Hati memang tak pernah bisa dikendalikan oleh otak ketika berbicara tentang cinta. Hati akan menemukan jalan sendiri untuk menemukan siapa yang akan menjadi penjaganya. Sepintar apa pun kamu, bisa menjadi makhluk paling bodoh jika sudah terpapar virus cinta.
Rosalia, dikejar oleh Dion Wijaya tetapi lebih memilih Rud Dinata yang terjebak cinta pada pandangan pertama. Sayang, kisah indah itu berakhir tragis. Rud pergi tanpa permisi.
Akankah Dion bisa mengambil hati Rosa yang tersakiti? Ataukah Rosa tetap mengharap cinta Rud?
Bersiaplah untuk jatuh cinta. Bersiaplah untuk bergelut dengan perjalanan cinta Rosalia yang berteman kalut bersama Dion Wijaya dan berteman rahasia bersama Rud Dinata. Kisah ini akan mencabik perasaanmu dan mengacak acak waktumu.Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldekha Depe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nanti Aku Jelaskan
Mas Rud melangkahkan kaki duluan memasuki toko buku tersebut. Aku mengikutinya dari belakang. Waktu berpapasan dengan security toko buku tersebut, beliau mengacungkan jempolnya padaku. Ku balas senyuman manis atas aksi Bapak tersebut. Dalam hatiku berkata, "aku tahu maksud dari jempolmu Pak!"
Jempol itu mengisyaratkan, bahwasanya aku pandai memilih pacar. Iya Pak saya tahu, pacar saya tampan! Bukannya sombong, tapi mas Rud emang tampan. Dengan tinggi 176 cm, bentuk badan yang proporsional, ditunjang dengan kulitnya yang bersih melengkapi kesempurnaan wajah tampannya.
Tapi sesungguhnya, saya juga minder Pak, dengan jempol Bapak! Isyarat Bapak itu, menunjukkan, jika saya tak terlalu pantas untuk menjadi pacarnya. Saya pintar mencari pacar, tapi mas Rud gak pintar karena telah memilih saya. Nahh ... baperkan!
Bruugg!
"Aduh ...!" ucapku sambil mengusap kepalaku yang membentur badan seseorang.
"Ngapain bengong?" tanya Mas Rud yang sudah berdiri tepat di depanku.
"Tuh," tunjukku pada security yang berdiri di depan pintu masuk toko buku.
Mas Rud mengerutkan keningnya.
"Kamu kenal?" tanyanya kemudian.
Aku menggeleng. Mas Rud nampak semakin penasaran.
"Terus," Mas Rud makin bertanya-tanya.
"Nanti aku ceritain, Mas, kita nyari buku dulu yuk!" ajakku pada Mas Rud.
Mas Rud hanya diam dan mengikuti langkahku.
"Kok, kamu jadi ikutan nyari buku?" tanya Mas Rud.
"Emang gak boleh?" jawabku sekenanya.
Aku pun berjalan meninggalkan mas Rud. Aku mencari rak demi rak, untuk mencari buku yang ingin aku temukan. Aku sibuk melihat-lihat, membaca sinopsis dari 1 novel ke novel lainnya.
"Nyari novel apa?" sebuah suara mengagetkanku.
"Novel yang cocok untuk anak SMA," jawabku pada suara yang ku yakini milik Mas Rud meski tanpa aku melihatnya terlebih dahulu.
"Buat kamu?" tanya Mas Rud.
"Bukan!" jawabku sambil asyik membaca sinopsis novel yang aku rasa cocok dengan yang aku cari.
"Buat siapa?" tanya Mas Rud lagi.
"Buat adiknya temenku!" jawabku.
"Akrab?" Mas Rud terus mencecarku.
"Gak sih, Mas, cuma tahu dari cerita temenku aja," jelasku.
"Kenapa ngasih novel?" selidik Mas Rud.
"Lusa dia ulang tahun mas," terangku.
"Kalau gak kenal, kenapa mesti ngasih kado?" Mas Rud meminta penjelasan.
