TAMAT!!!
Duaaarrrrr!
Suara petir tiba-tiba bergelegar seolah menggetarkan seluruh jagat raya, seketika itu juga Cara berteriak dan merasakan tubuhnya semakin bergetar.
Cara sangat tidak menyukai hujan, terlebih angin dan petir, entah mengapa setiap kali dirinya mendengar suara petir tubuhnya reflek langsung bergetar, jantung nya berdebar begitu kencang dengan napas yang memburu.
"Mamiiii!" Teriak Cara dan langsung menutup kedua telinganya sambil menekuk kaki nya ke kursi.
Mobil segera berhenti menepi dan reflek tubuh Cara langsung di tarik dan di dekap oleh cowok tersebut. Hangat dan nyaman, itulah yang Cara rasakan.
"Sssttthhh i'm here," bisik nya di telinga Cara seketika membuat air mata Cara menetes.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dukun beranak
Satria dan Cara kini tengah duduk berdua di kantin sambil menikmati semangkuk bakso dan es teh manis. Sungguh nikmat apalagi di tambah duduk berdua dengan some one, eaaa.
"Kok gak lo makan?" tanya Cara saat melihat Satria hanya diam menatap nya.
"Hem," jawab Satria begitu singkat membuat Cara mendesah pelan.
"Gue tuh heran loh, lo itu punya hipnotis apa gimana sih? gue kan lagi marah ye kan sama elo, terus kenapa gue malah ngajak lo makam berdua? dan gue ngerasa nyaman saat seperti ini sama lo. Apa lo dukunnin gue?" tanya Cara polos.
"Dukun? dukun beranak?" ucap Satria mengerutkan dahinya.
"Lo kata gue bunting mau brojol pake dukun beranak! iks si Satria lo bege apa dodol sih ah!" kesal Cara cemberut.
"Lo bilang kan dukun? ya gue cuma tau nya dukun beranak," jawab Satria santai sambil mengangkat kedua bajunya.
"Tau ah," ucap Cara dengan kesal lalu ia segera makan makanan nya. Jangan tanya bagaimana ekspresi Satria, tentu saja dia bahagia. Sudah lama ia tidak melihat Cara sedekat ini apalagi saat makan.
"Caramel!" teriak Felly tiba tiba mengejutkan Cara yang sedang asik makan.
Uhukk hukk hukk.
Satria segera memberikan minuman nya kepada Cara, dan dengan cepat pula Cara meminumnya agar meredakan tersedaknya.
"Felly sialan!" pekik Cara dengan kesal.
"Hehehe sorry, lo di panggil kepsek," ucap Felly masih terengah engah.
"Ngapain kepsek manggil gue? mau minta tanda tangan gue? kan gue belom jadi artis terkenal? baru otw gimana sih gak sabaran banget," ucap Cara menggerutu seperti biasa.
"Tau ah gak udah banyak ngemeng, buruan lo ke sana!" kata Felly menarik tangan Cara.
"Eh eh tunggu dulu!" seru Cara melepaskan tangan Felly.
"Sat, nanti tunggu gue di parkiran pulang sekolah!" kata Cara lalu ia berjalan mendahului Felly.
"Dihh dasar ege!" gumam Felly kesal lalu ia segera mengejar Cara.
Tok.. tok... tok...
Cara mengetuk pintu ruangan kepala sekolah, lalu ia segera membuka nya saat mendengar suara pak Broto menyuruhnya masuk.
"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya Caramel to the point.
"Silahkan duduk," ucap Pak Broto ramah.
"Sebelumnya Bapak mau meminta maaf atas perlakuan anak Bapak," ujar pak Broto pelan membuat Cara terkejut bingung. Tentu saja Cara bingung karena Cara tidak mengerti apa yang di maksud oleh kepala sekolah tersebut.
"Dea, Ajeng masuk!" seru pak Broto, laku tiba tiba Dea keluar dari sebuah ruang kecil yang berada di dalam ruangan pak Broto.
"Maaf Pak, tapi saya beneran bingung ini maksud nya ada apa ya? Apakah Dea mau menyaingi saya sebagai artis? ya elah Bapak gak perlu minta maaf sekarang wong saya juga belum terkenal kok, dan juga lo Dea ngapain lo minta maaf, kita bisa bersaing secara sehat, tapi harus gue akui sih, lo siapin diri karena bakal kalah kalau bersaing dama gue!" ucap Cara panjang lebar dengan percaya diri.
"Tapi gapapa, gue orangnya baik kok De, gue bisa nerima lo—" ucap Cara namun segera di potong oleh Ajeng.
"Dea yang udah ngelempar lo pake batu Ra!" ucap Ajeng dengan cepat lalu ia segera menutup mulut nya karena mendapatkan tatapan tajam dari Dea dan pak Broto.
"Hah? coba katakan sekali lagi?" tanya Cara berharap pendengaran nya salah.
"Iya Ra, gue yang lempar lo pake batu," jawab Dea ketus.
"Kenapa?" tanya Cara berubah datar.
"Karena lo udah kegatelan sama cowok gue!" pekik Dea yang sudah habis kesabaran mendengarkan celotehan gak jelas dari Caramel.
"Cowok lo? siapa? bukannya lo jomblo yah?" tanya Cara polos.
"Sialan lo berani sama gue!" teriak Dea kesal tidak terima saat dirinya di katain jomblo.
"Lah apakah gue salah?" tanya Cara menunjuk dirinya sendiri.
"Lo itu cewek munafik tau gak! lo pura pura bego dan polos buat memikat cowok cowok di sekolah ini, iya kan!" seru Dea membuat pak Broto mendesah kasar.
"Lah cetek banget pikiran lo? emang dasar lo aja yang gak laku!" ucap Cara santai menatap Dea dengan tatapan sinis.
Dea hendak menghampiri Cara dan menjambak rambut nya namun suara pak Broto seketika langsung menghentikan aksi nya.
"CUKUP!" bentak pak Broto menatap tajam ke arah anak nya.