Zahira harus menikah dengan seseorang yang baru di kenalnya beberapa hari ini, demi menutupi kesalahannya Abian tidak menolak saat orang tuanya menikah kan nya dengan Zahira..
Abian yang bandel dan banyak ulah, mampu membuat Zahira jatuh cinta padanya.
namun saat keduanya sudah saling mencintai berbagai macam masalah membuat keduanya harus berpisah berulang kali..
yu ikut cerita selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siluet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua puluh enam
pulang.
malam itu Zahira tidak bisa tidur, bukan karena udara yang begitu dingin,namun pikiran nya yang terus memikirkan Abian.
Zahira terduduk di ranjang mengecek ponselnya nya.
'kapan ya Abian keluar dari penjara..' ucap Zahira sendiri..
kini jarak nya semakin jauh, namun Zahira yakin
Abian pasti akan datang menjemput nya.
sebulan berlalu Zahira sudah kembali normal masuk sekolah lagi.
suasana kota Jogja begitu sejuk, berbeda dengan Jakarta yang panas dan lalu lintas yang selalu padat.
Zahira memperhatikan sepasang kekasih yang sedang mengobrol di atas motor sport seperti milik Abian.
tiba-tiba hatinya nya merasa pedih,
ia begitu merindukan Abian.
Zahira menyusuri jalanan kota seorang diri,
alun alun kota terlihat ramai, namun entah kenapa ia masih saja merasa sepi.
'kapan Bi kamu jemput aku di Jogja..?' ucap Zahira sendiri.
Pratama sudah mengurus berkas berkas penangguhan untuk Abian,
hari ini Abian bisa bebas dari penjara.
dengan semua perjanjian yang Pratama ajukan.
Mirna atau pun Abian menyetujui nya.
Mirna menunggu Abian pulang,ia sudah masak berbagai macam makanan kesukaan Abian.
tak lama pintu terbuka.
"mah .....?!" ucap Abian memeluk Mirna.
"sayang.....?!" ucap Mirna memeluk anak lelaki nya itu.
terlihat rambut Abian di potong pendek.
tubuhnya terlihat kurus.
" mah Zahira mana?" ucap Abian semangat.
semua terdiam mendengar hal itu.
"Zahira di kamar ya...?!" ucap Abian melihat ke atas.
"ko dia gak sambut aku seh, apa dia gak tahu aku pulang...?!" ucap Abian lagi, namun Mirna malah menangis.
"aqso sudah membawa Zahira pergi,, satu bulan yang lalu..!" ucap Pratama.
Abian terpaku.. tubuhnya lemas.
ia cepat cepat pulang hanya ingin bertemu dengan kekasih nya itu, tapi apa yang ia dapat.
"kenapa papah dan mamah tidak melarang nya, lalu kenapa papah tidak memberi tahu ku soal ini..?!" ucap Abian dengan wajah yang memerah menahan tangis.
"sayang..... dengarkan mama..!" ucap Mirna Lalu menceritakan semuanya kepada Abian.
"ini surat dari Zahira...!" ucap mirna memberikan sepucuk kertas yang sudah lusuh.
Bi...aku rindu sama kamu..
Bi aku cinta sama kamu..
aku takut bi.....aku takut gak bisa sama kamu lagi.
jemput aku ya bi kalau kamu udah pulang.
aku tunggu kamu bi...
tidak banyak yang Zahira tulis,karena kondisi waktu yang begitu mendesak,
Abian menitikkan air matanya.
namun cepat cepat Pratama mengambil kertas itu dan merobek nya.
"pah ....!" ucap Abian.
"lupakan Zahira, ingat surat perjanjian kita.. besok kamu langsung ke tempat rehabilitasi.." ucap Pratama.
"tapi Abian mau ketemu Zahira dulu pah, please.!" ucap Abian memohon.
"tidak Abian... tempat rehabilitasi atau penjara.. kamu pilih saja..!" ucap Pratama.
"apa kamu lupa,di dalam surat itu tertulis jika kamu tidak menuruti keinginan papah,kamu akan masuk lagi penjara sampai masa hukuman mu selesai..!" ucap Pratama.
Abian pikir Zahira masih tetap ada, maka nya ia menyetujui perjanjian itu.
Abian terduduk di lantai dengan kepala yang menunduk.
"****.....!" ucap Abian menangis.
Mirna sendiri menangis melihat kondisi Abian saat itu,ia begitu terpuruk.. lalu Mirna memeluk abian yang terisak.
"siap kan barang barang mu.. jangan mencoba untuk kabur, karena akibatnya akan lebih parah,apa kamu paham Abian," ucap Pratama langsung pergi.
"sayang.... kamu sabar ya ..kamu ikut rehabilitasi dulu, setelah itu kamu bisa temui Zahira..!" ucap Mirna memeluk Abian.
sore itu serin menelpon nya,serin memberi tahu Jika Abian sudah keluar dari penjara, namun Abian juga langsung pergi ke tempat rehabilitasi.
Zahira terdiam termenung sendiri.
'kenapa Kamu gak jemput aku dulu Bi..?' ucap Zahira menitikkan air matanya.
"sayang....!" ucap Siva membuyarkan lamunannya.
"kamu kenapa...?!" ucap Siva bertanya saat melihat Zahira menangis.
"gak mah Zahira gak apa-apa, tadi tuh kelilipan..!" ucap Zahira berbohong.
selama di Jogja ia tidak pernah menceritakan tentang perasaan nya terhadap Abian.
ia tidak ingin Siva kepikiran soal itu.
cukup Harun Yang membebani pikiran nya.
"beneran...?!" ucap Siva.
"ya mah...ayo masuk angin nya mulai dingin..!" ucap Zahira.
aqso sendiri sudah kembali ke Jakarta, karena ia harus mengurus pekerjaan nya.
Zahira membaringkan tubuhnya dan menatap langit langit kamar.
'apa kamu gak baca surat dari ku bi...' ucap Zahira terisak.
'ya tuhan kenapa Engkau menghadirkan rasa ini,jika pada kenyataannya aku dan Abian harus berpisah...'
Zahira memeluk dirinya sendiri.
teringat saat ia tidur dengan Abian.
ia begitu senang saat Abian memeluk nya, tapi kini ..
Zahira semakin terisak.
'aku rindu bi... kenapa perasaan ini begitu menyiksa..?, kenapa kamu gak temui aku dulu..?, sebentar saja..'
Abian terdiam memikirkan bagaimana cara nya ia bisa kabur dari tempat ini,
ia ingin sekali bertemu dengan Zahira.
Pratama sudah mewanti-wanti penjaga di tempat rehabilitasi itu untuk benar benar menjaga Abian,
ia tahu bagaimana Abian,ia bisa melakukan segala cara untuk kabur.
Pratama sebenarnya menyayangkan hal ini, tapi memang benar kata aqso, mereka berdua masih sangat muda untuk berumah tangga.
yang harus mereka lakukan saat ini adalah belajar dan mengejar cita cita.
'ra... maafin aku..' ucap Abian terisak.
waktu berjalan begitu cepat.. tidak terasa sudah enam bulan berlalu.
Zahira lalui dengan sekuat hati, mencoba membunuh semua harapan indah tentang cinta nya.
cinta itu baru saja hendak berkembang, namun harus terbunuh perlahan oleh keadaan dan jarak.
Zahira teringat ucapan Sena,
'gue gak rela Lo sama Abian, karena Abian cuma milik gue,gue bakalan melakukan segala cara agar Abian bisa balik lagi sama gue' ucap Sena ketika menarik rambut panjangnya.
Sena saja tidak rela Abian bersama wanita lain,
di luar sana banyak wanita yang lebih cantik dari nya,
Abian Juga punya banyak teman,
'abian itu lagi dekat sama temen cewek yang suka nongkrong di basecamp nya..' ucap Sena terngiang lagi.
Zahira menghela nafas panjang.
'kenapa aku jadi berpikiran buruk tentang Abian..' ucap Zahira sendiri.
sebentar lagi ia akan menghadapi ujian semester pertama.
tinggal beberapa bulan lagi ia akan lulus sekolah.
mungkin sebaiknya saat ini ia fokus untuk belajar.
'bi... boleh kah aku berharap sekali lagi..' ucap Zahira menatap langit yang penuh dengan bintang.
bersambung.
jangan lupa like ya...
😍😍