Aku seorang Kapiten! Mempunyai pedang panjang! Kalau berjalan prok prok prok....
Aku seorang Kapiten!
-Albert Anderson-
*****
Nana menikah dengan Albert tapi pernikahan itu ditentang oleh keluarga besar Albert hingga rencana besar disusun mereka untuk menyingkirkan Nana.
Mereka membuat Nana kecelakaan hebat hingga Nana dinyatakan meninggal.
Tapi tanpa mereka tahu jika Nana selamat dan ditolong oleh seorang pria bernama Kevin.
Saat Nana membuka mata ternyata dia mengalami amnesia dan lebih parahnya dia tengah mengandung anak Albert.
Hingga drama pernikahan palsu dibuat Kevin untuk melindungi Nana dan bayinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serpihan Ingatan
🍂🍂🍂
Nana mulai terbiasa tinggal di apartemen Kevin, dia merasa beruntung tidak mengalami mual dan muntah pada kehamilannya. Tapi Nana suka ngidam receh dan Kevin selalu sigap untuk memenuhi permintaan Nana.
Kadang Nana juga merasa heran dengan sikap Kevin yang kadang begitu canggung padanya apalagi mereka tidur dikamar terpisah membuat Nana bertanya rumah tangga apa yang mereka jalani selama ini.
Nana sempat berfikir apa mereka menikah terpaksa, karena Nana hamil duluan. Tapi Kevin selalu meyakinkan jika mereka menikah bukan karena hal itu.
Pagi ini, seperti biasa Kevin akan berangkat ke kantor. Sesuai janji Kevin pada papanya kini Kevin mulai menjalankan perusahaan dengan sungguh-sungguh.
"Mau aku bantu?" tawar Nana saat melihat Kevin sibuk memakai dasinya.
"Tidak usah, aku bisa sendiri," tolak Kevin.
Nana mengindahkan penolakan Kevin dan merebut dasi dari tangan pria itu. "Kenapa Aa selalu membatasiku untuk melakukan peranku jadi istri?" tanya Nana sambil memasangkan dasi yang sudah dia pelajari dari Vivi yang dia anggap sebagai mama mertuanya.
"Karena aku tidak ingin perasaanku semakin dalam, Nana," batin Kevin.
Lalu dia berdehem. "Aku tidak ingin kau capek, kan lagi hamil!" balas Kevin kemudian.
"Tidak ada kata capek bagi seorang istri, A. Oh, iya! Hari ini jadwalku untuk terapi kan?" tanya Nana.
"Iya, nanti mama yang jemput. Pokoknya gak boleh pergi sendirian lagi," ucap Kevin memberi peringatan.
Lalu Kevin berpamitan pada Nana, sebelum itu dia mengecup kening Nana sejenak sembari membatin. "Biarkan aku menikmati momen ini sebelum ingatanmu kembali!"
"Aku berangkat dulu ya, nanti pulang kerja Aa belikan ketopraknya Mang Ujang!" pamit Kevin.
🍂🍂🍂
Nana sudah berada di rumah sakit untuk melakukan terapi ditemani oleh Vivi, keduanya saat ini tengah duduk di ruang tunggu untuk menunggu giliran.
"Kau gugup, Nana?" tanya Vivi perhatian.
"Sedikit Ma," jawab Nana.
"Tidak apa-apa, pelan-pelan saja jangan terlalu dipaksa mengingat!" ucap Vivi dengan menggenggam tangan Nana memberi ketenangan.
"Oh iya, mama udah daftarkan ke kelas hamil. Minggu ini sudah bisa dimulai," tambah Vivi.
Nana tersenyum pada mama mertuanya, dia merasa begitu disayangi. Sampai akhirnya nama Nana dipanggil masuk ke ruangan psikiater karena Nana akan melakukan metode hipnoterapi.
Pengobatan ini akan membantu pengidap agar merasa aman. Jika ingatannya hilang dengan spontan dan kebutuhan ingatan tersebut sangat mendesak, hipnotis merupakan salah satu cara untuk mengembalikannya. Dengan menggunakan hipnotis dan juga wawancara yang dibantu dengan obat infus amobarbital, dokter akan mencoba mengembalikan kembali ingatan masa lalu si pengidap.
"Siap Nyonya?" tanya Dokter disana saat Nana sudah masuk ke dalam.
Nana mengangguk dan Dokter mulai menghipnotis Nana.
Di alam bawah sadar Nana, dia merasa berjalan di sebuah lorong yang tak berujung dan ada seorang pria yang memanggil namanya.
Saat menoleh kesana kemari sosok yang memanggilnya itu tidak ada.
Hingga Nana merasakan sebuah pelukan dari belakang dengan suara bisikan. "Aku merindukanmu, Dhe!"
Sontak Nana membalik badannya dan melihat sosok pria yang tidak asing baginya.
(Albert bule kampret)
DEG! DEG! DEG!
Jantung Nana berdebar kuat sampai akhirnya Dokter menyudahi sesi terapinya karena melihat Nana yang gelisah dan mengeluarkan keringat dari pelipisnya.
"Apa Nyonya baik-baik saja? Apa Nyonya mengingat sesuatu?" tanya Dokter.
Nana menggeleng. "Aku bertemu pria yang membuat jantungku berdebar!" jawabnya.
🍂🍂🍂
❤❤❤❤
yg ada pas lahir..
palanya kotor parahhh..
❤❤❤❤❤