Terpaksa menikah hanya untuk menghindari sebuah kutukan yang turun temurun di keluarga.
"pokoknya kamu harus nikah ngelangkahi mbakmu"
permintaan yang aneh dan tak masuk akal di zaman modern seperti ini.
Ini kisah nyata yang terjadi di keluarga temanku dan aku sudah ijin dengan mengganti setting lokasi nama dan pekerjaan intinya cerita ini terinspirasi dari kisah nyata.
selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak pernah main-main
"kenapa sayang" Damar langsung mendekat kearah istrinya
"Gakpapa mas "Tiwi masih tertawa
"Tertawa lah sayang sampe puas"
Tring...tring...ponsel Damar berdering memecah gelak tawa di ruang tengah
"Hallo..." Damar berjalan menjauh menerima panggilan Tiwi dan mama masih tertawa dan terhenti saat Damar kembali dengan wajah serius
"Sayang kamu di sini aja ya,aku ada tugas " ujarnya sambil merangkul istrinya
"Mah, Tiwi di sini dulu ya" beranjak kearah mama
"Aku siap-siap dulu" Melangkah menuju kamar dan di ikuti Tiwi
"Mas jangan lama-lama ya" entah mengapa rasanya dia tak rela di tinggal Damar padahal biasanya juga tak masalah di tinggal berminggu-minggu
"Kenapa gak mau jauh-jauh ya sama aku "Ujarnya menyusun perlengkapannya dan mengkerling kearah Tiwi
"Bukan aku ya,tapi ini " menujuk perutnya yang masih rata.
Damar menghentikan aktifitasnya dan mendekati Tiwi berlutut di hadapan perut Tiwi "Hallo sayang baik-baik di sana ya "Damar mengecupi perut rata Tiwi di sambut kekehan Tiwi karena geli.
Tiwi mengikuti langkah suaminya ada perasaan tak rela di tinggalkan entah kenapa dia sekarang jadi gampang mellow begini katanya sich bawaan bayi,kasihan banget bayi gak tau apa- apa di salahin hehe..
"Udah sayang biasanya kan juga di tinggal gakpapa" mama menenangkan Tiwi yang masih menyusut air mata.
"Mending kita ke salon aja yuk, biar rileks" Ide bagus dari mama mungkin bisa mengalihkan galau yang sedang di alami Tiwi.
.
.
.
Hari ini adalah hari kebebasan Vanya, dia harus kembali menata hidup dan karirnya.
Damar memutuskan untuk menemui Vanya untuk memberikan peringatan agar tidak menggangu kehidupannya lagi.Bersama trio somplak memacu kendaraan menuju lokasi Vanya di tahan.
Sengaja dia mengambil cuti untuk memastikan jika Vanya tak akan mengganggunya lagi. Tugas adalah alasan yang pas untuk pergi agar mama dan Tiwi tak curiga.
"Rencana kita apa nich " Tanya Vano sambil mengemudikan mobil
"Pastinya kita kasih dia pelajaran dulu "jawab Damar
"7 bulan di penjara emang kurang? " tanya Deny
"Orang kayak Vanya itu bebal minta ampun apalagi dia banyak kenal mafia "
"Dia gak akan takut atau kapok kalo cuman 7 bulan men" oceh Vano
"Jadi apa rencana lo Mar? " tanya Deny
"Gue bakal culik dia, bukan gue tapi ada anak buah gue" Damar terlihat serius.
"Harus gue pastikan dia gak akan mengganggu keluarga gue terutama anak gue "
"Dan tugas lu berdua pastikan ikut mengancam dia, lu masih punya kan vidio skandal dia Van? "tanya Damar
"Skandal apa ? " potong Deny
"Skandal di kamar ganti bukan sama gue sama fotografer " balas Vano terbahak
"Kirain lu doyan juga sama Vanya " Deny menyandarkan punggungnya
"Gue mah semua perempuan doyan emang lu" Cibir Vano
"Kampret lu, gue juga doyan perempuan tapi pilih-pilih juga kali " maki Deny
"Sekalinya dapat di cuekin hahaha" Sarkas Vano tergelak
"Udah-udah malah bahas yang lain, ini kita bahas soal rencana gue dulu "Damar melerai perdebatan unfaedah antara Deny dan Vano.
"Ok lanjut bro" ujar Vano..
Damar mulai menjelaskan tentang peran kedua sahabatnya untuk menekan si Vanya. Vanya salah memilih lawan seperti Damar yang tak akan membiarkan siapa saja menggangu orang yang di cintai dan keluarganya.
