NovelToon NovelToon
Istri Simpanan Sang Mafia Kejam

Istri Simpanan Sang Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Mafia / Tamat
Popularitas:653.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Irma Rahmawati

Perhatian :

Dilarang promosi di novel yang masih on going, silahkan promosi di novel yang sudah tamat!!!

Follow ig : Siran_rahmawati6
Facebook : Siran Ran
Tak ku sangka, aku jatuh cinta pada simpananku. Namun semua berubah saat aku mulai mencintainya.

Jennifer seorang gadis cantik berusaha membalaskan dendam kematian orang tuanya yang dibunuh oleh orang tua angkat Rey dan istrinya.

Ia menjadi simpanan Rey tanpa sepengetahuan Rey ternyata Jennifer diam-diam ingin menghabisinya di setiap kesempatan.

Hingga saat Rey jatuh cinta padanya, sebuah hal besar Jennifer lakukan padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISSMK 26

Sebuah surat sudah berada dalam genggaman tangannya yang menunjukan jari-jarinya bergetar hebat, saat membacanya ia tidak mengerti atas semua hal itu.

"Siapa yang harus aku percaya?" Gumam Jenni dengan kepala yang terasa berdenyut memikirkan semua hal yang sudah dalam 1 bulan ini ia lalui.

"Davin atau Rey?" Ia bergumam lagi.

Hatinya tentu memilih Rey, karena Jenni begitu mencintainya dan bahagia atas kehadirannya.

Namun naluri kepercayaannya membuat kilasan wajah Davin dalam mata Jenni.

"Davin?" Ucapnya dengan merasa tidak enak hati.

"Kenapa aku harus percaya padanya?"

Dalam kebingungan yang membuatnya pusing, tiba-tiba muncul dua bayangan yang berwujud ayah dan ibunya. Membuat Jenni sangat terkejut dan tidak percaya.

"Ayah, Ibu?!" Ucapnya sedikit berteriak dan terperanjat.

"Ah, tidak! Ini pasti mimpi!" Jenni mengusap-usap wajahnya sendiri, mencoba menepis dan mengatakan bahwa semua hanyalah mimpi.

"Bukan mimpi, dengarkanlah!" Ayahnya menghalangi Jenni yang akan beranjak.

"Dia punya kebenarannya. Percayalah padanya." Ibunya berbicara.

Jenni merasa bingung.

"Dia siapa? Rey, atau Da-" Saat Jenni mengangkat wajahnya ia kembali terkejut saat melihat ayah dan ibunya sudah tidak berada di depannya.

Jenni meraba dadanya, berdebar begitu kencang. Naluri kepercayaanya kembali mengatakan untuk percaya pada Davin.

"Tapi siapa yang dimaksud Dia oleh ayah dan ibu?" Gumamnya.

Jenni akhirnya memilih tidak percaya pada perkataan mereka, ia hanya menganggap itu halusinasinya saja.

Malam menuju malam lagi, Jenni merasa hatinya gelisah. Seakan menyuruhnya untuk kembali ke tempat dimana Davin dihabisi.

Dengan keputusan yang bulat, akhirnya Jenni bangun dari atas tempat tidur. Bermaksud untuk kembali ke lokasi dimana Davin dihabisi.

Hingga ia telah melangkah ke luar rumah, Jenni merasa ada yang ganjal di hatinya.

"Dimana Rey?" Tanyanya pada penjaga yang diperintahkan Rey untuk menjaga rumah yang saat ini ditempati Jenni.

"Kami tidak tahu, Jen. Sejak semalam dia belum kembali." Jawabnya dengan nada biasa saja seperti tidak khawatir.

Apa dia kembali ke lokasi itu?

Meski dilarang oleh anak buah Rey, akhirnya Jenni pergi juga untuk melihat kembali lokasi dimana malam kemarin ia berada.

Tiba disana, Jenni tercengang karena pantai sudah dalam suasana bersih kembali tanpa ada tetesan darah sedikitpun.

"Aku terlambat, apa artinya dia..."

"Jenni!" Sebuah suara memanggilnya dari arah belakang.

Jenni mengenal suara itu dan langsung berlari menghampiri si pemilik suara untuk menanyakan keberadaan mayat dari Davin.

"Apa aku bisa menanyakan sesuatu?" Ia dengan ragu-ragu mulai bertanya, meski takut tak di jawab setidaknya Jenni bisa melihat dari raut wajah Rey.

"Ya?" Wajah Rey tampak menanti pertanyaan apa yang akan Jenni tanyakan.

Hening menerpa keduanya beberapa saat. Jenni merasa gugup untuk menanyakan hal itu. Sementara Rey masih menunggu pertanyaan Jenni.

"Itu... Davin...." Wajah Rey memucat lagi, seperti saat Davin mengatakan tentang Rey tanpa menyebutkan namanya.

"Dia sudah aku makamkan dengan layak." Menjawab dengan datar dan kening yang mulai berkeringat.

Jenni bisa mencium kebohongan Rey, akhirnya ia memutuskan akan melakukan penyelidikan.

Tanpa melirik lagi Jenni, dengan wajah memucatnya Rey bergegas pergi. Entah kemana lagi dia pergi, akan tetapi Jenni masih ragu dengan jawaban dari Rey.

Secara diam-diam ia mengikuti Rey. Namun saat Rey memasuki mobil, Jenni kebingungan karena saat ini ia tak membawa kendaraan apapun.

Kemana dia akan pergi?