"Temenku minta tolong untuk beliin kado untuk adiknya!" jelasku bertubi-tubi.
"Kenapa dia gak ngasih sendiri?" Mas Rud terus mengintrogasiku.
"Dia di luar kota, Mas," aku terus menjelaskan pada mas Rud.
Wajah mas Rud nampak semakin penasaran.
"Dia cowok?" tanya Mas Rud.
Ku jawab dengan anggukan. Mas Rud langsung mengambil novel di tanganku dan mengembalikannya ke rak.
"Bilang pada temenmu, kalau kamu gak bisa beliin kado buat adiknya," perintah Mas Rud padaku.
"Emang kenapa, Mas?" aku bingung.
"Kamu polos banget sih, Sa! Temenmu itu suka sama kamu," jelas Mas Rud.
Aku benar-benar terkejut dengan penjelasan mas Rud. Akupun mencerna setiap kalimat yang sudah diutarakannya padaku. Aku mulai merasakan kebenaran dari setiap ucapannya.
"Kita bayar dulu buku yang aku beli, nanti aku jelasin," putus Mas Rud.
Aku menyetujui keputusannya tanpa banyak bertanya lagi. Senyum yang mulai memudar itu, menunjukkan bahwa ada salah yang harus segara ku perbaiki. Setelah melewati pintu keluar, aku menangkap senyum Mas Rud menyapa security yang tadi ku bicarakan namun belum tuntas ku jelaskan. Dan ini pertanda bahwa Mas Rud akan segera meminta penjelasan dariku.
aku suka banget karakter2 yg di suguhkan disini..kalem2 banget dan kehidupan yg di suguhkan TDK terlalu bikin kita yg ngiler2 banget untuk menghadapi kenyataan tetep berkelas tp tidak melebih2 kan 😘😘😘😘♥️♥️♥️
lanjutkan perjuangan mu
meski berUang tp tetep kehidupan seperti para reader's jadi Ndak smpk membayangkan kehidupan bang Alex dan rianti sementra ini yg begitu sempurna nyata di dunia novel 👏👏👏
para pria penjaga wanita yg sesungguh nya
Dion mas Rud Aryan 😘😘😘😘lovepulll kak Depe
tp tenang saja bang Alex mnjdikan mas Rud bodyguard nya hny untuk mnjdikan mas Rud orang yg lebih kuat dalam artian menghadapi musuh2 dlm dunia bisnis nya kelak dlm mngurus perusahaan ayah nya
trjwab sdh kak Depe ....akhirnya kau sampaikan klau ayah mas Rud mninggal
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gabungan yg bikin penasaran smpk2 bacanya tengah mlam gini
❣️❣️❣️❣️❣️♥️♥️♥️♥️♥️🥰🥰🥰🥰🥰🥰
untuk kak Depe
hingga detik ini ku baca masih gentayangan aja ad apa di balik semua itu
apakah karena keluarga Ardi ???
yg ku tahu dr bang Alex perusahaan mas Rud merugi dan ayah nya meninggal dan mas Rud di pasrahkan ke baba nya bang Alex dan akhirnya jdilah bodyguard nya rianti dan lyca
alasan apa sg di tinggal kan nya mbak Rosa 😕😕
sabar ya mas Rud tunggu jandanya mbak Rosa 🤭🥺
tukang bual gombal seperti William Sean
kak Depe 👍👍
3 lelaki sekaligus di depan mata
sungguh kak author kuat menahan ke 3 pesona lelaki2 itu.
aku jadi Rosa akan menghilang dr ke 3 lelaki itu..sangat jauh
tak sanggup menghadapi seru ombak dalam hati semua nya memiliki kharisma masing2 😩😩😩
dan mas Dion dimana aku bisa menemukan orang sebaik sebijak sewibawa anda
jadi penasaran kan kalau ga di lanjut baca nya
kesederhanaan aku suka aku suka 👍👍
lanjut baca nya meski bee belit2 ya biar Ndak penasaran 👍👍