Masih teringat nasib Penyanyi papan atas yang karirnya hancur gara-gara mengusik adik semata wayangnya hingga banting setir sekarang membuka usaha laundry karena telah masuk blacklist industri musik tanah air.
Damar tak pernah main-main dalam menghadapi para lawannya.
.
.
.
Tiwi dan mama keluar dari salon menjelang jam makan siang setelah sholat dzuhur mama mengajaknya shoping tapi di tolak Tiwi. Bukan gaya hidupnya bersenang-senang sementara suaminya tengah berjuang, walaupun Damar tak keberatan tapi Tiwi merasa tak enak hati.
Akhirnya merek memutuskan pulang, sebelum pulang mereka mampir ke resto langganan mama untuk makan siang.
Suasana resto lumayan ramai karena memang jam makan siang, beruntung tadi mama sudah reservasi dulu jadi mereka bisa makan di tempat.
"Hallo tante Widya" Sapa seorang wanita cantik tinggi semampai dengan rambut ombre
"Haii hallo siapa ya ? " Mama menatapnya heran karena mama memang tak mengenal
"Tante pasti lupa ya aku Lintang tante temen sma Damar, dulu sering main kerumah sich" ujarnya mengulas senyum.
"Lintang anaknya bu Asmi ya?? " tebak mama
"Iya bener tante ingat kan? "dengan elegan Lintang mencium pipi kanan dan kiri mama
"Iya kamu bukannya di Amerika ya?, ehh duduk sini "Mama mempersilahkan Lintang duduk di sebelah Tiwi
"Ehh kenalin ini menantu tante istrinya Damar" Tiwi hanya mengangguk dan tersenyum
"Damar udah Nikah?? " tanyanya mengulurkan tangan ke arah Tiwi
"Haii aku Lintang " Tiwi membalas uluran tangan Lintang "Tiwi " ujarnya
"Aku udah gak di amrik tante, serius Damar udah nikah ya ampun aku kira dia sama Deny "Lintang tertawa menutup mulutnya
"Maaf loh tante, maaf ya Tiwi " Lintang masih cekikian
"Soalnya dulu jaman sma mereka berdua itu kayak pasangan kekasih bahkan aku di tolak Deny " tawanya pecah mengingat jaman dulu
"Tu Wi bukan mama doang yang suudzon melihat Damar dan Deny dulu "ujar mama ikut tertawa
"Tapi Damar normal kok tu buktinya bentar lagi tante mau punya cucu" Mama tersenyum bangga
"Haah, kamu lagi hamil serius ahhhh... selamat Tiwi" Lintang memeluk Tiwi.
"Eh ngomong-ngomong kamu kesini sama siapa? " tanya mama
"Ya Ampun gara-gara ghibahin Damar dan Deny lupa aku sama calon suami ku tante "
"aku duluan ya tante nanti kapan-kapan aku main kerumah " Lintang berdiri dan pamit pergi.
"Mah emang mas Damar dulu gak pernah dekat sama lawan jenis ? " Tanya Tiwi saat Lintang telah berlalu
"Gak sayang, duhh dulu itu yang sering ke rumah itu ya Deny dan Vano kalo cewek itu yang deketi banyak tapi Damarnya cuek makanya pada ngira Damar itu belok" Mama menyesap lemon teanya.
"Temannya Dara itu dulu pedekate sama Damar gak ada yang berhasil makanya mama langsung iyakan saat dia bilang mau ngelamar kamu, padahal mama juga belum ketemu kamu kan? " mama tersenyum
"Hanya saja dulu ada yang deket, ngaku deket sama Damar" Mama mengambil nafas
"tapi udah lah lupain aja " Mama kembali meminum lemon teanya..
"Apa perempuan itu Vanya mah ? " tanya Tiwi entah mengapa saat menyebut nama Vanya ada perasaan tak suka, meskipun sudah waktunya ibu kembali tapi andil Vanya di waktu itu membuat dadanya terasa sesak
"Udah gak usah di bahas, lagian dia juga udah dapat balasannya kan? " Mama mengusap lembut tangan Tiwi.
"Iya mah" perasaannya menjadi tak tenang, dia akan mencari tahu tentang Vanya kali ini dia akan meminta bantuan Neni sahabatnya di kota kelahirannya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Tolong untuk typo nya dikurangi😁, dan lebih diperhatikan titik komanya..🙏🙏
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
???
tiwi hamidun ya kak ??
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa