Karena melakukan " hubungan " sebelum keduanya resmi menjadi suami istri, akhirnya Aira menyerah dan menerima pinangan dari Rendra. Namun, karena restu yang belum juga di dapat dari keluarga Aira, akhirnya mereka memilih untuk menikah diam-diam.
Rendra memandangi wanitanya yang masih terlelap. Dilihatnya lekat-lekat, gadis yang baru saja berubah menjadi wanita karena perbuatannya. Cantik, selalu membuatnya hatinya sejuk ketika memandang wajahnya.
" Maaf sayang, hanya ini satu-satunya cara untuk membuatmu terikat padaku. Terlalu banyak orang diluar sana yang ingin merusak hubungan kita "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dirawat
Keesokkan harinya, Aira membuka matanya. Dia merasa berada di tempat asing, di sebuah ruangan serba putih, yang jelas ini bukan kamar tidur yang biasa dia tempati. Sampai dia menyadari, tangannya sudah terpasang selang infus. Aira mencoba mengingat bagaimana dia bisa berada di rumah sakit. Namun, dia hanya ingat jika semalam dia tiba di rumah dan meminta mbak Sri membuatkan minuman, sisanya dia tidak tahu apa yang terjadi. Aira kaget, melihat seseorang yang tidur, di tepi ranjang dengan posisi duduk dan kepalanya di sandarkan ke tempat tidur.
Mas Rendra....
Aira hendak membangunkan Rendra, namun sebelum menyentuhnya, Rendra sudah menggeliat dan memandang ke arahnya. Rendra tersenyum melihat Aira sudah sadarkan diri.
" Ra..kamu sudah sadar ?"
" I....ya mas, aku kenapa?"
"Nggak apa-apa, cuma butuh istirahat saja"
" Kok mas Rendra bisa disini?"
" Semalam mbak Sri telepon, katanya badan kamu panas tinggi, dia bingung mau menghubungi siapa, yang dia tahu cuma nomorku. Mau buka ponselmu tapi katanya ada password "
" Oh... Mas....aku haus",
" Mau minum, sebentar ya "
Dengan telaten, Rendra mengambilkan dan membantu Aira minum. Sangat terlihat jika Rendra sangat perhatian kepada Aira. Karena keadaan seperti ini, mau tidak mau Aira menerima bantuan Rendra, dan mengesampingkan masalah hati.
" Mas, ponselku dimana?"
" Kelihatannya ketinggalan , nanti biar orangku yang ngambil di rumah, kamu mau menghubungi siapa?"
" Mau telepon temanku, aku hari ini ada kuliah mas, aku mau titip absen "
" Ya sudah, pakai ponselku saja, hafal nomornya kan?"
Aira menggelengkan kepala, menghafal no.rumah Ernest yang selama ini dia tinggali saja dia sering lupa. Apalagi, harus menghafal beberapa digit nomor.
" Kamu mau menghubungi temanmu yang tempo hari kamu ajak ke salon itu ?", Rendra pura-pura tidak mengenal Farah.
" Iya mas, kalau nggak dia ya temanku yang satunya"
" Biar aku yang urus , kamu istirahat saja "
"Mas Rendra nggak kerja?
"Nggak, aku capek. Lagian kalau kerja, siapa yang nunggu kamu?
" Aku nggak apa-apa kok sendiri mas"
" Nggak apa-apa bagaimana, kamu tahu nggak, semalam kamu seperti mayat hidup, wajahmu pucat "
" Semalam rasanya panas sekali badanku mas"
" Ya sudah, aku ambil baju dulu dimobil, aku gerah. Sekalian aku meminta orangku untuk menghubungi temanmu itu. Kamu istirahat Ra, jangan kemana-mana "
" Iya...memang mau kemana, duduk saja nggak bisa "
Rendra pamit keluar dan duduk dibangku yang ada di depan kamar. Dia segera menghubungi Aldo untuk meminta nomor ponsel Farah. Akhirnya panggilan terjawab setelah Rendra mencoba sampai 3 kali.
" Al..minta nomor telepon Farah", ucapnya tanpa basa basi
"Jangan bilang kamu naksir pacarku"
" Aira dirawat di rumah sakit"
" Ra Ra dirawat ? oke aku kirim nomornya "
Rendra menuju parkiran mobil untuk mengambil pakaiannya. Di tengah perjalanan, dia mendapat pesan dari Aldo yang berisi nomor telepon Farah.
Farah:
Far, ini Rendra. Aira sedang dirawat di Rumah Sakit Medika. Aira minta tolong titip absen. Terima kasih.
Arif :
Rif, maaf mengganggu hari liburmu. Tolong kamu ke rumah Ernest,masih ingat rumahnya kan? Mintakan ponsel Aira ke mbak Sri. Kamu antarkan ke Rumah Sakit Medika, nanti kalau sudah sampai, kamu hubungi aku.
Rendra kembali masuk ke ruang rawat Aira untuk segera mandi. Untung saja, persediaan pakaian yang dia bawa touring kemarin masih ada. Ketika masuk, dia melihat Aira kembali tertidur. Dia kembali duduk disamping ranjang, memandang wajah Aira dengan seksama.
Aku sedih melihat kamu sakit seperti ini, tapi aku senang karena kamu sakit, aku jadi bisa semalaman bersamamu.
Pintu kamar Aira terbuka, dan seorang perawat tampak membawakan makanan untuk Aira. Rendra meletakkan jari telunjuknya ke depan mulut dan dibalas dengan anggukan oleh perawat tersebut. Dia meletakkan makanan di nakas tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Aira mencium parfum beraroma maskulin yang berhasil membuat nya bangun dari tidur. Dilihatnya, Rendra duduk di sofa sudah berganti pakaian dan penampilannya sudah segar. Rendra yang sibuk memainkan ponselnya, segera menghampiri Aira yang sudah bangun. Dia duduk di kursi samping Aira dengan mengambil makanan dan menyuapi ke mulut Aira.
" Mas, mau ngapain?"
" Kamu makan dulu"
" Mulutku pahit mas, "
" Kalau nggak makan, bagaimana bisa sembuh, Aaaa.....",
Rendra memaksa Aira untuk membuka mulutnya.
"Aku makan sendiri saja mas, nggak perlu disuapin"
"Nggak apa-apa, ayo makan lagi",
"Mas sudah makan?"
Cesss..rasanya hati Rendra menjadi dingin mendapatkan perhatian kecil dari Aira
" Sudah, tadi waktu kamu tidur aku makan dikantin"
Aira menganggukkan kepala dan kembali menikmati makanannya. Rendra menyuapi Aira sampai makanan itu tidak bersisa.
Kamu apakan Aira sampai dia masuk ke rumah sakit?
masih tak ulang bacanya,,iseng buka komen",,
malah bow maylada udh ad boyfriend barunya.. padhl keren mik