Gea keluar dari taksi dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke kamar kosannya. Gea melihat ada sepatu Sarah sahabatnya sekaligus teman 1 kamarnya. Apa Rendy ada di dalam?, sepatunya ada di sini juga. Gea bicara di hatinya.
Gea mendorong sedikit pintunya yang tidak dikunci, mendengar desahan Sarah sedang berhubungan intim Gea menarik kembali pintunya dan berniat untuk pergi.
Sarah memang sudah biasa melakukan itu dengan pacarnya. Tiba-tiba langkah Gea terhenti ketika mendengar suara pria tersebut tidak asing baginya.
Tubuh Gea gemetaran terlintas di pikirannya takut kalau yang dia dengar barusan itu adalah pacarnya.
Gak mungkin Rendy dan Sarah memiliki hubungan di belakangnya.
Perlahan-lahan Gea membuka pintunya, dan matanya terbelalak terkejut melihat pacar dan sahabat sedang hubungan intim di sofa ruang tamu.
Dada Gea terasa sakit, dan napasnya merasa sesak, hatinya sangat hancur tidak sanggup menerima kenyataan yang di lihatnya langsung.
"Apa yang kalian lakukan hah!!" teriaknya sambil menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke lantai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delita Shira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman = 25
Aksan menekan tombol bel rumah Bara, Susi membuka pintunya.
" Tuan Aksan?".
" Mba, nona Gea nya ada?". Susi mengangguk. Aksan langsung masuk, langkah kakinya mulai pelan mendengar suara Karisa di kolam renang. Aksan meliirik ke arah kolam.
Matanya terkejut melihat Bara dan Karisa sedang tertawa-tawa sembari bercanda di pinggir kolam.
Apa gara-gara ini Gea menangis. Aksan melewati mereka. " Mbak bisa panggil kan nona Gea?".
Susi mengangguk lalu pergi ke atas untuk memanggil Gea.
Mendengar pintunya diketuk Gea berpikir itu Bara.ia segera menghapus air matanya lalu membuka pintunya dan terseyum.
Senyumnya hilang pelan-pelan. " Non, ada tuan Aksan di bawah?". Hah Gea terkejut melihat Aksan sudah ada dirumahnya lagi.
Mereka turun sama-sama.
" Hai Aksan, maaf tadi saya ketiduran" Gea berusaha menutupi rasa sakit hatinya.
" Oh, gak apa-apa?, apa ada acara hari ini?". Gea menggeleng kepalanya.
" Jalan yu?" Ajak Aksan. Lebih baik aku jalan, toh di sini ada Karisa yang mengurus tuan. Gea segera pergi untuk ganti baju.
Aksan menuggunya di ruang tamu. Karisa dan Bara masih tertawa. Melihat Aksan ada dirumahnya senyumnya langsung hilang. Karisa langsung sok jual mahal, dipikirnya Aksan mau minta maaf.
" Bar, pinjem kamarmu ya, aku ingin ganti baju dulu" Ucap Karisa. Karisa melewati Aksan begitu saja.
Di tangga Gea dan Karisa berpapasan. Karisa melihat Gea sudah rapih.
" Aksan aku udah siap?" ucap Gea. Aksan dan Bara melihatnya. Karisa langsung melotot mendengarnya.
" Aku jalan dulu ya?" Ucap Aksan sama Bara. Karisa langsung panas melihat Aksan dan Gea jalan bareng.
Bara tertegun melihat mereka pergi tampa sepatah katapun. Karisa cepat-cepat jalan ke kamar Bara.
Bara melihat Gea balik lagi dan menghampiri nya merasa senang.
" Tuan, saya akan pulang malam?".
" Lalu tugas mu??".
" Kan ada nona Karisa, bukannya anda tadi lagi senang-senang sama dia?" Gea langsung pergi tampa menoleh lagi ke arahnya.
Bara langsung kesal dan naik ke atas.
Sebenarnya Gea merasa sakit melihat Bara dan Karisa dekat. Gea mencopot Gelang dan cincinnya lalu ia masukkan ke dalam tasnya.
Aksan senang karena ia bisa jalan bersama.
" Kita kemana ne?". Aksan mencoba menghibur Gea.
" Gimana kalau kita ke puncak?".
"Oke, meluncur. Aksan langsung menjalankan mobilnya.
Di rumah Bara langsung kesal, Karisa pun sama ia tidak ceria seperti tadi lagi.
Bara melewati Karisa yang lagi jemur di balkon.
" Bar, apa Aksan menyukai istrimu?". Bara terdiam sembari mengeringkan rambutnya.
" Bara, kamu dengar aku gak sih??" Karisa mulai kesal karena Bara tidak menjawabnya.
" Gara-gara dia kita jadi jauh, kenapa kamu cari istri seperti dia sih??". Bara menahan amarahnya ia tetap diam.
Karisa yang kesal segera pergi ke bawah. Bara hanya diam menatap kepergian Karisa.
Dijalan Aksan terus menceritakan tentang kisah lucu yang membuatnya tertawa lepas. Hati Aksan mulai gusar karena Aksan takut Gea menyukai Bara.
" Apa aku boleh nanya sesuatu?”. Gea mengangguk.
" Apa kamu sedih lihat Bara sama Karisa tadi?”. Gea tidak menjawabnya.
" Aksan, aku tidak ingin bahas itu". Aksan langsung mengerti dan tidak bahas itu lagi.
Sampai di puncak mereka jalan sama-sama, sembari menikmati udara dingin di atas gunung.
Gea dan Aksan menaiki kereta gantung sembari melihat pemandangan sisana.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