Faheel sangat kesal ia tidak suka di olok-olok seperti itu, dia tidak terima.
"Bajuku kotor bukan karena aku mengacak-acak tong sampah ini, tapi karena sebuah mobil tadi yang tidak sengaja melindas jalan yang berlubang dan terdapat air di dalamnya, sehingga air itu mengenai bajuku, dan kotor seperti ini" Ucap Faheel dengan raut kesalnya menatap sinis Sira, lalu Sira mengangkat alisnya.
"Ooh,, Ya udah deh percaya aja kesian, hahah" Ucap Aasira masih tertawa dan langsung pergi, Faheel hanya bisa terdiam menatap sinis Sira.
"Isshh,," Gumam Faheel, lalu tiba-tiba Sira berlari kembali menghampiri Faheel.
"Ooh iya,, aku punya roti nih buat kamu, sayangkan kalau di buang, nih" Ucap Aasira menyodorkan roti nya itu, tapi Faheel tidak menerima nya, Faheel hanya menatap kesal ingin memarahi Sira namun tidak bisa, jadi ia menahannya saja.
"Ini cepat ambil, [ Menyodorkan roti itu kembali ], Udah jangan malu-malu, ini ambil " Ucap Aasira menyodorkan roti itu ke tangannya Faheel.
"Nah gitu, udah makan rotinya, jangan cari di tong sampah, JIJIK" Sambung Sira kembali tersenyum menahan tawa, lalu melanjutkan berjalan pergi meninggalkan Faheel yang masih terdiam marah menatap tajam Sira, sesekali Sira berbalik dan tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Ah,, [ Melempar roti itu ], dasar wanita gila" Teriak Faheel sangat kesal, ketika Sira sudah jauh dari jangkauan nya.
Krukkk,, Krukkk,, 💢
Tiba-tiba perutnya bersuara, karena tidak jadi memakan roti tadi keburu dia berubah dan Sira datang.
"Sial, kenapa hidupku selalu sial, ah,, tidak mungkin kan aku membawa roti itu kembali" Ucap Faheel yang merasa sangat lapar dan melirik roti pemberian Aasira tadi.
"Tapi jika di buang sayang juga, [ Melirik-lirik keadaan ], lagian tidak kotor" langsung membawa roti itu kembali, dan berjalan seperti tidak ada apa-apa.
_
_
...~Semoga Menghibur~...
mksudnya paan thor
trs aku penasaran sama kakek tua yg kasih tas hitam itu yg ada isi kalung ,dia siapa??