Jenni kembali masuk ke dalam rumah yang disewa Rey untuknya. Di dalam rumah ia kembali memikirkan Davin dan sikap Rey yang sedingin tadi.

"Aku harus bagaimana?" Gumamnya dengan bayangan wajah Davin terlintas di pikirannya.

Tiba-tiba muncul sebuah ide untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan mafia, meski ada rasa takut tapi Jenni tetap akan melakukan itu setelah hidupnya kembali dalam keadaan sebelum Davin dan Rey terlibat kejar mengejar seperti kemarin.

"Aku harus melakukan itu!" Tegas Jenni pada dirinya sendiri.

Ia tak sadar di ambang pintu Rey sudah berdiri sambil menyilangkan kedua lengannya di dada.

"Apa yang akan kau lakukan?" Dengan nada datar Rey bersuara. Membuat Jenni hampir saja melompat ke atas ranjang.

"Balas dendam." Jawab Jenni singkat sambil menghikangkan rasa gugupnya.

Rey melangkah masuk ke dalam kamar. Duduk di sebelah Jenni yang duduk di samping ranjang.

"Serahkan semua padaku-"

"Tidak! Sudah aku bilang, sejak dulu aku ingin membalas kematian ayah dan ibu dengan tanganku sendiri. Sudah cukup, cukup kau membantu saja dengan membawa mereka ke hadapanku!" Tegas Jenni.

Rey mengangguk, kemudian meraih tangan Jenni dan mengecupnya.

"Berhati-hatilah dalam misimu, jangan sampai kau terluka sedikitpun!"

...****************...

Satu minggu sudah, Jenni pulang lebih awal ke rumah besar milik Rey yang dulu menjadi tempat tinggal Meira dan Lucas.

Di rumah itu, Jenni terus memikirkan keputusannya untuk menyelidiki Rey dan Davin.

Di tengah kebimbangannya, Jenni akhirnya memilki sebuah ide untuk bergabung dengan komunitas agen rahasia.

Akan tetapi, kebingungan kembali menimpanya.

Dimana aku akan menemukan agen rahasia dan bergabung dengan mereka?

Pertanyaan itu membuat kepala Jenni pusing, akan tetapi itu tak Jenni biarkan membuat sikapnya berbeda saat Rey pulang nanti.

Kini ia bergegas pergi mencari tempat untuk memikirkan kemana harus mencari agen rahasia tersebut. Tujuannya terhenti di sebuah bar.

Ia memasuki bar, bermaksud untuk mencari hiburan akan tetapi di dalam Jenni seperti mendapat angin segar ketika melihat seorang pria dan seorang wanita sedang membuntuti seseorang.

Diam-diam Jenni mengikutinya, kemudian meraih tangan agen rahasia yang pria dan menariknya.

"Siapa kau?!" Teriaknya dengan ekspresi waspada.

"Ikut denganku!" Ajak Jenni membawa pria itu masuk ke ruang khusus.

"Kau agen rahasia? Detektif?"

Pria itu terdiam, kemudian menunjukan tanda pengenalnya yang tersembunyi dibalik jaket hitamnya.

"Sangat tepat!" Seru Jenni sambil menjentikan jari tangannya.

"Apakah aku boleh bergabung dengan kalian? Aku harus menyelidiki seseorang yang sangat membuatku curiga dan bingung." Pinta Jenni dengan kedua telapak tangan disatukan dan diletakan di depan dadanya.

Pria itu tampak bingung, hingga ia berpikir keras.

"Reytan Hocane, aku ingin-"

"Kau serius?!..."

Bersambung...

Komen kuy, jangan buat novel ini seperti hati author yang sedang mumet 🤣🤣🤣

1
Echa-Ghinsama
terbaik
As Thyen
Akhir cerita yang jelek🙏
Episode yang dirilis pasti masih begitu juga ceritanya musuh dalam selimut🤦‍♀️
krisan
lanjut
Ifti Nisa
itu visual kenan dan tamara,, ko foto nya artis india ya thor😁
Ifti Nisa
istrimu hamidun vin
Ifti Nisa
ko rey? davin kali thor😁🤭
Ifti Nisa
davin dan jeni
Ifti Nisa
tatapan matanya membuat davin, bukan rey
Ifti Nisa
cieee... ternyata bener davin suka sama jeni
Ifti Nisa
saya pilih davin dan jeni thor😁
Ifti Nisa
tuh kan benar sintia
Ifti Nisa
ini pasti sintia
Ifti Nisa
udah lah thor,, mending othor jodohin aja davin sama jeni. jeni gk pantas buat rey. rey jahat plus kejam😠😠
Ifti Nisa
jadi ortu yg di sandera rey itu ortu nya jeni. berarti ortunya jeni belum meninggal dong? org rey bilang ke ortu yg di sandera, dia bilang dia menantunya??
Ifti Nisa
rey ternyata gk sebaik apa yg readers tau.. ternyata dia penjahat sesungguhnya
Ifti Nisa
tuh kan bener davin masih hidup
Ifti Nisa
rey rey aku bingung sama kamu. habis bunuh kakak mu,, kmu angkat bawa ke mobil. mungkin sebenernya kamu sayang ya sama kakak kamu
Ifti Nisa
ohhh ternyata rey adik nya si tua bangka ini? yg pura" jadi ayah nya sintia. wowww 👏👏
Ifti Nisa
bunting ntar dia
Ifti Nisa
bangga? bersentuhan dgn laki" lain yg bukan suami kamu bangga sintia?? ishhh ishhh... wanita m*r*h*n😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!